Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
Masalalu Felix Dan Yasmin2


__ADS_3

Malam itu Darwin memilih mengawasi Bunga melalui anak buahnya yang mengikutinya secara diam-diam.


Darwin bahkan membiarkan begitu saja, saat Bunga di bawa pergi oleh Bu As, Darwin akan mencari tahu sendiri nanti.


Sedang Adelia dan yang lain sedang duduk bersama untuk bermain, setelah Salsha dan Darwin masuk kamar mereka.


Tak di duga Yasmin datang kembali ke rumah Adelia dengan keadaan yang kacau.


"Nyonya, ada teman anda nyonya Yasmin datang, dan sepertinya keadaannya tak baik," kata Bu Anne kepala pelayan.


Mendengar itu Adelia langsung Menghampiri Yasmin, benar saja wanita itu sepertinya sudah begitu lama menangis.


"Ada apa Yasmin? katakan?" tanya Adelia langsung menghampiri temannya itu.


"Adelia, aku mohon padamu, tolong bantu aku, putriku tak bisa bertahan lebih lama lagi, tolong bujuk keluarga suamimu demi Freya," mohon Yasmin.


"Apa maksudnya? kenapa harus Keluarga Gusman?" tanya Adelia.


Yasmin masih menangis sesenggukan saat semua orang menghampiri karena khawatir.


"Bangun Yasmin, jangan seperti ini ..." kata Adelia membantu Yasmin.


"Ada apa nak, ada apa Yasmin?" tanya mama Vena khawatir.


"Sebenarnya Freya dan Fresco bukan putra suamiku, mereka hadir karena kesalahan ku saat mabuk, aku memaksa seorang pria tidur dengan ku, dan akhirnya mereka hadir dan ternyata Freya mewarisi genetik dari ayah kandungnya ..." lirih Yasmin menjelaskan.


"Jangan menangis, aku akan melakukan itu demi putri kita," kata Felix membantu Yasmin bangun.


"Honey ..." kaget Ayu.


"Felix!" kaget semua orang.


"Sudah tak usah perdulikan mereka, sekarang ayo kita lakukan pemeriksaan itu, dan semoga aku bisa membantunya," kata Felix merangkul Yasmin pergi.


"Terima kasih," jawab Yasmin.


"Tunggu opa, aku juga mau bantu, semoga bisa," kata Darwin yang baru turun.


"Tapi kamu masih kecil Darwin," kata Felix.


"Tapi aku punya seratus pengawal, kita periksa semua orang, dan beberapa asisten," jawab Darwin.


"Baiklah, ayo," ajak Felix.


"Terima kasih ..." lirih Yasmin yang pergi bersama dengan Darwin dan Felix.

__ADS_1


Mama Laura menahan tubuh Ayu yang tiba-tiba lemah, apalagi setelah dia tau suaminya memiliki anak dengan wanita lain.


"Ayu ini bukan akhir dunia, kita nanti bisa meminta kejelasan dari Felix," kata mama Laura.


"Tidak mbak, itu tak mungkin karena aku sudah tau jika suamiku pernah tidur dengan seorang wanita, bahkan dia kehilangan wanita itu dan kemudian bertemu dengan ku di Bali," jawab Ayu.


"Sebaiknya kita kesana," jawab Hafsah.


"Baiklah biar mama Vena, Adelia, dan Oma Arsya di rumah, dan yang lain akan melakukan tes untuk menolong putri Yasmin," usul Joshua.


"Setuju, sekarang ayo pergi," kata tuan Georgio.


Papa Federico merasa sedikit was-was, pasalnya dia mengetahui semua cerita itu.


Bahkan dia juga terlibat dalam hal itu, dan bisa di pastikan jika Felix mengetahui itu.


Maka itu akan bahaya untuknya, karena Felix memiliki tempramen paling buruk.


Felix dan Yasmin sampai di rumah sakit, dia terkejut melihat seorang bocah begitu mirip dengan dirinya.


Bahkan bisa di katakan bak pinang di belah dua, "dia fotocopy dari mu opa?" tanya Darwin.


"Nanti aku jelaskan, dan sekarang kita lakukan pemeriksaan dulu, sebelum semuanya tambah runyam," kata Felix.


Mereka pun mulai melakukan tes, begitupun dengan semua pengawal dari Darwin, dan juga asistennya.


Mereka juga melakukan tes sesuai dengan nomor urut, Yasmin pun sedikit lega, setidaknya peluang putrinya akan lebih besar.


Setelah semua melakukan tes, dokter pun membawa semua hasil tes yang cocok.


"Maaf, ada lima orang yang memiliki kecocokan dengan pasien, tapi kita membutuhkan donor darah untuk pasien saat operasi, dan rumah sakit sedang tak memiliki stok darah itu," kata dokter.


"Kami dokter," jawab tuan Federico dan Felix.


"Ya kebetulan kalian adalah penyintas penyakit auto imun yang bisa bertahan sampai sejauh ini, itu bagus," kata Darwin memainkan iPad miliknya.


Joshua pun langsung membungkam mulut putranya itu, dan Darwin melotot kearah Joshua.


"Dokter tolong lakukan yang terbaik, dan yang tidak memiliki kecocokan silahkan pulang," perintah Joshua.


"Baik tuan besar," jawab semua pengawal.


Dan tinggallah empat orang serta satu kecocokan dari mama Laura, wanita itu masih menguatkan Ayu yang terpuruk.


"Oma, biarkan pengawal ku yang menjadi pendonor, dan setelah itu aku bisa memberikan uang agar dia membuat usaha dan tak melakukan usaha berat," usul Darwin.

__ADS_1


"Tunggu sayang, kita lihat keputusan dokter ya," jawab mama Laura.


Akhirnya seorang pengawal yang memang sedang membutuhkan uang maju untuk jadi pendonor.


Sedang Ayu melihat pria kecil yang duduk di sebelah mama dari Yasmin.


Ayu bahkan bisa melihat kemiripan mereka berdua, mulai dari mata, hidung dan bentuk wajah Franco dan Felix begitu mirip.


Itu seakan-akan menjadi tamparan besar untuk Ayu yang bahkan tak bisa menjaga anaknya.


Tapi Yasmin bisa membesarkan dua anak tanpa sosok pria yang membuat dua anak itu hadir di hidupnya.


Darwin pun berusaha untuk mencari tau apa yang terjadi, Joshua bahkan tak bisa mengalihkan putranya itu dari Ipad-nya.


Darwin pun berhasil meski tak jelas, bahkan dia juga menemukan hasil rekaman CCTV di hotel, dan yang paling mengejutkan adalah papa Federico dan nyonya Vina menemui Yasmin.


Dan sepertinya ada transaksi penting, dan itu yang paling kejam mereka memberikan uang cukup banyak pda wanita itu.


Darwin pun langsung menyimpan hal itu, karena dia tau jika itu akan memancing kemarahan Felix.


Tuan Federico dan Felix keluar dari tempat donor, tuan Federico menghampiri Yasmin.


"Maafkan aku dan mama, seharusnya dulu aku tak memaksakan kehendak kami, karena ini yang kami takutkan saat dia hadir di dunia," kata tuan Federico.


Mama Laura dan Felix langsung mendekat, mereka tak percaya dengan apa yang di akui oleh papa Federico.


"Federico apa yang kau katakan," kata Felix mulai marah.


Darwin langsung mendorong Felix hingga berbenturan dengan papa Federico.


"Keluar, jika ingin bertengkar keluar, ini rumah sakit, bukan arena tinju, opa Felix keluar, aku ingin bicara padamu, jadi biarkan Oma yang menyelesaikan masalah ini, kamu ikut aku," kata Darwin menyeret Felix pergi.


Semua orang tekejut melihat keberanian dari Darwin, bahkan Felix pun tak bisa melawan bocah itu.


"Jangan ada yang mengikuti kami, atau aku buat kalian semua menyesal, karena ini urusan ku dan opa Felix, termasuk kamu papa, duduk tunggu di situ," kata Darwin tegas.


"Terserah kamu saja, aku mau ngopi, ayo opa dan papi," ajak Joshua.


"Baiklah," jawab tuan Georgio dan Hafsah mengikuti Joshua.


Sedang Darwin sampai di taman rumah sakit, bahkan saat sampai Felix langsung meninju pohon besar di sana.


"Maaf Tante Kunti, atau om Wowo, opa sedang kesal, jadi kalau marah datangi dia saja," kata Darwin menunjuk Felix.


"Ya jangan bilang begitu, aku takut hantu Indonesia," kata Felix langsung duduk di samping Darwin.

__ADS_1


"penakut," ejek Darwin.



__ADS_2