
Sedang di bar ternama itu, Novan dan Lena sedang menikmati malam berdua, mereka sedang minum anggur dengan suasana romantis.
Tapi sayangnya, tak lama Novan sudah tepat Krena terlalu mabuk.
Dan Lena merasa Novan tak berguna, "Hei aku yang harusnya mabuk, tapi kok malah kamu yang mabuk, dasar pria apa kamu ini," kata Lena menoyor kepala Novan.
Novan langsung bangun dan melihat Lena, "Aku tidak mabuk sayang, aku hanya tak kuat minum," kata Novan yang langsung memeluk Lena.
"Hei kamu mau apa?" tanya Lena mencoba mendorong tubuh Novan.
"Aku ingin ini, karena kamu begitu menggoda malam ini, tapi aku tak Sudi tubuh indahmu ini di lihat pria lain, jadi aku harus memberikan cap pada seluruh tubuh mu," kata Novan mencium bibir Lena.
Mereka pun berciuman cukup panas, setelah itu Novan pun mencium leher Lena.
Bahkan dia meninggalkan bekas merah disana, Lena pun akhirnya tak bisa menahannya.
Mereka pun akhirnya pergi dari meja menuju ke kamar yang memang tersedia untuk tamu VVIP.
Keduanya pun sudah menanggalkan semua pakaian yang melekat, dan saling bercumbu.
Malam itu, mereka menghabiskan waktu bersama, Novan benar-benar menjadi pria yang buas saat mabuk.
Bahkan Lena pun tak berdaya di bawah Kungkungan Novan, dan setelah lelah keduanya pun tidur sambil berpelukan.
Malam ini Darwin tidur bersama Joshua, sedang Adelia tidur bersama Salsha yang terus menangis meski dalam tidurnya.
Keesokan paginya, Adelia sudah terbangun dan melihat Salsha sudah duduk sambil melihat sekitar.
"Sudah bangun Salsha, kita berada di rumah Tante, sekarang kita mandi dulu, setelah itu turun dan berkenalan dengan semua orang," kata Adelia.
Salsha hanya mengangguk, setelah mandi, Adelia mengajak Salsha turun untuk sarapan.
Adelia pun membuat sarapan pagi, Salsha pun mendekati Adelia, "bisakah aku membantu Tante?" lirih Salsha.
"Baiklah, kamu bisa memotong tomat sayang?" tanya Adelia.
"Bisa Tante, karena Salsha terbiasa dulu," jawab gadis kecil itu.
Setelah semua sandwich selesai, kini semua orang turun, Darwin berlari ke dapur untuk menemui sang mama, malah terpaku melihat gadis kecil dengan rambut panjang dan mata coklat gelap menatapnya.
"Mama dia Salsha?" tanya Darwin sambil menunjuk gadis di depannya.
"Jangan menunjuk seperti itu, kata ayah itu buruk, kita harus sopan," lirih Salsha.
Adelia tersenyum melihat Darwin langsung diam setelah mendapat nasihat dari Salsha.
__ADS_1
"Iya sayang, ini Salsha, Salsha ini putra Tante, namanya Darwin," kata Adelia mengenalkan.
"Halo kakak, namaku Salshabilla Anggraini," kata Salsha mencium tangan Darwin.
"Aku Darwin Alexander Amadea eh salah, aku Darwin Alexander Gusman, dan kenapa kamu mencium tangan ku?" tanya Darwin melihat Salsha dengsn dekat.
"Karena kakak lebih tua dariku," jawab Salsha.
"Oh ... adik pintar dan sopan," kata Darwin pergi dari dapur.
Adelia tertawa melihat sifat Darwin yang persis Joshua saat seperti ini.
Akhirnya mereka pun maksn bersama, Hafsah dan mama Vena datang untuk melihat gadis kecil yang di bawa Adelia.
Mama Vena tersenyum melihat gadis cantik dengan tambut hitam panjang itu, dan mata coklat gelap yang cantik.
Akhirnya para pria berangkat kerja, Darwin mengajari Salsha beberapa buku dan juga iPad.
Darwin begitu mudah menghibur Salsha yang ingat keluarganya, dan Darwin sekarang begitu dekat dengan Salsha.
"Kalian mau mengadopsi Salsha atau bagaimana?" tanya mama Vena.
"Aku sebenarnya mau ma, tapi aku memikirkan Darwin dan juga suamiku," jawab Adelia sedih.
Pasalnya bocah itu terus berteriak saat Salsha menanyakan sesuatu, tapi dia berteriak bukan karena marah tapi berteriak karena antusias.
Bahkan sekarang tiga wanita dewasa itu tertawa melihat Salsha dan Darwin yang sedang main game.
Pasalnya Darwin begitu tenang saat menjelaskan pada Salsha hingga pandai bermain.
Tuan Georgio dan nyonya Arsya juga menerima kehadiran Salsha setelah melihat gadis kecil itu.
Apalagi Salsha terus mengikuti Darwin, dan menurut saat Darwin memintanya untuk membantunya.
"Kakak aku mengambar, apa ini bagus?" tanya Salsha menunjukkan hasil coretan pensil itu.
"Kamu hebat Salsha! mama, lihat apa yang di buat Salsha," kata Darwin menunjukkan buku gambar itu.
Bahkan tuan Georgio tak menyangka gadis itu berbakat melukis, "ini sangat indah, bagaimana kamu membuatnya Salsha," puji mama Vena.
"Aku hanya melihat wajah kak Darwin terus menggambarkannya, disana juga ada Tante, dan kakek," kata Salsha.
Mereka pun membuka buku gambar itu dan terkrjut, pasalnya gadis itu dari tadi sibuk menggambar wajah semua orang.
Sedang di tempat lain, dua pasangan baru saja bangun, Novan merasa kepalanya sangat pusing.
__ADS_1
Dia bangun dan terkejut melihat Lena di sampingnya tanpa berpakaian, dia pun memeriksa dirinya yang tak mengenakan apapun.
Novan pun menginggat kejadian semalam setelah mabuk, dia pun menepuk dahinya.
Dia baru kali ini mabuk parah dan akhirnya hilang kendali, Lena pun bangun dan melihat Novan.
"Kau bangun, uh... tubuhku sakit semua," kata Lena pergi ke kamar mandi.
Novan tak mengatakan apapun, saat Novan akan pergi dia melihat ada bercak darah di ranjang.
Dia tak mengira Lena yang begitu agresif masih menjaga hal itu, dan kini dia yang sudah merenggutnya.
Keduanya pun mandis secara bergantian, kemudian bersiap pergi, tapi Lena terus sibuk dengan foundation untuk menutupi bekas merah di leher dan dadanya.
"Apa perlu aku bantu?" tawar Novan.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri, tapi nanti ajak aku makan siang di tempt yang enak," kata Lena.
"Tapi kalau di pinggir jalan mau memangnya?" tanya Novan.
"Tak masalah, perutku lapar dan ku bisa memakan semua jenis makanan," jawab Lena.
Setelah mendengar itu, Novan berdiri dan mengendong Lena, "hei turunkan aku, malu di lihat orang," kata Lena panik.
"Diamlah, katanya tubuh mu sakit, jadi biarkan aku yang menjadi kakimu, dan kmu tak harus bersusah payah," kata Novan.
Mendengar ucapan Novan membuat Lena malu, pasalnya baru kali ini dia mendengar ucapan dari seorang pria yang terdengar begitu tulus.
Biasanya dia hanya mendengar gombalan, atau hanya pujian bulsyit yang sebenarnya semua hanya ingin menikmati tubuhnya.
Keduanya pun menuju ke sebuah tempat yang begitu asri, dan terlihat seorang wanita paruh baya yang berjualan.
Baru kali ini Novan mengajak seorang wanita datang ke sini, Lena pun tak masalah lagi pula tempatnya bersih.
Novan menghampiri wanita itu, sedang saat wanita itu melihat Lena, gadis itu pun tersenyum menyapa.
Novan malah di pukuli dengan centong nasi, pasalnya dia membawa gadis cantik ke warung sederhana itu.
Dan Lena terkejut melihat Novan yangpasrah di pukuli.
Salsha yang dilihat Darwin.
__ADS_1