
Dev sudah berbincang-bincang dengan Jenifer,dan dari kejauhan Devina mengawasi keduanya.
Tak di duga, dia di kejutkan dengan seseorang yang menepuk pundaknya, gadis itu pun menoleh dan melihat sosok pria yang sedang tersenyum di depannya.
"Hai mau apa kesini? dan kenapa dandanan mu seperti ini?".
"Tak boleh kah. Aku hanya sedang ingin bermain dan minum untuk membunuh waktu saja, kamu sedang bertugas?" tanya Hans duduk di sebelah Devina.
"Ya seperti itulah, kamu lihat Dev yang
sedang mengorek informasi dari gadis itu, dan seperti nya itu sangat mudah," kata Devina berbisik.
"Asal kau tau Devi, Jenifer itu suka bermain dengan pria tampan, meskipun begitu tujuan hidupnya cuma bos Joshua."
"Wanita gila ternyata, tapi apa dia tak tau jika tuan Joshua memiliki Bu Adelia di sisinya?" tanya Devina.
"Tentu dia tau tentang itu, mereka bahkan sudah bertemu," jawab Hans.
"Wah... apa Bu Adelia hanya diam, ah itu tak seru sekali," kata Devina.
"Memang apa yang harus di lakukan nyonya?" tanya Hans kebingungan.
"Ada banyak hal, dan ini adalah rahasia kami, karena aku tau siapa ibu dari tuan muda itu," bisik Devina sambil tersenyum.
Dev memecahkan gelas yang di pegang nya, pasalnya dia tak suka Devina terlalu dekat dengan Hans.
Bahkan mereka tertawa bersama, sedang dia harus terjebak dengan wanita menyebalkan seperti Jenifer.
Sedang di rumah keluarga Joshua semua sedang beristirahat kecuali seseorang.
Orang itu tersenyum saat melihat sebuah laporan pribadi padanya, dia tak mengira jika cukup menyenangkan melakukan hal seperti itu.
Setelah itu dia pun bergabung bersama keluarganya untuk beristirahat.
Di sebuah kasino cukup mewah, seseorang membuat Reymond menghabiskan begitu banyak uang miliknya.
Bahkan uang itu habis di meja judi, tapi pria di depan menyeringai melihat Reymond terpuruk dan mulai kehabisan uang.
"Bagaimana tuan mau berlanjut?" tanya pria itu tersenyum.
"Tentu, aku belum sebangkrut itu, dan sebentar lagi putriku akan menjadi nyonya seorang konglomerat kaya," jawab Reymond.
"Baiklah aku menunggu hal itu, dan lagi tolong jangan menyesal, karena anda sudah menghabiskan dua ratus ribu dolar Amerika,"
"Itu angka kecil untukku," jawab Reymond.
__ADS_1
Pria di depan Reymond menyeringai karena tak mengira jika pria di depannya itu begitu bodoh.
Jenifer pun terus meracau tak jelas akibat dirinya yang mabuk berat, pasalnya Dev memberikan minuman dengan kadar alkohol di atas empat puluh persen.
"Dasar pria buta, kamu tak melihatku yang sempurna ini malah memilih wanita liar yang tak tau asal usulnya.
tapi tenang saja, lusa aku akan menyingkirkan wanita itu untukmu, dan kita akan segera menikah," racau Jenifer.
"Bagaimana kamu melakukannya?" kata Dev menidurkan wanita itu di kamar hotel.
"Emm.... aku. bukan dong tentunya, aku hanya akan melihat, karena hanya papa ku yang melakukan pekerjaannya. tapi asal kau tau rencananya sudah sempurna jadi tak mungkin jika wanita itu bisa lolos dari rencana kami," jawab Jenifer tersenyum senang sambil merangkul leher Dev.
"Rencana apa?" tanya Dev masih penasaran.
"Em.. em.. tidak boleh, nanti kamu membocorkannya, kamu nakal dan tampan, karena Adelia itu akan di culik dan di bakar hidup-hidup," jawab Jenifer sebelum tertidur.
Dev pun berdiri dengan tegap, dia tak mengira jika wanita seperti Jenifer bisa begitu mudah di perdaya.
Devina pun tersenyum setelah merekam semuanya, dan kemudian mengirimkannya ke semua orang.
Dan besok sudah bisa di pastikan jika Jenifer tak akan bisa lepas lagi dari Joshua dan juga Darwin.
Tapi ada yang mereka belum sadari, jika ada orang yang lebih kejam sedang mengintai mereka.
Keesokan paginya, Jenifer terbangun di kamar hotel dia melihat kondisinya yang masih berpakaian rapi.
Karena Dia tak bisa membuat Keluarga Gusman curiga pada dirinya yang tak pulang semalaman.
Tapi dia tak mengira jika semua orang sedang berkumpul di rumah itu, dia pun bergegas masuk kedalam.
Suasana nampak hening saat dia masuk ke dalam ruangan itu, semua tatapan mata tertuju padanya.
"Wah semua sedang di sini, maaf ya semalam aku menginap di rumah teman ku," kata Jenifer membuat alasan.
"Tentu, sekarang lekas mandi karena kami ingin mengatakan sesuatu yang penting padamu," kata Joshua tersenyum.
"Baiklah,aku permisi ya Semuanya."
Jenifer dengan senang hati menuruti permintaan Joshua tanpa curiga, karena wanita itu terlena oleh sapaan lembut pria itu.
Apalagi dia tak melihat sosok Adelia dan Darwin, dan Jenifer sudah senang memikirkan hal apa yang akan terjadi.
"Ingat jangan ada yang bertindak, biar aku menyelesaikan tugas ini," kata Joshua pada semua orang.
tapi Joshua terlambat, seseorang memasuki kamar Jenifer tanpa menimbulkan suara sedikitpun.
__ADS_1
Bahkan orang itu langsung membungkam mulut Jenifer, Jenifer pun berontak tapi tenaganya tak lebih besar dari orang itu.
Jenifer pun melotot melihat sosok di depannya yang sedang tersenyum jahat, dalam diam dan keheningan Jenifer terbunuh.
Setelah memastikan Jenifer tewas dengan luka sayatan di lehernya, orang itu pun pergi dengan tersenyum puas.
Dia juga membuat ini seperti bunuh diri kecil, dia juga menaruh pisau itu di tangan Jenifer sebagai bukti.
Bahkan shower tidak di matikan, dan menyiram tubuh Jenifer yang sudah tak bernyawa.
Semua orang heran karena Jenifer tak kunjung datang setelah di tunggu cukup lama, "mama tak bisa menunggu lagi, biar mama lihat," kata mana Laura yang bergegas ke kamar Jenifer.
Dia melihat pintu kamar mandi tertutup, kemudian perlahan membukanya.
"AAA.....!" teriak mama Laura yang melihat Jenifer sudah mati dengan keadaan tel*nj*Ng dan melotot kearah nya.
Mendengar teriakan dari mama Laura, semua orang bergegas menghampiri.
Mama Laura menangis sambil terduduk karena syok, sedang Joshua langsung mengambil sarung tangan dan memastikan shower.
Di Tangan Jenifer ada pisau yang di gunakan untuk melukai leher wanita itu.
"Papi tolong panggil kepolisian," kata Joshua.
Tak butuh waktu lama untuk kepolisian datang ke rumah Gusman.
Mereka pun langsung memberikan pertanyaan, dan bagaimana kronologi bagaimana Jenifer bisa mati.
Joshua pun menjelaskan semuanya, dan polisi juga mengajukan pertanyaan pada semua orang.
Polisi juga meminta rekaman video tentang pengakuan Jenifer yang ingin mencelakai Adelia.
"Maaf tuan Joshua, kalau boleh tau dimana istri anda saat ini?" tanya polisi.
"Kebetulan dia di atas sedang beristirahat dan mengasuh putra kami, dia tidak turun dari kamar karena dia juga masih tahap pemulihan setelah operasi sesar," kata Joshua.
"Kok aneh, bagaimana bisa, apa dia tak mengetahui kejadian ini," kata polisi binggung.
"Setiap kamar rumah ini memiliki peredam suara yang baik, agar tidak menganggu penghuni rumah yang lain, apalagi kamar Joshua di lantai dua," jawab papa Federico.
"Pak, ini bukan pembunuhan berencana, tapi bunuh diri, karena kami baru menemukan sebuah pesan yang sudah terbaca," kata kepala penyelidik.
Polisi itu membaca pesan dari Reymond tentang hutangnya di casino.
Pria itu juga meminta Jenifer segera membuat Joshua bersamanya, jika tidak dia akan menghabisi wanita itu.
__ADS_1