
Hari ini Darwin mengunjungi Bunga, sudah tiga hari ini Darwin tak menjengguk gadis kecil itu.
Saat sampai di rumah sakit, Darwin langsung masuk ke ruangan itu, tapi dia terkejut saat tidak menemukan siapapun.
Bunga lili kesukaan Bunga pun terjatuh dari tangan Darwin, dan dia bergegas mencari keberadaan gadis kecil itu.
"Bunga!" teriak Darwin berlari di lorong rumah sakit.
Darwin pun berlari ke luar rumah sakit, dan dia bertemu dengan Bu As.
"Nak Darwin datang, Bunga sedang ada di taman," kata Bu As.
Darwin pun langsung pergi ke taman yang di maksud, Darwin melihat Bunga yang sedang memeluk boneka kesayangannya.
"Bunga, aku mencarimu," kata Darwin.
Bunga hanya menoleh pada Darwin, "maaf, apa aku mengenal kakak," jawab Bunga tersenyum.
"Bunga tak ingat kak Darwin," kata Darwin yang duduk di samping Bunga.
Bunga pun mengeleng, "jangan bercanda Bunga, aku kak Darwin, kita sering bermain waktu di panti dulu," kata Darwin pada Bunga.
"maaf tapi kamu menyakitiku," kata Bunga menangis saat Darwin mengenggam lengannya begitu erat.
"Nak Darwin, Bunga mengalami amnesia, beberapa hal dia tak bisa menginggatnya," kata Bu As.
"Bagaimana dia melupakan aku Bu As ..." lirih Darwin tak terasa air matanya jatuh.
Bunga hanya melihat Darwin, kemudian tangan kecilnya mengusap air mata Darwin.
"Jangan menangis kakak," kata Bunga.
"Maaf kalau begitu aku pergi, dan aku ingin mengembalikan ini padamu," kata Darwin memakaikan kalung yang sempat di ambilnya.
"Kenapa buru-buru nak," kata Bu as.
"Maaf Bu As, di rumah sedang ada acara, saya permisi dan semoga cepat sembuh," kata Darwin mengusap pipi Bunga dengan lembut.
"Terima kasih, dan kakak jangan sedih lagi," jawab Bunga.
Darwin pun pergi dari rumah sakit, Bunga pun melihat itu tanpa sadar ikut menangis.
"Bu As, apa Bunga jahat dengan berbohong," tangis Bunga.
"Tidak nak, ini semua demi kebaikan nak Darwin," kata Bu As.
"Kalau begitu maukah Bu As membawa ku pergi jauh, aku tak ingin ada di kota ini," jawab Bunga.
"Baiklah, kita pergi sesuai keinginan dari tuan Felix," jawab Bu As.
__ADS_1
Sedang di mobil hanya diam saja, mobil Darwin pun sampai di rumah, dan saat dia turun.
Seorang gadis kecil cantik menyambutnya dan langsung memeluk Darwin erat.
"Kakak Darwin baru pulang, apa kamu tak merindukan ku?" kata Salsha bahagia.
"Kamu ikut datang, bukankah jadwal pelajaran mu begitu ketat Salsha," tanya Darwin yang menyembunyikan kesedihannya.
"Aku bolos, demi bisa bertemu kakak Darwin, aku sudah sangat merindukanmu, ayo sekarang kita masuk," tarik Salsha.
Saat di dalam mama Vena memeluk cucunya itu, setelah itu Salsha mengajak Darwin bermain di samping rumah.
Dua rombongan baru datang yaitu Felix dan keluarga, serta Yasmin dan keluarga.
Kedua keluarga itu pun akan masuk bersamaan. tapi Yasmin terdiam melihat sosok Felix.
"Sayang ayo masuk," ajak Nirwan.
"Tidak mas, aku tak bisa, karena pria itu ada di sini," lirih Yasmin.
"Apa?" kaget Nirwan.
Setelah sepuluh tahun pria itu menampakkan diri setelah kejadian buruk yang menimpa Yasmin dulu.
"Tenanglah, kita disini untuk bertemu Adelia, setelah itu kita langsung pulang," ajak Nirwan.
"Baiklah mas," jawab Yasmin.
Adelia langsung berlari dan memeluk Yasmin, "terima kasih kalian sudah datang," kata Adelia senang.
"Bagaimana kami tak datang, karena kalian mengundang kami," jawab Nirwan.
Adelia langsung mengajak keduanya masuk, "Ayo aku kenalkan pada keluarga ku, semuanya ini Yasmin sahabat terbaikku dari aku kecil, mungkin mama sudah lupa, dia gadis Bondol itu," kata Adelia.
"Benarkah, kamu sudah cantik Yasmin," kata mama Vena memeluk Yasmin.
"Ini mama Vena," kata Yasmin terharu.
"Oh ya kemarilah sayang, dan ini adalah suamiku, tuan Joshua Alejandra Gusman, dan itu keluarga suamiku ada papa Federico, mama Laura dan om Felix dan istrinya.
dan ini keluarganya besar ku, ada Opa Georgio, Oma Arsya, papi Hafsah dan mama," kata Adelia mengenalkan semua orang.
"Salam kenal semuanya, nama saya Yasmine Van Dijk dan ini suami saya Nirwan Aditama," kata Yasmine.
"Hallo salam kenal, ah dan sepertinya aku ingat, anda adalah pemilik perusahaan properti yang cukup sukses di Singapura bukan," kata Joshua menyalami Nirwan.
"Iya tuan, tapi belum sehebat anda," jawab Nirwan.
"Panggil Joshua saja, dan sekarang kita berteman," kata Joshua hangat.
__ADS_1
Felix tak menyangka dia kembali bertemu gadis sepuluh tahun lalu, tapi gadis itu sudah menjadi seorang wanita yang cantik.
"Kamu melihat apa honey?" tanya Ayu pada suaminya.
"Tidak ada honey, aku hanya merasa pernah melihatnya," jawab Felix jujur.
"Awas jika kamu berani menyukai wanita itu, aku akan membuat mu kehilangan adik mu itu," ancam Ayu.
"Tidak sayang aku hanya akan melihatmu selamanya," kata Felix.
Ayu pun mencubit perut suaminya itu, pasalnya suaminya itu suka menggombal.
Acara pun berjalan hangat di samping rumah, Adelia berbincang dengan ayu dan Yasmin.
"Yas, kenapa kedua anakmu tidak kamu ajak?" tanya Adelia.
"Mereka tak menyukai keramaian, dan lagi putri ku memiliki tubuh yang lemah," jawab Yasmin.
"Kalian berdua begitu beruntung, aku kadang merasa iri pada ibu yang bisa melihat anaknya tumbuh besar, sedang aku," kata ayu sedih.
"Maaf aunty, bukan maksud kami seperti itu," kata Adelia.
"Tak masalah, lagi pula kami juga sedang berusaha untuk memiliki anak lagi, dan mengikhlaskan putra kami yang sudah pergi ke pangkuan tuhan," kata Ayu mencoba tegar.
"Maaf sebelumnya, kalau boleh tau dia kenapa nyonya?" tanya Yasmin.
"Dia memiliki penyakit langka, dan kami sudah membawanya berobat kemana pun tapi Tuhan berkehendak lain," jawab ayu.
"Apa itu penyakit autoimun?" tanya Yasmin.
"Iya, itu adalah bawaan genetik," jawab ayu.
"Adelia, bisakah aku pamit, ini sudah terlalu malam aku khawatir pada putriku, maafkan aku harus pergi," kata Yasmin tiba-tiba.
"Ada apa Yasmin?" tanya Adelia.
"Tidak hanya takut mereka menunggu kami terlalu lama," jawab Yasmin.
Yasmin pun menghampiri Nirwan dan mengajaknya pulang, tapi saat mereka berpamitan.
Yasmin mendapatkan telpon dari rumah, Yasmin pun lemah dan dengan sigap Nirwan menangkap tubuh istrinya itu.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Nirwan.
"Mas ayo pulang, Freya di bawa ke rumah sakit, dan mama mengatakan jika dia harus segera mendapatkan pendonor ginjal," kata Yasmin sedih.
"Baiklah ayo, maaf saya permisi," pamit Nirwan dan Yasmin buru-buru.
Adelia melihat kepergian keduanya, "Sayang sebenarnya ada apa? apa kamu tau kenapa dengan putri Yasmin?" tanya mama Vena.
__ADS_1
"Yang aku tau ma, putri Yasmin memiliki penyakit autoimun, dan akhir-akhir ini kondisi putrinya makin buruk, di tambah semua keluarga Yasmin tidak ada yang memiliki kecocokan dengan ginjal Freya," kata Adelia.