Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
dia milikku


__ADS_3

Bunga pun kembali duduk di samping Adelia, ternyata bunga mendapatkan telpon dari Darwin.


Bunga pun menjawab telpon itu, "iya sayang ku, ada apa?" tanya Bunga dengan suara manja.


"kamu dimana? ini sudah pulang kantor, dan kenapa ale masih pada Bu Nova?" suara kesal dari pria itu.


"aku bersamanya, kenapa? ada masalah Darwin?" tanya adelia yang merebut ponsel menantunya.


"sorry sayang," kata Bunga tertawa.


"eh ku kira dia sedang dimana? ya sudah kalau bersama mama, aku hanya mau tanya kapan kalian pulang," tanya Darwin yang tak berani berkutik di depan sang mama.


"tunggu kami selesai dan kami akan pulang, lebih baik jemput putra mu dulu, sebentar lagi kami pulang," jawab Adelia yang kemudian menutup telpon itu.


Yasmin pun tertawa melihat reaksi Adelia, tapi Bunga telihat tenang cenderung tak peduli.


"tenang mama, putramu itu tak berani memarahiku nanti, jadi kita lanjutkan saja," kata Bunga.


"baiklah, mama tadi lupa belum belanja cemilan untuk di rumah," kata Adelia.


"boleh ikut gak, aku juga ingin tau belanjaan apa ya g bisa di brli dua nyonya crazy rich ini," ledek Yasmin dengan nada yang begitu sinis.


"boleh ayuk Tante," kata Bunga.


Bunga memberikan sebuah black card, dan pria muda itu melotot bukan main, pasalnya baru kali ini dia melihat kartu dengan warna hitam itu.


setelah membayar, mereka pun menuju ke area kebutuhan sehari-hari.


merrka pun mulai belanja, bahkan apa yang di beli oleh keduanya bisa di bilang begitu banyak.


pasalnya mereka belanja untuk kebutuhan satu rumah, bahkan di rumah keluarga Gusman punya mini market sendiri.


pria muda itu tiba-tiba menarik Bunga menjauh saat Yasmin dan Adelia sibuk, "hei kau mau mati?" bentak bunga.


"bukan mau mati, aku mau menikmati dirimu dan aku pastikan kamu bisa merasakan kehangatan hebat dari ku," jawab pria itu.


"dengarkan ini Ben, kau itu tak sebanding dengan suamiku, dan aku yakin adik mu pasti juga tak seperkasa milik suamiku, buktinya kamu suka Tante-tante model begitu, cih minggir sana," kata bunga mendorong pria itu.


tak terduga ada Darwin yang memicingkan matanya melihat istrinya itu.


"kau mau mati bocah kemarin sore," kata Darwin yang memberikan baby Ale.


drwon langsung menyeretnya dan mendorongnya hingga hampir jatuh dari lantai tiga.


"lihat baby, jika besar kamu harus seperti papa mu oke, dia selalu begitu menawan saat marah," kata bunga mencium Putranya itu.


semua orang heboh, Yasmin pun yang penasaran juga ikut melihat, dan betapa terkejutnya dia melihat darwin ingin melempar kekasihnya itu.


"Darwin jangan sok berani, atau aku akan membuatmu mendekam di penjara untuk selamanya," kata yasmin.


"dari pada mengurus berondong mu ini yang tak tau diri, lebih baik urus putramu yang sekarang masuk penjara," kata Darwin menarik pria itu dan mendorongnya hingga tersungkur ke depan semua orang.


"kau keterlaluan Darwin, keluarga kita itu saling bersahabat," kata Yasmin.


"bulsyit Tante, asal kamu tau putra mu itu berani melakukan kesalahan-kesalahan besar, jadi itu pantas, dan untuk kekasihmu itu, ikat dia dan jangan berani untuk menggida istriku," kata Darwin dingin.


"ini masih di bilang di maafkan, lain kali aku bisa saja membunuhmu tanpa ampun," marah Darwin berbisik pada pria itu.


pria itu pun terdiam, Darwin memeluk Bunga, sedang Joshua sedang sibuk membayar belanjaan yang tadi di beli oleh kedua wanita itu.


setelah itu mereka terpisah dengan dua mobil, Darwin terus melihat istrinya yang sedang bermain dengan baby Ale.


"ngomong saja mas, tak perlu di tahan," kata bunga melirik ke arah Darwin.


"kenapa kamu begitu seksi dan cantik, lihat saja tadi pria itu hampir saja mengajakmu berkencan, dia pikir dia siapa berani menyaingi diriku, padahal dia itu cuma gigolo Tante kesepian begitu, bikin emosi saja," marah Darwin.


"sudah ngedumelnya, padahal di rumah aku ingin melakukan sesuatu yang membuat si peneror itu keluar," kata bunga berbisik.


"melakukan apa? kamu jangan melakukan hal yang aneh bunga, aku tak bisa kalau harus tidur berjauhan," kata Darwin memohon.


"jaga tingkah mu mas, dasar tak tau malu," kata bunga menampar pipi Darwin.


Darwin pun kaget dan bingung, tapi bunga memberikan kode pada suaminya.

__ADS_1


Darwin pun melotot dan mulai menjambak rambut bunga, baby Ale sudah bersembunyi ketakutan.


"kau berani menampar ku, kau cari mati huh, ingat aku bisa membunuh mu saat ini, atau aku bisa menyiksamu sesuka hatiku," kata Darwin.


sesampainya di rumah bunga mendorong Darwin dan keluar sambil berlari.


Adelia juga meninggalkan Joshua yang masih tidak mengerti apapun, sedang Darwin tak mengira jika banyak orang yang di susupkan di rumahnya.


mereka pun masuk, dan para pelayan sudah membawa belanjaan dari kedua pria itu.


Dylan sedang melakukan pekerjaan di luar kota, jadilah hanya ada dua pria dan dua wanita itu.


Nita tersenyum melihat dan mendapatkan laporan dari supir Darwin.


dia datang memberikan minuman, san sengaja menunjukkan dirinya yang sudah dapat hukuman tadi.


"ada apa dengan mu? kenapa badan mu merah-merah?" tanya Joshua.


"saya dapat hukuman pukul tuan, karena saya tergoda untuk mencoba mengunakan baju milik nyonya muda," jawab Nita sedih.


"Bu Ajeng sudah ku katakan, jangan ada yang berani menyentuh barang-barang ku!" teriak bunga keluar dari lift.


dia bahkan melemparkan semua bajunya, "maaf Nyonya muda, ini kesalahan saya yang tak bisa mengajari pelayan disini," kata Bu Ajeng.


"bakar semua itu, aku tak Sudi memakai baju yang tercemar, dan ingat ini terakhir kali kejadian seperti ini terjadi, jika terjadi lagi aku akan membakar mu dengan baju itu sekalian," marah bunga.


"maafkan saya nyonya, saya tak sengaja, saya hanya tak sengaja mencobanya, jangan hukum saya," kata Nita memohon.


bunga pun langsung menendangnya tanpa ampun, Darwin pun hanya melihat saja, begitupun dengan Joshua.


"kau itu tak tau malu, di punggut dari jalanan, sekarang berani ngelunjak, mulai sekarang jangan berani naik ke lantai tiga, jika tidak aku akan mematahkan kaki mu dan mencongkel matamu itu," marah Bunga tak terbendung.


"maaf nyonya, saya memang pantas di hukum," kata Nita memohon.


"seharusnya bukan untuk memukulnya, seharusnya kamu membunuhnya Bu Ajeng, dan jangan melakukan Kesalahan kecil ini lagi, kamu tau bukan jika peraturan rumah ini, siapa yang salah alam di hukum dengan berat, jika perlu potong tangannya," kata data dingin.


Nita tak mengira jika Darwin juga bisa sekejam ini, bahkan air matanya tak berpengaruh pada pria itu.


"jangan gila kamu, sudah masuk dan jangan membuat keributan di sini, masuk!!!" bentak Darwin.


Bunga pun malah menghampiri Darwin, dan langsung menggodanya di depan semua orang.


"kamu membentak ku, kamu mau mati sayang, atau aku akan memotong adikmu itu, dasar suami sial," kata bunga kesal mendorong Darwin.


Bunga pun pergi, Adelia tak mengira jika drama itu begitu menarik, "Bu Ajeng aku tadi memintamu untuk menjaga Nita, tapi Kenapa dia masih mengerjakan Semuanya seperti ini," mash Adelia.


"maafkan saya nyonya, saya akan menjaganya mulai sekarang," kata bu Ajeng menyeret wanita itu ke belakang.


nita pun merasa sakit karena bu Ajeng menariknya dengan kasar dan begitu jahat menurutnya.


sedang Adelia langsung menuju ke kamar, dan di ikuti Joshua yang bingung dengan semua ini.


"sayang aku bingung, sebenarnya ada apa ini?" tanya Joshua dengan memeluk tubuh Adelia.


"kamu tau, aku hampir saja membunuh menantimu tadi karena aku dapat foto bagaimana dia menggoda mu, tapi ternyata itu sebuah fitnah, tapi apa kamu tau siapa yang melakukan itu, dia adalah Nita dan ibunya, Parwati," kata Adelia membalikkan badannya.


"apa wanita itu lagi, tolong siapapun, bunuh dia jika bisa karena aku tak ingin terus bertemu wanita itu," kata Joshua sedih


"tenang sayang ku, aku sudah punya rencana sendiri, dan kamu tak perlu bingung, karena aku dan bunga akan menyelesaikan mereka berdua seminggu lagi," kata Adelia.


"apa rencana mu,"


Adelia membisikkan sesuatu pada Joshua yang langsung mengubah wajah pria itu.


"kamu gila, aku akan mengikat kalian berdua jika berani memikirkan itu, dan jangan lakukan hal aneh," marah Joshua.


bahkan bukan hanya Joshua, saat ini Darwin juga sedang mengikat istrinya karena marah.


bahkan dia sudah menghukum bunga untuk ide gila ya itu, terlebih Darwin sangat tak bisa melihat istrinya berdekatan dengan pria lain.


bunga sudah tak busa bergerak karena ulah suaminya, begitupun Adelia yang juga kelelahan saat ini.


Joshua dan Darwin turun untuk mengambil makan malam untuk istri masing-masing.

__ADS_1


beruntung baby Ale susah tertidur dan tak bangun, karena bunga merasa sakit saat harus berjalan.


Darwin datang dengan jus dan juga makan malam, bahkan terlihat begitu banyak.


bunga yang sedang menonton tv pun mendekati Darwin dan mulai mengambil makanan yang di bawa suaminya itu.


setelah itu dia makan dengan sangat lahap, bahkan Darwin pun heran melihat istrinya.


"sayang kamu bisa jadi kuda Nil jika terus makan seperti itu" kesal Darwin.


"memang kenapa? kamu tak suka huh, kenapa jika aku gemuk," kesal Bunga.


"tidak kok, aku tetap mencintaimu, dan lanjutkan saja, aku mau mengecek beberapa pekerja," kata Darwin yang selesai makan.


"ya!! berani keluar kamu mati, tetap disini menemaniku," marah bunga.


Darwin pun terpaksa menurut dan duduk di samping bunga, dua pun meligat bunga yang begitu fokus.


kemudian dia mengambil laptopnya dan mulai bekerja di samping istrinya, tapi tanpa terduga saat bunga selesai makan dan mengeluarkan troli keluar.


bunga malah masuk ke pelukan Darwin yang sedang bekerja dengan serius.


jadi terpaksa pria itu mengakhiri semua pekerjaannya karena bunga yang begitu manja.


"kenapa kamu lebih manja dari putra mu, oh ya besok aku mungkin akan lembur karena harus memilih beberapa pegawai baru dan melakukan rapat dengan klien,"


"laki-laki atau perempuan, ingat jangan berani memikirkan hal aneh di belakang ku, aku tak suka itu..."


"tidak mungkin sayang, jangan berpikiran buruk sayang, aku tak mungkin bisa berpaling dari wanita secantik diriku, sudah lebih baik kamu tidur yuk," kata Darwin.


"aku mau tidur di pelukan mu," kata bunga yang begitu nyaman dengan hangat tubuh suaminya itu.


Darwin pun tak bisa menolak permintaan bunga, jika tidak wanita itu bisa marah dan menggambek.


malam itu setelah meletakkan bunga di ranjang, Darwin turun ke bar untuk mengambil minuman.


dia tak sengaja melihat Joshua yang berdiri di samping kolam renang, pria itu seperti banyak pikiran.


"ada apa papa? kenapa belum istirahat, dan kenapa kamu minum seperti ini, ingat kesehatan," kata Darwin yang kini berdiri di samping Joshua.


"ah aku hanya merasa jika keluarga kita beberapa tahun ini begitu sial, milai dari penghianatan, pengkhianatan hingga semua ini, aku takut jika mama mu tak percaya lagi dengan papa," jawab Joshua.


"papa berpikir terlalu jauh, jika memang mama seperti itu, mama pasti sudah pergi dari lama meninggalkan papa," jawab Darwin.


"kamu itu bukan menenangkan pikiran papa, malah membuatnya makin runyam kau tau Darwin," kesal Joshua yang di sambut tawa oleh Darwin.


akhirnya keduanya memilih minum bersama di samping kolam, beberapa pengawal pribadi mengawasi mereka.


Bu Ajeng juga mengawasi dari jauh, dia tak ingin ada masalah nantinya terlebih dia juga tau jika ada penyusup di rumah mereka.


Nita melihat kesempatan saat melihat darwin mabuk karena mereka berdua terlalu banyak minum.


tapi saat Nita ingin mendekat, dia langsung di tahan oleh Bu Ajeng, "kalian berdua, kemarilah dan ikat wanita ini di dalam gudang, jangan berani ada yang melepaskan, dan tangan pak aji dan totok juga, jadikan satu, karena mereka adalah satu komplotan," kata Bu Ajeng


"jangan kurang ajar kau Ajeng, aku ini bukan orang biasa, aku akan membuatmu mati lihat saja nanti, aku pasti akan di selamatkan oleh keluargaku, kamu lihat saja, dasar ******," teriak Nita.


Bu Ajeng pun langsung menamparnya dengan kuat hingga gadis itu terluka di sudut bibirnya.


kemudian para pengawal menyeret wanita itu ke gudang bawah tanah. agar tak bisa di temukan oleh semua orang.


bahkan mulut dan tangannya terikat, sedang kedua pria yang bekerja sama juga di masukkan kedalam gudang itu tapi setelah di beri obat pembangkit ga*r*h.


Nita pun terus berontak hingga membuat roknya tersingkap, dan berkat obat yang di suntikkan.


kedua Pria itu langsung melecehkan Nita dengan brutal, bahkan Nita hanya bisa berteriak karena perbuatan itu.


sedang ruang bawah tanah itu tak mudah di temukan karena letaknya sangat tersembunyi.


bahkan makanan akan di berikan dia kali sehari, dan tanpa perintah dari keluarga itu, mereka tak bisa keluar dari sana.


meski begitu bu Ajeng mengirimkan pesan jika Nita kabur ke luar negri setelah ketahuan demi menghindari interogasi dari keluarga Gusman.


terutama Darwin dan bunga yang begitu sadis saat ini, belum lagi Joshua dan Adelia yang tak kalah kejam juga.

__ADS_1


__ADS_2