Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
S2_makan siang bersama.


__ADS_3

bunga sedang melakukan olahraga bersama mama Laura, dia melatih otot tangan dan juga staminanya.


bunga harus jadi wanita tangguh di sisi Darwin, dia juga tetap membantu Samuel dalam membuat desain interior.


mama Laura tak mengira jika bunga begitu serius, terlebih beberapa hari lalu dia sedang tak sehat.


tapi dari kepercayaan diri yang dimiliki, mama Laura yakin jika gadis itu bisa kuat secara mental menghadapi semua wanita yang ingin mendekati Darwin.


Viktoria bangun dan terkejut dengan keadaannya, dia bahkan marah karena tak ingat apapun.


di seluruh tubuhnya tercium aroma yang sangat menyengat, bahkan dia juga merasa jika bagian intimnya sakit dan bengkak.


"brengsek ... siapa yang berani melakukan ini padaku," kesal Viktoria.


dia ingat jika Darwin mendorongnya terakhir kali, jadi Viktoria yakin jika pria itu yang melakukan semua ini padanya.


dia pun memutuskan untuk mandi, tapi dia hanya menemukan sebuah tas plastik di sana.


dia pun terpaksa melihat isi kantong itu, ternyata sebuah daster dan dalaman murah yang sepertinya di beli di pasar.


"brengsek, aku harus pakai beginian, awas kamu darwin," kesal Viktoria yang makin menjadi.


apalagi adiknya Viktor juga tak bisa di hubungi, dia pun menuju ke rumah milik keluarganya.


dia pun sedikit menahan malu karena harus memakai daster model ibu-ibu seperti itu.


Viktoria kaget saat memasuki rumah, ternyata sang mama sedang berhubungan dengan seorang supir taksi.


Viktoria pun langsung menuju ke kamarnya, dia tak mengira jika hidupnya akan sekacau ini setelah berniat menyingkirkan wanita miskin seperti Bunga.


dia pun mencari setelan mahal miliknya, dia juga kembali mandi untuk memastikan jika di tubuhnya sudah benar-benar bersih.


setelah itu dia pun mengambil uang dan menuju ke perusahaan Darwin, dia berjalan dengan sombong menghampiri resepsionis.


"maaf ... saya ingin bertemu dengan bos kalian tuan Joshua," kata Viktoria dengan angkuh.


"maaf nona, tapi sekarang Presdir sudah berubah menjadi tuan Darwin," jawab resepsionis.


"terserah saja, tolong cepat karena aku tak ada waktu," kata Viktoria dengan angkuh.


para resepsionis ingat jika dia adalah gadis yang beberapa Minggu lalu datang, dan Joshua sendiri yang menjemput gadis dan seorang pria berumur itu.


dia pun di ijinkan naik ke ruangan Joshua, Edo yang sadar jika akan ada masalah menghubungi Aldo.


Aldo pun menyampaikan pesan itu pada Darwin, pria itu langsung merasa marah dan geram.


benar saja Viktoria merasa begitu tinggi karena dia mengira jika semua yang terjadi padanya adalah ulah Darwin.


dia pun masuk dan langsung menghampiri Darwin, "kau jahat Darwin, kau melakukan ini hingga membuatku seperti sampah!" teriak wanita itu.


"kau gila, aku saja tak mengerti maksud mu?" jawab Darwin membela diri.


"kau meninggalkanku setelah menikmati tubuh indah ku di hotel begitu saja, bahkan meninggalkan sp**** mu yang kering di tubuh ku," kata Viktoria sangat yakin.


"kau belum bangun ternyata, siapa yang menyentuhmu, aku bahkan tak Sudi bersentuhan dengan mu walau itu tak sengaja," jawab Darwin


Aldo menarik tubuh Viktoria untuk keluar dari ruangan milik Presdir, dia tak tahan lagi dengan ulah gadis itu.


"tidak mau, aku mau Darwin bertanggung jawab," kata Viktoria yang masih ngotot.

__ADS_1


karena marah, Darwin memutar video rekaman CCTV dimana Viktoria yang di nikmati oleh banyak orang.


"kau lihat, aku tak ikut bertanggung jawab, jadi ini semua salahmu sendiri," kata Darwin melemparkan iPad itu ke wajah Viktoria


gadis itu diam, video itu masih berputar, bahkan ada seseorang yang membawa pria lain dan minta uang pada laki-laki yang selesai menikmati waktu bersama Viktoria.


"asal kau tau, adikmu saja sampai malu dan memutuskan untuk pulang dan tak menemui kalian lagi," kata Darwin tersenyum mengejek.


"itu tak benar, bagaimana bisa dia mencampakkan kami," kata Viktoria.


Darwin memerintahkan pada Aldo untuk membawa wanita itu pergi, dan Aldo sudah turun dan mendorong Viktoria.


"dengarkan baik-baik, jika kalian melihat wanita ini datang ke sini, langsung usir karena mulai sekarang wanita ini di larang menginjakkan kakinya di perusahaan ini, dan sekarang kalian usir dia pergi," kata Aldo.


"baik asisten Aldo," jawab kedua satpam itu.


Viktoria benar-benar di permalukan, dia tak mengira jika adiknya tega melakukan ini pada dirinya.


sedang di rumah lama Gusman, Bunga sedang membuat sesuatu untuk Darwin.


setelah dia berolahraga dengan mama Laura, dia kini sibuk di dapur, nantinya dia akan mengantarkan kotak-kotak itu pada Darwin.


Bunga pun bersiap untuk pergi, dia sudah mengenakan pakaian yang begitu simpel.


dia pun menemui mama Laura dan papa Federico untuk berpamitan, pasalnya dia harus mengantarkan makanan itu.


"Oma ... Opa ... aku pamit dulu ya, ingin mengantarkan ini pada kak Darwin," kata Bunga menunjukkan kotak di tangannya.


"baiklah, jangan mengunakan angkutan umum, pak Zul tolong temani Bunga ke perusahaan Darwin, dan ingat jangan sampai dia terluka," perintah papa Federico.


"baiklah tuan sepuh," jawab pak Zul.


mereka pun menuju ke perusahaan dengan mobil milik papa Federico, selama di perjalanan Bunga nampak begitu diam.


"tidak pak, aku hanya merasa sedikit takut, karena apa kak Darwin akan suka jika aku ke kantornya, terlebih ini hari pertamanya menjadi Presdir," kata bunga.


"tuan muda pasti menyukainya nona, apalagi nona datang dengan membawa makanan yang khusus di buat dengan cinta," kata pak Zul menenangkan bunga.


bunga pun merasa sedikit lega, setidaknya dia tau jika Darwin akan menyukai kedatangannya.


sesampainya di perusahaan tersebut, pak Zul mengantar Bunga turun sambil membawa kotak bekal itu.


"kami ingin bertemu dengan tuan muda Darwin," kata pak Zul.


"maaf bos tidak bisa di ganggu oleh orang miskin, terlebih kalian tak memiliki janji," jawab resepsionis itu ketus.


"kalian ini ..." heran pak Zul.


"sudah pak, jika kak Darwin sibuk, lebih baik kita pulang," jawab Bunga yang tak ingin ada keributan.


tapi tak terduga Darwin malah turun dengan tergesa-gesa dan langsung memeluk gadis itu.


"kamu tak bilang mau datang, jika tau kamu kesini, aku akan menjemputmu sendiri," kata Darwin dengan begitu senang.


"tapi kakak begitu sibuk, jadi aku pulang saja ya, takut mengganggumu," kata Bunga tak enak.


"siapa yang bilang," tanya Darwin datar.


"para resepsionis tuan muda, bahkan mereka mengatai kami miskin hingga tak pantas bertemu dengn anda," kata pak Zul.

__ADS_1


"kalian benar-benar menyebalkan ya, kalian itu orang yang pertama menyambut tamu, ini sikap kalian!" bentak Darwin.


kedua orang itu ketakutan, mereka tak menyangka jika gadis berpenampilan bisa ini adalah tamu penting.


"mulai besok tak perlu bekerja lagi, aku tak perlu pegawai tak kompeten dan asal-asalan, kalian membiarkan tamu yang seharusnya di usir untuk masuk, dan malah mengusir tamu penting ku, kalian buta atau hanya bisa membedakan orang dari penampilannya!" teriak Darwin marah menjadi-jadi.


bahkan bagian HRD datang setelah Edo memerintahkan karena Darwin marah.


dia kaget melihat marah Darwin, sedang Bunga juga berusaha menenangkan Darwin.


"kak tenanglah ... ini salahku, karena aku yang kurang berdandan dengan layak, hingga mereka salah mengira," kata Bunga.


"tidak, mereka tetap harus di pecat, jika perlu aku akan meminta Edo memasukkan mereka kedalam black list," kata Darwin.


"saya mohon jangan lakukan ini tuan ... kami minta maaf," mohon kedua resepsionis wanita itu.


"ayolah kak, jangan Semarah ini, cukup berikan teguran saja, akan sulit mencari orang yang bisa menjadi resepsionis yang baik dalam waktu singkat," mohon Bunga.


Darwin pun luluh, "kalian selamat, jika sekali lagi kalian berulah, aku akan memastikan kalian berdua akan membusuk selamanya, jadi camkan ini baik-baik, jika gadis ini datang langsung antar ke ruangan ku karena dia adalah calon istriku," kata Darwin.


"baik bos," jawab kedua orang itu.


pak Zul pun pamit saat Bunga sudah bersama Darwin, karena tugasnya hanya mengantar tidak untuk menemani.


Darwin terus mengandeng tangan Bunga dan mengajaknya ke ruangan miliknya.


di dalam sana Darwin pun masih berkutat dengan pekerjaannya, "kak makan dulu, ini sudah jam makan siang," ajak Bunga.


"aku sangat sibuk sekarang, kamu bisa menyuapi ku?" kata Darwin memohon.


Bunga pun berdiri dan menghampiri Darwin, niat hati ingin mengajak makan bersama malah dia harus menyuapi kekasihnya itu.


"memang sedang mengerjakan apa?" tanya Bunga.


"hanya sedang ada proyek pembuatan iklan, apa kamu punya ide sayang?" tanya Darwin.


"kakak bisa mengunakan idol grup, mereka punya pengaruhnya tersendiri tapi tidak boleh sembarangan, kakak harus benar-benar teliti karena jika salah pilih dan model terjerat narkoba atau kasus, kita pasti akan terkena imbasnya juga," kata Bunga.


"baiklah, tapi siapa yang akan tepat untuk bagian seleksi seperti ini?" gumam Darwin.


"serahkan pada David, dia pintar dalam memilih dan menilai orang bukan," usul Bunga.


"kamu benar, aku akan meminta Aldo melakukan semua ide mu, terima kasih kamu begitu membantu ku," kata Darwin.


"kita adalah satu, jadi aku akan membantumu dengn sebisa ku," jawab Bunga.


kini giliran Darwin yang menyuapi bunga, tak lama Aldo masuk dan juga menerima bekal yang di bawa Bunga.


bahkan Edo juga dapat bagian, karena kedua orang itu adalah orang kepercayaan dari Darwin.


Bunga juga meminta temannya model untuk membantu menjadi brand ambasador.


meski dia sudah bersuami dan berhijab, tapi Bunga merasa jika wanita itu sangat cocok untuk menjadi image perusahaan Darwin.


Darwin pun dengan senang hati menerima bantuan bunga, terlebih mereka adalah pasangan model yang sudah sah jadi akan mudah memasuki pasar timur tengah.


karena negara itu memiliki beberapa peraturan yang sangat ketat, bahkan dia juga sudah punya sasaran psar tersendiri.


Darwin tak mengira jika kedatangan dari Bunga bisa membuatnya begitu mudah menyelesaikan masalah seperti ini.

__ADS_1


apalagi ide Bunga juga sangat menarik, dan mudah di pahami, tapi sayang Bunga bekerja dengn perusahaan di bawah naungan Samuel.


Darwin tak bisa memaksakan keinginannya pada kekasihnya itu, terlebih Wanita sedang hamil dan juga butuh kebebasan.


__ADS_2