Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
Akhir Cerita Kita.


__ADS_3

Adelia pun tersenyum saat Joshua datang sambil membawa susu untuk dirinya dan dua putranya.


"Sayang ada apa? kenapa tadi aku melihat ada mobil polisi dan ambulans?".


"Tadi Jenifer di temukan tewas di kamar mandi, jadi aku memanggil polisi dan sekarang papa sedang mengurusnya, dan kamu tak perlu khawatir," jawab Joshua sambil mengacak rambut Adelia.


"Owh baiklah, aku percaya padamu."


Keduanya pun menikmati hari hari menjaga si kembar, sedang Darwin yang baru pulang pun tak ambil pusing dengan kejadian tadi.


Dia sedang berusaha mencari Reymond yang tiba-tiba menghilang dari pantauannya dan itu membuatnya marah.


Dia tak bisa berdiam diri, karena Darwin takut jika Reymond menyentuh Adelia dan Joshua.


"Apa semua sudah selesai Oma, ah aku lapar sekali, Devina kurang asam memang, dia bahkan tak membuatkan sarapan untuk diriku," gerutu Darwin yang langsung ke dapur dan mencari bahan di kulkas.


"Kamu dari mana sih sayang, dari pagi tidak kelihatan, mau makan apa?" tanya mama Vena.


"Aku ingin makan sandwich sederhana saja, karena terlalu lapar, dan aku bisa membuatnya," kata Darwin yang membuat telur ceplok.


Mama Vena pun membuatkan jus untuk semua orang, sedang Darwin membuat sandwich dan langsung memakannya.


Mama Vena hanya geleng-geleng melihat cucu pertamanya itu, tak lama Adelia di ajak turun oleh Joshua.


Mereka pun berkumpul, sedang papa Federico dan mama Laura masih di kantor polisi karena di mintai keterangan.


Adelia duduk dan Hafsah langsung mengambil bayi Dylan dari gendongan Adelia.


Sedang David masih di gendongan Joshua, mereka pun berbincang bersama seperti tak terjadi apa-apa.


Leo sedang melihat Reymond yang datang ke kasino dengan wajah marah.


Leo tentu tau apa yang terjadi, "apa tuan butuh sesuatu?".


"Bisakah aku meminta wiski, sialan mereka ternyata membunuh putri andalan ku, dan sekarang aku harus membuat mereka membayar," kata Reymond.


"Memang keluarga mana yang Anda incar, sampai anda begitu banyak kehilangan orang-orang mu," kata Leo menyeringai.

__ADS_1


"Gusman, tapi mereka sekarang memiliki keamanan yang begitu baik, terlebih perkembangan pesat di perusahaan mereka membuat iri," jawab Reymond.


"Anda belum tau, jika Keluarga itu memiliki Joshua dan juga putranya Darwin yang sekarang menjadi kepala tim IT," kata Leo.


"Bagaimana kamu tau," tanya Reymond.


"Tuan ini kasino terkenal, dan aku bisa bertemu semua orang, mudah untuk mengetahui hal seperti itu," jawab Leo.


"Berarti aku bisa membalas lewat cucu dari Federico, dia harus tau bagaimana rasa kehilangan," kata Reymond.


Leo memberikan jempol, padahal Reymond tak tau apa yang kan di hadapi oleh pria itu.


Pasalnya Darwin, dan Joshua bukan pria yang mudah di hadapi, apalagi mereka memiliki Hafsah dan tuan Georgio.


"Terima kasih, aku akan mulai melakukan rencana ku, senang bertemu dengan mu," kata Reymond sebelum pergi.


Leo mengangguk melihat Reymond pergi, "aku yang berterima kasih karena kamu mau menyetorkan nyawamu pada mereka."


Sedang Leo mengirim pesan pada seseorang, dia pun tak sabar ingin melihat apa yang akan terjadi pada Reymond selanjutnya.


Darwin langsung memeluk Adelia dan bermanja, "ada apa sayang, kenapa tiba-tiba manja seperti ini?".


"Jangan bercanda Darwin, kedua adikmu memang masih membutuhkan mama," kata Joshua.


"Maafkan mama sayang, seharusnya mama juga memperhatikan mu, tapi mama janji akan melindungi mu bagaimana pun keadaan mama ya, karena kamu hidup mama," kata Adelia menyatukan keningnya bersama Darwin.


"I Love You Mama," kata Darwin yang langsung memeluk Adelia erat.


Reymond mengajak semua anak buah yang sudah di kumpulkan, mereka pun menuju ke kediaman Gusman.


Adelia sudah naik karena kedua putranya sudah tidur, dan di tidurkan di kamar miliknya.


Kelompok Reymond datang dan menghajar para pengawal kediaman itu yang memang sedang lengah.


semua pengawal sudah tak berdaya menghadapi kekejaman Reymond dan anak buahnya.


Reymond begitu mengerikan, dia langsung mengajak anak buahnya menerobos masuk.

__ADS_1


Reymond langsung menembak kaki dan tangan Joshua, begitupun dengan Hafsah.


setelah itu dia menarik Darwin yang juga terluka tembak di kakinya, Adelia hanya mengawasi dari atas.


Adelia pun mengambil senapan milik Joshua yang biasanya di bawa untuk berburu.


"Kalian telah membunuh putriku, sekarang aku akan membunuh putramu di depan matamu," kata Reymond mengarahkan pistol ke kepala Darwin.


"Mama...." panggil Darwin yang tiba-tiba tak berdaya karena rasa sakitnya.


dor- dor. tiba-tiba Reymond terjatuh dengan luka tembak di kepalanya.


Pria itu langsung tewas seketika, Darwin pun kaget hingga terduduk lemas.


Tak lama semua anak buah Reymond juga tertembak satu persatu hingga tewas.


Darwin, Hafsah dan Joshua melihat keatas, ternyata Adelia berdiri sambil membawa senapan milik Joshua.


"Jangan berani mengusik Keluarga ku," kata wanita itu.


Ketiga orang itu terkejut melihat Adelia yang begitu berani, pasalnya mereka tak pernah tau jika Adelia memiliki keterampilan menembak jitu.


"Itu baru cucu seorang Georgio Hiro Amadea," kata tuan Georgio yang datang membawa pengawal lainnya.


"opa tolong minta pengawal membereskan mereka, dan aku akan membawa ketiga orang itu ke rumah sakit," kata Adelia turun.


"baiklah, Arsya dan Vena tolong jaga Dylan dan David," perintah tuan Georgio.


"tentu sayang," jawab nyonya Arsya.


Adelia pun membantu ketiga pria itu menuju mobil dan langsung menuju ke rumah sakit milik Lena.


Lena tak terkejut melihat itu, pasalnya Novan dan Hans memang sengaja di tugaskan di perusahaan saat ini karena Adelia ingin menyelesaikan semuanya.



maaf sebelumnya, Monggo mampir di novel ku yang baru ya....

__ADS_1



dan terima kasih atas dukungannya selama ini,πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2