Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
S2_traktiran


__ADS_3

Bunga pun merasa bersalah selama menuju ke rumah, mobil merekapun sampai, Bunga keluar dan sudah di sambut oleh Adelia.


Setelah saling menyapa, dia dan mertuanya pun masuk, bunga pun pamit untuk menuju ke kamarnya agar bisa bersih-bersih, setelah itu dia pun duduk di kursi pijat.


tak lama pak Kim datang membawakan susu dan juga cemilan sehat untuk Bunga.


apalagi Darwin belum pulang dan Bunga tak akan mau makan sebelum suaminya itu pulang.


"terima kasih pak, nanti kalau mas Darwin pulang, tolong beri tahu saya ya," kata Bunga.


"baik nyonya muda," jawab pak Kim.


bunga pun selesai saat merasa tubuhnya sudah lebih baik, dia pun minum susu dan memakan cemilan itu.


bahkan dia terlalu fokus dengan drama Korea yang sedang di tonton olehnya.


bahkan Bunga tertawa dan menangis sendiri saat menonton drama itu, bahkan dia sampai tak sadar jika Darwin sedang duduk memperhatikan dirinyalah.


"sayang kamu menagis hanya karena menontonnya?" tanya Darwin tak percaya.


"kamu sangat menyebalkan, kenapa pulang tak bilang," kata bunga sambil menangis.


Darwin pun menghampiri istrinya itu, dan Bunga pun memeluk tubuh Darwin sambil terus terisak.


"sudah sayang, aku tak akan melukai mu, aku janji kok," kata Darwin ingin tertawa.


Bunga pun berhenti menangis, dan kemudian Darwin mandi, sedang bunga menyiapkan baju santai milik suaminya itu


sedang Bunga langsung buru-buru turun dengan lift untuk meminta pak Kim menyiapkan makan malam.


"butuh sesuatu nyonya muda," tanya pak Kim.


"pak Kim, bisakah saya minta tolong untuk menyiapkan makan malam untuk mas Darwin," kata bunga.


"tentu nyonya, anda ingin makan apa?" tanya pak Kim.


"apapun pak, kemana mama dan yang lain, aku belum melihat mereka?" tanya Darwin.


"semua sedang mengantar tuan muda David ke bandara," kat pak Kim.


"oh iya tadi mama sudah berpamitan, tapi karena khawatir aku di larang ikut," jawab Bunga yang mendapat usapan kepala dari Darwin.


mereka berdua pun makan bersama, setelah selesai mereka pun memilih beristirahat.


sedang pengawasan untuk David akan di serahkan pada orang kepercayaan Darwin diluar negeri.

__ADS_1


keduanya bermain suit Jepang, dan siapa yang kalah akan harus melepas satu pakaian sebagai hukuman.


tapi Darwin sudah hampir kalah karena dia memakai hanya tiga lapis, sedang Bunga masih punya tiga lagi.


"mas kalah, jadi besok harus kasih uang saku lebih, tapi cash," kata bunga senang.


"uangku milikmu sayang, termasuk diriku, jadi biarkan aku memuaskan dirimu," kata Darwin langsung menerkam istrinya itu.


Bunga pun membalas ciuman mesra dari suaminya, bahkan kini Darwin begitu menikmati waktu kebersamaan bersama bunga.


Darwin pun tadi sempat bertanya bagaimana Bunga di kantor pada Edo, dan dia sedikit terkejut saat istrinya itu mendapat perlakuan yang cukup buruk dari Anna.


tapi Darwin mengiyakan saja, asal tak sampai melukai istrinya, dan pengamanan untuk bunga akan di perketat.


Darwin tak ingin istrinya itu akan terluka sedikitpun. mereka pun akhirnya istirahat saling berpelukan.


pukul lima pagi alarm ponsel bunga berbunyi, dan wanita itu bangun perlahan karena tak ingin menganggu suaminya.


setelah mandi dan berganti baju, dia pun turun dan akan membuat kue, tak sengaja pak kim juga sudah bangun.


"anda butuh sesuatu nyonya muda?" tanya pak kim.


"aku ingin membuat kue pak, bisa tolong panggilkan pelayan yang terbiasa buat kue agar bisa membantu ku," kata bunga.


"nyonya ingin membuat kue apa?" tanya pelayan.


"tolong bantu aku buat cupcake ya, dan buat cookies yang kemarin, atau kue wortel," kata Bunga.


"baik nyonya muda," jawab keduanya.


sedang dua pelayan itu sibuk, Bunga juga sedang mencoba membuat nasi pecel sesuai resep di internet.


bahkan dia juga membuat dendeng dari daging Wagyu, jadilah pagi itu dapur sangat sibuk.


bahkan pak Kim pun tak boleh ikut membantu, hanya boleh mengemas kue dan memintanya memasukkan kedalam mobil.


setelah itu meminta pak kim menata meja, dan dia pun mencicipi makanan yang dia buat.


ternyata rasanya cukup enak dan tak terlalu pedas, "maaf ada yang bisa bikin peyek," tanya Bunga.


"saya Nyonya muda, anda silahkan bersih-bersih biar saya yang melanjutkan," kata pelayan itu.


bunga menyiapkan setelan jas untuk dirinya dan Darwin , setelah itu dia memutuskan untuk mandi dan bersiap dulu.


tak lama Darwin juga memilih mandi setelah melihat jam di nakas, ternyata semua sudah siap.

__ADS_1


Bunga bahkan membantu memakaikan dasi untuk suaminya.


mereka pun menuju ke bawah sambil bergandengan, bahkan Darwin membawakan tas istrinya yang cukup berat.


sesampainya di bawah, ternyata semua sudah tertata rapi di meja makan, "sayang pagi ini kamu yang masak?" tanya Adelia.


"ah iya ma, kebetulan aku lagi ingin masak nasi pecel sendiri, bahkan dengan semua jenis lauk pendampingnya," kata Adelia.


"ini sangat merepotkan loh, tapi mari kita coba masakan pertama menantuku," kata Adelia.


Mereka pun mengakui jika masakan itu sangat pas, Adelia pun merasa senang.


"kamu pintar memasak, dan pecel ini rasanya enak banget," kata Adelia.


"terima kasih ma," jawab Bunga senang.


Adelia pun ke kamarnya dan mengambil sebuah gelang dan di berikan pada Bunga.


itu adalah gelang edisi terbatas, bahkan gelang itu terbuat dari emas putih dan juga berlian.


sedang Joshua memberikan uang saku untuk Bunga, "kamu bisa membeli apapun untuk mu," kata Joshua memberikan dua gepok uang pecahan seratus ribu pada menantunya itu.


"kalau aku, seharian ini akan jadi supir pribadi mbak, jadi nyonya muda, mari saya antarkan anda," kata Dylan.


"dengan senang hati," kata Bunga tertawa.


sedang Darwin tak mengira jika keluarganya begitu memanjakan Bunga, sayangnya Mama Laura dan papa Federico sudah harus kembali ke Austria bersama David.


bunga pun berangkat terlebih dahulu bersama Dylan, tapi mereka mampir di salah satu kafe yang cukup terkenal karena rasa kopinya yang enak.


dia pun memesan semua kopi untuk teman kantornya, sedang dia sendiri membeli susu almond.


setelah itu mereka menuju ke perusahaan, karena tak bisa membawa, terpaksa Dylan turun membantu kakak iparnya.


benar saja semua karyawan mengenali dan menunduk menyapa pada Dylan.


semua orang tak mengira jika salah satu putra dan pewaris Gusman Groups, mau jadi pembantu dari wanita jelek seperti bunga.


bahkan Dylan membantu membagikan kopi pada teman satu ruangan itu.


Anna kaget karena tak mengira jika pria yang mengantar kopi adalah putra ketiga keluarga Gusman, "seandainya aku tau kalian suka kopi, aku akan meracik di depan kalian semua," kata Dylan tersenyum.


"tidak perlu dan cepat selesaikan, karena kami masih harus bekerja, laporan milik bunga itu juga menumpuk, kapan mau di bereskan." kata Dico.


"siap kak, dan Dylan kamu pulang dulu ya, nanti jika aku perlu sesuatu, aku hubungi kamu ya," kata Bunga.

__ADS_1


__ADS_2