
tolong bijak ya, episode kali ini sedikit kejam ..... selamat membaca....πππ
Hans sudah kembali berangkat ke luar negeri untuk menyelesaikan segalanya, dia datang ke Austria untuk menanyai pria itu dimana keberadaan wanita gila itu.
Hans sudah tak memperdulikan siapapun, bahkan jika Joshua melarangnya pria itu tak akan menurut lagi.
dia pun sampai di bandara internasional Austria, dan tak langsung ke rumah keluarga Amadea maupun ke rumah utama keluarga Gusman.
tapi pria itu menuju ke sebuah markas besar pengawal berani mati yang di miliki oleh David.
dengan kedatangan Hans, semua orang menunduk hormat menyambut bos lama mereka.
"apa disini masih menyembunyikan gadis ini, atau David sudah menjualnya?" tanya Hans.
"dia masih disini tuan, tuan David tak jadi menjualnya, tapi dia menjadi budak s*x semua orang disini, jika Anda tak percaya, mari ikut kami kita bisa melihatnya melalui CCTV yang sengaja di pasang untuk memantau wanita itu," ajak pimpinan di markas itu.
Hans pun naik ke lantai dua, mereka tak ada yang berani menganggu pria itu jika tidak maka kepala mereka sudah hilang karena salah menganggu musuh.
Joshua dulu pria paling kejam, tapi di balik Joshua ada Hans yang tak takut mati, bahkan pria itu bisa tertembak dan tak merasakan sakit dan tetap bertarung meski luka parah.
dan kemampuannya itu di turunkan pada putra ketiganya Virgoun, meski dokter mengatakan jika itu berbahaya.
tapi bagi Hans dan Virgoun itu seperti anugerah Tuhan pada mereka yang tak ternilai.
mereka pun sampai di ruangan pantau, dan David langsung terburu-buru datang ke markas saat tau Hans ada di Austria.
pria tau ada apa dengan kedatangan dari paman asisten itu, karena ini semua menyangkut putrinya yang Baru saja di temukan.
pria itu duduk dan menyaksikan sendiri apa yang di perbuat mereka, hans seperti sedang menonton pertunjukan dewasa secara live.
"kalian bergilir begini, apa tak takut terkena Aids?" tanya Hans.
"tentu saja tidak, karena sebulan sekali dia melakukan tes, dan bukan kami yang prajurit inti menikmati, tapo hanya para bawahan yang bekerja lebih buruk saja," jawab pria itu.
"minta mereka menyiksa wanita itu, dan aku ingin mendengar teriakannya," kata Hans dingin
Sasha tak mengira jika hidupnya akan seburuk ini, kini ada lima orang pria datang dengan cambuk.
bahkan mereka membuka sumpalan di mulut wanita itu, jadi saat mereka menyiksanya akan terdengar suara teriakan.
Hans bahkan sudah tak memiliki rasa kasihan pada wanita itu, karena wanita itu putra pertamanya mati.
dan dia kehilangan putrinya, "kau yang membuat Darwin terluka maka aku akan membereskan mu," kata Hans.
"suruh mereka membersihkan wanita itu dan ikat kemudian bawa ke ruang hukuman," perintah Hans.
"baik tuan," jawab pria itu yang langsung menjalankan peronah Hans.
Hans pun duduk sambil menunggu Sasha yang di bawa, dan kondisi wanita itu sangat buruk.
"jangan menatapku dengan mata kotor mu, kamu dulu dengan santai membunuh putra ku Harvey, Sekarang aku yang akan membunuh mu," kata Hans.
Sasha hanya bis mengeleng dan menangis, David datang dan kaget meliht Sasha sudah terikat.
bahkan Hans sudah menendang wanita itu, dan menginjak kepalanya.
"kau datang untuk menyaksikan dia mati, atau kau ingin menyelematkan dirinya," tanya Hans dingin.
"lepaskan dia om, dia tak perlu di bunuh," kata David.
"kalau begitu kita buat taruhan, kita berantem lima menit, siapa yang paling babak-belur, dia kalah dan harus menuruti perintah yang menang, setuju," kata Hans dingin.
David melihat Sasha yang memohon melalui air matanya, "baiklah aku setuju," jawab David.
__ADS_1
Hans pun memerintahkan anak buah untuk menyeret Sasha menjauh, hans melepaskan pakaiannya dan terlihat semua tato dan juga bekas luka di tubuhnya.
"jika kamu kalah dariku, kamu akan mempermalukan papa mu dan Darwin, dan juga gurumu," kata Hans.
David pun juga melakukan hal yang sama, David menyerang terlebih dahulu, dan dengan mudah Hans menangkis serangan dan menendang pria muda itu hingga terpental.
"kau sudah kalah, ayo bangun jangan jadi lemah!" bentak Hans.
David pun mulai menyerang lagi dan kini adia menjadi bulan-bulanan dari Hans yang menghajarnya dengan bengis.
"time out!" teriak para anak buah David.
"kau mempermalukan ku sebagai gurumu David, dan kita ikuti keinginan ku, kita bunuh wanita ini," kata Hans.
Hans berjongkok di depan wanita itu dan menjambaknya. "kau membunuh putra ku dengan benda tumpul kan, aku akan melakukan hal yang sama," gumam Hans menyeringai.
Hans pun langsung menyeret tubuh Sasha menuju ke sebuah pilar besar, dia pun langsung membenturkan kepala wanita itu berkali-kali.
sebelum meregang nyawa, terdengar suara tangisan dan teriakan yang terdengar di ruangan itu, Hans benar-benar tak peduli dengan itu.
akhirnya Sasha mati dengan kepala yang pecah, bahkan darah mengenang di sekitar kaki Hans.
"jika kamu masih punya belas kasih, kau yang akan mati, dan jangan pernah mempunyai belas kasih pada musuh," kata Hans melihat David yang sudah babak belur.
"maafkan aku guru," lirih David yang mengecewakan untuk hans.
"tak masalah, sekarang masukkan dia ke peti, biar aku yng mengantar wamita ini ke Vina, aku ingin melihat bagaimana reaksinya saat aku yang membunuh putri tersayangnya ini," kata hans tak memiliki rasa takut sedikitpun.
kini semua orang menuju ke rumah keluarga Amadea,mereka membawa peti yang terbuat dari triplek.
"nyonya Amadea, keluarlah aku membawakan hadiah spesial untuk mu,coba lihatlah," kata Hans tertawa.
Hafsah dan Vina turun, dan kaget melihat peti yang berlumuran darah, Vins pun makin kaget saat peti itu di buka ternyata mayat Sasha.
"kami mengantar putri tercinta mu, dan sekali lagi berani mengusik Darwin dan isterinya Bunga, mungkin mayat mu yang akan ada di peti ini, jadi ingat semua perbuatan mu," kata Hans.
"itu kalian tau, aku bisa saja membunuh kalian dengan mudah, dan aku tak perlu tenaga ekstra untuk melakukan itu, karena satu kali tulang leher kalian patah mars kalian mati," jawab Hans.
"kau berani, kami keluarga Amadea memiliki semua pasukan berani mati," kata Vina.
Hans menjentikkan jarinya, semua pasukan sudah terikat begitupun David, "aku bahkan bisa membunuh mereka tanpa mengotori tangan ku,"
Hafsah dan vina di buat bungkam, mereka tak mengira di usianya Hans masih begitu bengis.
"jadi jangan mencari masalah, terlebih sekarang kami menetap di Surabaya untuk melindungi semua orang, dan asal kalian tau Lucifer kembali, dan hidup kalian tentu terancam, saat dia mengetahui apa yang terjadi sebenarnya pada opa buyutnya," bisik Hans sebelum pergi.
sast mobil yang di tumpangi Hans dan David pergi, peti mati itu meledak dan menghancurkan tubuh Sasha.
vina dan Hafsah tak mengira jika hans bisa sesadis ini, bahkan dia tak membiarkan mereka menguburkan jenazah Sasha dengan layak.
Laura yang mendengar kejadian Hana tak menyangka jika pria itu sampai membereskan semua sendiri.
kini pria itu sampai di rumah utama keluarga Gusman, mama Laura menyambutnya dengan pelukan hangat.
wanita tua itu tau jika saat ini Hans sedang dalam keadaan kacau, terlebih kehilangan putra pertamanya membuat pria itu sangat putus asa.
"kamu memang tak ada tandingannya, kamu selalu bisa menyelesaikan segalanya," jawab mana Laura.
"kamu harus mencontoh Hans David, karena jika kamu lemah, kamu bisa terbunuh dengan musuh-musuh mu," kata papa Federico.
David pun mengangguk, sedang di Surabaya, Darwin sedang menyuapi bunga dengan telaten.
Joshua yang kini mengambil alih sementara Gusman Grub, di bantu Dylan tentunya.
__ADS_1
mereka mengadakan rapat, dan sosok Virgoun datang sebagai orang yang mewakili perusahaan Darwin yang lain.
bahkan Edo melakukan pengawasan dan penyadapan pada semua ponsel dan alat komunikasi di ruangan itu.
dan dengan mudah menemukan orang yang ingin menghancurkan Gusman Grub.
Darwin pun sedanh meretas sebuah jaringan yang telah terinfeksi virus dari perusahaan Carter.
dia bahkan tak mengira jika tim IT milik samuel begitu rapat tanpa cela.
"sudah dua jam kami sibuk dengan laptopnya, kamu membuatku bosan, lebih baik kamu pergi ke perusahaan," usir Bunga.
"kamu marah sayang, maaf ya, aku sedang mencoba menormalkan sistem keamanan uang sudah terinfeksi oleh perusahaan saudara angkat mu itu," kesal Darwin
"kenapa bingung, ada sebuah kode nama yang bisa membuka semua virus itu, dan kamu hanya perlu menemukan nama itu, mudah bukan," kata bunga tertawa.
Darwin pun bergegas mencoba memasukkan kode nama Bunga, tapi bukan terbebas, malah makin hancur, dan bunga tertawa melihat itu.
"kamu membohongiku?"
"kamu yang salah mengerti, aku tak meminta ku memasukkan nama ku, karena virus itu adalah kode acak dari namaku," kata bunga.
"dasar kamu ini, sekarang sistem pertahanan sudah tak bisa terselamatkan," kata Darwin memeluk istrinya itu.
"tenang, sebulan lagi pasti bebas kok, karena virus ini ada masa tenggang."
Darwin hanya mengangguk, bunga pun begitu nyaman di pelukan suaminya itu.
Darwin pun kini duduk bersama bunga di ranjang rumah sakit, mereka sedang bermain.
setelah bosan, kini Darwin mengajak bunga jalan-jalan di koridor rumah sakit.
mereka bahkan sempat menelpon Adelia untuk membawakan makanan yang di inginkan Bunga.
tak ada pantangan untuk Bunga, tapi sehati dia harus menghabiskan setidaknya enam butir kuning telur.
"sepertinya rencana liburan kita gagal ya mas, karena kondisiku," gumam bunga.
"maaf sayang, tapi kita bisa pergi saat anak kita lahir," jawab Darwin.
"baiklah aku tunggu janjimu, oh ya tolong telpon Sabrina untuk membelikan beberapa buah ya," kata bunga.
"tidak perlu, Aldo akan datang nanti dan membawa semua buah kesukaan mu,"
bunga pun bersyukur memiliki Darwin yang begitu mencintai dirinya, meski awalnya dia ragu pada pria itu.
terlebih Darwin selalu di kelilingi wanita-wanita cantik, Joshua yang baru selesai rapat pun menghela nafas.
pasalnya hari ini rapat begitu panjang dan melelahkan, mungkin perusahaan baik setelah di pegang Darwin.
tapi cara Darwin dalam membereskan masalah begitu kejam. pria itu akan menangkap atau menyiksa siapapun yang menghianati dirinya.
"Aldo tolong belikan aku masakan Padang, ya Tuhan jantungku rasanya mau copot, kalian kalau main kenapa begitu kasar dan terbuka," lirih Joshua.
"ini permainan terbaik tuan besar, lebih baik sekalian kita berkunjung ke rumah sakit, kebetulan nyonya besar juga berada di sana, apa anda mau?" tawar Aldo.
"baiklah, kita berangkat, dan tolong berhenti membuatku terus jantungan," kata Joshua yang merapikan dirinya.
Aldo mengajak Joshua ke sebuah rumah makan sederhana sesuai permintaan pria itu.
saat sedang menunggu, Aldo memilih membeli buah di toko seberang jalan.
tak sengaja Joshua melihat sosok tak asing, dia adalah teman lama, tapi saat akan di panggil pria itu hilang.
__ADS_1
Aldo pun bingung melihat Joshua yang berdiri di pinggir kalsn raya,"ada apa tuan besar?"
"tidak ada, ayo masuk," kata Joshua mengalihkan perhatian Aldo.