
karena kamar Darwin yang terlalu jauh, Bunga terpaksa berbohong dan meminta bantuan Samuel untuk membuka kamar baru.
setelah membantu Bunga, Samuel pun kembali ke pesta karena ada beberapa teman yang akan bergabung untuk membuat kerjasama.
sedang Sasha mengetahui jika Darwin sudah tak ada di pesta, langsung buru-buru menuju ke kamar pria itu.
Sasha tak ingin kehilangan kesempatan untuk berduaan dan bersama dengan Darwin.
karena hanya dengan begitu dia bisa lepas dari David, sesampainya di kamar Darwin.
Sasha berhasil masuk dengan meminta bantuan seorang cleaning servis.
Sasha pun langsung bersembunyi di lemari untuk menunggu pria itu masuk dan langsung menjebaknya.
sedang Darwin makin tak bisa mengendalikan dirinya, sedang Bunga membuka kran untuk menyadarkan pria itu.
tapi Bunga kaget saat sebuah tangan memeluknya dengan erat, dan langsung mengendong dan menidurkannya di ranjang.
"jangan kak, jangan lakukan ini!" teriak Bunga.
"bantu aku, aku tak bisa menahannya lagi," kata Darwin yang langsung mencumbu Bunga dengan begitu mesra.
Bunga pun tak bisa berontak karena tenaga Darwin yang begitu besar, gadis itu pun akhirnya pasrah di bawah Kungkungan Darwin.
Darwin pun benar-benar tak bisa menghentikan aksinya, bahkan dia membuat Bunga pingsan karena kelelahan.
Darwin pun tidur dengan memeluk gadis yang di cintainya itu, sedang di kamar milik Darwin.
Sasha langsung memeluk pria yang baru masuk itu, dan langsung menggodanya.
Bahkan Sasha bisa mencium aroma alkohol dari mulut pria itu, dan pria itu langsung mencumbu Sasha dengan ganas.
sedang Sasha tak mengira jika pria itu begitu ganas saat di ranjang, Sasha juga merasa senang karena pria itu bisa membuatnya puas, tidak seperti semua pria yang pernah di kencaninya.
keduanya pun tidur berdua, dan Joshua merasa aneh kehilangan dua putranya.
"Samuel, apa kamu melihat Darwin?" tanya Joshua.
"tidak om, mungkin dia sedang menikmati waktu di luar," terang Samuel.
"em ... baiklah kalau begitu," jawab Joshua menepuk bahu pria itu.
sampai pesta usai pun mereka tak di ketemukan, Samuel tak sadar karena pulang terlebih dahulu karena harus kembali keluar negri untuk ujian.
keesokan harinya, Bunga bangun dan melihat kondisinya, dia pun bergegas ke kamar mandi.
__ADS_1
Bunga memakai kemeja dari Darwin, kemudian pergi dari kamar itu karena dia takut ketinggalan pesawat.
Bunga bergegas ke apartemen miliknya yang di berikan oleh keluarga Graham.
pasalnya Bunga sudah di anggap seperti putri sendiri, dia menganti baju dan bergegas ke bandara.
"maaf aku harus pergi dengan cara ini ya kak, aku tak mau sekolahku hancur karena aku ingin membahagiakan kedua orang tua angkat ku yang sudah meninggal dunia," gumam Bunga.
Darwin bangun dan melihat bagaimana keadaan kamar tidur yang seperti kapal pecah itu.
"brengsek aku semalam ... argh ... sial! siapa yang berani memberiku obat," marah Darwin.
saat dia melihat ada sebuah gelang yang terjatuh, dan gelang itu jelas milik siapa.
dan saat membuka selimut Darwin makin merasa bersalah karena merenggut kesucian dari gadis baik seperti Bunga.
"kau bodoh Darwin!" teriak pria itu marah.
Darwin pun langsung mandi dan memerintahkan semua anak buahnya melacak Bunga.
pria itu bahkan keluar dari hotel tanpa kemeja, dan setiap wanita yang melihat Darwin pun meleleh di buatnya.
pasalnya tubuh Darwin yang sempurna, terlihat jelas tanpa cacat, bahkan roti sobek itu berjumlah delapan yang begitu menggoda di tambah wajah tampan.
"tutup mulut mu, sekarang ke bandara , cepat!" teriaknya pada asistennya itu.
"baiklah, pakai sabuk pengaman bos," jawab Aldo yang langsung menginjak pedal gas.
mobil pun meluncur dengan kecepatan tinggi menuju ke bandara guna mengejar Bunga yang ingin kembali ke Italia.
saat sampai di bandara, Darwin pun berlari mencari gadis itu, tapi dia tak bisa menemukannya di mana pun.
saat melihat jam keberangkatan, ternyata pesawat yang menuju ke negara itu sudah berangkat.
Darwin pun merasa marah dan sedih, pasalnya dia baru saja melakukan kedalam besar pada Bunga.
sedang di kamar hotel milik Darwin, seorang wanita bangun dengan senyum di wajahnya.
tapi senyum itu hilang saat melihat punggung bertatto itu. pasalnya Sasha tau benar, siapa pria yang memiliki tato itu.
"tidak, jadi semalam bukan Darwin ..." lirihnya.
Sasha pun bergegas mencari bajunya, dan kemudian pergi ke kamar miliknya, karena dia tak ingin terikat apapun dengan pria itu.
Sasha pun buru-buru mandi dan berganti baju dan memutuskan check out saat itu juga.
__ADS_1
"tidak boleh, aku harus pergi karena aku tak bisa bersama pria buruk seperti David," gumam Sasha yang masuk kesebuah taksi
untuk saat ini dia harus pergi dari kota itu dulu, karena di kota itu dia tak aman karena David terus mengikutinya.
David terbangun dan memegangi kepalanya, dia ingat jika semalam dia mabuk parah.
"di kamar siapa ini?" gumamnya melihat ke sekelilingnya, dan itu bukan kamarnya.
Darwin kembali bersama Aldo, dia juga membawa makanan ke hotel.
"baru bangun kamu," kata Darwin datar
"iya Kak, owh ... kakak maaf aku mengunakan kamar milik mu,"
"tak masalah, tapi kamu habis melakukannya dengan wanita mana, dan kamu harus ingat jika kita tak boleh sembarangan membuat bibit anak kita," kata Darwin menghubungi anak buahnya.
Darwin menyebar anak buahnya di bandara internasional di Eropa untuk mencari Bunga.
karena gadis itu ternyata tak berangkat ke negara yang seharusnya dia datangi untuk belajar.
"apa saya perlu melihat siapa gadis itu tuan?" tanya Aldo.
"kenapa kamu masih bertanya, seharusnya aku tak perlu menyuruh ku lagi," kata Darwin melihat sekretarisnya itu.
David langsung menuju ke kamar mandi, dia pun mencoba menginggat semuanya tapi tak bisa.
Aldo datang dengan sebuah flashdisk, dan Darwin memeriksa rekaman dari hotel.
dia kaget melihat Sasha yang masuk ke kamarnya, bahkan Aldo juga sudah menemukan siapa orang yang memberikan obat untuk Darwin.
"brengsek, ternyata gadis ini ingin mencari keuntungan dariku, ternyata sikap diam ku, sudah membuatnya makin berani dan lancang," gumam Darwin.
"apa aku perlu menyeretnya kembali ke Surabaya tuan?" tanya Aldo.
"tak perlu, aku tak mau bermasalah dengan opa Hafsah, kau tau benar bagaimana perangai opa Hafsah bukan," kata Darwin memilih beristirahat.
David yang melihat kondisi Darwin pun heran, "bagaimana sudah tau siapa gadis itu?" tanya David.
"ya, dan anak buahku yang akan menyelesaikannya, dan kamu setelah ini harus fokus membantu papa, karena aku harus pindah ke luar negeri," kata Darwin pada adiknya itu.
"what, kenapa? bukankah perusahaan mu di sini sedang sangat pesat, kenapa malah pergi?" kaget David.
"karena perusahaan Amadea company membutuhkan aku, karena dua om kecil kita belum siap menerima tanggung jawab keluarga," kata Darwin.
David pun mengangguk mengerti, karena Darwin adalah pewaris utama dari Amadea company.
__ADS_1