
hari berganti tahun, baby Ale begitu mengemaskan, hari ini tepat bayi itu berumur dua tahun.
bayi itu sedang di gendong oleh sang papa, Darwin mengenalkan putranya pada semua rekan bisnisnya.
bahkan semua kolega memuji putranya itu, hingga sebuah mobil berwarna emas masuk.
mobil itu menarik perhatian karena berisi uang dolar yang di buat biker Bunga.
bahkan mobil mainan itu adalah keluaran dari sebuah pabrik mobil yang begitu mendunia.
mobil itu berhenti di depan baby Ale, Darwin pun bingung melihat itu.
"happy birthday baby Delano Alecdrico Gusman," suara dari mobil itu.
"addy.." kata baby Ale.
"siapa sayang?" tanya Darwin.
seorang pria datang dengan begitu berwibawa, bahkan semua orang pun tak mengira jika pria yang sukses di luar negeri itu bisa pulang hanya demi menghadiri pesta ulang tahun putra Darwin.
"addy..." kata baby Ale yang melihat sosok Samuel.
"halo tampan, ini hadiah untuk mu mobil yang Daddy janjikan," kata Samuel mengendong baby Ale.
"kamu berlebihan, dia masih bayi dua tahun," kata Darwin.
"tenang hadiah ku yang lain sudah kau dapat pemberitahuan kemarin bukan, pembelian saham perusahaan milikmu, yang selama ini di tangan musuh, sekarang sudah menjadi milik baby Ale," kata Samuel.
"kau berlebihan," protes bunga.
"tidak apa-apa, Karena ini demi putra baptis ku," jawab Samuel.
"ya kau pria kaya, dan mana kekasih mu?" ledek Darwin.
Samuel langsung menatap tajam kearah pria itu, "kau mau mati huh!" marah Samuel.
"slow bos," kata Darwin tertawa.
"sudah saling menggodanya, ayo kita lakukan acara utamanya," kata mana Laura yang merangkul Samuel.
"hallo cantik, mau berdansa dengan ku?" tanya Samuel.
"dasar berondong gila," kata mama Laura tertawa.
tapi tak di duga dia juga mendapatkan tawaran dari dua adik Samuel, yaitu Devan dan Davin.
acara begitu meriah, keluarga Bunga terlihat begitu bahagia, Samuel selalu berdoa jika senyum bunga itu tak akan hilang dari hidup wanita itu.
setelah acara selesai, Samuel harus segera kembali ke Amerika, sedang David juga berangkat ke Austria.
sedang Bunga dan darwin sibuk membuka kado untuk putranya, tapi sebuah kado yang cukup besar mencuri perhatian mereka.
"siapa yang memberikan ini? kenapa tak ada nama pengirimnya?" tanya Bunga.
"kita buka saja, karena aku penasaran dengan hadiah itu," jawab Darwin membantu bunga.
keduanya pun membuka kado itu dengan penasaran, tapi saat tau di dalamnya Bunga kaget.
pasalnya itu adalah boneka anak laki-laki yang ditempeli foto baby Ale yang penih darah.
bahkan kepala boneka itu pun terpisah dari tubuhnya "aku akan membunuhmu dan memisahkan kalian berdua," isi pesan dari hadiah itu.
"sialan, siapa yang berani melakukan ini, aku akan membereskannya," marah Darwin yang langsung melihat semua rekaman CCTV dari tamu yang datang.
tapi sayangnya tak ada petunjuk karena kado itu di kirim melalui tempat jasa pengirimannya.
dan hadiah itu datang sebelum pesta di mulai, Bunga pun marah, dia tak ingin putranya terjadi apa-apa.
"mas berjanjilah, kamu harus menghukum siapa pun yang mengirimkan ini," kata bunga.
"pasti sayang, aku akan menemukan siapapun yang berani menyakiti putra kita," jawab Darwin menenangkan bunga.
Bunga tak bisa tenang, dia pun mengatakan semuanya pada Samuel dan pria itu mengirimkan orangnya untuk menjaga baby Ale.
bukan bunga tak percaya pada Darwin, tapi pria itu tidak memiliki pengawal terlatih seperti Samuel yang berani mati.
seminggu kemudian, seorang pengasuh pria yang begitu dingin datang, bu Ajeng yang membukakan pintu sedikit memicingkan matanya.
"halo Bu, saya ingin bertemu nyonya bunga, saya pengawal baby Ale," kata pria itu
"baiklah silahkan masuk," kata Bu Ajeng yang tak pernah melihat orang dari tingkah.
bunga pun menghentikan sarapannya dan keluar melihat dan menyambut pengawal baru baby Ale.
saat pria itu berbalik, bunga tak mengira jika pria itu yang di kirim Samuel.
__ADS_1
"selamat pagi nyonya .." sapa pria itu.
"aku bersedia menghadang peluru," kata bunga.
"demi menyelamatkan keluarga Graham terutama tuan muda," saut pria itu.
"dasar Samuel, terima kasih mau datang guru, maaf aku harus merepotkan Anda," kata bunga tertawa.
"aku anggap ini juga menjaga cucu ku sendiri, mana baby-nya?" tanya Jhon.
"dia sedang bersama pengasuhnya, ayo aku perkenalkan," kata Bunga mengajak pria itu masuk.
"Nita, tolong kemarikan baby Ale sebentar, karena dia harus mengenal pengasih dan pengawalnya, selain Bu nova," kata Bunga.
"sayang kenapa kamu berlebihan?" tanya Darwin.
"dia putra ku, tak kan ku biarkan dia mengalami masalah, dan jika kamu tak suka tak usah perduli, pak Jhon aku percayakan putra ku pada mu dan Bu Nova saat ini," kata bunga.
"baik nak, kami akan menjaganya, tapi apa bu Nova akan setiap hari kesini?" tanya pak Jhon.
"aku menyewakan rumah di depan rumah ini, dan kalian bisa tinggal disana, dan Nita kamu sekarang bisa membantu para pelayan lain," kata bunga tanpa sadar meremas tangan Jhon dengan keras.
bahkan Jhon tau perubahan wajah wanita itu menjadi begitu tertekan, "kamu ini kenapa? kenapa tidak bicara dulu padaku, aku ini suamimu?" kata Darwin marah.
"karena kamu tak bertindak sedikitpun setelah teror itu, aku tak bisa tidur setiap malam karena keselamatan putra ku, jika kamu tak suka, lebih baik ceraikan aku!" bentak Bunga di depan semua orang.
"Bunga!" kata Darwin mengangkat tangannya.
"jangan pernah berani melakukan itu Darwin, atau kau menyesal!" kata Bu Nova.
Aldo yang datdng pun kaget melihat Semuanya, Darwin pun langsung pergi dari rumah meninggalkan bunga.
sedang Bunga pun menangis terduduk lemas di lantai, Bu Nova pun langsung memeluk gadis yang sudah di anggapnya sebagai putrinya itu.
"tenang sayang, kamu ada rapat penting, biar putra mu kaki yang menjaga," kata Bu Nova.
"terima kasih Bu, aku pamit dulu," kata bunga yang bangun dan pergi dadi rumah.
bahkan saat di luar rumah, bunga menghapus air matanya, dan masuk dengan wajah dingin.
"cih aku tak suka harus berpura-pura seperti ini," gumamnya.
"tapi ini demi menjebak orang gila itu nyonya," jawab Wilma yang menjemputnya.
"Aldo selidiki lagi semuanya, aku benar-benar benci melakukan drama menyebalkan ini," kata Darwin yang selalu tak bisa melihat air mata bunga.
Adelia yak mengira jika bunga begitu berani melawan Darwin, dia tak suka sikap Bunga yang kasar.
sedang Joshua memilih ke restoran yang baru dia buka sebagai bentuk untuk menciptakan lapangan kerja untuk para anak jalanan.
sedang di rumah mewah Gusman, seseorang tertawa senang melihat yang terjadi.
"tunggu sebentar lagi, kalian akan berpisah dan aku akan jadi nyonya di keluarga ini, dan penyamaran ku tak akan sia-sia."
wanita itu juga mengirimkan pesan pada orang tuanya, mereka pun sangat senang karena keluarga itu mulai retak.
ini sesuai dengan impian mereka, Joshua yang begitu sibuk dengan para anak muda itu di hampiri seseorang.
"halo tuan Gusman, apa aku bisa membantu?" tanya wanita itu.
"oh Parwati, silahkan duduk ada apa ini? kenapa tiba-tiba kenari? padahal suamimu rak sedang kesini?" tanya Joshua.
"tidak kok, hanya mampir karena kebetulan lewat sini, bagaimana kalau kita olahraga bersama?" tawar wanita itu.
"ah tidak bisa, aku harus mengawasi anak-anak ini, terlebih mereka baru melakukan pekerjaan seperti ini," kawab Joshua dengan sopan.
"wah padahal aku sedang tak ada teman nih ..." lirihnya.
"bagaimana kalau kamu telpon adelia saja, dia pasti bisa menemanimu?" usul Joshua.
"baiklah aku akan menghubunginya, oh ya bisakah bungkus kan roti isi daging untukku," kata Parwati.
"baiklah, biar aku yang buatkan spesial untuk mu," jawab Joshua.
"boleh aku ikut masuk dan membantu," kata Parwati dengan gayanya.
keduanya pun naik ke dalam mobil Van yang di gunakan untuk berjualan, karena tempat begitu sempit.
Parwati terus mendekatkan dirinya pada Joshua, dan pria itu mulai risih, tapi dia tak bisa berbuat apapun.
terlebih wanita ini teman sekaligus rekan bisnis adelia, bahkan saat dulu perusahaannya dalam masalah, suami Parwati membantunya.
kebetulan Bunga akan mengadakan rapat di tempat terbuka untuk membahas desain taman yang akan di bangun.
sebuah proyek besar sebuah taman bermain impian, dan perusahaannya mendapatkan tender ini juga karena bantuan Darwin.
__ADS_1
"boleh minta americano dingin tiga, dan papa mertua jangan sampai membangunkan singa tidur," kata bunga yang memesan.
Joshua yang melihat menantunya itu langsung menyeret bunga menjauh, Joshua merasa beruntung menantunya itu datang.
"terima kasih sudah datang, jika tidak entah apa yang akan di lakukan oleh wanita gatal itu," kata Joshua senang.
"bukankah itu Tante Parwati kenapa malah menggoda papa yang sedang kerja?" tanya Bunga.
"dia sering seperti ini, tapi aku tak bisa jujur pada mama mu, karena dia sedang sensitif terlebih hubungan mu dan Darwin begitu membuatnya marah," kata Joshua.
"kenapa, kami baik-baik saja pa, dan makin mesra," jawab bunga yang membuat Joshua bingung.
"Tante dari pada ganggu papa mertuaku, lebih baik benerin dulu tuh tubuh mu, lemak di perut perlu di hilangkan, di lengan itu juga, lihat mama mertua yang begitu seksi meski sudah melahirkan tiga putra," kata bunga.
"kamu juga tak sesempurna itu," ejek Parwati.
bunda langsung membuka blazer yang di gunakan, nampak tubuh indah bak gitar spanyol.
dengan dada yang menantang dan bagian bokong yang bulat sempurna.
"ini belum sempurna, Tante benar, padahal aku sedang hamil loh," kata Bunga berpose menggoda.
Parwati pun kesal dan merasa malu dan pergi karena rencanannya gagal untuk menggoda Joshua.
tak terduga Joshua yang langsung menutupi tubuh menantunya itu dengan jaket, "kamu ini sudah menikah, kenapa malah pose begini?"
"papa apa yang kalian lakukan," kata Darwin yang baru datang dengan beberapa investor.
"tidak ada kok," jawab Joshua kaget.
bunga memberikan jaket itu pada mertuanya, dan semua pria melotot di buatnya.
pasalnya tubuh bunga begitu bagus dan indah, kini giliran Darwin yang langsung memberikan jasnya pada istrinya itu.
"kita kesini untuk rapat, bukan melihatmu jadi model dewasa," suara Darwin begitu datar.
bunga hanya mencebikkan bibirnya, dia tak bisa membantah Darwin, terlebih pria itu sudah mengeluarkan suara bass seperti itu.
akhirnya rapat pun di mulai, dan semua senang dengan hasil desain yang di berikan oleh perusahaan Bunga.
dan mereka berpisah setelah menyetujui segalanya, sedang Darwin masih melihat istrinya itu.
"itu tadi Tante-tante ganjen mau goda papa, terus dia menghina ku katanya tubuhku jelek, jadi aku menunjukkan tubuh jelekku padanya," terang bunga.
Darwin masih memicingkan matanya melihat istrinya itu, "papa bisakah aku minta roti isi spesial, aku ingin jadi gemuk sajalah, buat apa cantik orang gak ada yang muji juga," kesal bunga.
"ini dia, roti spesial untuk menantuku, dengan ekstra acar kesukaan mu," kata Joshua.
bunga pun langsung makan tak peduli dengan Darwin, dia juga memberi kode pada kedua asistennya untuk makan juga.
terpaksalah Wilma dan Lulu juga makan roti itu, bunga begitu lahap dan melihat itu Darwin juga makan juga.
Aldo yang melihat Lulu seperti tak bisa menghabiskan pun memberikan bantuan.
"boleh berbagi dengan ku, aku tak bisa kalau makan sendiri," kata Aldo.
"terimakasih, kamu penyelamatku, aku tadi sudah sarapan," kata Lulu dengan senang hati.
setelah kenyang Darwin membayar dan pergi, tapi bunga dan Darwin masih terlihat seperti perang dingin.
"ini yang namanya hubungan baik dan romantis, apa sudah ganti seperti perang dingin begini, dasar anak muda membuat pusing saja," gerutu Joshua.
sedang Adelia mendapatkan foto Bunga yang sedang menggoda Joshua.
dia pun marah karena menantunya itu terlalu berani, terlebih ini jam kerja, dan dia nanti akan memberikan hukuman pada menantunya itu saat di rumah.
"kamu akan selesai , karena ulah mu yang sombong itu, terlebih kamu tak pantas untuk Darwin, karena pria setampan itu hanya milikku," gumam wanita itu merasa di atas angin.
Bunga pun bekerja dengan lancar, Darwin juga tapi dia terus mengawasi setiap gerak gerik di rumah, bahkan dia memasang CCTV di kamarnya.
dan betapa terkejutnya dia saat melihat salah satu pelayan masuk dan mencoba baju milik bunga dan menciumi baju kotor miliknya.
"brengsek, kenapa ada orang sakit jiwa yang bekerja di rumah kami," geram Darwin.
bahkan pelayan itu berlagak seperti dia istri Darwin, karena marah dia pun menelpon Bu Ajeng untuk mengambilkan sebuah berkas di kamar.
Bu Ajeng yabg mendapatkan perintah pun bergegas masuk kedalam kamar dan betapa terkejutnya dia melihat seorang wanita yang berani mengunakan baju milik bunga.
"apa-apaan ini, dasar kurang ajar, siapa yang memberi mu izin untuk memakai baju nyonya muda!" bentak Bu Ajeng yang mengejutkan wanita itu.
Bu Ajeng pun langsung menampar sakura itu dan menyeretnya keluar ke depan semua pelayan.
"semuanya berkumpul!" perintah Bu Ajeng.
para pelayan pun kaget melihat sosok itu berani mengenakan gaun malam milik bunga.
__ADS_1
bu Ajeng langsung mengambil tongkat hukuman, "ini yang akan kalian dapat saat berani menyentuh barang milik tuan kalian," kata Bu Ajeng menghajar wanita itu.