
Joshua, Darwin dan papa Federico baru sampai di depan ruangan Adelia, tapi Joshua langsung berlari menerobos semua orang di depan ruangan itu.
Joshua tak bisa kehilangan Adelia lagi, dia panik melihat semua orang di luar dan menangis.
Saat dia sudah di dalam ruangan, terdengar suara tangisan Adelia cukup keras.
Joshua pun segera menyingkirkan semua orang dan memeluk Adelia, "kamu sadar sayang," kata Joshua menangis.
"Anakku... mereka kemana ... aku tak ingin kehilangan mereka ... " tangis Adelia.
"Mereka berdua sudah sehat dan sedang di rawat intensif, David dan Dylan, mereka menunggumu sayang," Kata Joshua melihat wajah istrinya..
Akhirnya Adelia pun berhenti berontak, dan sedikit tenang di pelukan suaminya.
Dokter Arkam dan tim pun kembali memeriksa kondisi Adelia, takutnya ada jahitan yang lepas karena tadi Adelia sempat berontak.
Sedang Joshua terus mengenggam tangan istrinya itu, dan sesekali menghapus air matanya yang jatuh.
"Syukurlah, kondisi Adelia sudah membaik, tapi Joshua ingat jaga mood Adelia, bagaimana pun dia baru saja mengalami hal yang mengerikan," kata dokter Arkam
"Iya om, akan aku ingat, terima kasih," jawab Joshua.
Tim dokter pun keluar, Joshua langsung mencium tangan kemudian kening Adelia.
"Kamu membuatku ketakutan sayang, sesaat aku takut kamu pergi meninggalkan kami, dan aku tak mungkin bisa bertahan dan menjalani hidup ku jika sesuatu terjadi padamu," kata Joshua.
"Maafkan aku .... sesaat aku juga merasa dunia ku hancur, saat melihat truk itu menabrak mobil kami," jawab Adelia lemah.
Joshua pun mengangguk, Darwin pun masuk dan memeluk Adelia, dan Adelia mengusap kepala putranya dengan lembut.
"Mama membuat Darwin sedih, Darwin tidak bisa hidup tanpa mama, Darwin tidak bisa melihat mama tidur seperti kemarin," kata bocah itu menangis di depan Adelia.
"Pangeran mama tidak cengeng, nanti bagaimana bisa menjaga mama dan adik-adiknya, mama kan sekarang sudah bangun," jawab Adelia.
"mama gak boleh seperti kemarin, atau Darwin akan marah pada mama ...."
Darwin berbalik memeluk Joshua sambil terisak, Joshua tau jika putranya itu sangat rapuh saat ini.
Meski Darwin bisa melakukan semua hal, tapi baginya dan Adelia, Darwin tetap putra kecil mereka.
Yang kadang bisa menangis saat melihat kedua orang tuanya sakit, atau terluka.
__ADS_1
Semua pun masuk ke ruang rawat Adelia, mereka pun begitu bahagia melihat Adelia sudah sadar.
Sedang di rumah keluarga Gusman, wanita yang di tolong oleh papa Federico berkeliling rumah.
Dia berhenti di foto pernikahan Joshua dan Adelia yang terpasang di ruang keluarga rumah itu.
"Seharusnya aku yang ada di sana, bukan kamu, karena aku mengorbankan semuanya untuk menyelamatkan nyawa pria di sampingmu itu," gumam nya.
Tanpa dia sadari pak Kim mendengar semuanya, pak Kim melaporkan semua pada papa Federico dan Darwin.
"Apa anda butuh sesuatu nona?" tanya pak Kim.
"Tidak pak, aku hanya ingin berjalan-jalan saja, kemudian aku tak sengaja melihat foto itu, mereka terlihat sangat bahagia ya."
"Iya, nyonya muda adalah hidup tuan Joshua, bahkan tuan tak segan membunuh siapapun yang berani melukai nyonya muda sedikit saja," jawab pak Kim.
"Benarkah? wah beruntung sekali, tapi tak mungkin dia membunuh saudaranya demi wanita itu kan."
"Nyonya muda Adelia, tidak peduli saudara, bahkan jika tuan besar Federico berani membuat nyonya muda menangis, tuan Joshua dan putranya tuan Darwin, tak sengan menuntut balas atau bahkan membunuhnya," jawab pak Kim.
Wanita itu sedikit terkejut mendengar penjelasan pak Kim,dia tau jika Joshua itu tak bisa di remehkan.
Tapi Joshua bahkan berani menyakiti keluarga yang membuat istrinya menangis itu mustahil.
"Apa kamu menanam ini untukku, bahkan kamu masih mengingatnya," katanya dengan bangga, dia juga ingin memetik setangkai mawar.
"Berhenti, jangan menyentuhnya, itu bunga mawar kesukaan nyonya muda, tuan muda Joshua akan marah jika kamu merusaknya!" kata tukang kebun rumah itu.
"Maaf, aku tak tau," katanya sambil tersenyum.
Wanita itu pun mengepalkan tangannya geram, kenapa di rumah ini hanya terus menyebut nyonya muda itu.
Ingin rasanya dia membuat Adelia tau jika dia adalah orang yang tepat untuk keluarga ini bukan Adelia.
Dia memilih kembali ke kamar tamu lantai satu, tapi dia ingat jika kamar Joshua ada di lantai dua.
Dia ingin naik ke atas, tapi di halangi oleh tiga pelayan, "anda di larang naik ke lantai dua, sesuai permintaan tuan besar."
Dia merasa marah, ia memutuskan untuk berputar arah dan menuju ke dapur, tapi pak Kim menyuruhnya untuk duduk di meja makan.
Karena selain mama Laura dan Adelia, siapapun tak diizinkan memasuki dapur, terutama tamu tak di undang.
__ADS_1
Wanita itu pun langsung pergi setelah makan siang, dia merasa tak di hargai sedikit pun oleh keluarga ini.
"Sialan mereka tak tau siapa Jenifer Reymond, berani melakukan semua ini," gumam Jenifer marah.
Dia adalah putri dari mantan asisten dari papa Federico, dan Jenifer kecil harus menjadi yatim piatu karena ayahnya mati.
Ayah Jenifer mati karena upaya penyelamatan Joshua kecil, dari penculikan yang di lakukan oleh musuh papa Federico.
Ayah Jenifer memeluk tubuh Joshua kecil untuk melindunginya dari terjangan peluru.
Saat terakhir hidupnya, ayah Jenifer menitipkan putrinya pada papa Federico.
Awalnya semua baik-baik saja, tapi mama Laura melihat Jenifer yang terlalu berani sebagai perempuan pun risih.
Apalagi gadis kecil itu terus menempel dan begitu manja pada Joshua putranya.
Kemudian mama Laura menyuruh papa Federico mengirim Jenifer ke tempat yang jauh dari Joshua.
"Aku akan membuat Joshua kembali ke sisiku, dan menyingkirkan wanita tua itu yang berani membuangku dulu," kata Jenifer menyeringai.
Semua sedang bahagia di rumah sakit. bahkan Joshua sedang membagikan kue kesukaan Adelia pada semua orang di rumah sakit.
Darwin pun juga membagikan buah pada pasien di rumah sakit, bahkan Darwin juga menyapa beberapa anak yang sedang sakit dan memberikan mainan.
Hafsah dan tuan Georgio ikut bahagia melihat Joshua dan Darwin yang begitu menyayangi Adelia.
"Beruntung Adelia memiliki Joshua yang begitu mencintainya, dan putra seperti Darwin," gumam tuan Georgio.
"Iya papa, itulah sebabnya aku tenang Adelia bersama mereka, terlebih lagi papa juga ada di negara ini," jawab Hafsah.
"Bagaimana jika kalian kesini saat bayi kalian sudah lahir, kita kumpul dan tinggal di sini, kamu bisa memindahkan pusat perusahaan bukan," usul tuan Georgio.
"Baik pa, sesuai permintaan mu," kata Hafsah.
Para anak buah Joshua dan Darwin juga sedang membagikan makanan pada semua orang di jalan.
Joshua dan Darwin melakukan ini sebagai bentuk rasa bersyukur atas kebahagiaan atas sadarnya Adelia.
Sedang Adelia melihat putranya melalui video, karena tubuhnya belum bisa bergerak leluasa.
Apalagi kedua bayinya yang masih di ruangan khusus, juga tak sembarangan orang bisa masuk.
__ADS_1