
Pagi ini Darwin sudah bersiap, sebenarnya dia tak sepenuhnya bersekolah.
Karena dia harus menjalankan sesuatu, dan yang tau hanya antara Joshua dan temannya.
Darwin pun berangkat di antara oleh Firman sebagai supirnya, Darwin sampai di sekolah itu.
Baru juga masuk Darwin terkejut melihat ada seorang beberapa satpam yang memeriksa tas para murid.
"Apa sekolah internasional selalu seperti ini?" bingung Darwin.
Pasalnya dulu dia sekolah unggulan, tapi dia pun sekolah cukup singkat dan memiliki hak istimewa.
Sedang di rumah Adelia merasa bosan karena dia tak memiliki kesibukan.
Setelah mengantar Hafsah dan mama Vena ke bandara, Adelia langsung pulang.
"Nyonya ingin di buatkan sesuatu?" tanya Bu Anne.
"Tidak usah Bu, aku hanya sedang bosan, aku butuh kegiatan karena sudah tak di ijinkan oleh suamiku ke butik," jawab Adelia murung.
"Kenapa tidak ke kantor tuan saja, sekalian mengantar makan siang," usul Bu Anne.
"Ya ibu benar, aku kan memasak kalau begitu," jawab Adelia bersemangat.
Adelia pun memasak makanan kesukaan Joshua, dia begitu cekatan dalam memasak.
"Bu Anne tolong siapkan di kotak makan ya, saya mau berganti baju dulu," pamit Adelia.
"Baik nyonya," jawab Bu Anne.
Adelia pun begitu semangat, dia memilih beberapa baju tapi semuanya sudah mulai tak muat.
Ya Adelia mengalami kenaikan berat badan yang cukup banyak hamil kali ini.
"Apa aku harus belanja, bajuku tak muat semua," gumam Adelia setelah mencoba beberapa baju miliknya.
Adelia pun punya ide untuk memakai baju milik Joshua, setidaknya pria itu memiliki tubuh yang cukup besar di banding tubuh Adelia.
Dia pun mengambil kaos milik Joshua dan memadupadankan dengan rok pendek yang masih muat.
Setelah itu Adelia menguncir rambutnya, setelah itu dia sudah siap dan terlihat begitu cantik.
"Wah nyonya terlihat begitu cantik dan muda, dan tidak terlihat seperti ibu hamil," puji Bu Anne.
__ADS_1
"Bu Anne bercanda ya, ini saja baju ku gak ada yang muat sekarang, dan lagi yang sedang aku pakai baju milik suamiku,", kata Adelia tertawa.
Bu Anne pun ikut tertawa pasalnya dia bisa melihat pipi Adelia cukup cubby saat ini.
Sekarang Adelia pun pergi di antar dua pengawal, mereka juga sempat mampir membeli kue.
Saat sampai di perusahaan, seorang pengawal membukakan pintu untuk Adelia.
Adelia pun turun dengan mengunakan masker dan kaca mata hitam, pengawal itu pun membawakan barang.
Keduanya pun langsung naik ke atas karena para karyawan sudah tau siapa Adelia, Novan menghubungi Hans jika Adelia menuju ke ruangan Joshua.
Joshua yang sedang melakukan bisnis dengan Adjie pun kaget karena Adelia tak mengatakan apapun.
"Minta dia menunggu di ruangan mu, jangan biarkan dia masuk ke ruangan ini," bisik Joshua.
"Baik bos," jawab Hans.
"Ada apa tuan Joshua, apa ada yang tak beres?" tanya Adjie penasaran dengan Joshua yang berbisik.
"Tidak, hanya ada tamu yang tak terduga, biarkan Hans yang menemui tamu itu," kata Joshua.
Adjie pun mengangguk, mereka telah membaca surat perjanjian itu, tapi Joshua masih tak bisa menerima itu.
"Tapi tanah itu sudah kami bereskan tuan, lagi pula panti asuhan itu sebentar lagi akan dirobohkan," jawab Adjie percaya diri.
"Anda yakin, bukankah sampai sekarang masih berdiri kokoh, apa anda mengalami kendala, jika iya, maaf aku tak bisa melanjutkan perjanjian kerjasama ini," jawab Joshua.
"Anda akan menyesal saat menolak bekerja sama dengan ku," kata Adjie dengan nada meninggi.
"Kenapa menyesal, aku bisa mencari perusahaan yang menjalankan pekerjaan dengan jujur," jawab Joshua.
Ternyata Selly datang, "Jojo, ayo kita makan siang bersama," ajak Selly saat menerobos masuk ke ruangan Joshua, dia terkejut melihat suaminya ada di perusahaan Joshua.
"Kenapa kamu kesini, dan mana security," bentak Joshua dan langsung menelpon pihak keamanan.
"Kenapa kamu kemari, ternyata kamu bermain api dengan Joshua," kata Adjie.
"Jangan pernah mengada-ada, aku tak tertarik sedikitpun dengan istri mu, seharusnya kamu mengajari dia untuk lebih menjaga kehormatannya," kata Joshua.
"Apa! setelah aku membantumu kemarin, kamu menghinaku, kau membuangku," kata Selly.
Joshua hanya menyeringai mendengar makian itu, Novan datang bersama dua security.
__ADS_1
"Kalian berdua, kenapa bisa membiarkan wanita ini masuk ke perusahaan ku dengan seenaknya, kalian harus ingat hanya nyonya yang bisa masuk perusahaan bukan wanita lain, mengerti!" bentak Joshua.
"Tidak usah berlebihan begitu, dia juga tetap istriku, lagi pula kau sudah di bantu, setidaknya jangan memperlakukan orang yang membantumu dengan begitu buruk," kata Adjie.
"Apa kamu tau, apa yang dia minta sebagai bayaran membantu diriku kemarin," kata Joshua tersenyum menyeringai.
"Joshua, ini diantara kita, tak perlu kau katakan padanya," kata Selly panik.
"Dia memintaku untuk membuatmu bangkrut, agar dia bisa pergi dari sisimu," kata Joshua tertawa mengejek keduanya.
Mendengar itu Adjie langsung menampar pipi Selly dengan cukup keras, "Kita batalkan semua kerjasama ini, aku ada urusan penting," kata Adjie langsung memerintahkan asistennya untuk menyeret Selly pulang.
"Tentu, lagi pula aku juga sudah tak tertarik dengan perusahaan mu," jawab Joshua.
Sedang Joshua tertawa melihat keduanya pergi, Hans pun mengajak Adelia masuk saat semua orang pergi.
Adelia pun di bantu Hans membawa makan siang masuk, Adelia juga memanggil Novan untuk ikut bergabung.
"Sayang kamu begitu cantik, dari mana?" tanya Joshua memeluk Adelia.
"Aku dari rumah, mau makan siang di sini, karena aku bosan di rumah hanya duduk diam," jawab Adelia.
"Tapi kenapa kamu memakai kaos milik ku," bisik Joshua.
"Bajuku kekecilan semua, dan sepertinya aku harus berbelanja baju baru, bahkan ukuran bra ku pun juga sudah terlalu sempit," kata Adelia menjawab Joshua.
"Baiklah baiklah, kamu bisa di sini dan saat selesai bekerja, aku bisa mengantar mu untuk berbelanja," jawab Joshua yang duduk di samping Adelia.
Dia juga memakaikan jasnya untuk menutupi rok dan kaki yang terbuka, saat makan siang bersama dua asistennya.
keempat orang itupun menikmati waktunya dengan saling berbincang membahas segala hal.
"Bos, bisakah mencarikan pria di sampingku ini kekasih, kasihan dia terus menjomblo di usianya," kata Novan.
"Tutup mulutmu, aku baik-baik saja, jangan ketularan tuan muda, aku memang tak tertarik untuk menikah saat ini," jawab Hans.
"Tapi ini waktu yang tepat, jika kamu tak segera menikah, maka kamu akan menyesal saat tua hanya sendirian, apa kamu tak ingin saat pulang ada yang menyambut mu," kata Joshua.
"Berhenti memaksa, asisten Hans masih tak bisa melupakan seseorang mungkin, dan jangan jadi Darwin yang suka menjodohkan," jawab Adelia yang sibuk memakan kue yang di belinya tadi.
"Sayang jika kamu terus makan makanan manis, akhirnya kamu akan seperti gajah," kata Joshua melihat Adelia.
"Tidak mungkin, gajah makan daun dan sayuran, sedang ku makan kue dan daging," jawab Adelia tenang.
__ADS_1