
Darwin pun melihat kepergian dari Bunga, dia tak bisa bicara karena dia merasa jika wanita di depannya itu sangat kecewa.
sedang David tau jika Bunga belum tau yang sebenarnya, akhirnya mereka pun menuju ke rumah.
Joshua masih terlihat belum istirahat, Darwin dan Dylan pun langsung masuk ke kamar masing-masing.
sedang David duduk di samping Joshua, "ada apa pa? kenapa sedih seperti ini?"
"papa hanya tak mengira jika Keluarga kita berantakan seperti ini, terlebih mana juga masih sedih tentang papa Hafsah," gumam Joshua.
"aku juga tak menyangka, semua bisa seperti ini pa, tapi yang aku tau sepertinya oma Vina menghasut opa Hafsah, setelah apa yang di lakukan oleh om Hans," jawab David.
"kenapa kamu bisa bilang begitu?" tanya Joshua.
"karena aku mengawasi mereka, dan Oma Vina beberapa kali memaksaku untuk membalas dendam pada om Hans, terutama menyingkirkan kak Bunga," lirih David.
David sudah mulai sembuh dari kejadian bersama Hafsah, dan pria itu juga sudah kembali ke Indonesia.
David yang kini bertanggung jawab atas segalanya pun di buat kaget saat menerima laporan jika beberapa pengawalnya menghilang.
"bagaimana itu mungkin, aku akan segera je rumah opa," kata David pada orang kepercayaannya Justin.
pria itu pun pergi meninggalkan kantor, dan bergegas menuju ke ru ah mewah itu.
sesampainya disana ternyata benar jika Hafsah yang menarik para pengawal khusus yang dia persiapkan.
"ada apa ini opa? kenapa mereka disini, mereka sudah punya tugas sendiri, apa kalian merencanakan sesuatu di belakang ku, ingat opa, jika sekarang aku kepala keluarga Amadea!" bentak David.
"jangan keterlaluan David, jaga sopan santun mu, bagaimana pun dia masih lebih tua darimu, ini terjadi karena kamu menolak membantu kami, kamu lebih memilih melindungi wanita itu, dan bahkan diam saat Sasha di bunuh oleh Hans, dia juga kekyarga Amadea jika kamu lupa," kata mama Vina yang tak bisa menahan diri lagi.
"aku tau jika dia adalah orang yang lebih tua, tapi apa salah kak Bunga,dari awal yang bermasalah itu Sasha, dan Oma selalu membutakan mata jika gadis gila itu membuat masalah, om Hans hanya membalaskan dendam padanya, terlebih putra pertamanya mati tanpa dosa dan salah apapun padanya!" jawab Davin.
"tapi tak perlu sampai seperti itu," jawab mama Vina yang menampar pipi cucu kandungnya itu.
"sekarang aku mengerti kenapa mama lebih memilih Oma Laura daripada Oma Vina, karena Oma Laura selalu ada di saat mama butuh orang untuk bersandar, sedang Oma hanya beban dan orang egois!" teriak David.
"dasar cucu kurang ajar!" teriak mama vina.
Hafsah menahan wanita itu, terbyta Hafsah juga di butakan oleh cintanya pada mama Vina.
"sudah tak perlu di pedulikan, sebaiknya kita berangkat ke Surabaya, dan mengawasi wanita itu, terlebih ini juga sudah hampir mendekati persalinan bayi milik Darwin," jawab Hafsah.
"baik mas aku mengerti, dan kita akan berangkat secepatnya kesana, untuk menyingkirkan dan juga menghancurkan semua orang yang sudah berlaku tidak adil pada keluarga kita,"
"tentu mama," jawab Hafsah.
David langsung menghubungi Darwin yang sedang berada di Australia, pria itu harus tau apa yang akan terjadi pada keluarganya.
Darwin yang tau akan rencana buruk sang Oma pun buru-buru pulang, terlebih Adelia juga mengatakan jika istrinya juga sudah tak bisa bertahan lebih lama lagi.
"Aldo kita pulang sekarang, karena istriku sudah akan melahirkan," kata Darwin pada asistennya itu.
"baik tuan," jawab Aldo.
Edo sudah menyiapkan semua orang untuk melakukan pengawalan ketat di rumah sakit.
Samuel yang tau ada pergerakan juga segera memutuskan untuk pulang, terlebih Bunga yang dalam bahaya.
Darwin sampai di saat yang tepat, setelah bunga melahirkan, Darwin langsung menghadapi semua masalah.
Darwin dan Aldo, serta Edo menuju ke markas yang sudah di ketahui, tapi mereka salah rencana, Hafsah malah datang ke rumah Gusman terlebih dahulu.
setelah itu mereka menyekap Joshua dan Adelia, sedang David yang tak menemukan Hafsah pun merasa khawatir.
"kak, cepat pergi," usir David.
tapi sayangnya mereka terlambat, Vina menyergap kedua cucunya itu, terlebih wanita itu datang bersama para pengawal.
"bereskan," perintah Vina.
David dan Darwin bertarung dengan tangan kosong, Aldo sudah kalah karena dia bukan orang yang bisa bertarung.
sedang untuk Darwin tersungkur setelah kepalanya di hantam balok kayu.
__ADS_1
"kakak!!" teriak David yang melihat saudaranya itu.
tapi pria itu lenggah dan akhirnya dia juga tekena pukulan yang sama dan membuatnya pingsan.
"ikat mereka semua, dan kita tunggu kedatangan dari suamiku, dan aku akan membereskan semuanya," kata Vina.
tanpa disadari oleh Bunga, Hafsah sudah tau dimana dia di rawat, awalnya dia ingin membunuh bayi yang baru lahir itu,
tapi tangan Hafsah seakan tak bisa bergerak mencekik bayi itu, sedang Adelia dan Joshua juga sudah tak bisa bergerak.
bahkan beberapa pelayan dan pak Kim sudah meregang nyawa di tangan Hafsah.
pria itu benar-benar begitu bengis, setelah dari rumah sakit pria itu memutuskan untuk pulang.
sesampainya di rumah, Darwin sudah berhasil lolos dan berhasil mengalahkan semua orang.
David pun mencoba melakukan hal yang sama, tapi tangannya teluka cukup parah .
dia pun mengangguk dan menyerang Hafsah, tapi karena luka David pun terkapar kesakitan.
"sudah ku katakan kalian bukan akan ku,"
Hafsah lupa jika Darwin sudah lepas dari ikatan, dan saat dia ingin melukai Hafsah.
terlebih dulu mama Vina memukul kepala Darwin dengan tongkat base ball.
tak hanya itu,saat Darwin sudah tak sadarkan diri, mama Vina menembak kaki Darwin.
akhirnya Darwin pun tak bisa berkutik terlebih luka di kepalanya cukup parah kali ini
Aldo yang melihat pun berusaha menyerang tapi dia juga bukan tandingan Hafsah.
dan sebelum dia pingsan dia mendengar suara dari samuel yang datang mengerebek tempat itu.
Joshua hanya diam, dia tak mengira semua ini terjadi karena kasih sayang buta yang Vina berikan pada Sasha.
"tapi bagaimana kondisi mama pa? apa dia sudah bisa ikhlas dengan semuanya?"
"harus David, tapi mama adalah wanita tangguh, tapi dia belum mau untuk menemui Oma ku di rumah sakit jiwa," jawab Joshua.
Joshua pun tak mengira jika putranya itu sudah sangat dewasa, Adelia pun menghampiri Joshua dan memeluknya dari belakang.
"papa kenapa brlum masuk? ingat kondisimu belum pulih sepenuhnya?" kata Adelia begitu mesra.
"kalau begitu David pamit ya, karena tak mau menganggu, have fun ma..."
Adelia pun tertawa mendengar ucapan putra Keduanya itu, sedang David pun melepas pakaiannya.
dua pun tersenyum saat melihat ponselnya, ternyata beberapa pesan masuk dari Sabrina.
gadis yang mengisi hati David, dan pria itu akan rela melakukan apapun untuk bisa bersama Sabrina.
sedang Darwin di dalam kamarnya melihat dan membaca semua catatan yang di buat oleh Bunga, Darwin tak mengira jika wanita yang begitu lembut awalnya.
kini berubah menjadi begitu tegar bahkan berani menantangnya, itu semua tejadi karena ulahnya.
Bunga sedang tidur sambil memeluk putranya, dia pun mencium kening baby Ale.
"mama akan berjuang untuk keluarga kura nak, tapi sebelum itu mama harus tau yang sebenarnya terjadi pada om Hans kenapa sampai bisa menghianati keluarga yang sudah baik padanya, tidak mungkin pria itu melakukan apapun tanpa alasan," gumam bunga send menutup mata.
keesokan harinya, bunga dan Wilma sudah sampai di perusahaan milik Darwin.
dua pun di persilahkan masuk, semua orang tau jika wanita cantik itu adalah istri dari Presdir mereka.
tapi sayangnya dia tak ingin bertemu dengan Darwin, tapi dengan seseorang yang mengetahui dan menjalankan semua kepercayaan.
Wilma menghampiri asisten dari Darwin, dia pun bertemu Aldo dan mengajaknya menuju ke ruang rapat.
sedang Bunga masuk ke ruang tim IT, Edi kaget bukan main dia tak mengira jika camera di perusahaan telah di hack.
"kau ikut aku, atau aku membunuhmu saat ini," kata Bunga dingin.
pria itu pun terpaksalah mengikuti istri dari bosnya itu, dan keduanya di satukan salam ruang rapat.
__ADS_1
tapi Wilma yang akan menutup pintu kaget melihat Darwin yang berdiri dengan wajah datar.
"kalian ingin berilah, ini perusahaan ku!" bentaknya.
"kenapa harus marah, aku hanya ingin bertanya pada mereka, jika kamu ingin tau segalanya, kamu bisa bergabung dengan kami bukan," kata Bunga santai dan menarik Darwin untuk duduk
Wilma menutup ruang rapat agar tak ada orang yang menganggu mereka, "jadi Edo dan Aldo, katakan dengan sejujurnya, apa kalian tau tentang penghianatan dari om Hans dan putranya Virgoun, aku tau benar jika kalian tak mungkin tak tau bukan," kata Bunga yang duduk di depan keduanya.
"kamu tak tau nyonya," jawab Aldo sambil melihat kearah lain.
bunga langsung berdiri dan mencengkram dagu Aldo, "tatap mataku jika bicara, bukankah itu yang di ajarkan bos mu, katakan sejujurnya atau kau akan tau apa yang bisa aku lakukan untuk membuatmu berkata jujur," kata bunga tak bisa mengendalikan dirinya lagi.
Aldo melihat Darwin, dia tak ingin mati di tangan Darwin, bagaimana pun dia sudah mengikuti pria itu dari lama.
bunga sudah tak bisa menahan diri lagi, dia pun mendorong kursi Aldo hingga menempel ke dinding.
tanpa bicara Bunga langsung mengeluarkan pistol dan mulai menembaki Aldo
"kau gila!" teriak Darwin mengehentikan aksi Bunga.
"ini hanya airsoft gun, dan asisten mu tak mati, aku hanya ingin memberinya pelajaran, karena dia terlalu bertele-tele," Jawab bunga.
"Aldo, Edo jawab saja kenapa kalian diam!" bentak Darwin marah.
"mas bos, kami tau jika Virgoun dan ayah Hans sengaja melakukan itu, karena kondisi dari Qia yang sedang sakit kanker dan ingin menjadi istri bos di saat terakhirnya," jawan Edo jujur.
"hahahaha... kalian ternyata bodoh ya, ku kira orang-orang di samping suamiku itu sangat pintar, tapi nyatanya pria bodoh, bukankah Aldo tau yang sesungguhnya," kata Bunga menertawakan Edo
"maaf nyonya, seharusnya aku menghentikan ide Virgoun, karena itu hanya tipuan dari Qia agar bisa memiliki bos Darwin, dan denhan cara membuang anda dan tuan muda," h
jawab Aldo.
"dan karena ulah mu, suamiku yang tampan ini bahkan tergoda oleh gadis muda itu, dan beruntung Samuel dan Bu Nova mengubahku sekarang, jika tidak mungkin aku sekarang sudah menyaksikan suami tercintaku ini susah mengikat janji pernikahan dengan gadis gila itu, dan mengingkari janji pernikahan kami," kata Bunga marah.
"nyonya tolong tenangkan dirimu, Aldo sudah mengatakan semuanya," tahan Wilma.
bunga pun menurunkan pistolnya, Darwin tak mengira Bunga bisa sekadar ini.
"aku tak menyangka kamu begitu kasar dan berubah, aku bahkan tak mengenalmu lagi bunga," kata darwin.
"tak perlu kau mengenalku, Bunga yang lemah dan cengeng itu sudah mati saat om Hans dan Virgoun membuang ku tanpa alasan," kata Bunga.
Darwin menatap wanita di depannya itu dengdn tatapan marah dan kecewa.
"kamu menyesal telah memaksaku menjadi istrimu, kau yang memaksaku menjadi wanita seperti ini, kamu selalu di kelilingi oleh wanita gila, pertama Sasha, kemudian Viktoria dan yang terakhir Qia, dan siapa tau akan ada Wanita-wanita lain yang muncul, aku hanya ingin melindungi suami bodoh ku, karena kamu selalu saja tergoda dengan mereka," dorong Bunga dengan kecewa.
Wilma sudah membantu Aldo dan memberikan sesuatu pada pria itu sebelum pergi.
dan Aldo tak mengira akan mendengar kalimat yang sangat mengejutkan, "maaf ... nyonya hanya butuh penjelasan dari kalian berdua,"
Wilma pun langsung mengikuti Bunga turun, sedang Darwin pun mulai ingat segalanya.
pria itu pun terduduk lemas, pasalnya dia tak mengira jika dia yang memaksa bunga untuk jadi wanita kejam.
"bos ..." kata Aldo membantu Darwin bangun.
"aku suami buruk, kenapa aku terus terpengaruh dengan para wanita, kenapa aku selalu mengecewakan istriku bunga," katanya.
"bos ... sebenarnya nyonya tetap mencintai anda, tapi nyonya hanya sedikit perlu bukti dari anda," kata Aldo.
"jangan membuatku merasa lebih baik dengan mengatakan itu, nyatanya aku sudah sangat menyakiti istriku," gumam Darwin.
"ini semua salahku bos, jika saja aku tak membantu Virgoun mewujudkan kegilaan dari Qia, nyonya tak mungkin akan membenci anda, aku mengira jika Qia benar-benar sakit, tapi nyatanya," lirih Edo yang juga merasa sangat bersalah.
"tidak ini bukan salah kalian, sekarang aku harus berjuang untuk bisa bersama istri dan juga putra ku lagi," gumam Darwin menguatkan dirinya.
sedang mama Laura dan Adelia berjalan di sebuah lorong gap rumah sakit jiwa.
Adelia ingin menemui sang mama, terlebih setelah bujukan dari mama Laura.
tapi Adelia tak sanggup saat melihat wanita yang melahirkannya sedang terikat dan di taruh di ruangan khusus karena terus menyerang petugas dan pasien lain.
"apa yang di lakukan oleh Sasha pada mama, Ken dia begitu kejam ingin menghabisi cucunya sendiri, apa salahku Padanya, hingga dia bahkan tak menginggat ku sebagai putrinya," tangis Adelia.
__ADS_1
"tenang Delia, dokter mengatakan jika mama mu mungkin sudah mendapatkan pencucian otak oleh gadis itu, hingga dia melupakan semuanya dan hanya menginggat Sasha sebagai orang yang perlu dia lindungi dan kasihi," jawab mama Laura.