
Samuel pun mengajak istrinya pulang, sesampainya di rumah, telihat Adelia sedang memijat kepalanya pasalnya wanita itu pusing karena dia Bru tau jika masuk jebakan.
sedang dia makin khawatir saat tau jika bunga masuk rumah sakit, Darwin juga sudah mengatakan semuanya pada Bu Nova yang akan membantunya untuk menyembuhkan istrinya itu.
Bunga memang tak sadar, tapi kondisinya sangat menghawatirkan terlebih dia sering menangis sendirian.
Bu Nova akan memilihkan metode paling aman dan tanpa sadar akan menyembuhkan bunga, Adelia pun langsung menyapa menantunya itu.
"selamat datang bunga, maafkan mama ya, karena mama kamu hampir terluka, beruntung semua masih berjalan sesuai dengan rencana," kata Adelia.
"iya ma, sebenarnya ini juga tak ada hubungannya Karena aku masuk rumah sakit karena kelelahan," jawab bunga.
"iya kelelahan Kerena kamu sedang hamil dua bulan, dan Bu Nova sebulan ini bunga akan tinggal di rumah, dan tak di ijinkan untuk keluar, atau bekerja, baru saat trimester kedua dan dokter memperbolehkan dia akan kembali bekerja," kata Darwin.
"baik tuan," jawab Bu Nova.
Adelia tak percaya jika akan jadi nenek lagi, di pun begitu senang dan tak lama mama Laura pun datang dan mengucapakan selamat.
di bandara Juanda, dua orang kini pulang sambil membawa bahan yang kemarin di beli.
bahkan tiga bongkah batu itu telihat tak bermasalah saat melewati bagian pemeriksaan.
mereka pun langsung menuju ke rumah keluarga Gusman karena hanya Bunga yang tau alur batu perhiasan itu.
jadi batu harus di potong di depan bunga, dan tak butuh waktu lama untuk sampai.
"kalian sudah datang, lebih baik mndi dulu dan makan, bunga juga sedang di atas, tunggu saja sebentar lagi ya," kata Adelia.
"siap nyonya," jawab keduanya.
Keduanya pun menuju ke kamar tamu, sedang pra pengawal menjaga bawaan mereka.
"ibu, mama, Ale kemana? aku tak melihat di dari tadi?" tanya Bunga yang merindukan putranya.
"Ale sedang jalan-jalan dengan Aldo dan Lulu, mereka bilang mau ke kebun binatang, ya mama izinkan saja, toh bocah itu butuh liburan juga," kata Adelia.
"tenang bunga, Aldo dan Lulu pasti bisa menjaga Ale, terlebih putramu itu begitu manja dengan Aldo," kata Bu Nova menenangkan Bunga
"iya Bu, aku hanya khawatir, dan mana pula dia orang ini, barusan mereka bilang sudah hampir sampai,tapi malah tak kelihatan sama sekali," gerutu bunga.
"tenang sayang, sini ibu pijat yuk kepala mu, pasti kmu bisa tenang, seperti dulu," kata Bu Nova yang langsung berdiri.
wanita itu begitu telaten memijat Bunga, tak lama Edo dan Wilma datang dengan wajah yang lebih segar.
"kalian makan dulu bersama Bu ajeng, aku sedang menikmati waktu ku bersama Bu Nova, dan aku selalu menyukai pijatan ibu," kata Bunga yang nampak begitu tenang.
Darwin sedang bersama Joshua di ruang baca, mereka sedang membahas perkembangan tentang perusahaan.
terlebih perusahaan yang di pegang David beberapa kali hampir bangkrut tapi pria itu selalu bisa membuktikan dirinya.
tapi Darwin tentu tak akan membiarkan adiknya itu berjuang sendiri.
"bagaimana dengan proyek mu bersama dengan om David Graham? apa semuanya lancar?" tanya Joshua.
"tentu papa, semua berjalan baik terlebih beberapa pulau buatan itu juga sudah mulai dalam tahap pembangunan apartemen," jawab Darwin
"kamu tau kan itu akan sangat menguntungkan, terlebih kota itu sangat berkembang," kata Joshua.
__ADS_1
"tentu papa," jawab Joshua.
Bunga yang sudah merasa enakkan, dia berkumpul dengan Wilma dan Edo yang berada di area belakang.
mereka sudah bersiap membuka pelapis batu itu, karena pelapis itu yang menyelamatkan mereka dari pemeriksaan di bandara.
"biar aku lihat dulu, bagaimana serat batu ini, tapi kenapa begitu bagus kualitasnya, dan aku tak rela jika mereka salah mengunakannya," kata bunga saat melihat kualitas batu itu
"kalau begitu kamu ambil saja, kita akan mengunakan emas dan perak saja seta berlian jika di butuhkan," kata Samuel yang baru masuk.
"tidak, karena aku tau siapa yang bisa membuat perhiasan yang bagus dengan potongan batu ini," kata Bunga melihat Wilma.
"tentu nyonya, dan pasti dia juga mau," kata Wilma.
keempatnya pun membawa bongkahan tiga batu itu menuju kesebuah rumah bergaya cina itu.
dan saat sampai sebuah bantal mengenai Darwin pas di wajahnya, semua pun tertawa melihat itu
"kamu baik sayang," tanya bunga.
"tentu saja tidak," jawab Darwin dengan wajah masam.
"oh maaf ada tamu, kakek ada kak bunga dan kak Wilma," kata seorang gadis kecil yang mengambil bantal yang melayang tadi
seorang pria paruh baya keluar sambil berjalan dengan begitu angkuh.
Bunga dan Wilma menunduk hormat, "selamat siang menjelang sore guru, kami ingin meminta bantuan anda, apa boleh," kata bunga dengan suara rendah.
"tentu, bawa kesini batu yang kalian dapatkan," kata pria itu yang kemudian masuk.
Wilma dan Edo masuk sambil mendorong kotak batu sedang bunga menenangkan suaminya.
mereka pun pulang setelah itu, karena Bunga harus beristirahat cukup, begitupun dengan dua orang itu.
sedang di kebun binatang, baby Ale sedang berlarian dengan Aldo yang terus mengejarnya.
bahkan Lulu hanya tertawa melihat kedua orang itu, "baby Ale kemari agar tak di tangkap om.." kata Lulu memeluk bocah itu yang masih tertawa dengan bahagia.
tapi Aldo malah memeluk mereka dengan erat karena gemas, baby Ale begitu bahagia.
Lulu juga melambaikan tangan saat melihat mereka naik gajah, tak lupa Lulu juga merekamnya tapi yang membuat lucu adalah wajah dari Aldo yang tegang.
ya pria itu ketakutan bukan main, pasalnya baru kali ini dia naik hewan besar itu.
setelah puas berkeliling, mereka pun memutuskan untuk menuju ke Kenjeran untuk bermain.
tapi sebelum itu ketiganya mampir ke restoran untuk makan siang, Lulu begitu telaten merawat baby Ale.
setelah selesai mereka masuk kedalam area pantai itu, tapi mereka memilih permainan di indoor.
baby Ale begitu senang, pasalnya dia baru bermain bebas saat bersama dengan lili dan Aldo.
bahkan saat matahari terbenam, mereka sedang berjalan di pinggiran pantai.
"baby, jangan lari-larian nanti jatuh terus aunty yang di marahin mama, dan itu akan sangat merepotkan dan menganggu kalau terjadi, karena mama mu adalah singa betina kalau sedang marah," kata Lulu memeragakan dengan tangannya.
"dak kok," jawab baby Ale, tapi malah membuat Aldi tertawa.
__ADS_1
Aldo sedang mengabadikan semua tingkah baby Ale dan mengirimkannya pada Darwin.
"Aldo ayo pulang, seperti baby juga sudah lelah bukan, ayo mas ..." kata Lulu.
"baik, ayo baby gendong om ya, biarkan Aunty berjalan sendiri, karena aunty juga sudah lelah karena terlalu sering mengejar mu dari tadi," kata Aldo tertawa.
"bukan begitu, aku hanya salah kostum, terlebih sepatu ini membuat kakiku sakit," kata Lulu yang sudah memilih tak memakai alas kaki.
"tolong gendong baby Ale sebentar," kata Aldo memberikan baby Ale.
Lulu pun menerima baby Ale, sedang Aldo memasukkan semua barang mereka ke tas.
setelah itu Aldo langsung mengendong Lulu begitu saja, Lulu pun memeluk erat baby e yang sedang tidur.
"kenapa wajahmu memerah?" tanya Aldo pada Lulu.
"apa yang kamu katakan, aku tidak kok," kata Lulu yang menyembunyikan wajahnya.
"kamu itu begitu mengemaskan asal kamu tau, mau jadi kekasihku Lulu?" tanya Aldo.
"tidak, aku tak mau jadi wanita yang tersakiti terlebih kamu memintaku untuk jadi kekasih mu sat kamu sendiri masih mencintai wanita lain," jawab Lulu.
"kamu mendengar semuanya ya kemarin malam!" tebak Aldo.
"iya, kenapa kamu ingin aku jadi kekasih mu, saat masih ada wanita lain disana, karena aku tak mau jadi terluka nantinya," jawab Lulu.
"karena aku yakin jika hanya kamu wanita yang bisa menarik ku dari lubang dalam itu, aku mohon padamu, jika kamu tak mau aku juga tak masalah," jawab Aldo.
Lulu pun tertawa mendengar jawaban dari Aldo, "kenapa kamu sudah menyerah duluan, jadi ilfill nih akunya," kata Lulu tersenyum.
"jadi ini kamu mau apa enggak," kata Aldo lagi.
"kita jalanin aja dulu, dan ayo pulang nih baby Ale sudah tidur dengan terlalu nyenyak, dan ponselku terus bunyi," bisik Lulu.
"baiklah," jawab Aldo.
mereka pun memutuskan untuk menuju ke rumah, sesampainya di rumah Darwin melihat kedatangan mereka.
Lulu langsung naik ke atas untuk menidurkan baby Ale, bunga pun memeluk Lulu.
"terima kasih ya, kamu sudah memberikan kebahagiaan sedikit untuk baby Ale,"
"sama-sama nyonya," kata Lulu yang kemudian pamit pulang.
ternyata Aldo sedang menunggunya di bawah, mereka pun pulang tapi Aldo malah memilih untuk ke bar.
sesampainya di bar, mereka malah sedang menikmati waktu dengan minum berdua, bahkan mereka memilih lantai atas.
"kalian datang, Edo dan Wilma tidak kalian ajak," tanya pemilik bar.
"tidak, mungkin mereka sedang sibuk, dan jangan ada yang berani mengangguku ya," kata Aldo
"oke bos, dan selamat menikmati waktu kalian," kata pemilik bar itu.
Lulu menarik Aldo dan mulai bergoyang menikmati alunan musik DJ yang tengah live music itu.
Aldo tak mengira jika Lulu begitu menggoda dengan semua yang dia lakukan.
__ADS_1
bahkan Aldo memeluknya dengan erat, Lulu juga melakukan hal yang sama, bahkan tanpa sadar mereka sudah berciuman dengan panas.