Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
Sugar Daddy


__ADS_3

Tuan Georgio dan Adelia sudah bersiap naik motor bersama menikmati waktu sore mereka, meski sudah termasuk tua.


Tapi tubuh tuan Georgio tetap terawat dan begitu gagah karena selalu olahraga dengan baik.


Mereka pun berkendara berkeliling kota, Adelia memeluk tuan Georgio dengan erat.


Saat mereka berhenti di sebuah mall, Adelia turun dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.


"Adelia kalau berdua gini, jangan panggil opa ya, panggil Daddy saja biar enak di dengar," kata tuan Georgio.


"Wah aku punya sugar Daddy kaya, jadi Daddy harus menuruti semua keinginanku," kata Adelia tertawa menggoda tuan Georgio.


"Tentu sayang, ayo kita masuk dan beli apa yang kami inginkan," kata tuan Georgio tertawa.


Saat keduanya masuk ke dalam mall, pandangan orang menatap mereka dengan wah.


Pasalnya keduanya mengunakan pakaian dengan merek ternama dunia.


Adelia begitu manja pada tuan Georgio, bahkan mereka terlihat bak pasangan kekasih yang begitu mesra.


Tak di duga, saat mereka akan memasuki sebuah toko berlian, Adelia di panggil oleh seseorang.


"Adelia!" suara itu terdengar.


Adelia pun menoleh dan terkejut melihat Yasmin yang sedang berada di Surabaya.


"Yasmin," kata Adelia memeluk wanita itu.


"Wah akhirnya kita ketemu, kamu dulu hilang begitu saja, setelah itu aku juga harus ke Singapura," kata Yasmin memeluk Adelia begitu erat.


"Ya aku mengalami sedikit masalah, dan kamu sekarang makin cantik, dan bagaimana kabar semua orang?" tanya Adelia dengan lembut.


"Semuanya baik, aku juga sudah menikah dan sudah memiliki seorang putra, dan siapa itu," tanya Yasmin melihat sosok pria di belakang Adelia.


"Aku adalah orang terkasihnya," jawab tuan Georgio ambigu.


Mereka pun berjabat tangan saling berkenalan, Adelia pun tertawa karena melihat ekspresi Yasmin dan suaminya.


"Sayang kalau begitu ajak mereka ke restoran saja dulu, bair aku beli sesuatu sebentar," kata tuan Georgio.


"Siap Daddy," jawab Adelia tersenyum.


"Ayo kita sudah lama tak bertemu, mari tuan suami Yasmin ikut juga," kata Adelia mengandeng sahabatnya itu.


"Dia punya nama, namanya Nirwan Aditama," jawab Yasmin.


"Oh halo, salam kenal, aku Adelia Amadea sahabat dari istri anda yang cerewet ini," kata Adelia berjabat tangan dengan Nirwan.

__ADS_1


"Iya Nona, tapi nama Amadea bukannya nama sembarangan," kata Nirwan yang merujuk pada pengusaha sukses asal Eropa.


"Iya, itu nama keluarga besar," jawab Adelia.


Mereka pun masuk ke restoran, Yasmin tertawa karena Adelia tak sedikit pun berubah selera makanan kesukaannya.


"Kamu pasti mau pesan dimsum," tebak Yasmin


"Gak papa ya, aku sedang ngidam nih, dan hotpot untuk kalian ya," kata Adelia memanggil pelayan.


"Kamu hamil, anak keberapa? dan tadi berarti suamimu," kata Yasmin lagi.


"Em..." kata Adelia membuat Yasmin makin penasaran.


Saat mereka sedang bersama, seorang pria kecil menghampiri Adelia.


"Mama disini?" tanya Darwin.


"Sayang kamu di sini, sudah pulang dari kantor, dan sama siapa?" tanya Adelia pada Darwin.


"Aku di minta opa ke sini, dan aku bersama para pengawal ku, dan ini pasti aunty Yasmin dan suaminya," tebak Darwin.


"Yap benar sekali, dan Yasmin perkenalkan ini putraku, namanya Darwin Alexander Gusman," jawab Adelia.


"Dia pewaris dari keluarga Gusman, putra tunggal Joshua Alejandra Gusman," tanya Nirwan.


"Wah kamu mengenalnya, pria itu sangat menyebalkan," kata Darwin ikut bergabung.


"Tidak, aku hanya pernah satu perjamuan bersama tuan Joshua di Singapura, dan dia pria yang begitu dingin dan pelit berbicara pada orang baru di kenalnya," kata Nirwan.


"Ya, pria itu pelit senyum dan menyebalkan, dan jika om ingin bekerjasama dengan perusahaan Gusman bisa mencariku," kata Darwin.


"Tapi yang aku tau, perusahaan besar seperti itu tak mudah mencari patner, dan harus memiliki rekam jejak yang sangat baik," jawab Nirwan.


"Tenanglah, siapa yang berani pada putra ku ini," Jawab Adelia.


"Yap mama benar sekali, jika aku mau, aku bisa membuat perusahaan manapun bangkrut dalam sekejap," jawab Darwin tertawa.


"Maka kamu akan jadi gelandangan," kata Adelia mencubit pipi putranya itu.


"Tidak mungkin, karena aku adalah tuan muda di keluarga Amadea, dan aku juga pewaris satu-satunya," jawab Darwin sombong.


"Ya, jika kamu sekali saja membuat kesalahan, maka aku sendiri yang akan mendepakmu, dan ini hadiah perkenalan untuk teman mama mu," kata tuan Georgio memberikan hadiah sebuah jam tangan mewah.


"Ini tak perlu tuan, bertemu dengan anda dan Adelia saja itu sudah membahagiakan," jawab Yasmin.


"Terimalah, aku akan marah saat kalian menolaknya," kata tuan Georgio.

__ADS_1


"Daddy kamu begitu baik dengan temanku," kata Adelia tersenyum manis.


Mendengar panggilan Adelia pada tuan Georgio, Darwin tersedak dimsum yang dia makan.


"Daddy?" kata Darwin melihat sang opa buyut.


Tuan Georgio tertawa melihat ekspresi Darwin, "nanti aku jelaskan."


Darwin pun mengangguk, dia tau jika ini mungkin permainan dari Adelia dan tuan Georgio.


Setelah selesai makan, mereka pun pamit, Adelia juga mengundang Yasmin ke rumah keluarganya.


Ya rumah itu sudah selesai di bangun dan siap di tempati, karena Darwin sudah ingin memiliki lantai miliknya sendiri.


Yasmin pun mengiyakan, dan lusa mereka akan datang, mereka sudah berpisah.


"Jadi Daddy tadi hanya membelikan hadiah untuk mereka saja?" tanya Adelia.


"Tidak, hadiah kalian sudah di antar ke rumah baru lusa, dan semoga kalian suka," kata tuan Georgio.


"Terima kasih Daddy," kata Darwin memeluk tuan Georgio.


Mereka pun tertawa, sekarang mereka pulang, karena kondisi Adelia, jadi dia harus pulang dengan naik mobil.


Sedang tuan Georgio bersama Darwin masih berkeliling kota, tuan Georgio pergi ke tempat penjualan elektronik.


Tapi sayang apa yang di inginkan Darwin tak ada, "Opa, sepertinya kita harus pesan dulu, karena di Indonesia belum ada," kata Darwin sedih.


"Tulis yang kamu mau, biar besok orang opa yang membelikan semuanya," jawsb tuan Georgio.


"Siap opa," jawab Darwin senang.


Saat sampai di rumah keluarga Gusman, ternyata Joshua belum pulang.


Adelia pun mandi dan bersih-bersih, karena dia sudah terlalu banyak makan, Adelia pun memilih untuk beristirahat di kamarnya.


Sedang Joshua sedang mengawasi pembangunan rumah keluarga mereka.


Rumah ini atas nama Adelia, dan Joshua tak ingin mengecewakan istri dan putranya.


Dia mengatur setiap sudut rumah, dan lantai tiga sesuai keinginan Darwin.


Rumah itu memiliki arsitektur modern, dan juga elegan apalagi semua perabotan adalah barang mewah.


Lantai dua adalah kamar utama, dan dia kamar lain, disana juga ada ruang kerjanya dan Adelia.


Sedang lantai bawah hanya ruang tamu, ruang Keluarga dan ruang santai juga ada.

__ADS_1


Tak lupa tempat untuk olahraga ada di samping taman yang luas, itu adalah ruangan transparan agar mereka tetap bisa melihat suasana taman.



__ADS_2