Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
pria paling bodoh.


__ADS_3

Joshua lupa jika putranya di latih oleh mantan jenderal Georgio yang bahkan bukan orang sembarangan.


Meski tubuh Darwin kalah besar dari Joshua, Darwin bisa melumpuhkan Joshua karena menyerang titik-titik kelemahan dari Joshua.


Akhirnya Joshua pun terkunci di bawah tubuh Darwin, "Lepas Darwin, jangan bahayakan mama ku?" berontak Joshua.


"Tidak, selama papa tidak berubah pikiran, papa lupa siapa opa Hafsah," kata Darwin lagi.


Joshua terdiam, untuk sesaat amarahnya membutakan matanya.


"Baiklah lepaskan dulu, kita cari second opini dulu, bagaimana keadaan mama mu," kata Joshua mengalah.


Darwin pun bangun dan melepaskan kuncianya, mereka pun pergi menuju ke perusahaan.


Darwin kini menjabat sebagai kepala tim IT, sedang Joshua sudah menjadi direktur utama di perusahaan Gusman groups.


Perusahaan Joshua berkembang pesat, apalagi setelah monster kecil miliknya makin tajam dalam bertindak.


Darwin menghubungi Adelia, "Hallo mama, sedang di mana?" tana Darwin yang sudah tau lokasi Adelia.


"Mama pulang sayang, ada apa?" tanya Adelia.


"Aku ingin mama nanti mengirimkan makan siang ke kantor, dan kita bicarakan kehamilan ini bertiga, aku sudah berhasil membujuk papa," kata Darwin.


"Benarkah, baiklah mama akan pergi," kata Adelia.


"Dan bolehkah aku bertanya pada mama," seru Darwin ingat sesuatu.


"Apa sayang?" tanya Adelia.


"Siapa yang menangani kasus keguguran mama dulu? maksudku dokter siapa?" tanya Darwin.


"Dia adalah Rivan, dia adalah sahabat sekaligus dokter kepercayaan dari keluarga Gusman," jawab Adelia menginggat lagi.


"Tapi aku tak pernah menemuinya lagi," kata Darwin.


"Karena dia di kirim ke Afrika oleh papamu, karena dia tak bisa menolong calon adikmu waktu itu," jawab Adelia.


"Apa mama yakin?" tanya Darwin yang sudah menemukan lokasi dari Rivan.


"Kalau seperti keterangan papa mu, mama yakin," jawab Adelia dari sebrang telpon.


"Baiklah, aku menunggu makanan terbaik mama, aku pamit, bye ma, i love you," kata Darwin mematikan telpon.


Bocah itu pun memutar kursinya, dan para anak buahnya harus bekerja tanpa ada kesalahan sedikitpun.


"Aku ingin lihat, apa yang terjadi sebenarnya," gumam Darwin memainkan pulpen miliknya.

__ADS_1


Komputer milik Darwin melacak seseorang menyembunyikan data yang di minta Darwin.


Darwin pun langsung menembak orang itu dengan senapan airsoftgun, pria itupun langsung jatuh kesakitan.


Semua pegawai pun mundur, mereka tau jika Darwin marah itu lebih mengerikan di banding Joshua.


Itulah kenapa panggilan Darwin Lucifer atau king of monsters.


"Apa yang kau sembunyikan, aku menyuruh kalian untuk menemukan data dokter Rivan, kenapa kau ingin merahasiakan dari ku hah," kata Darwin berjalan dan duduk di depan pria itu.


Pria itu pun langsung berlutut di bawah Darwin. "Maaf tuan muda, tapi bos besar melarang kami menunjukkan data itu," jawab pria itu.


"Yakin itu perintah papa, atau kau hanya mengunakan namanya?" tanya Darwin menginjak bahu pria itu.


"Kamu tau, aku bukan bocah sebelas tahun biasa tuan," tambah Darwin.


"Tuan muda, bos besar memanggil anda ke kantornya," kata Hans sopan.


"Wah... ada apa ini sampai meminta asistennya sendiri yang datang memanggilku," kata Darwin bertepuk tangan melihat Hans.


Hans hanya menatap datar pada Darwin, dia tak ingin terpengaruh dengan provokasi yang di lakukan Darwin.


"Ternyata kau sudah belajar dari kesalahan om, aku suka itu," kata Darwin yang berjalan melewati Hans.


Sedang Hans langsung mengikuti Darwin dari belakang tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Duduk," kata Joshua.


"Aku mengantuk pa, semalam kau membutku harus lembur karena kesalahan bagian keuangan mu, jadi tolong biarkan aku tidur atau kalau tidak boleh, tolong berikan aku uang Dollar satu juta," kata Darwin sudah tidur di sofa ruangan milik Joshua.


"Kau ingin merampokku?" tanya Joshua memijat kepalanya.


"Kalau merampokmu, kamu sudah miskin dari dulu, aku hanya minta itu dengan cara baik-baik," jawab Darwin.


"Tuan muda tolong sopan, saat berbicara dengan bos besar," kata Ajeng, devisi perencanaan.


"Om Hans, bawa wanita berisik itu keluar, dia membuatku pusing," kata Darwin.


"Darwin jangan keterlaluan, dia adalah kepala divisi perencanaan," kata Joshua.


Darwin langsung menatap Joshua marah, Darwin langsung duduk dengan arogan.


"Kalian ingin membicarakan apa? tentang proyek bulsyit itu, kau bahkan membutakan mata dengan kepala devisi tanpa kemampuan seperti dia, apa yang di lihat, tubuh atau wajahnya, cih," kata Darwin.


"Apa maksudmu Darwin? itu proyek besar?" tanya Joshua.


"Proyek perkebunan itu, yang di foto saja itu bukan tanah milik perusahaan itu, asal papa eh salah, bos besar Joshua tau, perusahaan itu hampir bangkrut karena terlilit hutang, dan kepala devisi ini adalah orang perusahaan itu," kata Darwin mengulurkan tangannya pada Hans.

__ADS_1


Hans pun memberikan data pada Darwin, dan dia memberikan pada kepala devisi wanita itu.


"Ambil, kenapa kau melukai tangan ku," kata Darwin dengan sedikit membentak.


"Ambil," kata Joshua tersenyum menyeringai.


Saat Ajeng maju untuk mengambil berkas itu, Darwin langsung melemparkan kertas itu kearah Ajeng.


"Kau pikir aku buta, kau pikir aku bocah bisa kau tipu, dasar wanita tak tau malu, om Hans, seret dia keluar dan jebloskan ke penjara, dan buat semua pegawai tau apa hukuman untuk siapa pun yang berani menghianati perusahaan ini," perintah Darwin.


"Baik tuan muda," jawab Hans.


"Saya mohon maaf tuan muda, bos besar tolong jangan jebloskan saya ke penjara, saya mohon... saya akan melakukan apapun," kata Ajeng memohon.


"Maaf aku alergi wanita, kecuali istri dan mama ku," jawab Joshua.


Hans pun menyeret Ajeng keluar, dan di luar ruangan Joshua sudah bersiap para pengawal hitam milik Darwin.


Hans pun menjadikan Ajeng sebagai contoh nyata, setelah itu dia kembali ke mejanya.


Hans pun menghembuskan nafasnya kasar, dia sudah tak ingin bermain dengan Darwin.


Karena dia tau akibatnya, tapi saat ini dia adalah orang ketiga yang paling di takuti setelah Darwin dan Joshua.


"Sepertinya aku butuh liburan," gumam Hans saat di kursinya.


"Mau ke Afrika om, lumayan bisa menemui hewan buas disana," kata Darwin berdiri di depan meja Hans yang penuh dengan berkas.


"Aku butuh liburan santai, bukan berburu," jawab Hans melihat bocah di depannya itu.


"Kalau begitu ayo ikut aku, dan biarkan asisten mu itu yang mengurus papa dan rapat-rapat nya," ajak Darwin.


"Mau kemana? berhenti membuatku terkena serangan jantung tuan muda," kata Hans pasrah.


"Mau menunjukkan tempat rahasia milikku," gumam Darwin.


Hans tak mengira mendengar itu dari Darwin, Joshua juga sudah mengizinkan, karena dia nanti juga harus membicarakan hal penting dengan Adelia.


keduanya pun naik ke atap gedung perkantoran Gusman groups, ternyata sebuah helikopter sudah menunggu.


Darwin dan Hans pun naik dan menuju tempat rahasia bocah kecil itu.



nanti mampir yuk ke novelku yang lain sambil nunggu novel ini up...


__ADS_1


terima kasih atas dukungannya selama ini๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2