
Pagi ini Joshua sudah pergi bersama dengan Darwin ke perusahaan, sedang Adelia di rumah bersama nyonya Arsya, mana Vena dan mama Laura.
Sedang Hafsah berangkat ke perusahaan milik Yusrin untuk melakukan penyerahan dan akuisisi bersama dengan tuan Georgio.
Di perusahaan Gusman, Darwin dan Joshua sudah mendengar tentang rencana dari Lena dan mereka setuju.
Sedang Novan merasa tak nyaman melihat tatapan Lena padanya, dia tau ada yang sedang wanita itu perhatikan.
"Kenapa menatap ku seperti itu?"kata Novan menutup tubuhnya dengan tangannya.
"Karena kamu akan segera jadi milikku pria tampan, setelah semua masalah ini selesai tentunya," kata Lena mencolek dagu Novan.
"Maaf kamu salah, aku bukan pria seperti itu," kata Novan.
"Kita lihat saja nanti," jawab Lena pergi untuk menyiapkan segalanya.
Sedang di rumah, seseorang pria mengantarkan sebuah paket untuk keluarga Gusman.
Seorang pengawal meminta Adelia menerima paket itu karena tertulis rahasia.
Adelia pun mengikuti penjaga itu tanpa curiga sedikitpun, karena dia terbiasa mendapatkan kiriman paket dari pelanggannya.
Tapi saat Adelia keluar gerbang menemui pria pengantar paket itu, Adelia langsung di bekap oleh pria yang lain.
Para pengawal yang melihat pun langsung bergerak menyelamatkan Adelia.
Tapi mereka terkena lemparan gas air mata, mobil itupun pergi membawa Adelia.
Robert tersenyum melihat Adelia sudah pingsan karena obat bius yang mereka gunakan.
Mereka pun menaikan Adelia ke sebuah kapal dan mengurung Adelia di sana.
Sedang Robert kini ingin membawa Yumna dan Teana, pasalnya dia merasa curiga klinik itu.
Lena sudah memasukkan pelacak ke tubuh Yumna dan Teana sesuai permintaan Joshua.
Benar saja tak lama Robert datang dan langsung membayar klinik rahasia itu dengan harga tiga kali lipat.
Lena terkejut melihat Robert menyuntikkan obat pada kedua orang itu.
Pasalnya keduanya langsung terlihat begitu sehat dan bugar, Robert bahkan tak segan-segan mengancam Lena.
"Tuan, mereka belum sembuh sepenuhnya, dan lukanya bisa infeksi," kata Lena.
"Ini urusan ku, aku harus segera membawa mereka pergi, dan jangan berani ikut campur jika tidak ingin mati," kata Robert mengacungkan senjata di kepala Lena.
Yumna belum sepenuhnya bisa melihat sosok yang di ancam Robert, dan dia sudah di bawa pergi.
Di rumah sudah panik karena kehilangan Adelia, tapi Joshua dan Darwin menenangkan semua orang.
__ADS_1
Keduanya pun berangkat ke tempat sesuai dengan alat pelacak itu, dan Novan berpencar.
Tapi saat sampai di pelabuhan, Joshua dan Darwin mencari kapal yang di maksud.
Tapi mereka kurang perhitungan, seseorang melemparkan bom bius, akhirnya Joshua dan rombongan pun pingsan.
"Sayang sekali, wanita cantik seperti mu harus mati, dan suami mu itu ternyata tak berguna," kata Robert melihat wajah Adelia.
"Lepaskan aku, kamu pria pengecut," maki Adelia.
Yumna yang sudah sepenuhnya sadar dan pulih pun langsung menampar wajah Adelia.
"Aku akan membunuh mu, kamu yang membuat Teana sampai masuk rumah sakit jiwa, dasar wanita tak tau di untung," maki Yumna.
"Itu pantas, karena dia memang sudah gila," jawab Adelia.
"Perempuan Sialan, harusnya aku membunuhmu dulu, setelah kau mati maka aku akan menjadi pemilik semua kekayaan keluarga Sukoco," kata Yumna mencekik Adelia.
"Hentikan kau bisa membunuhnya," kata Robert yang menampar wajah Yumna.
"Robert, kau menamparku, kau tau putri kita gila karena ulah wanita itu," tunjuk Yumna.
"Kau yakin Teana putriku, aku bodoh selama ini kau tipu, aku sudah melakukan tes DNA, dan kau tau Teana bukan putriku maupun putri Yusrin, jadi dia pun tak tau putri siapa, hanya karena mencintaimu aku membawanya, jadi jaga sikapmu," kata Robert.
Yumna pun mengeram marah, tapi tiba-tiba terdengar teriakan-teriakan dari kamar Teana.
Ternyata Darwin memecahkan Pelacak yang sudah di campur racun berbahaya.
Jadi racun itu bisa pecah dari jarak jauh, karena saat ini Darwin dan Joshua sudah sadar.
"Kamu baik-baik saja nak, kita harus keluar dari sini," kata Joshua masih berusaha melepaskan dirinya.
Tapi tak lama Robert masuk dan menggendong Darwin, tapi bocah kecil itu terus berontak.
Karena kesal Robert melempar Darwin ke lantai kapal dan kepala bocah itu pun terbentur cukup keras.
"Darwin!" teriak Joshua yang berhasil melepaskan diri.
begitupun dengan Hans, Joshua langsung menyerang Robert dan mendorongnya hingga kebagian dek kapal.
Hans membantu Joshua untuk melumpuhkan Robert, mereka pun bertarung dengan sengit.
Robert kuwalahan, pasalnya Hans dan Joshua begitu begis saat ini, anak buah dari Robert pun membantu.
Hans kini menghadapi mereka, meski kalah jumlah, Joshua tak memikirkan dirinya.
Yang dia tau saat ini hanya untuk membunuh pria di depannya itu, Robert sudah babak belur di tangan Joshua.
Yumna yang melihat itupun mengambil Darwin yang masih pingsan dan menyeretnya keluar.
__ADS_1
"Hentikan, atau bocah ini aku buang ke laut!" teriak Yumna.
"Darwin!" panggil Joshua.
Mendengar panggilan itu, Adelia pun berusaha untuk membuka ikatan di tangannya.
Dia melihat sisi tajam dari dinding, dia pun berusaha sekuat tenaga, meski dia ikut terluka tapi keselamatan putranya lebih penting.
Melihat Joshua lengah Robert kini memukuli Joshua dengan membabi buta.
Joshua pun sudah terluka parah, begitu pun dengan Hans, Joshua sudah tidak bisa bergerak.
Adelia berlari keluar dan langsung menembak Yumna, Darwin pun hampir jatuh saat Yumna tewas.
Adelia pun memegang tangan putranya itu, "Darwin pegang tangan mama," kata Adelia menarik kedua tangan Darwin.
"Mama terluka," tangis Darwin melihat tangan Adelia mengeluarkan darah.
"Tidak apa-apa sayang, mama baik-baik saja, jangan lepaskan tangan mama," kata Adelia yang berusaha menahan tubuh Darwin.
"Tidak mama, lepaskan Darwin ma, Darwin tak bisa melihat mama seperti ini, tangan mama terluka," kata Darwin.
"Tidak Darwin, mama baik-baik saja," bentak Adelia yang berusaha menarik tubuh Darwin.
Melihat itu, Robert yang melihat pun datang dan ingin memukul Adelia dengan besi.
Tapi tiba-tiba Robert langsung tersungkur karena sebuah tembakan, begitupun dengan para anak buahnya.
Joshua pun mencoba bangun dan melihat apa yang terjadi, dia pun terkejut melihatnya.
Ternyata dari jauh terlihat helikopter milik kepolisian, dan tuan Georgio serta Hafsah yang memegang senjata DM (designated marksman) itu.
Keduanya pun turun ke kapal bersama beberapa anggota interpol. tak lama kapal yang di bawa Novan dan Lena juga datang begitupun dengan kapal milik kepolisian.
Adelia juga sudah berhasil menarik putranya ke pelukannya lagi, Darwin menangis memeluk Adelia.
"Tidak apa-apa sayang, mama di sini, kamu tenang ya," kata Adelia.
Hafsah membantu Joshua yang lemah, tuan Georgio mengendong Darwin.
Lena membantu Adelia, dan Novan membawa Hans yang juga terluka parah.
"Itu buronan yang kalian cari, hukum dia sesuai dengan kejahatannya, dan aku tak ingin melihat pria itu bisa melukai keluarga ku lagi," kata tuan Georgio tegas.
"Baik Jendral," jawab para polisi internasional itu.
Kini semua pun sedang di obati, Lena menangani Darwin yang terbentur cukup keras, sedang tuan Georgio membantu membersihkan luka di tangan Adelia.
__ADS_1