Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
Semua Baik Sayang


__ADS_3

Malam ini Darwin ikut mengantar Joshua dan Adelia memeriksakan kehamilannya.


Joshua berdo'a agar semua baik-baik saja, Darwin memilih duduk di luar karena dia sedang menghubungi Felix.


Darwin menanyakan tentang janjinya, dan Felix pun sudah melaksanakan janji itu.


Sudah beberapa tahun Darwin tak bertemu dengan Bunga, karena gadis kecil itu bersekolah di asrama.


Lena pun tertawa melihat Joshua yang terlihat begitu khawatir, "Kenapa kamu begitu khawatir, Adelia dan calon anak kalian baik-baik saja," kata Lena tertawa.


"Kamu yakin, karena sebelumnya Rivan mengatakan jika Adelia tak boleh hamil lagi, karena itu bisa membahayakan kesehatannya," kata Joshua.


"Darwin belum mengatakan pada kalian, jika Rivan saat itu begitu mengilai Teana hingga bisa mengatakan dan memalsukan hasil data kesehatan Adelia," jawab Lena melihat kedua pasangan itu.


Lena makin tertawa melihat ekspresi dari keduanya, pasalnya Joshua benar-benar tak tau apapun jika Darwin sudah bertindak.


"Baiklah, kamu bisa tanyakan semua pada Darwin, dan aku yakin jika kalian akan terkejut saat melihat segalanya," kata Lena.


"Baiklah, biar aku bertanya pada bocah itu," kata Joshua sedikit kesal.


Darwin pun berjalan-jalan di koridor rumah sakit, tapi dia melihat datangnya ambulans yang membawa korban kecelakaan.


Satu persatu korban di bawa ke ruang ICU, tak sengaja Darwin melihat sebuah benda jatuh dari tangan korban.


Darwin pun berlari dan mengambilnya dan mengenali benda itu, Darwin langsung berbalik saat kalung itu di tangannya.


"Bunga!" panggil Darwin berteriak.


Bunga sudah di bawa ke ruang operasi, begitupun beberapa korban yang terluka parah.


Darwin berdiri di depan ruangan itu sambil menggenggam erat kalung di tangannya.


Seorang ibu pengurus panti datang dan menangis di depan ruang operasi.


Darwin menghampiri wanita itu, Bu As mengenali Darwin seorang cucu tunggal keluarga Gusman, "ibu, sebenarnya ada apa?" tanya Darwin sedih.


"Bus yang kami tumpangi di tabrak truk, dan membuat bus terbalik, semua luka parah," jawab ibu panti itu.


"Tapi Bunga..." lirih Darwin karena dia ingat Bunga tinggal di asrama.


"Dia sedang libur panjang, dan ingin ikut kami berwisata karena sudah dua tahun ini tak pernah kembali," kata ibu panti.


"Darwin kamu disini, kami mencarimu," kata Adelia saat menemukan Darwin.

__ADS_1


"Bu As, ibu kenapa? kok belumuran darah?" kaget Joshua.


"Kami mengalami kemalangan tuan, bus yang kami tumpangi terlibat kecelakaan," jawab wanita itu.


"Sayang kamu di sini bersama Bu As, biar aku menyelesaikan masalah ini, dan Darwin," kata Joshua sudah tak melihat putranya itu.


Darwin sudah pergi dengan marah, dia harus tau segalanya, dia tak bisa berdiam diri.


"Maka orang yang melukainya harus mati," gumam Darwin langsung meninggalkan tempat itu.


Darwin berjalan sambil menggenggam kalung milik Bunga yang dia berikan dulu.


Seorang pengawal membukakan pintu untuk Darwin, dan yang lain memberitahu jika Darwin pergi ke rumah keluarga Amadea.


Darwin sampai di tempat kecelakaan itu terjadi, dia bisa melihat bagaimana kerasnya truk itu menabrak bus.


Bahkan tak ada tanda-tanda pengereman sedikitpun, Darwin berjalan melihat para polisi.


Tiba-tiba hujan lebat, pengawal turun dan memayungi Darwin, "Aku harus membuatnya membayar," saat Darwin melihat mobil truk itu.


"Tuan muda sebaiknya ayo kita kembali," ajak pengawal Darwin.


"Tidak, aku harus ke kantor polisi," kata Darwin.


"Kalau begitu telpon mereka, minta bertindak sekarang," kata Darwin melihat pengawalnya itu.


"Baik tuan muda," jawab pengawal.


Mereka pun pergi ke kantor polisi, semua orang Darwin sudah datang, Darwin benar-benar mewarisi kekuasaan dan kekuatan dari tuan Georgio.


Darwin sudah diijinkan untuk bertemu dengan supir truk yang bertanggung jawab.


Pria itu tertawa melihat Darwin, seorang bocah menemui dirinya bahkan dia mengejek Darwin.


"Hei bocah kecil, lebih baik pulang dan tidur, kenapa kamu datang ke tempat seperti ini," kata supir truk itu tertawa.


"Sugeng Purnomo, pria kelahiran Tegal, memiliki seorang istri dan dua orang putri di desa, dan sudah lima belas tahun menjadi supir truk," kata Darwin melempar semua hasil penyelidikannya.


"Bagaimana kamu tau," kata Sugeng ketakutan.


"Itu tak penting, sekarang katakan semuanya, atau kau akan mendengar tentang kematian keluarga mu," jawab Darwin.


"Apa kamu mengancam ku bicah ingusan, tak semudah itu," jawab Sugeng dengan sombong.

__ADS_1


"Memiliki seorang ibu yang sedang sakit parah, dan membutuhkan uang besar untuk pengobatan. Anak pertama harus masuk SMA dan membutuhkan uang yang besar, serta harus melunasi hutang judi, jadi memilih membantu seseorang mencelakai rombongan bus itu dengan imbalan uang, dan sebutkan sebuah nama atau kau tau apa yang terjadi," kata Devina yang berdiri di samping Darwin.


"Aku tak bisa, dia bukan orang sembarangan," jawab pria itu mulai ketakutan.


"Sudahlah, dia tak berguna, lebih baik buat keluarganya membayar kejahatannya," kata Darwin yang bangun dan ingin pergi.


"Baik tuan muda," jawab orang-orang Darwin.


Mendengar ucapan Darwin, Sugeng langsung takut, pasalnya dia tak bisa melihat keluarga nya disakiti.


"Saya mohon tuan muda, ampuni saya, saya hanya orang suruhan yang di perintahkan oleh pak Chandra, dan untuk alasannya saya juga tak tau," mohon supir itu menangis.


"Bantu dia, dan lindungi semua keluarganya di kampung, dan juga berikan uang untuk mereka, agar bisa hidup baik," perintah Darwin.


"Baik tuan muda," jawab semua bawahan Darwin.


Darwin pun pergi dari kantor polisi untuk ke tempat Novan, bahkan Kapolsek pun tak berani menyinggung pria kecil itu.


Di rumah sakit, Joshua membereskan semua biaya rumah sakit, semua anak yang terluka akan mendapatkan perawatan terbaik.


Sedang bunga masih menjalani operasi besar, karena dia mengalami luka parah di bagian kepala dan wajah.


Setelah tiga jam akhirnya tim dokter keluar, ibu As dan Adelia pun menghampiri dokter.


"Bagaimana keadaan anak saya dokter?" tanya Bu As.


"Kami berhasil menyelamatkan pasien, meski luka di kepala dan wajahnya cukup parah, dan tolong berdoa untuk pasien bisa melewati masa kritisnya dua puluh empat jam kedepan," kata dokter.


Bu As pun sedih, bagaimana mungkin gadis berusia sembilan tahun itu harus mengalami kejadian seburuk itu.


Darwin dan Novan kini sedang mengejar dan mencari keberadaan dari pria yang mencelakakan rombongan panti.


Mereka bahkan meretas semua CCTV, Darwin tak ingin kehilangan pria itu, dan tak ada yang bisa lepas dari pria kecil itu.


"Dapat, kau akan mati," kata Darwin menghubungi para bawahannya.


"Darwin dia bawahan tuan Guntoro, dan bisa di bilang orang paling di percaya untuk membereskan seseorang," kata Novan melihat dan mengenali wajah itu.


"Maka dia harus tau siapa aku," jawab Darwin.


Novan tak mengira akan melihat sosok Darwin saat ini, pasalnya Darwin sedang dalam keadaan marah besar.


__ADS_1


__ADS_2