Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
senyum untuk Joshua.


__ADS_3

Hari ini Joshua sudah di izinkan pulang, Darwin duduk di pangkuan Joshua yang duduk di kursi roda.


Papa Federico mendorong kursi roda itu, sedang Adelia sedang mengambil obat untuk Joshua.


Setelah selesai mengambil obat, Adelia melihat Darwin dan Joshua tertawa begitu bahagia.


Bahkan keduanya seperti orang yang memiliki dunianya sendiri. Adelia pun berjalan ke arah mereka.


"Apa yang kalian bicarakan, hingga tertawa seperti ini, apa nama boleh tau?" tanya Adelia.


"Tidak, ini rahasia para lelaki, jadi bunda gak boleh tau," kata Darwin yang memeluk Joshua.


"Baiklah kalau begitu minta papa mu untuk membuatkan makanan kesukaan mu, karena mama sibuk," kata Adelia berjalan lebih dahulu.


"Mama jangan pergi, aku tak bisa hidup tanpa roti isi tuna mayo," teriak Darwin.


"Ayah bisa membuatnya untukmu," kata Joshua.


"Tidak mau, aku hanya mau buatan mama," kata Darwin berlari kemudian memeluk kaki Adelia.


Novan terdiam melihat itu, seorang bocah genius menangis hanya karena sandwich mayo.


"Kenapa kamu kaget seperti itu?" tanya Novan.


"Novan kaget karena melihat putra mu itu, di perusahaan bocah kecil itu persis dirimu, tapi saat bersama Adelia dia menjadi bocah kecil yang manja," kata papa Federico.


"Mau bagaimana pa, hanya Adelia yang dia miliki, dan aku akan menebus semua waktuku yang hilang," jawab Joshua.


Adelia membantu Joshua naik ke mobil, saat di mobil Darwin pun memeluk kedua lengan orang tuanya.


"Nanti mau makan siang apa papa?" tanya Adelia melihat Joshua.


"Kamu bertanya pada papa atau papa Darwin, Adelia?" tanya papa Federico.


"Tentu kedua papa, papa Joshua dan juga papa Darwin," jawan Adelia tersenyum malu.


"Papa sih apapun asal ada sambal," jawab papa Federico.


"Dasar bule desa papa," ledek Joshua


"Hei, bagaimana pun jika tidak main ke desa bagaimana aku bisa ketemu mama mu yang juga sedang liburan itu," jawab papa Federico tertawa.


"Kalau papa Darwin mau makan apa?" tanya Adelia.


"Apapun masakan mu, aku akan memakannya," jawab Joshua mencubit pipi Adelia.


"Hentikan gombalan mu, disini ada Darwin dan yang lain," jawab Adelia malu.

__ADS_1


"Berarti kalau kita cuma berdua boleh," kata Joshua merasa senang.


"Kalian bicarakan apa sih, Darwin tidak mengerti," kata Darwin binggung.


"Mereka mau buat adek kecil untukmu," jawab papa Federico.


"Aku tak mau adik, aku hanya mau mama dan papa, punya adik itu menyusahkan, terus kasih sayang mereka akan terbagi dan aku tak mau itu," jawab Darwin ngambek.


"Tidak sayang anak mama yang ganteng, mana ada seperti itu, opa hanya bercanda," kata Adelia.


Papa Federico pun mengerti maksud Adelia, sedang Joshua juga tak ingin punya anak secepatnya.


Apalagi hati Adelia belum sepenuhnya menjadi miliknya, mobil mewah itupun sampai di rumah keluarga Gusman.


Mama Laura menyambut kedatangan Adelia dan Joshua, sedang Darwin malah langsung berlari masuk ke dalam.


Tak sengaja Darwin menabrak vas pajangan di ruang tamu hingga jatuh dan pecah.


Mendengar suara gaduh, semua pun bergegas melihat apa yang terjadi, Darwin sedang terduduk di samping vas yang pecah.


"Darwin kamu tak terluka sayang?" kata papa Federico langsung mengendong Darwin.


"Tidak Opa, tapi maaf, vas nya pecah karena tertabrak Darwin, maaf..." kata Darwin takut.


"Tidak apa-apa, asal kamu tidak terluka, vas itu bisa di beli lagi, tapi kalau cucu opa yang luka, opa sedih," kata papa Federico.


Adelia pun merasa tersentuh, dia tau harga dari vas bunga itu tak murah, sedang Joshua merangkul Adelia.


"Itu kamu yang menyeret ku, sudah aku mau buat makan siang, bisa sakit aku mendengar gombalan darimu tuan," kata Adelia yang bergegas pergi.


"Loh, bantu aku dulu naik ke atas," panggil Joshua.


Adelia pun menoleh dan mengejek Joshua, Adelia pun malah berlari ke dapur.


"Dasar wanita ini, membuatku semakin menyukai dan mencintainya," gumam Joshua.


"Tuan, ada beberapa hal yang harus anda lihat untuk proyek yang sedang berjalan," kata Hans.


"Baiklah, ayo kita ke ruang kerjaku," jawab Joshua.


Joshua pun masuk ke ruang kerjanya diikuti oleh Hans dan Novan, sedang di ruang tengah papa Federico masih membujuk Darwin.


Mama Laura meminta pak Yun menepikan semua vas bunga atau vas pajangan.


Mama Laura tak ingin cucunya akan terluka saat bermain, sedang di dapur Adelia terlihat cekatan mengolah masakan.


"Nyonya muda, tolong jangan memasak lagi, biarkan kami yang memasak," mohon para pelayan.

__ADS_1


"Tenang mbak ipah, ini keinginanku, oh ya kalian tata saja meja makannya, karena aku hampir selesai," kata Adelia sambil tersenyum.


"Baik nyonya muda," jawab para pelayan.


Adelia sudah menyelesaikan masakan terakhirnya, kemudian dia juga selesai dengan puding mangga kesukaan Darwin.


Adelia pun memilih mandi sebelum memanggil semua orang, pasalnya dia sudah tak nyaman karena berkeringat sehabis memasak.


Joshua pun akan mengganti pakaian setelah mengerjakan pekerjaannya bersama kedua asistennya.


Tapi Joshua terpaku melihat Adelia yang sedang berganti baju, Joshua pun memeluk Adelia belakang.


"Kau menggoda ku," bisik Joshua.


"Tidak tuan, tolong lepaskan aku, atau nanti orang-orang mencari kita," kata Adelia berusaha melepaskan dirinya dari Kungkungan Joshua.


Tapi sia-sia tubuh dan tenaga Joshua begitu besar, Joshua pun mencium leher Adelia.


"Hentikan tuan, kita pasti di cari oleh semua orang, aku mohon..." lirih Adelia.


Joshua pun melepaskan Adelia tapi dengan wajah kesal, Adelia pun mengambil pakaiannya.


Tapi sebelum pergi Adelia pun mencium bibir Joshua sekilas, "maaf," kata Adelia berlari ke kamar mandi.


Joshua pun memegangi bibirnya, dia pun merasa senang karena ciuman itu inisiatif dari Adelia.


Setelah selesai Adelia turun bersama Joshua yang terus menunjukkan senyumannya.


Semua orang pun merasa senang melihat itu, "lihatlah itu, tuan muda tersenyum saat bersama nyonya muda," bisik-bisik para pelayan.


Pak Yun melihat para pelayan yang langsung diam, karena mereka tau peraturan rumah ini.


Joshua duduk berdampingan dengan Adelia, ternyata Hans dan Novan juga sudah berada di meja makan.


"Maaf ya semua jika masakan ku tak sesuai selera, maaf karena saya masih belajar," kata Adelia.


Mama Laura tersenyum mendengar ucapan Adelia, pasalnya meja makan itu saja penuh.


"Wah nyonya muda baru belajar masak tapi sudah sebanyak ini," kata Novan.


"Habis selama ini sibuk dengan butik, oh ya mas, besok aku ingin mulai ke butik, apa boleh?" tanya Adelia


"Tentu, dan besok Darwin juga harus mulai belajar bersama orang yang berkompeten, mau kan Darwin?" tanya Joshua.


"Baik papa, aku selalu suka belajar, dan bisakah mencarikan aku guru bahasa Spanyol," tanya Darwin.


"Tentu, apapun untukmu," jawab Joshua.

__ADS_1


Mereka pun makan siang bersama dengan hangat, bahkan keluarga ini sudah kembali memiliki kebahagiaannya.



__ADS_2