
Joshua dan Darwin pun baru pulang saat pukul satu dini hari, keduanya membawa mie goreng yang tadi di beli di jalan.
Saat memasuki rumah pak Yun sudah menyambut keduanya, dan menuju ke dapur.
Tak di duga sudah ada Adelia yang menunggu keduanya sambil melipat tangannya di meja dapur.
"Dari mana kalian berdua?" tanya Adelia.
"Aku hanya menjemput Darwin, dan mengajaknya mampir untuk membeli mie goreng, tapi sangat ramai jadi kami makin Ke malaman."
Darwin mengangguk mndengar penjelasan Joshua, "Itu benar mama sayang, kami cuma membeli ini, mama mau."
"Tentu jika kalian tak keberatan memberikan itu pada mama," jawab Adelia minum air yang di bawanya.
Darwin pun langsung duduk di depan Adelia, sedang Joshua mengambilkan piring dan juga memasak ayam yang ada di freezer.
Adelia dan Darwin pun makan mie goreng itu, kemudian Joshua bergabung sambil membawa ayam yang baru masak itu.
"Ayam untuk kalian berdua," kata Joshua duduk di samping Adelia.
"Huh, papa terbaik aku sedang ingin makan ayam," kata Darwin langsung mengambil ayam itu dengan garpu.
Joshua tertawa melihat Darwin yang begitu menyukai ayam, Adelia pun langsung menyuapi mie ke mulut Joshua.
"Lebih baik makan sayang," kata Adelia tersenyum.
Akhirnya mereka pun makan pada dini hari itu, pak Yun sudah di minta istirahat oleh Joshua.
Selepas itu mereka pun tidur, Adelia pun sudah terlelap di pelukan Joshua, sedang Joshua sedang memikirkan rencana selanjutnya.
Darwin pun tidur dengan nyenyak malam ini, pasalnya dia sudah berhasil membalaskan luka Bunga.
Keesokan harinya, Darwin dan Joshua sudah bangun pagi dan mulai aktifitas rutin mereka.
Karena semalam mereka makan mie dengan karbohidrat tinggi, keduanya kini olahraga dengan intens.
Sedang Adelia juga baru turun dan mengunakan baju santai karena dia tak ke butik dan mengerjakan semua dari rumah.
"Pagi mama, papa," sapa Adelia saat melihat kedua mertuanya di meja makan.
"Pagi sayang, bagaimana keadaan mu? dan calon Joshua kecil?" tanya mama Laura.
"Baik mama, cuma aku mungkin akan mengalami kenaikan berat badan, karena Joshua terus memanjakan diriku," kata Adelia bergabung.
__ADS_1
"Tak masalah sayang, kamu tetap terlihat cantik, dan dua pria mu itu sekarang sedang gila olahraga," jawab papa Federico.
"Mereka tak ingin tubuh mereka jelek pa, makanya mereka begitu serius berolahraga," Jawab Adelia.
"Nyonya, ada sebuah paket untuk anda, dan para pengawal sudah memindai dan tak ada sesuatu yang berbahaya," terang pak Yun.
"Baiklah pak, tolong letakkan di ruangan milikku, aku akan membukanya nanti, dan teima kasih," kata Adelia.
"Baik nyonya."
Pak Yun pun menuju ke lantai dua, sedang Darwin dan Joshua pun bergabung bersama semua orang.
Adelia sudah mendapatkan dua ciuman dari dua pria tersayangnya itu.
Mereka pun makan bersama, hari ini Adelia juga harus pergi mengecek kemajuan dari pembangunan rumah keluarga Sukoco.
Adelia ingin rumah itu begitu elegan dan modern, bahkan di rumah mereka akan di lengkapi lift pribadi.
Semua orang sudah berangkat ke kesibukan masing-masing, Adelia juga sudah berada di dalam ruangan miliknya.
Adelia membuka paket, dan saat mengetahui isi paket itu, senyumnya mengembang.
"Dasar gadis ini," kata Adelia melihat setelan baju bayi rajut dengan inisial A.
Adelia pun menyimpannya dengan baik, setelah itu dia mengambil tas dan turun ke bawah.
Sedang di perusahaan, seorang tamu istimewa datang, Darwin hanya tersenyum melihat pria itu datang ke perusahaan Gusman Groups.
Joshua sudah mendapatkan semua pergerakan posisi dari tamu itu Darwin, Joshua pun tak mengira dia akan kedatangan pria itu.
"Baiklah, lakukan seperti rencana," kata Joshua bersiap menyambut pria itu.
Hans sudah membukakan pintu ke ruangan Joshua, dan Joshua langsung merubah raut wajahnya saat melihat pria di depannya itu.
Pria yang dibencinya, kini sudah berdiri di depannya, tapi dia harus tetap berusaha profesional.
"Papa ingat rencana, tolong lupakan sejenak amarahmu," kata Darwin dari sambungan jarah jauh.
Joshua pun menghela nafas, "Selamat datang di perusahaan ku tuan Adjie Guntoro," kata Joshua.
"Terima kasih, aku tak mengira jika tuan muda keluarga Gusman mengundangku," kata Adjie duduk dengan angkuhnya.
"Aku hanya ingin berbincang mengenai bisnis dengan anda, dan terima kasih sudah mau meluangkan waktu berharga anda untuk datang menemuiku," kata Joshua.
__ADS_1
"Tak masalah, lagi pula aku sedang ada janji dengan tuan muda keluarga Amadea, dan sebelum itu akan ingin bertemu dengan mu, jangan kaget saat perusahaan kami makin besar, dan akan sulit bekerjasama, jadi lebih baik kita bicarakan ini lebih awal," kata Adjie.
Ingin sekali Joshua menonjok pria sombong di depannya itu, pasalnya dia belum tau jika tuan muda yang dia maksud adalah Darwin.
"Baiklah tuan Adjie jika seperti itu, aku ingin anda membaca proposal ini, ini adalah hotel yang di bangun di pulau pribadi, dengan fasilitas mewah, dan anda bisa melihat dengan detail, semua sudah di jelaskan," kata Darwin.
"Anne, tolong panggilkan nyonya besar mu, aku ingin mengetahui pendapatnya, tentang hotel ini apa tuan tidak keberatan," kata Adjie tersenyum melihat Joshua.
"Tentu tidak tuan," jawab Joshua.
Darwin tau jika ini kode merah, maka Darwin juga menyiapkan kejutan besar untuk semua orang.
Seorang wanita yang sudah dari lama tak pernah menginjak lantai perusahaan itu.
Kini berjalan dalam pengawalan ketat, wanita itu tersenyum merendahkan karena perusahaan Gusman tak banyak berubah.
Wanita itu sampai di ruangan direktur utama, dan langsung masuk ke dalam dengan angkuhnya.
"Sayang kenapa memanggilku kemari, katanya tadi cuma sebentar," kata wanita itu manja.
"Aku ingin kamu memberikan saran untuk hotel ini, apa kamu menyukainya jika iya aku akan menanamkan modal besar di hotel itu," kata Adjie.
Selly melihat proposal itu, itu adalah hotel yang pernah menjadi impian dari Joshua saat muda.
Dia tau karena dia membantu Joshua dalam mendesain taman hotel itu, dan Selly tak mengira jika Joshua benar-benar ingin mewujudkan impian itu.
"Aku menyukainya, tapi harusnya ada kolam air mancur besar di taman itu akan lebih indah," kata Selly.
"Apa itu tak masalah tuan Joshua?" tanya Adjie.
"Tentu tuan, biar aku akan meminta istriku untuk mendesain air mancur itu agar terlihat indah," jawab Joshua.
"Kamu sudah menikah, kenapa tidak mengelar pesta pernikahan bear, bukankah setiap orang berhak tau siapa istri dari. seorang Joshua Gusman," kata Selly sedikit mengejek.
"Aku dan istri sudah melakukan pesta resepsi, dan beberapa kali pesta perayaan anniversary, kalian hanya terlalu lama tinggal di luar negri," jawab Joshua dengan nada menyidir.
Tak di duga kejutan Darwin datang terlalu cepat, Hafsah sudah menerobos masuk keruangan itu.
"Joshua Alejandra Gusman, kenapa kamu membuat putriku yang hamil memeriksa pembangunan rumah sendiri!" teriak Hafsah.
"Papi, kapan pulang!" kaget Joshua meliht sosok pria yang baru masuk itu.
"Sudah tak perlu berbasa-basi lagi, kenapa kamu membut putriku melihat pembangunan rumah sendiri," kata Hafsah marah.
__ADS_1
Sedang dari earphone terdengar suara tawa dari Darwin, dan jodhya sudah tau ini adalah jebakan putranya itu.