
Darwin dan Samuel sampai di markas hitam milik pria itu, mereka sangat ketat dalam menjaga markas itu.
Samuel sudah di sambut oleh semua anak buahnya, sedang Darwin hanya mengikuti pria itu saja.
mereka menuju ke ruang bawah tanah, dari ruangan itu terdengar suara lirih dari seorang pria.
"kau mengenalnya Darwin, suara pria itu?" tanya Samuel melihat pria di sampingnya.
Darwin hanya mengangguk, "apa pria itu yang ingin mencelakai ibu Nova? demi memisahkan aku dsn bunga?"
"ya benar, dan kau tau, pria bodoh itu mengira jika aku pria lemah hingga dia terus menghina ku, sebelum aku membuatnya pincang karena kesal," jawab Samuel tertawa.
"kau memang pria yang sadis Samuel, tapi aku suka gaya mu," kata Darwin tersenyum jahat.
"kau tau sekarang aku butuh bukti dari mu, dan ingat jangan kehilangan momen ini, dan tunjukkan siapa kamu, jika kamu tak bisa meyakinkan aku dan opa Federico, maka kamu kehilangan bunga," jawab Samuel menginggatkan.
"baiklah aku mengerti bung, dan kau tak perlu menjelaskan, toh aku tau apa hukumannya untuk seseorang yang berani mengusik orang-orang ku, apalagi ini wanita ku," jawab Darwin.
Samuel pun meninggalkan pria itu di penjara bawah tanah, Darwin mengambil sarung tangan dan sebuah cambuk yang ada di tempat senjata.
dia harus menikmati setiap teriakan dan juga rasa sakit yang harus di nikmati pria itu setelah apa yang dia lakukan pada Bunga.
pria itu meniti satu persatu anak tangga sebelum mencapai deretan penjara gelap dan lembab itu.
Darwin memukul setiap jeruji besi di tempat itu, dan dua pengawal menjaga pria itu.
ternyata pria itu tak ditahan di penjara, melainkan dia di rantai disebuah ruangan yang cukup luas.
pria itu langsung tersenyum senang melihat Darwin berdiri di depannya sambil tersenyum, pria itu belum tau jika pria yang sedang di depannya itu mungkin akan membunuhnya.
sedang di rumah mewah lama keluarga Gusman, Bunga bangun dengan tangan yang masih terpasang infus.
dan sosok Sabrina yang menunggu dirinya. "bri ... ini dimana?" tanya Bunga yang masih merasa begitu lemas.
"maaf kak, kita ada di rumah Oma Laura, karena kami ketahuan saat ingin membawa kakak kabur, tapi tenang saja kak Samuel dan kak Darwin sudah menyelesaikan semuanya, bahkan Bu Nova juga sudah di rumah sakit sekarang," jawab Sabrina.
"kenapa? kenapa mereka tetap menahan ku, kenapa tak melepaskan aku saja, karena aku tak mau orang-orang yang aku cintai kembali terluka karena aku tetap diam di samping Darwin, aku sadar aku siapa?" jawab Bunga sedih.
"itu tak mungkin terjadi lagi nak, selama Oma masih hidup, maaf karena aku baru tau segalanya saat semua sudah terlambat."
Bunga yang melihat pun langsung memeluk wanita sepuh itu dengan begitu erat, karena hanya mama Laura yang selalu bisa menerima bunga.
"berhentilah menangis nak, sekarang tak boleh ada lagi air mata yang keluar, cukup sekarang kamu harus bahagia bersama Darwin, itu permintaan ku," kata mama Laura.
"terima kasih Oma, selama ini hanya Oma yang selalu mendukung mas Darwin dan aku,"
mama Laura mengangguk, Sabrina tertawa dan ikut bergabung. "Sabrina jaga Bunga dulu,karena oma harus menyelesaikan sesuatu yang penting, ini demi Bunga dan juga Darwin," kata mama Laura.
"baik Oma," jawab Sabrina siap.
__ADS_1
Oma Laura pun bersiap berangkat ke rumah Adelia, mobil mewah berwarna merah terang itu memasuki rumah tiga lantai yang terlihat sangat mewah.
saat turun, para penjaga menyapa hormat, mereka tau benar jika nyonya sepuh Laura adalah nenek kesayangan dari Darwin dan David.
"selamat datang nyonya sepuh," sapa pak Kim.
"iya pak, oh ya mana Adelia, dan kenapa rumah ini begitu sepi," kata mama Laura.
"nyonya Vina dan nyonya Adelia ada di ruang perpustakaan, jadi anda bisa-" kata pak Kim terhenti karena mama Laura langsung merangsek masuk ke ruangan itu.
bahkan pengawal pun tak berani melarang wanita itu, "berhenti mempengaruhi menantuku!" bentak mama Laura
"mama?" kaget Adelia.
"dasar pengawal tak berguna, menghalangi satu orang saja tak berguna, kalian makan gaji buta apa," marah mama Vina
mama Laura marah dan langsung menjambak rambut mama Vina, keduanya pun bertengkar.
"asal kau tau, kekuasaan ku lebih di hormati di rumah ini, di banding dirimu, jadi kau jangan banyak ulah Vina," jawab mama Laura.
mama Vina terdiam, Adelia pun tau jika mertuanya itu sedang marah, "tenang mama, kita bisa membicarakan ini semua dengan baik-baik bukan, kenapa mama sampai Semarah ini," kata Adelia membujuk mertuanya.
"kenapa kalian tak menyetujui jika Bunga menikah dengan Darwin, aku ingin tau, apa pengaruh mu vina, kau juga hanya seorang gadis yang sama dengan Bunga, dan jika bukan karena Hafsah dan keluarganya, kau juga bukan siapa-siapa, kau lupa itu," kata mama Laura menginggatkan masa lalu wanita itu.
"apa maksudmu laura membahas itu, kau itu sahabat ku," kata mama Vina.
"tapi kau berubah Vina! karena kau memanjakan Sasha dia jadi gadis penjahat dan itu salahmu, beruntung Adelia berada dalam pengawasan dari kakeknya dulu, jika tidak mungkin dia juga bisa bernasib sama," jawab mama Laura tegas.
"karena dia membuat Sasha hilang entah kemana? dan kenapa kamu seperti membela laura di banding diriku Adelia?" tanya mama Vina tak suka.
"aku benci sikap mama seperti ini, jika bukan karena mama Laura, aku sudah mati dari dulu, jadi cukup aku mohon jangan membuat ku makin membenci mama karena menghalangi Darwin, aku mungkin sudah terbiasa hidup tanpa mama, jadi jangan membuatku benar-benar menganggap mu sudah mati di dalam hidupku," kata Adelia pada mama Vina.
wanita itu terdiam, dia tak mengira dia mendapatkan sebuah kenyataan menyakitkan.
"kau berubah Adelia, kau berubah.."
Adelia begitu membencinya saat ini, sedang mama Laura melihat mama Vina yang hanya diam melihat kepergian Adelia yang kecewa.
"kau lihat Vina, demi putri angkat busuk mu itu, kau sudah melukai semua Keluarga mu, itulah kenapa Adelia bisa bahagia tanpa kehadiran mu, karena kamu terus memaksakan kehendak mu, dan melukainya jadi nikmati saja, dan aku hanya mau bilang, tak peduli kau setuju atau tidak, aku akan tetap menikahkan Darwin dan bunga, dan untuk dirimu, tak perlu repot-repot untuk datang, karena kami akan melakukan pernikahan ini secara tertutup," kata mama Laura yang meninggalkan wanita itu terdiam.
dia sudah tak bisa terus menahan lagi, karena dia ingin semua keluarganya bahagia.
terutama cucu pertamanya Darwin, karena dia yang membesarkan dan ikut mengasuh pria itu sedari kecil.
Darwin tersenyum melihat pria yang terlihat begitu sopan dan kaya dari negara jauh terikat menyedihkan seperti ini.
"ada apa om," kata Darwin yang berjalan menghampiri pria itu dengan santai.
"tolong Darwin, lepaskan aku dari sini, mereka sudah menyiksa ku," kata Jonathan tak berdaya.
__ADS_1
"om yakin, karena kami itu bekerja selalu di landasan alasan yang kuat, mungkin om lupa, jadi biar aku ingatkan bagaimana?" kata Darwin mengeluarkan cambuknya
Jonathan terdiam melihat darwin, "apa yang ingin kau lakukan Darwin!" teriaknya panik.
"wah sepertinya temanku itu belum memberikan hukuman yang pantas ya," kata Darwin tertawa.
Darwin pun mulai memukuli pria itu dengan sangat keras dengan cabuk di tangannya.
bahkan setiap teriakan dari Jonathan, tak mengoyahkan pendirian dari Darwin.
"kau pantas mati saat kau berpikir ingin menjauhkan aku dari Bunga, jadi nikmati ini saja," kata Darwin tanpa ampun.
"kau setan Darwin," teriak pria itu.
"asal kau tau itu julukan masa kecilku, sekarang aku iblis raja setan," jawab Darwin yang membuang cambuk itu.
dan mengambil pistol yang di bawa anak buah dari Samuel, dua kali tembakan terdengar.
pria itu mati dengan mata yang melotot dan darahnya berceceran kemana mana.
"aku tak akan membiarkan seseorang melukai gadis yang aku cintai, meski aku harus berlumuran darah semua musuhku, atau bahkan saudara ku sendiri," kata Darwin melihat mayat pria itu dengan mengejeknya.
Samuel dan papa Federico yang mengawasi dari ruangan lain tak mengira jika Darwin sampai sejauh itu, karena pria itu sudah lama meninggalkan dunia hitam.
tapi Darwin sang iblis yang sesungguhnya sudah kembali, dan Samuel yakin jika pria ini bisa melindungi bunga.
"kau lulus tes bro, sekarang aku kan meninggalkan Bunga untuk kau jaga, dan selamat datang kembali Lucifer," sapa Samuel dari jauh.
Darwin pun memberi salam dengan tiga jarinya sambil menyeringai, ketiganya berkumpul di markas.
mereka saling bersulang untuk menyambutnya, sedang para anak buah Samuel menyingkirkan pria itu.
dan membuat seolah-olah pria itu di bunuh, keluarga Jonathan pun kaget bukan main saat polisi memberikan kabar tentang kematian pria itu.
Viktoria dan sang ibu terlihat terpukul, mereka mengira jika Jonathan sedang menyelesaikan masalah Bunga hingga tak bisa pulang.
tapi ini malah Jonathan di temukan dengan luka tembak dan juga mati dengan sangat mengenaskan.
keluarga Jonathan pun menuju rumah sakit untuk melihat mayat dari pria itu.
Joshua yang mendapatkan kabar kaget dan tak menyangka, dia pun juga bergegas menuju ke rumah sakit.
saat tiba di rumah sakit itu, mereka pun langsung menuju ke ruang jenazah.
dan saat melihat kondisi pria itu yang mengenaskan, mereka tak sanggup karena tubuh itu hangus terbakar.
karena setelah kecelakaan, dan pembunuhan, mobil itu terbakar hebat.
polisi bahkan tak bisa mengetahui siapa para pelaku karena play nomor dan juga beberapa kamera pengawas telah di hack.
__ADS_1
polisi pun hanya bisa meminta beberapa saksi mata yang melihat ada dua mobil yang saling berkejaran sebelum mobil Jonathan kecelakaan dan terbakar hebat.
anak buah Samuel melakukannya dengan sangat baik, apalagi Darwin juga menyempurnakan dengan semua kemampuannya.