
Bunga terbangun dari tidurnya, dan merasakan sesuatu memeluk perutnya.
dia pun menoleh dan ternyata darein sedang tidur dengan pulas, dia pun melihat kamar itu.
ternyata benar itu bukan kamar miliknya atau kamar Darwin, dia pun tak melihat furnitur yang banyak.
"pasti ini di kantor, dasar kamu ini..." lirih Bunga.
"sudah ngedumelnya, tolong diam lima menit lagi," kata Darwin yang tak ingin melepaskan istrinya itu.
"lepas dulu, dada ku sakit karena dari semalam aku belum memompa ASI untuk putra mu," kata Bunga menyingkirkan tangan Darwin.
"maaf aku lupa, ada alat baru di meja, kamu bisa melakukannya, dan ku akan meminta Aldo menjemput Bu Nova dan Ale kemari," kata Darwin yang kemudian bangun.
Bunga pun berlari ke kamar mandi, dan setelah itu dia oun menyimpan ASI-nya dalam tempat khusus.
sedang dia sudah selesai mandi, dan mengenakan pakaian milik Darwin dan begitu besar untuk tubuhnya.
"kamu begitu sexy memakai baju ku," bisik Darwin yang baru selesai mandi.
"hentikan ucapan mesum mu itu, dasar kamu ini cepat kerja sana, aku mau pulang saja," kesal Bunga.
"tidak perlu, bu Nova sedang menunggu mu bersama Aldo di luar," jawab Darwin.
mendengar itu Bunga ingin menghampiri bu Nova dan bayinya, tapi Darwin menahannya dan menghapus lipstik di bibir bunga.
tapi bunga yang kesal langsung mencium dan memberi bekas lipstik di pipi Darwin.
dia pun kemudian berlari keluar sambil mengambil tisu dan merapikan bibirnya.
"anak mama," kata Bunga Langsung mengendong bayi Ale.
ternyata semua sudah datang, dan Dylan tersenyum kearahnya. "ayo masuk Bu, dan asisten Aldo tolong belikan sarapan aku sudah sangat lapar,"
"baik nyonya," jawab asisten Aldo
saat masuk ke ruangan Darwin, Bu Nova kaget saat Darwin menyapa dirinya dengan hormat.
sedang Bu mengambil susu dan memasukkannya ke botol milik baby Ale.
"boleh aku menggendongnya," kata Darwin mengulurkan tangannya.
"baby ikut papa dulu ya, maaf dua bulan ini papa mu gila, jadi tak ingat ada kamu dan mama," kata Bunga.
"kamu menyindirku?" kesal Darwin.
"bukan tuh, aku bicara kenyataan, dan itu yang benar-benar terjadi bukan," jawab Bunga tanpa rasa takut.
"ya kamu benar, baby ini sekarang ini kantor papa, dan mungkin suatu saat ini akan jadi milikmu," kata Darwin.
"tidak, biarkan dia memilih apapun yang dia inginkan nantinya," kata Bunga.
"tentu, anak papa akan jadi apapun yang dia inginkan, dan ku akan mendukungnya sepenuh hati."
Bu Nova pun ikut senang melihat perubahan Darwin menjadi pribadi yang baik.
terlebih pria itu nampak begitu penuh kasih sayang, tapi dari penjelasan Samuel semalam Darwin begitu kejam.
asisten Aldo datang dengan semua pesanan Bunga, Darwin pun tetap mengendong putranya.
"mas kemarikan baby Ale, kita makan dulu," kata bunga ingin mengambil putranya itu.
"tidak, kamu lihat dia sedang tidur pulas, aku tak tega ingin menidurkannya," jawab Darwin
"kalau begitu suapi suamimu bunga, itu lebih mudah bukan," kata Bu Nova.
"baik Bu," jawab Bunga.
dengan telaten Bunga menyuapi Darwin, meski pria itu terus menatapnya mesum.
sedang Bu Nova keluar untuk menghampiri Aldo, karena ingin membuatkan minuman untuk kedua orang itu.
"ibu ada yang bisa di bantu?" kaget asisten Aldo yang melihat Bu nova.
"tenang Aldo, aku hanya ingin membuatkan teh untuk keduanya, dimana pantri?" tanya Bu Nova.
"mari saya antar, kebetulan di sebelah sini Bu," jawab Aldo.
Bu Nova pun membuatkan teh hijau untuk keduanya, dan tak lupa gula terpisah.
Aldo pun senang melihat Bu nova, "ada apa Aldo?" tanya Bu Nova.
"tidak Bu, saya hanya merasa senang dan merasa akrab dengan anda, terlebih aku tak pernah merasakan kasih sayang seperti ini," kata Aldo yang menerima teh buatan Bu Nova.
"kamu bisa kok main ke tempat ibu jika sedang sedih, oh ya aku belum sepenuhnya mengenalmu nak?"
__ADS_1
"saya hanya seorang pemuda yang hidup dan tinggal di sebuah panti asuhan, dan saat tumbuh remaja dan berkat dewa, saya bisa bertemu dengan bis darwin," kata Aldo.
"kalau boleh tau panti asuhan mana?" tanya Bu Nova yang mulai membawa nampan dan berjalan bersama Aldo.
"panti asuhan putra bunda, dan aku di temukan di sebuah kardus dan hanya ada sebuah kalung salib yang di tinggalkan di sana," Jawab asisten Aldo.
Bu Nova hampir menjatuhkan nampan yang di pegangnya, dia pun teringat masa lalunya.
"ibu baik-baik saja?" tanya asisten Aldo yang melihat wajah pucat Bu Nova.
"iya nak," jawab Bu Nova yang mau membawa teh.
setelh sarapan bersama, Bu Nova dan Bunga pulang di antar oleh supir perusahaan Gusman.
selama dalam perjalanan Bu Nova nampak diam memikirkan sesuatu, bahkan wanita itu begitu sedih.
"ada apa Bu? ibu sakit, apa perlu kita ke rumah sakit," tanya Bunga khawatir.
"tidak nak, ibu tak sakit kok, hanya sedikit lelah maaf ya," kata Bu Nova.
"ibu kenapa minta maaf, maafin Bunga yang merepotkan ibu, besok biar aku cari baby sitter untuk membantu di rumah, agar ibu bisa istirahat," kata bunga.
Bu Nova pun mengangguk, dia hanya sedang kepikiran putranya bukan lelah karena merawat Ale.
sesampainya di apartemen, Bun pun menidurkan Ale, sedang Bu Nova jyga langsung ke kamar dan mencari sesuatu.
setelah menemukan selembar foto, dia pun memeluknya dan menangis sambil mendekap foto itu.
"maafkan ibu mu ini nak..." lirihnya sedih.
Bunga yang khawatir ingin masuk dan bertanya, tapi di urungkan karena dia tau jika ibu Nova sedang membutuhkan privasi.
wanita itu pun kembali ke kamarnya, sedang Bu Nova kembali teringat bagaimana dia dengan terpaksa harus meninggalkan bayi yang baru saja dia lahirkan.
Bu Nova muda saah memilih pergaulan bebas, bahkan di melakukan s*x bebas.
karena keluarganya yang berada dan sibuk dengan mengumpulkan pundi-pundi rupiah.
hingga Bu Nova muda begitu bebas dan liar karena tak ada yang menjaganya dan menunjukkan mana pertemanan yang baik.
Bu Nova selalu memakai pelindung saat berhubungan dengan pria, tapi saat dia bertemu dengan seorang pria asing.
mereka jatuh cinta, Bu Nova pun cinta mati pada pria itu hingga hubungan antara mereka membuahkan janin di rahim Bu Nova.
dan dengan brengsek pria itu pergi begitu saja kembali ke negaranya dan meninggalkan Bu Nova yang hamil di usianya yang masih sangat muda.
Bu Nova pun harus berjuang keras untuk hidup, dan beruntung dia bertemu dengan mei yang membantunya.
bahkan wanita itu siap mengadopsi putra Bu Nova saat lahir, tapi saat kandungan Bu Nova sudah sembilan bulan.
wanita itu pergi menjauh dan hilang tanpa jejak, dan itu membuat ke sedih karena Bu Nova tak memiliki siapapun.
Bu Nova melahirkan di suatu desa terpencil di luar kota Surabaya, dan setelah melahirkan dia pun kembali ke kota.
tapi sebelum pergi, dia pun meninggalkan bayinya di depan sebuah panti asuhan saat gerimis mulai membasahi bumi.
setelah itu bu Nova pun pergi dari tempat itu tanpa menoleh, bahkan tangisan bayi itu juga tak menghentikan langkahnya.
Bu Nova bahkan memilih untuk pergi ke luar negri, dan mengatakan pada Mei jika Putranya mari saat persalinan.
tanpa sadar bu Nova pun tertidur karena kelelahan karena terlalu lama menangis.
sedang di perusahaan, Darwin membuat asistennya Aldo menjadi gila.
pasalnya dia terus meminta Aldo merevisi semua isi perjanjian, belum lagi Darwin yang marah karena pekerjaan yang tak sesuai jadwal.
bahkan sudah hampir satu perusahaan kena marah, Darwin tak menyukai para pegawainya bekerja tak dengan otak dan hati mereka.
saat makan siang, Aldo tadi membawa bekal roti di tasnya, lumayan tadi sempat beli saat membeli sarapan untuk Darwin.
dan beruntung dirinya, pasalnya Darwin tak keluar untuk makan, terlebih pukul dua siang ada rapat di restoran bersama calon investor asal Jepang.
setidaknya perutnya bisa bertahan sampai sore sekarang, "ya Tuhan, kenapa aku sekarang merasa seperti ikut kerja rodi ya," gumam Aldo.
"Aldo minta tim penasaran untuk memperbaiki ini," kata Darwin yang berada di depan meja Aldo.
"siap bos," jawab Aldo.
"oh ya ... dan satu lagi, minta Edo ke ruangan ku sekarang, tak boleh lama, atau kaki yang menerima hukumannya potong gaji," kata Darwin sebelum masuk kembali ke ruangan miliknya.
"sabar Aldo, sabar .... yuk bisa yuk," kata asisten Aldo menyemangati dirinya sendiri.
dia pun langsung menuju ke ruangan kepala devisi pemasaran, dan menjelaskannya semuanya.
setelah itu dia ke ruang pengawasan, dan terlihat Edo sedang menyantap makan siangnya.
__ADS_1
"beh nih orang, di panggil bos tuh, cepetan jika telat potong gaji kita," kata asisten Aldo mengambil onigiri milik Edo.
"cih sial lu, ya udah gue kesana," kata Edo yang langsung memakan makanannya sambil berlari menuju lift.
benar-benar Darwin begitu berubah menjadi begitu kejam, bahkan keduanya tak bisa makan siang dengan baik.
saat sampai di ruangan Darwin keduanya pun saling merapikan penampilannya.
"ada apa anda memanggil saya bos?" tanya Edo.
"selidiki nama-nama perusahaan itu, dan setelah kamu mengetahuinya langsung laporkan padaku, dan untuk mu Aldo, persiapkan untuk rapat nanti siang," kata Darwin.
"baik bos, kalau begitu kami permisi," pamit keduanya.
dan saat keduanya di luar ruangan Darwin, sebuah pesan mengangetkan mereka.
sebuah transfer uang cukup banyak ke rekening mereka, kemudian ada pesan dari Darwin.
'ini bonus untuk kalian yang sudah bekerja keras, dan jangan pernah melakukan kesalahan-kesalahan kecil lagi,' pesan Darwin pada kedua orang kepercayaannya itu.
'baik bos,' balas keduanya senang.
siang itu Darwin pun sudah pergi bersama asisten Aldo menuju ke sebuah restoran Jepang.
dan mereka ternyata memilih datang terlebih dahulu karena masih ada lima belas menit lagi sebelum klien mereka datang.
Darwin memilih menghubungi istrinya itu, ternyata bunga sedang makan siang.
"kamu nanti kalau pulang mau di belikan apa? dan kamu kapan mau pindah ke rumah kita?" tanya Darwin.
"sudah nanti saja kita bahas itu, lebih baik sekarang lanjutkan pekerjaan mu," jawab bunga sebelum menutup telponnya.
Darwin pun tak mengira akan sesulit ini membujuk Bunga agar mau pulang bersamanya.
tak lama rombongan dari klien Darwin datang, Darwin pun langsung berjabat tangan dengan para calon investornya itu.
pembahasan itu berjalan cukup mudah dan tanpa kendala berarti, apalagi Darwin begitu jelas dalam menerangkan setiap poin penting.
"terima kasih, dan kami begitu senang jika anda menyetujui proposal dari perusahaan kami," kata Darwin.
"sama-sama, dan saya yang juga beruntung bisa bekerja sama dengan perusahaan besar seperti anda," jawan Akihito.
akhirnya acara dilanjutkan dengan makan siang bersama, Darwin pun sangat menghindari makan makanan mentah.
jadi dia memesan ramen dan makanan lain, begitupula dengan asisten Aldo.
meski kedua pria itu blasteran, tapi mulut mereka sudah terbiasa dengan rasa Indonesia.
sedang di apartemen, bunga sedang bermain dengan putranya , saat terdengar suara bel pintu berbunyi.
tanpa rasa curiga Bunga membuka pintu sambil mengendong Putranya.
tapi Bunga kaget saat ada beberapa orang berpakaian hitam masuk kedalam rumahnya.
bunga mundur dan mencari sesuatu untuk melindungi dirinya dan putranya, "siapa kalian, dan mau apa?"
"cepat ringkus dia, dan kita akan membawanya pergi dari sini, cepat," perintah salah satu orang.
dua pria maju ingin meringkus Bunga, tapi bunga menemukan pisau di tempat sembunyi.
dia pun memeluk putranya dan mulai menyerang kedua pria itu, bunga berhasil menusuk lengan dan dada pria satu.
begitupun dengan pria kedua yang tumbang karena tikaman di perut dan luka sayat di wajah.
kini tinggal satu pria yang tersisa, "pilih jawab atau aku juga akan membunuh mu?" teriak Bunga.
pria itu ketakutan dan ingin lari, tapi dengan gerakan tepat, cepat dan akurat, bunga berhasil membunuh pria terakhir.
tiba-tiba baby Ale menangis, dengan tenang bunga menyusui putranya, Bu Nova yang mendengar kegaduhan.
saat keluar kamar betapa terkejutnya Bu Nova melihat tiga mayat di sana, "ada apa ini bunga?"
"hanya orang yang ingin mencelakakan dan menculik kami, tapi beruntung aku masih bisa melindungi diri ku dan baby Ale, tapi bagaimana kita menyingkirkan mayat-mayat ini?" bingung bunga.
Bu Nova menelpon anak buah Samuel untuk menyamar dan membersihkan segala kekacauan itu.
tak butuh waktu lama, lima orang pun datang dan langsung menuju ke unit milik Bunga.
sesampainya di unit itu, mereka pun langsung berbagi tugas agar semua cepat selesai
benar saja, tak butuh waktu lama karena mereka sudah terlatih dengan sangat baik.
sedang Joshua dan David bingung karena ketiga orang yang di utusnya tak ada yang memberikan kabar.
keduanya pun kehilangan kontak dengan mereka, niat awal mereka ingin membawa bunga dengan cara nyentrik tapi malah anak buah mereka tanpa kabar begini.
__ADS_1
dan David merasa heran karena ada truk sampah yang keluar dari halaman belakang apartemen.
dia juga tak berpikiran aneh-aneh, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk turun dan melihat apa yang terjadi.