Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
kemarahan Joshua 2


__ADS_3

Sedang di Surabaya, William sudah di obati oleh Lena, dan sayangnya istri muda dari William tak bisa di selamatkan karena luka parah di kepala.


Joshua bergegas menuju ke rumah sakit milik Lena, "bagaimana keadaannya?" tanya Joshua.


"Dia selamat, tapi aku harus mengamputasi kedua tangannya karena hancur dan itu sangat membahayakan nyawanya," kata Lena.


"Tak masalah, setidaknya dia selamat, dan aku sudah meminta mama dan Adelia mengurus pemakaman untuk keluarganya, dan juga Viona," kata Joshua.


"Maksud mu Jo, Viona kenapa?" tanya Lena


"Dia tertabrak bus saat ingin melarikan diri dari om Felix, dan dia tewas seketika, dan mereka sedang mengurus kepulangan jenazahnya dari Jepang, dan Opa, Oma juga sedang menuju ke Indonesia," jawab Joshua.


"Ya Tuhan, aku tak menyangka jika dia akan berakhir setragis ini, pasalnya di rumah William, di temukan istri pertamanya yang tewas di tembak bersama seorang pria muda," kata Novan menambahkan.


"Ya kehidupan om William ternyata begitu kacau, baiklah aku hanya tinggal menunggu Opa dan Oma," kata Joshua.


Para polisi internasional pun juga sudah datang untuk menjaga William, dan akan membawanya pergi saat pria itu sudah dinyatakan sehat oleh dokter.


Joshua pun menghampiri Darwin yang berada di rumah keluarga Gusman.


Mereka menyiapkan untuk melakukan penghormatan pada para jenazah, Hans mengirimkan pesan pada Novan.


Dan Novan pun bergegas ingin menyampaikan berita penting itu pada Darwin dan Joshua jika kini mereka dalam bahaya.


Tapi tak terduga di perjalanan mobil Novan di tabrak oleh sebuah truk dari belakang hingga mobil itu ringsek.


Dan bersamaan juga mengakibatkan kecelakaan beruntun, tubuh Novan terjepit di dalam mobil.


Seorang pria tersenyum melihat itu, "ini baru permulaan Joshua, kamu harus menebus semua yang terjadi padaku, dan aku harus mengambil semua yang harusnya menjadi milikku, termasuk Adelia," gumam pria itu pergi dari lokasi kecelakaan.


Rumah sakit milik Lena mendapatkan kiriman para korban kecelakaan, dan Lena membantu ruang UGD.


Beberapa korban meninggal saat dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, tapi tubuh Lena langsung limbung saat melihat suaminya mengalami luka yang begitu parah.


"Tolong bantu dokter Lena, biar aku menjalankan operasi besar untuk tuan Novan," kata dokter Arkam yang kebetulan sedang melihat kondisi dari William.


"Tunggu dokter aku ingin membantu," suara Lena dengan bergetar menahan tangisnya.


"Apa kamu yakin, jika kamu tak kuat lebih baik tunggu di sini untuk membantu yang lain," kata dokter Arkam.


"Aku kuat dokter, aku ingin memastikan suamiku selamat," kata Lena menguatkan dirinya.


Ruang operasi sudah siap, keduanya kini akan menyelamatkan nyawa Novan.

__ADS_1


Lena menguatkan diri, dokter Arkam melihat Lena dengan tatapan takjub, karena jarang ada orang yang bisa begitu tenang seperti wanita di depannya.


Sedang Darwin terkejut mendengar laporan dari Devina tentang kecelakaan yang terjadi pada Novan.


"Papa, om Novan mengalami kecelakaan beruntun, sekarang sedang di operasi, kita harus kesana," ajak Darwin.


"Baiklah, mama, Adelia kalian di sini baik-baik ya, maaf aku harus kerumah sakit," pamit Joshua.


"Baiklah nak, kalian berdua hati-hati," kata mama Laura.


Darwin meminta para penjaga dengan ketat, karena ini bukan kecelakaan biasa.


Jenazah dari kedua istri William sudah datang dan langsung di tempatkan di ruang tamu.


Para pelayat berdatangan, seorang pria datang sambil membawa bunga mawar dan meletakkan di atas kedua peti mati itu.


Dia pun berjalan menghampiri Adelia yang begitu sibuk, pria itu tersenyum saat Adelia melihatnya datang.


"Kamu datang, dan sejak kapan pulang, kamu begitu jahat karena melupakan aku," kata Adelia memeluk pria itu.


"Tentu tidak, bagaimana aku bisa melupakan gadis cantik seperti mu," jawab Juan membalas pelukan Adelia.


"Juan Imanuel Marquez, mama kira kamu melupakan wanita ini juga," sapa nama Laura.


"Tentu tidak mama, bagaimana kabar kalian, dan bagaimana mama mengingkari permintaan ku," kata Juan tersenyum.


"Bagaimana dengan mu mama, setidaknya aku akan bahagia setiap hari makan masakan mu," kata Juan tertawa.


"Hentikan, ini tempat duka," kata mama Laura mencubit perut Juan.


Tak lama rombongan keluarga Gusman datang, Felix dan Federico


datang bersamaan dengan peti mati milik Viona.


Tiba-tiba Juan mengubah ekspresi wajahnya saat melihat keluarga itu.


Dia tak mengira jika Adelia harus masuk ke Keluarga mengerikan itu, pasalnya Federico adalah pria yang begitu menjijikkan.


Sedang Felix tak sengaja melihat pria yang mencurigakan, apalagi dia mencoba menginggat sesuatu.


Semua keluarga sudah berkumpul, Opa Frenky meminta ketiga jenazah itu di kremasi.


Hans langsung bergegas ke rumah sakit saat mendengar kejadian yang menimpa Novan.

__ADS_1


Dia tak mengira jika keluarga Gusman memiliki begitu banyak musuh tak terduga.


Baru selesai satu masalah, kini datang musuh baru, dan musuh kali ini tak bisa di remehkan.


Saat sampai rumah sakit, Darwin sedang duduk menunggu di depan ruang operasi.


"Tuan muda di sini? mana bos besar?" tanya Hans melihat Darwin.


"Papa sedang melakukan transfusi darah untuk menyelamatkan om Novan..." kata bocah kecil itu terlihat begitu sedih.


"Tenanglah tuan muda, semua ini pasti akan segera berakhir, dan Novan akan selamat," kata Hans menghibur bocah itu.


"Seandainya aku tak melibatkan om Novan, dia tak akan seperti ini, maafkan aku, karena kecerobohan ku, semua terjadi," kata Darwin menangis.


"Tenang tuan muda, operasi berhasil dan kondisi asisten Novan sudah melewati masa kritisnya," kata dokter Arkam keluar dari ruang operasi.


"Tapi kenapa bos tak keluar?" tanya Hans tak melihat Joshua.


"Dia sedang istirahat karena dia memaksa untuk mengambil tiga kantong darah demi Novan," kata dokter Arkam.


Hans tak mengira jika demi menyelamatkan nyawa Novan, Joshua membahayakan dirinya sendiri.


Juan sudah akan pergi dari rumah itu, tapi Adelia menahannya, "kamu tak ingin menunggu dulu."


"Maaf cantik, tapi aku masih ada beberapa pekerjaan, kamu tau sendiri desainer terkenal ini begitu sibuk," kata Juan menyombongkan diri.


"Baiklah, kapan-kapan mampir ya, aku ingin banyak berbicara dengan mu master," kata Adelia.


"Tentu, aku pamit dulu," kata Juan pergi dari sana.


Adelia melihat mobil itu pergi, saat akan masuk rumah, Felix melihat Adelia dengan tajam.


"Siapa?" tanya Felix penasaran.


"Dia adalah seorang guru yang mengajarkan bagaimana menjadi desainer hebat dulu, dan berkat ilmunya aku bisa menjadi pemilik butik ternama," jawab Adelia.


"Owh... tapi om harap kamu tak membuat Joshua marah dengan kedekatan kalian," kata Felix dingin.


"Tenang om, bagaimana pun hanya Joshua yang aku cintai, dan tak akan pernah ada seorang pun yang menggantikannya," jawab Adelia tersenyum.


"Baiklah ayo masuk, papa mencarimu dari tadi," ajak Felix.


Felix menyadari jika tatapan pria itu pada istri keponakannya itu berbeda, dan Felix khawatir jika Adelia dan Joshua akan mengalami masalah nantinya.

__ADS_1



hayo loh.... Juan muncul, Joshua harus waspada nih.... ayo dukung terus yuk...


__ADS_2