Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
S2_gadis pengagum 2


__ADS_3

Bu Nova mengajak semuanya pulang saat sudah sesuai belanja, kebetulan Darwin juga harus segera pulang karena Joshua terus menelpon dirinya.


Aldo pun langsung pamit bersama Darwin, sedang Bunga melihat pria yang dia cintai hilang tak terlihat.


entah kenapa perasaannya campur aduk saat ini, di saat Darwin ingin memperkenalkan dirinya pada keluarga besarnya.


dia seakan takut di tolak, terutama oleh keluarga Amadea yang baru saja kehilangan salah satu putri angkat mereka.


Joshua memanggil Darwin pulang karena ingin memperkenalkan pada sahabat sekolahnya dulu.


dia kebetulan sedang berada di Indonesia untuk berkunjung, itu salah keluarga kaya dari Jerman yaitu Jonathan Smith.


selama perjalanan pulang, Darwin juga terus berpikir tentang apa yang bunga hadapi, bahkan wanita itu terlihat takut saat Darwin ingin memperkenalkan dua pada keluarganya.


mobil yang di kemudikan oleh Aldo tak sengaja melihat ada sebuah mobil mewah yang mogok di jalanan yang cukup sepi.


"berhenti, kita tolong dia, sepertinya dia butuh pertolongan," kata Darwin menghentikan Aldo.


"siap bos," jawab Aldo yang langsung meminggirkan mobilnya.


Darwin turun dari mobilnya, dan langsung menghampiri gadis itu, "permisi apa aku bisa membantu?"


"ah ... iya terima kasih Tuhan, kebetulan mobilku mogok dan aku tak tau ini kenapa, aku juga belum sepenuhnya tau bengkel terdekat," kata gadis itu.


"aku sudah menelpon Irvan tuan, dia akan segera datang," kata Aldo.


"baiklah, tinggalkan mobil mu disini, anak buahku akan datang, dan aku bisa mengantarmu jika kamu ada keperluan mendesak," kata Darwin.


"tidak, aku tunggu di sini saja, terima kasih tuan," jawab gadis itu dengan senyum manis.


Darwin akan pergi tapi tak lama Irvan datang, dan Darwin meninggalkan gadis itu.


Darwin pun sampai di rumah, saat dia masuk terlihat ada tiga orang tamu yang sudah datang.


Darwin pun dengan sopan menyapa ketiganya, "wah ini putra pertama mu, dia terlihat begitu tampan ya, sepertinya seusia dengan putrimu," kata pria itu


"ini bukan jaman kolot bung, anak-anak memilih sendiri jodoh dan pasangan hidupnya," kata Joshua tertawa menanggapi perkataan sahabatnya itu.


"kamu benar, tapi siapa tau itu, mereka juga pasti bisa berjodoh," kata pria itu lagi.


Darwin tak suka mendengar perkataan demikian, karena baginya cinta itu hanya satu, yaitu Bunga.


"maaf permisi saya harus keatas," pamit Darwin yang risih dengan semuanya.


Adelia pun mengerti sikap putranya itu, apalagi setelah kejadian yang membuat Darwin dan sang opa buyut bersitegang sebelum kematian sang opa dalam kecelakaan.


apalagi Darwin juga sempat mengalami hal buruk dari keluarga Gusman yang terasa terancam oleh putra Joshua itu.

__ADS_1


Darwin pun mandi sambil menenangkan diri, dia pun teringat setiap senyum Bunga.


dan tanpa sadar senyumnya pun ikut kembali, "dasar gadis bodoh, kamu begitu mudah di bujuk oleh makanan," gumam Darwin.


tak lama terdengar suara deru mobil mewah, seorang gadis cantik turun dari mobil berwarna merah itu.


"selamat malam semuanya, maaf aku terlambat karena rapat tadi ternyata molor, dan aku tak suka dengan hal itu," kata gadis itu yang masuk ke dalam rumah.


kebetulan David dan Dylan juga baru datang, keduanya baru pulang setelah berkumpul bersama teman-temannya.


"selamat malam," sapa keduanya.


"wah lihatlah, mereka datang bersamaan, ayo Viktoria perkenalkan pada om Joshua dan Tante Adelia, kamu sering bilang ingin bertemu dengan keduanya," kata Jhonatan Smith.


"kamu susah besar ternyata, dan makin cantik," puji Adelia sambil memeluknya.


sedang Davin dan Dylan juga menyapa kedua tamu, "wah sepertinya bibit unggul semua ya putra mu, lihatlah bahkan si kembar tak kalah tampan dari kakaknya," puji Jonathan.


"kamu bisa saja, kita berdua memang memiliki bibit yang sempurna, putri dan putra mu juga cantik dan tampan," puji Joshua.


"baiklah ayo makan malam dulu, lihatlah kasian gadis cantik ini," kata Adelia yang masih merangkul Viktoria.


"iya Tante, tapi beruntung tadi aku sudah bisa pergi berkat bantuan seorang pria tampan dan asistennya, mobil adikku itu ternyata mogok saat akan kemari, dan pria itu membantu memanggilkan seorang montir yang begitu cekatan, hingga akhirnya aku bisa datang kemari," kata Viktoria.


"beruntung kalau begitu, sepertinya ayah harus berterima kasih, tapi siapa namanya?" tanya Jonathan.


tapi tak terduga Darwin turun dengan baju santai, melihat itu Dylan langsung menghampiri sang kakak.


"wait ... mau apa kamu!" teriak Darwin melihat Dylan mendekati dirinya.


"kakak, berikan cookies itu padaku, daripada di buang oleh David, setidaknya aku akan memakannya," kata Dylan memohon.


"aku bahkan tak memakan kue, dan kue itu masih di Sabrina, dan kenapa kamu begitu memaksa," kata Darwin yang coba melepaskan diri dari pria itu.


"kakak jangan bohong, dia tadi menitipkan semuanya pada kakak bukan, dia memberitahu aku kak, aku tak mau dia kecewa karena David membuangnya," kata Dylan dengan suara sedih.


Darwin pun mengangguk dan mengacak rambut Dylan, dia pun merangkul adiknya untuk bergabung.


Viktoria terdiam melihat pria tampan yang baru saja turun dan sedang berjalan kearah mereka, sedang David tak mengerti dengan pembicara dari kedua pria itu.


"Viktoria kenapa diam nak?" tanya Adelia mengejutkan gadis itu.


"itu tante, pria yang menolongku, aku tadi tak sempat berkenalan dengannya," kata Viktoria malu melihat darwin.


"benarkah, wah terima kasih nak Darwin sudah menolong putri om,saya tak mengira jika masih ada pria yang tulus membantu dan bukan modus," kata Jonathan.


"kita sebagai sesama manusia tentu wajib membantu, dan tak perlu berlebihan, terlebih yang aku lakukan hanya hal kecil," jawab Darwin.

__ADS_1


Viktoria sekarang sedikit menaruh hati pria bernama Darwin itu, pria yang memiliki paras tampan dan juga sempurna di matanya.


terlebih dia juga tau siapa pria itu, dia adalah pengusaha yang sudah sukses di usia belasan tahun, dan di usianya yang mulai dewasa pria itu tetap dengan segala kehebatannya.


akhirnya makam malam berjalan sangat baik, Adelia begitu menyambut tamu-tamunya dengan sangat baik.


sedang untuk Dylan yang memang memiliki sifat terbuka, mudah sekali dekat dengan Viktor, adik dari Viktoria.


sedang David dan Darwin seakan tak ingin berbincang, bahkan David langsung pamit setelah selesai makan malam.


Joshua pun tak menyangka jika David begitu sibuk, sedang Darwin juga melakukan hal yang sama.


tapi Pria itu tak bekerja hanya berolahraga untuk menjaga bentuk tubuhnya.


bahkan saat Darwin masuk ke ruang gym ternyata david sudah ada di sana.


"kau lari kesini, ku kira kamu benar-benar sibuk," kata Darwin yang mulai melakukan peregangan.


"aku hanya tak suka dengan tamu, apalagi dia terus menyinggung tentang perjodohan dan pernikahan, dan apa kamu tak sadar jika pria itu ingin sekali menjadikan mu menantunya," kata David.


"tentu sadar, dari awal aku menemui mereka aku sudah tak suka, tapi aku juga tak bisa mengusir mereka karena mereka tamu papa dan mama," jawab Darwin yang sekarang berlari di samping David.


"tapi aku tak yakin kau akan diam saja," kata David melihat Darwin yang sudah menyeringai menemukan ide.


"pasti kau ingin membuat perusahaan mereka mendapatkan guncangan kan?" tebak David.


"kau selalu tau aku, oh ya kenapa Dylan begitu menghawatirkan Sabrina yang menyukai mu," kata Darwin penasaran.


"karena dia tau jika aku bukan pria baik, bahkan sebelum aku pulang, aku sudah bertemu dengan Samuel, kakak Sabrina dalam pertarungan dunia bawah, dan dia tak menyukai ku dekat dengan adiknya," jawab David jujur.


Darwin diam, bagaimana pun Sabrina memang putri kecil keluarga Graham dan untuk itu, semua kakak-kakaknya begitu melindungi gadis itu.


Viktoria ingin mengantarkan minuman untuk kedua saudara yang sedang berolahraga karena permintaan Adelia.


pengawal yang menjaga tempat itu pun tak bisa melarang gadis itu karena ini perintah Adelia.


Viktoria masuk, dan David melihat gadis itu, pria itu langsung turun dari treadmill.


"kalian berdua, siapa yang mengizinkan gadis asing ini masuk!!" bentak David murka.


"keluar dari sini!!" teriak Darwin yang tak suka waktunya di ganggu orang asing


mendengar bentakan kedua saudara itu Viktoria pun pergi setelah memberikan minuman jus itu.


bahkan David langsung membuang minuman dan gelas itu ke lantai, pria itu langsung mencengkram dua leher pengawalnya.


"sudah ku katakan jangan ada yang menganggu, meski itu papa atau mama!" bentak pria itu dengan kasar.

__ADS_1


__ADS_2