
Bunga terbangun dan melihat semua orang mengelilingi dirinya, bahkan Darwin terlihat begitu sedih.
Bunga pun langsung memeluk Darwin, "tenang sayang, oma sudah pergi, kamu tak perlu takut lagi ya," kata Darwin.
"aku hanya sedih, kenapa dan apa salahku, hingga Oma begitu membenciku, aku bahkan tak pernah berurusan langsung dengan Salsha," lirih bunga.
"iya sayang, aku tau itu, jadi kamu tak boleh sedih ya," jawab Darwin.
"sudah-sudah, menantu papa yang cantik, jika kamu sakit, siapa yang akan memasak barbeque kita," kata Joshua.
"dasar papa ini," kesal Adelia mencubit perut suaminya.
sedang semua pun tertawa. tapi mama Laura sudah memerintahkan pak Kim dan para pelayan tetap menyiapkan acara yang ingin di adakan oleh bunga.
"tenang papa, semuanya sudah matang harusnya," jawab Bunga tersenyum.
Darwin pun menemani bunga beristirahat, sedang persiapan biarkan yang lain yang menjalankan.
sedang David sudah pergi mencari sesuatu, dia menuju ke sebuah supermarket untuk membeli buah sesuai perintah mama Laura.
dia bahkan bingung saat di minta membeli semua buah yang rasanya asam.
"jadi di mulai dari apa? ya Tuhan aku lebih baik berantem dengan musuh tiga puluh orang sendirian, dari pada harus belanja seperti ini," kesal David sambil menggerutu di bagian tak buah.
dan keberuntungan memang di pihak padanya, ada Mei dan Sabrina yang sedang berbelanja buah juga.
Mei menepuk bahu pria muda itu, "ada apa David? kenapa kamu terdiam di sini," kata Mei.
"Tante penyelamatku," kata pria itu memeluk Mei dengan erat.
"hei kau pecinta Tante-tante lepas ih..." protes Sabrina saat mamanya di peluk pria itu.
"biarin wlek ... tolong aku Tante, aku di minta beli buah yang mengandung rasa asam oleh Oma, untuk kak Bunga, tapi aku bingung karena buah begitu banyak disini," kata David menjelaskan.
"baiklah Tante bantu, yang terpenting itu jeruk," kata Mei.
"eh loh kok jeruk, gak bosen itu Tante," kata David.
"karena itu Buah kesukaannya Sabrina, jadi ingat itu," kata Mei tertawa melihat David yang hanya mengangguk-angguk saja.
sedang Sabrina sudah malu, dan David menginggat itu di hatinya. "kamu tak asam kok, tapi semanis jeruk dan aku suka itu, penuh kejutan," bisik David.
Sabrina langsung tersipu malu, bahkan wajah gadis itu begitu merah.
Mei memilih buah-buahan yang bagus untuk ibu hamil, karena dia ingin jika Bunga sehat-sehat terus bersama bayinya.
David Dan Sabrina hanya mengawasi Mei yang sibuk kesana dan kemari memilih buah.
setelah semua di beli, mereka pun membayar, "tolong di jadikan satu struk belanjaannya," kata David.
"tak perlu David," kata Mei.
"ayolah Tante, setelah ini Tante harus mau ikut makan dengan ku, tak boleh menolak," kata David memaksa.
sedang mama Laura tak habis pikir kenapa David begitu lama, padahal hanya di minta membeli buah saja.
__ADS_1
pukul enam malam David pulang dengan semua jenis buah yang punya rasa manis dan asam.
"wah kamu hebat deh, kok bisa tau buah yang baik untuk ibu hamil?" tanya mama Laura penasaran.
"aku bertemu wanita cantik dan membantuku memilihnya, bahkan wanita itu langsung ingin menjadikan aku menantunya, aku bilang tunggu putrinya sampai tidak cengeng baru aku mau," oceh David.
mama Laura memukul bahu David karena tau jika Mei yang membantunya.
bunga hanya di minta duduk dan yang lain sibuk membakar daging yang sudah di rendam bumbu itu.
bahkan aromanya begitu menggoda, bahkan Adelia menyuapi Joshua yang sibuk dengan Capitan.
bahkan pria itu begitu senang karena rasa daging itu begitu enak dan lembut.
sedang Bunga malah memilih makan nasi campur rumput laut dan juga buah yang di beli David tadi.
setelah puas, mereka pun beristirahat di kamar masing-masing, tapi malam harinya.
Samuel mengirimkan sesuatu pada Darwin, dan Darwin terbangun dan memastikan istrinya sudah terlelap.
Darwin pun menuju ke kamar rahasia miliknya, dan mulai menyalakan komputer dan mulai jadi hacker lagi.
dia mulai melacak semua transaksi gelap yang di lakukan oleh keluarga Amadea.
Darwin tak mengira jika David sudah terlibat sangat jauh, bahkan permainan kotor pun sudah di lakukan.
Darwin pun turun ke lantai dua dan mencoba masuk ke kamar David, tapi pria itu tak di rumah.
"brengsek ... dia sudah pergi," maki Darwin.
mereka sampai dan mengawasinya dari jauh, Darwin sudah memakai kacamata khusus agar bisa melihat dalam gelap.
keduanya pun menyiapkan senjata, dan terlihat dua wanita dan narkoba sudah berpindah mobil.
Darwin dan Virgoun pun hanya mengawasi, tiba-tiba mereka menghujani semua anak buah David dengan tembakan beruntun.
Darwin Bahkan membuat mereka semua kocar-kacir, tapi tidak dengan David yang hanya diam menatap dua pria bertopeng itu
tapi Darwin kemudian mengarahkan pistol ke kaki pria itu hingga terluka tembak, "ini hanya peringatan dariku, dan jangan coba melakukan hal lain, terlebih transaksi kotor ini," kata Darwin.
"ini kenapa kakak mundur?" gumam David
"kau pikir, jika bukan karena permainan kotor ini, aku tak mungkin mundur, terlebih aku juga bukan pria yang bisa kalah begitu saja, kau lupa itu David, sekarang cepat ke rumah sakit, atau kau ingin mati di tangan ku," perintah Darwin pada adiknya.
Virgoun pun memapah David pergi,dan Darwin yang tetap di tempat itu, tak terduga dia melihat seorang pria muda yang menyaksikan semuanya.
"kamu mau belajar padaku, atau mau bergabung?" tanya darwin pada pemuda itu.
"aku bisa sekuat anda?" tanyanya.
"tentu, bahkan bisa lebih dari aku, asalkan kau tak pernah mengkhianati diriku," kata Darwin dingin.
anak buah Darwin datang untuk membereskan kekacauan ini, dan Darwin meminta salah satu anak buahnya untuk mengajak bocah itu untuk di latih.
Darwin pun menuju ke rumah, tapi saat sampai di rumah dia sudah di tunggu oleh seseorang.
__ADS_1
wanita itu menatap tajam pada putra pertamanya itu, "kamu keluar malam Darwin, apa tak kasihan pada istrimu?" tanya Adelia dingin.
"aku menghentikan adikku untuk terlibat makin jauh, setidaknya saat ini aku bisa menariknya keluar dari kubangan kotor yang di wariskan padanya," kata Darwin datar.
"kenapa harus di teruskan, kenapa tidak di akhiri saja, mama tak suka dengan semua itu," marah Adelia.
"mama yakin, jika kami menghentikan dan menghancurkan kekuatan bawah keluarga Amadea mungkin akan hancur tapi kami bisa saja kehilangan nyawa,," kata Darwin mengingatkan.
"lebih baik keluarga itu binasa dan hancur, dari pada aku melihat putra-putra ku yang jadi korban keserakahan mereka, dan aku bisa meminta bantuan teman-teman ku," kata Adelia.
"kalau begitu tunggu aku menguasai dan menjalankan semuanya, dan aku akan merombak total keluarga itu, dan memberikannya untuk mu mama," kata David yang pulang dengan kaki terluka.
"kamu kenapa David?" tanya Adelia khawatir.
"ini yang akan di terima saat dia melakukan kejahatannya, dan ini mungkin hanya peringatan, jika suatu saat nanti bukan kaki yang tertembak, tapi mungkin jantung atau otaknya," jawab Darwin kesal.
Adelia tau benar apa yang di maksud oleh Darwin, dia tau jika itu adalah perbuatan Darwin.
"baiklah David, aku tunggu janjimu, dan mama akan melihat kesungguhan mu nanti," jawab Adelia.
Darwin membantu David untuk ke kamar tidur, bahkan pria itu memberikan obat pada David.
"kau ingat David, aku pergi dari keluarga itu bukan karena takut pada perjanjian pernikahan, tapi karena hal kotor yang harus aku tanggung," kata Darwin.
"aku yang menginginkan ini, aku tak rela Dylan yang meneruskannya, karena aku menyukai dan tak bisa melepas janji pernikahan itu," jawab David.
"kalau begitu bersihkan segera, dan kamu tak mungkin jika akan terus berkecimpung di dunia kotor itu kan, terlebih orang yang kau cintai akan jadi penghalang terbesar mu, dia bisa menjadi kekuatan mu, dan bisa jadi kelemahan mu, jadi ingat itu baik-baik,"
"iya kak aku mengerti," jawab David yang mulai mengantuk.
Darwin pun meninggalkan adiknya untuk beristirahat, dia pun memilih mandi sebelum tidur karena ada sedikit bau darah.
dia tak mungkin membuat istrinya curiga, dan beruntung Bunga tak sadar jika dirinya pergi.
karena bisa di pastikan jika wanita itu akan menjadi sangat emosional saat tau Darwin keluar dengan menyamar kembali sebagai Lucifer.
karena dengan nama dan samaran itu dulu Darwin hampir mati terbunuh saat melakukan penyergapan.
Darwin pun tidur memeluk bunga, "kamu pergi kemana, kamu ingin mengelabui ku sayang, kamu kira aku tak tau," lirih Bunga yang berbalik dan melihat Darwin.
"aku hanya ingin menyelamatkan David, agar tak makin tercebur ke dalam lubang kotor itu, maafkan aku ya sayang, karena aku meninggalkan dirimu tanpa pamit, aku takut kamu akan kepikiran terus saat kami pergi kembali mengawasi keluarga dengan masa lalu buruk itu,"
"aku tak mempermasalahkan itu, tapi tolong jangan melukai dirimu sendiri, ingat itu karena aku dan anak kita selalu menunggu mu," jawab Bunga yang di angguki oleh Darwin.
akhirnya malam ini berjalan baik, Bunga tidur dengan nyaman di pelukan suaminya.
sedang Adelia melihat kondisi David yang terluka, tapi pria itu seakan tak merasa kesakitan sedikitpun.
Adelia pun pergi kembali ke kamar utama, tapi sayang dia melihat Dylan yang baru pulang.
tapi pria muda itu buru-buru pergi masuk kedalam kamarnya tanpa ingin bicara.
dan sebuah pesan masuk ke ponsel Adelia, ternyata ada laporan dari pengawal yang mengikuti Dylan.
ternyata pria itu melakukan balapan liar, dan sepertinya dia kalah, padahal Adelia ingin jika putranya itu fokus untuk kuliah, dan bukan melakukan hal seperti ini.
__ADS_1