Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
Jangan Buat Kesalahan Lagi.


__ADS_3

Nyonya Arsya terdiam menyaksikan semua yang terjadi dari kejauhan, dia juga tak mengira jika cicitnya yang begitu manis.


Kini berubah menjadi pembunuh berdarah dingin, bahkan Darwin bisa mengubah ekspresi wajahnya begitu cepat.


Tuan Georgio naik dan melihat nyonya Arsya yang mematung, pria itu tak mengatakan apapun dan langsung pergi.


"Sayang, bisakah kamu menguburkan mereka dengan layak," tanya nyonya Arsya.


"Setelah apa yang di lakukan pada semua keluarga ku, tidak mungkin, jika bukan karena memandang mu, aku sudah membunuh mereka dari dulu, jadi jangan meminta hal yang mustahil," jawab tuan Georgio dingin.


Dia tak bisa menjawabnya, karena itu adalah kesalahannya, ia yang mengadopsi anak-anak jalanan tanpa berbicara dengan tuan Georgio.


Dan sekarang, anak-anak yang di adopsi olehnya, malah berputar haluan ingin menyakiti keluarga mereka demi uang.


Darwin memilih menyelidikinya kemungkinan seseorang di balik semua ini.


Karena dia tak bisa ceroboh dengan menyepelekan semua musuh keluarga Amadea.


Darwin tertawa saat menemukan sesuatu yang menarik, rekaman CCTV kediaman pribadi Keluarga mereka.


"Wah... sepertinya, papa akan menghadapi masalah besar lagi," gumam Darwin


Darwin pun berhasil menemukan identitas wanita itu, "baiklah papa, aku ingin melihat bagaimana cara menyelesaikan masalah ini, jika gagal berarti kamu kehilangan kami," kata Darwin menyeringai.


Sedang di rumah sakit, Joshua sedang duduk sambil menunggu Adelia sadar.


Joshua bahkan tak meninggalkan istrinya itu sedikitpun, bahkan pengawasan di semua rumah keluarga mereka di perketat.


Keesokan paginya, Hafsah dan mama Vena baru saja mendarat, mereka langsung berangkat saat tau tentang kejadian yang menimpa Adelia.


Sedang papa Federico dan mama Laura sudah berada di rumah keluarga Gusman.


Mereka akan pergi, tapi mereka mendapatkan tamu yang cukup mengejutkan.


Tamu yang tidak di harapkan sejak awal, dan mana Laura kini sedang menatapnya marah.


"Apa yang kamu inginkan, cepat katakan, dan setelah itu pergi dari sini," kata mama Laura tegas.


"Saya hanya ingin tuan bertanggung jawab pada saya, setelah apa yang dulu terjadi," jawab wanita itu dengan lemah.

__ADS_1


Mendengar permintaan itu, mama Laura geram dan langsung meninggalkan rumah keluarga Gusman.


"Mama, ini bisa papa jelaskan, jangan pergi meninggalkan saya, mama," panggil papa Federico.


"Kamu selesaikan sendiri masalah mu dan wanita itu, karena saya tak ingin keluarga putra saya hancur karena hal itu," jawab mama Laura.


Papa Federico terdiam, jika mama Laura sudah bicara formal padanya, berarti dia benar-benar marah.


Papa Federico bingung, karena wanita yang tak di harapkan muncul, malah datang padanya saat ini.


"Pak Kim tolong tunjukkan kamar tamu padanya, karena saya harus pergi menggantikan posisi Joshua, dan jika kamu butuh sesuatu minta pada pak Kim, dan jangan membuat masalah, mengerti," kata papa Federico sebelum pergi.


"Baik tuan, mari nona," kata pak Kim.


Semua pelayan melihat wanita itu tak suka, pasalnya dia bersikap lemah seakan-akan begitu tersakiti.


Padahal siapa yang tau apa yang tengah di pikirkan dan di rencanakan wanita itu.


Papa Federico menuju ke rumah sakit, saat sampai dia terdiam melihat semua keluarga Amadea datang.


Bahkan dia terkejut melihat ekspresi Darwin tersenyum seram padanya saat datang, "selamat datang opa, bagaimana jika kita ngeteh dulu, karena sepertinya papa menemukan sesuatu," kata Darwin senang.


"Bisa aku bicara dengan Oma sebentar dulu Darwin," tolak papa Federico.


Pria itu pun menghela nafas kasat, dia sudah tau tak akan bisa lepas dari dua orang di depannya itu.


Darwin pun dengan senang hati menarik papa Federico di ikuti oleh Joshua.


Hafsah dan tuan Georgio hanya melihat mereka pergi, bahkan Hafsah tak sempat menyapa besannya itu.


Sedang di kamar mama Laura melihat perubahan dari tubuh mama Vena yang sedikit berisi.


"Kamu gemukan ya Vena, makin cantik, dan kamu makin Bahagia," kata mama Laura sambil melihat wajah sahabatnya itu.


"Iya, aku sedikit gemukan, apalagi sebentar lagi kami akan memiliki anak sendiri," kata mama Vena senang.


"Hah kok bisa? kamu hamil?"


"Tidak, kami mengunakan ibu pengganti, apalagi aku tak memungkinkan hamil di usiaku, apa ini akan memalukan ya," jawab mama Vena.

__ADS_1


"Tidak lah, aku malah iri padamu, berarti sebentar lagi kamu akan memiliki dua anak," kata mama Laura.


"Bukan dua tapi tiga, karena kali ini kami berhasil memiliki bayi kembar," jawab mama Vena lagi.


"Aku makin iri," kata mama Laura memeluk mama Vena erat.


Tanpa mereka sadari, Adelia membuka mata untuk pertama kalinya, dan merasa dunianya berputar dengan cepat, dia ingat dia di dalam mobil yang di tabrak truk besar.


Adelia pun bergegas meraba perutnya, tapi perutnya sudah rata dan dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


"Anakku....."


Tangis Adelia pecah seketika, mendengar itu mama Vena dan mama Laura bergegas menghampiri Adelia.


Melihat putrinya sadar, mama Vena begitu senang dan langsung menekan tombol untuk memanggil dokter.


Semua dokter yang menangani Adelia pun berlari menuju kamar rawat wanita itu.


Tuan Georgio, Hafsah binggung melihat para dokter, tak lama kedua wanita itu pun keluar karena Adelia sedang di periksa.


"Ada apa sayang? kenapa kalian memanggil dokter," tanya Hafsah khawatir.


"Adelia sadar, tapi dia histeris, aku takut Adelia trauma dan syok," kata mama Vena.


"Tidak sayang, pasti dokter bisa menenangkan putri kita," kata Hafsah.


Sedang di kantin, tuan Federico terdiam di depan dua pria itu, "opa, cepat bicara, aku sudah terlalu lama menunggu, aku juga sudah habis dua gelas jus opa," kata Darwin mulai kesal.


"Aku harus mulai dari mana, ini semua adalah salahku, aku tak mengira dia berani datang menemui ku dan menagih ucapan ku dulu," kata papa Federico.


"Itu urusan mu papa, dan jangan buat aku harus bertindak semauku untuk menyingkirkan dia, karena aku sudah tak ingin melihat wajahnya lagi, terutama wajah yang di buat-buat itu begitu menyebalkan," kata Joshua dingin.


"Iya,aku akan melakukan semuanya sesuai permintaan mu, dan sekarang ayo kembali ke ruangan istrimu," kata papa Federico.


"Baiklah, ayo, dan papa ingat ini, jangan pernah berani membela seorang wanita dan melukai mama, atau aku tak segan pada mu dan keluarga Gusman sedikit pun," kata Darwin dengan senyuman.


"Dasar raja setan," kata Joshua mengacak rambut putranya.


Sedang papa Federico terdiam mendengar ancaman dari cucu pertamanya itu.

__ADS_1


Dia tau jika pria kecil di depannya itu bukan bocah biasa, dia benar-benar bisa menghancurkan semua yang diinginkannya.



__ADS_2