Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
S2_luka Darwin


__ADS_3

Samuel mengandeng tangan Bunga, saat rombongan dari keluarga Joshua datang, David yang ingin maju, di tahan seorang pengawal agar tak mencelakai kedua orang itu.


"jika kamu ingin memukul ku, ku tunggu di luar, dan sebagai seorang putra pengusaha sukses terhormat, kelakuan mu itu sangat buruk, dan ingat aku tak suka pria yang begitu arogan, dan jangan pernah berpikir karena Sabrina mengagumimu, aku tak akan membunuhmu, ingat itu," kata Samuel memberikan peringatan pada David.


Dylan pun merasa sedih, "jangan patah semangat, tunjukkan jika kamu lebih baik dari pria itu," bisik Bunga memberikan semangat pada Dylan.


"Bunga ... kamu datang nak," kata Adelia ingin memeluk gadis itu, tapi para pengawal memberikan perlindungan.


"maaf kami harus pergi, tugas kami sudah selesai, dan putra anda sudah selamat, jadi kami pergi, dan untukmu opa Hafsah, coba ikat putri angkat mu itu, sebelum dia mencari mangsa lagi, dan makin mempermalukan keluarga kalian, atau jika kuwalahan aku siap membantu untuk membuatnya lumpuh atau tak bernyawa lagi," kata Samuel.


Sasha hanya bisa berdiam sambil menahan amarahnya, dia tak mungkin menunjukkan segalanya di depan keluarga besarnya.


setelah kepergian Samuel dan Bunga, Dito keluar dan menghampiri Hafsah keduanya nampak senang dan berpelukan.


"selamat, dia sudah selamat, dan kondisinya sangat baik saat ini," kata opa Hafsah pada semua orang.


mereka pun masuk kedalam ruangan rawat Darwin, pria itu nampak masih pucat tapi sudah bisa tersenyum.


Adelia pun langsung memeluk putranya itu, "kamu membuat mama seakan mati Darwin," kata Adelia mencium kening Putranya.


"maaf ma ..." jawab Darwin lirih.


saat melihat Sasha, wajah Darwin pun mendadak berubah menjadi begitu dingin.


"pergi ..." usir Darwin.


Hafsah yang melihat dan menginggat ucapan dari Samuel mengerti, "Sasha kamu keluar dulu, nanti kita bicara," kata Hafsah pada gadis itu.


"baik papa," jawab Sasha.


dia takut semuanya akan terungkap, terlebih Darwin sudah sadar dan masalah ini sudah tak bisa di sembunyikan lagi.


di dalam ruangan, Darwin tak menemukan sosok bunga di sana, "Bunga ..."


"dia sedang pergi membeli sesuatu, dan nanti akan kembali," saut Dylan.

__ADS_1


Adelia juga mengangguk, "tolong jangan biarkan Sasha masuk, dan juga bertemu bunga."


"opa akan memintanya meninggalkan keluarga Amadea, karena usianya juga sudah dewasa, dan dia sudah bisa hidup sesuai keinginannya," jawab Hafsah mengejutkan semua orang.


"tapi papi, kenapa?" tanya Vina yang sudah telanjur sayang pada gadis itu


"karena kasih sayang kalian berdua, sudah berubah dia, bahkan Samuel menginggatkan aku tentang dia," jawab Hafsah.


"dia ternyata juga sudah tau, aku meremehkannya ternyata," kata Darwin yang tersenyum.


David diam, ini kenapa sikap Samuel begitu dingin dan datar padanya, padahal saat bersama Dylan dia begitu hangat.


"kau juga melakukan sesuatu yang membuatnya marah kan David, hingga dia terus membuatmu kesulitan," tebak Darwin.


David terdiam dan tertunduk, sedang Joshua tak mengira jika putra dari sahabatnya bisa melampaui putra terbaiknya.


Darwin melihat Dylan, dan tertawa, "kamu berbohong Dylan, dia pasti ikut pergi bersama Samuel, karena aku sempat mendengar suara pria itu saat dokter keluar," kata Darwin.


"maaf kak, kak Samuel bilang, sebelum kakak membuat semua yang menyakiti kak Bunga menerima ganjaran, dia tidak akan bisa tenang memberikan tanggung jawab menjaga kak bunga padamu," kata Dylan jujur.


"baiklah," jawab Darwin menutup matanya.


karena musuh keluarganya terlalu banyak, bahkan itu musuh dari orang terdekatnya sendiri.


sedang untuk masalah Samuel, Darwin juga sudah mengetahui asal dendam itu.


dan itu juga yang membuatnya sangat khawatir, karena takut Joshua akan terluka.


sedang Samuel dan Bunga berangkat ke Amerika untuk menetap di sana beberapa tahun kedepan.


dan Samuel akan melihat bagaimana Darwin membereskan semua kekacauan yang ada di keluarganya.


sudah seminggu Darwin sadar, dan kondisinya juga semakin baik, Sasha benar-benar tak bisa menemui Darwin.


sedang Felix sedang berusaha merebut perusahaan keluarga Gusman kembali atas namanya, tapi sayang semua rencananya gagal saat Darwin datang di rapat komisaris dan juga dewan direksi perusahaan.

__ADS_1


bahkan dia datang seakan tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya, "kau terburu-buru opa, aku baru juga sampai, dan kalian yang setuju dan menghianati diriku, kalian di pecat dan perusahaan ini tak akan bekerjasama dengan kalian, termasuk semua cabang usaha di bawah bendera keluarga Gusman, dan opa di coret dari daftar pewaris keluarga Gusman, setelah kamu menyebabkan kecelakaan yang menewaskan opa dan oma buyut, dan juga berencana melukaiku," kata Darwin.


"kau hanya anak kemarin sore, kamu bahkan tak berhak mengatakan itu Darwin!" bantah Felix.


"tapi aku bisa, aku anak tertua dan kepala keluarga Gusman setelah papa meninggal," kata opa Federico.


"kau selalu pilih kasih kak, kamu ingin menjadikan anak dan cucumu penerus keluarga dan mendepak ku," teriak Felix.


"aku sudah memiliki semua bukti opa Felix, jadi sekarang katakan segalanya pada pihak kepolisian," jawab Darwin.


Felix langsung di bawa pergi, bahkan tuduhan untuknya sangat berat, apalagi semua bukti mengarah padanya.


"aku ingin pulang papa, aku tak ingin tinggal di negara ini, aku ingin dekat dengan kalian semua," kata Darwin.


"baiklah, kita pindahkan pusat perusahaan ke Indonesia, dan di sini kamu harus menunjuk seseorang untuk menjalankan perusahaan dengan baik," kata Joshua yang di setujui oleh opa Federico.


Darwin menempatkan orang kepercayaannya di perusahan itu, setelah itu dia akan mengurus segala surat-surat dan yang lainnya.


sedang di keluarga Amadea, semua sedang melakukan sidang untuk Sasha.


"Sasha kamu sudah berusia dua puluh tiga tahun, dan itu adalah usia uang sudah dewasa, jadi kami sudah tak bisa menjaga mu, sekarang kamu harus hidup mandiri, karena tugas kami sudah selesai," kata Hafsah.


"tapi kenapa pa, bukankah papa bilang akan menjagaku seterusnya ..." tangis Sasha yang memohon.


Vina pun memeluk gadis itu, dia tak tega karena Sasha tumbuh dalam pengawasan dan juga kasih sayangnya.


"tidak Sasha, kamu sudah membuat keluarga Adelia hancur, dan ini adalah keputusan yang kami ambil, kamu sudah boleh menjalani hidup sesuai keinginan mu, jadi kamu tak memiliki hubungan apapun dengan keluarga Amadea," tambah Hafsah.


"tapi apa salahku," kata Sasha masih belum terima.


"jangan membuatku mengatakan segalanya, apa aku perlu mengumbarnya?" kata Darwin yang baru datang.


"Darwin, kenapa? setelah apa yang kita lalui kamu terus dingin terhadapku," kata Sasha yang berusaha mendekat pada Darwin.


"jangan mimpi Sasha, dari awal aku tak pernah menganggap mu, di hatiku hanya ada Bunga, dan tak bisa siapapun menggantikan dirinya," kata Darwin mendorong Sasha dengan kasar

__ADS_1


bahkan Darwin membersihkan jasnya dari sentuhan Sasha. "karena kamu tak sebaik yang kau tunjukkan," kata Darwin melempar semua foto pada Sasha.


bahkan foto itu bertebaran di depan Sasha.


__ADS_2