
Salsha sedang memainkan harpa untuk Darwin, atas permintaan Darwin.
Salsha memainkan sebuah lagu yang baru di tulisnya di bantu oleh guru musiknya.
Darwin pun begitu menikmati alunan merdu dari harpa yang di mainkan oleh Salsha.
Berbanding terbalik dengan Joshua yang sedang sedikit marah setelah membaca semua laporan yang di berikan oleh Novan.
Dia tak mengira jika harus kehilangan sosok itu lagi, Joshua merasa begitu buruk.
Belum lagi laporan yang di terimanya, makin membuat Joshua marah, Hans pun hanya bisa berdiri melihat kemarahan Joshua.
"Bos, apa perlu saya menyebar anak buah?" tanya Hans.
"Jangan jadi bodoh Hans, jika memang kami di takdir kan bertemu, maka aku akan bisa menemukan dan membawanya, tak peduli apapun yang akan terjadi," jawab Joshua.
"Baik bos, saya akan menunggu perintah anda," jawab Hans.
Joshua pun mengusir asistennya itu, sedang dia pun menyembunyikan berkas itu.
Sore hari Darwin sudah bisa bergerak bebas setelah infus di lepas, bahkan Darwin sudah mulai bermain dengan Salsha.
Adelia sedang menyiapkan semua masakan untuk semua orang di bantu Bu Anne.
Malam hari, semuanya makan bersama begitupun Darwin bersama Salsha.
Sedang Adelia masih menunggu kepulangan dari Joshua yang tak seperti biasanya.
Adelia merasa khawatir pada suaminya itu, pasalnya Joshua tak pernah lembur tanpa kabar seperti ini.
Adelia masih menunggu di ruang tamu, tak lama terdengar suara mobil Joshua datang.
Adelia pun buru-buru menghampiri suaminya, Joshua baru saja turun sudah di sambut senyum dari Adelia.
Sedang Joshua merasa begitu lelah, Joshua langsung mencium Adelia sebelum dia pergi ke kamar miliknya.
Adelia pun mengikuti Joshua naik keatas, "Sayang, kamu makan malam saja bersama yang lain, dan minta Bu Anne mengantarkan makan malam untuk ku, tolong," kata Joshua sebelum masuk ke dalam lift.
Adelia pun masih berdiam di depan lift, dia merasa Joshua begitu dingin padanya.
Adelia pun memerintahkan Bu Anne mengikuti perintah Joshua, sedang dia makan malam.
Darwin merasa jika ada yang di sembunyikan oleh sang papa, saat Darwin naik dan ingin bertanya pada Joshua.
Bocah itu tak bisa menemukan Joshua di lantai dua itu, Darwin pun masuk ke lift untuk naik ke lantai tiga.
Darwin sampai di lantai itu, dan melihat Joshua berdiri di depan sebuah ruangan.
Setelah itu terdengar suara kunci di putar, dan ternyata ruangan itu di kunci oleh Joshua.
"Papa. apa yang kamu lakukan, itu ruangan penyimpanan milikku," kata Darwin.
__ADS_1
"Mulai sekarang itu adalah ruangan terlarang untuk mu, dan jika aku melihatmu masuk keruangan itu, maka aku akan membuat mu belajar
ke Amerika," ancam Joshua
"Tapi ini tak adil papa," bantah Darwin.
"Terserah padamu mau ikuti permintaan papa atau besok kamu berangkat ke Amerika," kata Joshua.
"Papa kenapa melakukan ini, apa kesalahan ku," bantah Darwin yang ingin kejelasan.
"Darwin jangan membantahku, cukup ikuti, dan jangan pernah berani membuka pintu itu," kata Joshua yang langsung pergi.
Darwin melihat ruangan itu, itu adalah ruangan tempat bermain dan belajar bersama Salsha, di sana juga ada harpa dan piano.
Joshua langsung masuk kedalam kamarnya dan mandi untuk menenangkan dirinya.
Setelah itu, Joshua pun langsung buru-buru pergi dari rumah sambil membawa kunci mobil Jeep miliknya.
"Tuan makan malamnya," kata Bu Anne.
"Aku tak selera Bu, bawa kembali," jawab Joshua.
Sedang Adelia seakan tak terlihat bagi Joshua, entahlah pria itu kenapa.
Dari kejauhan Salsha takut saat melihat Joshua, dia pun buru-buru masuk kedalam kamar miliknya.
Joshua langsung pergi menemui seseorang, Hans juga ikut bersamanya.
"Papi, bisakah kita ikuti mas Joshua, aku merasa dia menyembunyikan sesuatu," kata Adelia pada Hafsah.
"Baiklah sayang, dan Vena titip anak-anak ya," kata Hafsah.
Keduanya pun pergi, mereka pun sampai di tempat prostitusi terbesar di kota itu.
Joshua dan Hans nampak berjalan menuju ke sebuah gang kecil, Adelia ingin turun.
Tapi gerakannya di tahan oleh Hafsah, tak akan aman jika Adelia turun dengan pakaian seperti itu.
"Pakai jaket dan masker ini, dan tekuk rambutmu," kata Hafsah.
Mereka pun mengikuti dari kejauhan, Hans tau jika ada orang yang mengikuti, tapi Joshua santai.
"Tenanglah, mereka adalah istriku dan papi, dia hanya penasaran karena aku mengabaikannya," jawab Joshua.
Mereka sampai di sebuah rumah petak, Joshua langsung berbelok Hafsah dan Adelia pun buru-buru berlari.
Tapi kemudian Joshua dan Hans sudah berada di belakang keduanya.
"Kau sudah mulai curiga padamu karena aku tak menyapamu sayang," suara Joshua mengejutkan wanita itu.
"Sayang kau di sana," kata Adelia berbalik.
__ADS_1
Joshua langsung merangkul istrinya itu, sedang Hafsah berdiri di bawah tatapan Hans yang tak seperti biasa.
"Kalian sedang ingin bersenang-senang, kenapa ke tempat ini?" tanya Hafsah.
"Tidak papi, aku ingin menyelamatkan seseorang, karena keteledoran Felix dan Darwin, seseorang terluka," jawab Joshua.
"Siapa itu," tanya Adelia.
"Kamu akan mengetahui siapa dia, sekarang kita harus segera pergi atau semua akan terlambat," ajak Joshua.
Adelia pun mengikuti Joshua, dan betapa terkejutnya dia saat sampai di sebuah rumah bordil.
Di sana Selly sudah menunggu kedatangan dari Joshua, dia tertawa melihat sosok Adelia bersama dengan Joshua.
"Kau ingin menjualnya, jika iya aku bisa membelinya kemudian membuat nya mati, karena dia sudah berani menggoda suamiku," kata Selly.
"Coba saja jika kamu berani menyentuhnya, aku akan memisahkan kepala mu dengan tubuhmu," ancam Joshua.
"Seberharga itu kah dia untukmu, baiklah jaga saja, jangan sampai Adjie merebutnya," kata Selly.
"Tentu tak akan semudah itu merebut nyonya Joshua, saat aku masih hidup di sisinya," kata Joshua.
"Baiklah, tak usah buang waktu, kamu menginginkan gadis kecil itukan, aku akan membantu mu," kata Selly.
"Tapi dengan catatan, suatu saat aku akan meminta sesuatu padamu, dan kamu harus menurutinya," kata Selly.
"Hem," jawab Joshua.
Selly pun tersenyum senang, sedang Hans ingin sekali tertawa karena tak mudah membuat kesepakatan dengan Joshua.
Dan jawaban Joshua itu adalah sesuatu yang tak ingin di dengar oleh siapapun saat menjalin kerjasama.
Mereka pun masuk dan terlihat seorang wanita paruh baya yang sedang merokok.
Adelia melotot melihat wanita itu, Adelia langsung bersembunyi di balik tubuh Joshua.
"Kenapa sayang?" tanya Joshua.
"Dia adalah anak angkat kakek Kus, dan dia sempat Ani menjual ku dulu, tapai beruntung kakek membawa ku pergi dan menyembunyikan diriku," jawab Adelia lirih.
"Dia ingin mati ternyata, baiklah aku harus membalasnya," jawab Joshua.
"Hai mam, bagaimana gadis yang ku cari, tunjukkan dan ku akan memberikan uang yang sudah di janjikan itu," kata Selly.
"Aku mau gadis kecil itu di tukar dengan wanita di belakang pria tampan itu," kata germo itu.
"Jangan merasa dirimu di atas angin, atau aku bisa membereskan kalian semua saat ini," jawab Joshua.
"Tenanglah, jika tidak semua ini akan berakhir," kata Selly ingin menyentuh Joshua, tapi pria itu menarik lengannya dan memeluk Adelia.
__ADS_1