Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
Berbelanja Berdua


__ADS_3

Novan dan Hans tertawa mendengar jawaban Adelia, sedangkan Joshua pun juga gemas mendengar jawaban itu, lalu mencubit pipi Adelia.


"Sayang kapan kamu harus ke dokter, katakan tanggalnya, agar Hans bisa mengosongkan jadwal ku untuk menemanimu pergi," kata Joshua.


"Masih seminggu lagi untuk mengetahui jenis kelamin bayi kita, jadi papa harus ikut ya," jawab Adelia.


"Baiklah nyonya, saya akan mengosongkan tanggal itu," kata Hans.


Setelah makan siang, Adelia memilih menunggu di kamar pribadi milik Joshua sambil merancang beberapa gaun untuk wanita hamil.


Tak lupa dengan baju yang nyaman untuk di gunakan sehari-hari, agar wanita hamil pun harus tetap terlihat modis.


Adelia juga sudah mendapatkan pesan dari putranya, yang saat pulang sekolah akan pergi ke rumah tuan Georgio untuk berlatih.


Joshua begitu sibuk dengan berkas-berkas yang tak ada habisnya, bahkan tumpukan itu tak tau akan selesai sampai kapan.


Belum lagi perusahaan kapal pesiar yang baru saja di akuisisi, yang sudah atas nama Darwin tapi masih dalam pengawasannya.


Karena Joshua ingin putranya itu fokus belajar dan menjalankan tugas nya selama setahun kedepan.


Joshua merasa aneh karena Adelia begitu tenang dan tak mengeluh sedikitpun.


Dia akhirnya melihat istrinya yang ternyata sedang tidur, Joshua mengecup kening dan menutup tubuh Adelia dengan selimut.


Kemudian kembali keluar untuk melanjutkan pekerjaannya, Novan datang sambil membawa beberapa laporan tentang pengawasan pada sebuah perusahaan atas nama William Gusman.


"Apa ada yang menarik?" tanya Joshua penasaran.


"Silahkan tuan baca, aku menemukan tiga perusahaan cangkang atas nama istri dan putrinya, dan itulah yang sempat membuat perusahaan induk Gusman di Austria bermasalah cukup parah kemarin," jawab Novan.


"Emmm... ternyata paman ku ingin bermain dengan keponakannya ini," kata Joshua menyeringai.


"Apa dia belum tau tentang Darwin," tanya Joshua lagi.


"Sepertinya dia mengira Darwin hanya bocah yang hadir karena kesalahan dari anda, jadi tak terlalu curiga dan memperdulikan Darwin, dia juga tak tau jika Darwin sekarang menjadi pewaris utama Amadea internasional Corp."


Joshua pun hanya melihat berkas-berkas itu sekilas sambil tersenyum, "Apa kamu punya ide untuk membongkar perusahaan cangkang itu, akan terlalu mudah jika Darwin yang bertindak," seru Joshua melihat Novan.


"Sepertinya kita harus mendekati putri Wiliam, setidaknya gadis itu terlalu bodoh untuk menyadari hal itu," usul Novan.


"Kamu yang bertindak?" tanya Joshua.

__ADS_1


"Ya jika bos ingin Lena membunuhku, aku bersedia saja," jawab Novan sedikit menyindir.


"Ah... aku lupa kita masih memiliki pria tampan tanpa kekasih, kita buat Hans saja yang melakukan itu, dan aku ingat sepupu ku itu juga selalu menyukai pria seperti Hans," jawab Joshua.


"Ide bagus bos, kalau begitu saya kembali dulu,kita bicarakan lagi besok saja," kata Novan yang melihat Adelia keluar dari kamar pribadi.


Joshua pun mengangguk, Adelia langsung duduk di pangkuan Joshua dan memeluknya.


"Ada apa sayang? kamu lelah karena tidur," tanya Joshua membelai wajah Adelia.


Adelia pun mengangguk, "mau apa?" tanya Joshua.


"Aku ingin memelukmu, jadi peluk aku karena aku menginginkannya," kata Adelia manja.


"Baiklah, ayo aku peluk," kata Joshua sudah mengendong Adelia ke kamar.


Keduanya pun saling berpelukan erat, tak lama Adelia kembali tidur, sedang Joshua tanpa sadar juga ikut tertidur.


Kebetulan Hans masuk dan tak mendapati Joshua, dia melihat kamar pribadi terbuka.


Hans langsung keluar setelah menaruh berkas di meja, dan saat keluar Hans melihat papa Federico dan mama Laura.


"Selamat datang tuan dan nyonya, maaf tapi bos sedang sibuk," kata Hans menjelaskan.


"Tapi maaf tuan, bos sibuk bersama nyonya di dalam," jawab Hans.


"Ya Tuhan, dia tidak bisa menahannya ini kantor," kata papa Federico kesal.


"Diamlah, seperti kamu tak pernah muda saja, bicarakan dengan Hans dan Novan saja, dan nanti aku akan meminta Darwin untuk melacak semua dan mengumpulkan bukti," kata mama Laura.


"Baiklah, kalau begitu jangan ganggu mereka, lagi pula mungkin Adelia sedang ngidam," jawab papa Federico.


Akhirnya mereka pun membahas masalah genting itu dengan Novan dan Hans di ruang rapat.


Setelah satu jam keduanya pun akan pulang, tapi mereka terkejut melihat Adelia yang sudah di bawa oleh Joshua dengan panik.


"Ada apa Joshua?" tanya mama Laura menghampiri Joshua.


"Joshua juga tak tau ma, Adelia merasa perutnya sakit, dan setelah itu pingsan," jawab Joshua sudah masuk lift.


Hans turun mengunakan lift satu lagi dan langsung menuju basemen untuk menyetir mobil.

__ADS_1


Sedang papa Federico menelpon rumah sakit agar bersiap menunggu Adelia.


Joshua terus memeluk istrinya yang sudah tak sadarkan diri itu, saat sampai Lena langsung membawa Adelia ke ruang UGD.


Joshua terduduk lemah, dia tak habis pikir apa yang salah, dan lagi dia tak bisa jika harus kehilangan bayinya lagi.


Mungkin itu akan membuat Adelia begitu tersiksa, Lena pun keluar dari dalam UGD menghampiri semua orang.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Joshua sedih.


"Dia hanya kelelahan, dan terlalu banyak makan hingga membuat perutnya tak nyaman, apalagi dia sedang hamil bayi kembar," kata Lena.


"Apa! kembar?" kaget semua orang.


"Iya, dan selamat untuk kalian sekeluarga, dan kondisi mereka sangat baik dan sehat, jadi lain kali jangan memberinya terlalu banyak makan, dan berikan secukupnya tapi sering, agar nyaman," kata Lena lagi.


"Baiklah terima kasih," jawab Joshua lega.


"Ya Tuhan, aku sempat hampir gila dan berhenti bernafas melihat Adelia seperti tadi," kata mama Laura.


"Ya Ma, tapi beruntung Adelia masih berada dalam lindungan Tuhan, dan rumah kita akan semakin ramai nantinya," kata papa Federico senang.


Joshua sudah terduduk sambil menangis, "ada apa Jo?" tanya mama Laura.


"Aku sudah berpikiran buruk tadi ma, aku bahkan akan bunuh diri jika terjadi sesuatu pada mereka di dalam, aku takut kehilangan mereka," jawab Joshua.


"Dasar pria aneh, sudahlah terus berdo'a untuk mereka, bukan malah memiliki pemikiran negatif seperti ini," kata mama Laura


"Iya ma, maaf aku takut mereka meninggalkan aku," jawab Joshua.


Hans baru pertama kali melihat Joshua yang begitu ketakutan akan sesuatu.


Dan hal itu adalah kehilangan keluarganya, Hans pun memilih pergi untuk merokok.


Tapi saat di jalan menuju taman, tak sengaja Hans menyenggol seseorang karena sedang melihat ponselnya.


Wanita itu terjatuh dan menangis sambil memegangi perutnya, "maafkan aku nyonya," kata Hans membantu.


Tapi Hans tak mengira bertemu wanita yang begitu di cintainya.


"Tolong anakku..." lirih wanita itu.

__ADS_1



__ADS_2