Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
kau selesai Adeline.


__ADS_3

Adeline berjalan mencari keberadaan Adelia, dia tau jika Joshua tak pernah benar-benar jauh dari wanita itu.


Dia ingin membalas semua perlakuan dari Darwin dan Joshua pada keluarganya.


Adeline sadar jika tak mungkin melukai kedua pria itu, dan yang paling memungkinkan adalah mencelakai Adelia.


Dia menemukan Darwin yang sedang berjalan di koridor rumah sakit, sambil membawa beberapa bingkisan.


Dia merasa jika hari ini dia begitu beruntung karena tak perlu bersusah payah.


Adeline pun mengikuti pria kecil itu, ternyata itu adalah ruangan dokter Lena.


Dia pun merencanakan sesuatu, tapi sayangnya Devina melihatnya terlebih dahulu.


Adeline ingin pergi tapi Devina langsung meringkusnya, dan menyeretnya masuk kedalam ruangan.


"Tuan muda, aku melihatnya ada di luar ruangan, dan dia bertingkah aneh," kata Devina.


"Ternyata kamu yang mengikuti ku dari tadi, ya Tuhan kamu tak kapok ternyata, setelah semua yang aku lakukan pada mu dan keluarga mu," kata Darwin santai.


Adeline ingin bangun dan menyerang ketiga orang itu, tapi Devina menekannya hingga tetap berlutut di lantai.


"Kamu ingin melukai ku bukan, setelah kamu meneror butik milikku, tapi sayangnya aku memiliki orang-orang yang menjagaku Adeline, jadi jangan bermimpi bisa menyentuhku," kata Adelia.


"Seharusnya kamu mati sejak dulu, dan aku yang akan menjadi nyonya Gusman, bukan wanita murahan seperti mu," kata Adeline.


Tamparan keras di berikan oleh Darwin di kedua pipi Adeline, "siapa yang kamu sebut wanita murahan, mama ku adalah cucu tunggal Keluarga Amadea, sedang kamu hanya anak petani miskin di sebuah desa terpencil," kata Darwin pada Adeline.


"Dasar anak haram!" kata Adeline melihat Darwin.


"Setidaknya aku anak haram dari keluarga kaya, ayahku pewaris Gusman groups, dan aku sendiri pewaris dari Amadea resort and hotel, belum lagi perusahaan keluarga tentu akan jatuh ke tangan ku, jadi kamu tak pantas bicara dengan ku, Devina seret wanita itu, dan buat dia tau hukuman apa yang pantas untuk wanita yang tak sadar diri itu," perintah Darwin.


"Baik tuan muda," jawab Devina menyeret Adeline keluar.


"Wanita bodoh, dia sama saja dengan menyetorkan nyawanya pada Darwin dengan datang kemari," kata Lena tersenyum.


"Tentu, aku juga akan membereskan semua musuh mama dan papa ku, karena aku adalah penyatu dan pelindung untuk keduanya," kata Darwin tersenyum devil.

__ADS_1


Adelia pun langsung memeluk putranya itu, bocah yang kini sudah mulai beranjak remaja ini semakin tampan dengan memiliki garis wajah tegas seperti Joshua.


Devina membawa Adeline yang sudah pingsan untuk mendapatkan hukuman yang paling tak di inginkan.


Devina membawa wanita itu kesebuah hutan, disana ternyata sudah ada Robby yang terikat di pohon.


"Kenapa pria bodoh ini juga sudah di sini?" tanya Devina pada Hans.


"Dia ingin menyabotase mobil Juan, agar pria itu mati dan ingin memfitnah keluarga bos, tapi beruntung anak buah ku memergokinya," jawab Hans.


"Baiklah ikat mereka berdua bersama saja, biarkan mereka berdua Bertahan hidup di hutan ini, aku ingin lihat seberapa kuat mereka bertahan," kata Devina.


"Tapi benarkah ini tal masalah, bagaimana kalau ikatan mereka lepas, itu bukan hukuman jika mereka bisa kembali," kata Hans.


"Tenang saja, ini adalah pulau pribadi, dan tak ada yang bisa keluar tanpa izin tentunya, dan aku juga membawa sesuatu yang menarik," kata Devina mengeluarkan sesuatu dari koper yang di bawa anak buahnya.


Keduanya pun menyuntikkan obat pada Robby dan Adeline sebelum meninggalkan pulau itu.


Mereka pun pergi mengunakan helikopter, dan tinggal menunggu keduanya mati perlahan atau mati karena hewan buas.


Sedang Joshua mengajak Darwin dan semua orang pulang, sampai di rumah Joshua, mengajak Adelia mandi bersama, dia ingin membantu membersihkan tubuh istrinya itu.


"Hentikan menggosok di sana, kamu sengaja memancingku kan," kata Adelia mencoba lepas dari Joshua.


"Aku tak rela ada aroma Juan menempel di tubuhmu," kata Joshua.


"Tapi dia tak menyentuhnya, berhenti melakukan itu sayang, aku tak tahan lagi..." kata Adelia yang kemudian lemas di pelukan Joshua.


Joshua pun tertawa melihat Adelia yang lemas, dia pun mengendong Adelia ke kamar setelah memakaikan jubah mandi.


Joshua membantu mengeringkan rambut basah Adelia, setelah itu Joshua memeluknya untuk tidur.


"Maaf ya sayang, aku melibatkan dirimu, meski awalnya aku tak rela, tapi pria itu hanya mau keluar jika mengenai dirimu," kata Joshua.


"Tapi ini terakhir kali, aku tak bisa melukai mu seperti tadi sayang, jadi berhenti memintaku melakukan hal-hal aneh ya," kata Adelia.


"Baiklah sayang, dan bisakah aku menjengguk mereka," tanya Joshua sambil mengusap perut Adelia.

__ADS_1


"Baiklah papa boleh menjengguk, tapi pelan-pelan ya papa, takutnya mereka akan terluka," kata Adelia.


Joshua pun mengangguk dan mulai memberi rangsangan dan cumbuan pada Adelia.


Mereka pun menikmati waktu bersama yang begitu menyenangkan berdua.


Sedang di rumah Hans, pria itu sedang duduk sambil menikmati minuman beralkohol miliknya.


Dia menatap ranjang yang pernah di pakai untuk berhubung dengan Tasya, dan kemudian wanita itu hilang bak di telan bumi.


Apalagi Darwin dan mama Laura tak mengizinkan siapa pun mencari Tasya, dengan alasan Tasya ingin menjalani hidup sesuai keinginannya.


Hans masih bisa menginggat bagaimana suara merdu Tasya malam itu, bahkan mereka melakukannya beberapa kali.


"Tasya kamu kemana? aku merindukanmu," gumam Hans menutup matanya.


Sedang di tempat lain, malam ini Tasya sedang duduk sambil menikmati bulan purnama.


Dia tak mengerti jika konsekuensi dari perbuatannya menggoda Hans adalah hadirnya janin di perutnya.


Tapi Darwin dan mama Laura sudah menyiapkan semua berkas agar warga desa tak curiga pada Tasya.


Tasya mengusap perutnya yang masih rata itu, dia pun tersenyum mendapatkan hadiah terindah dari pria yang begitu di cintainya.


"Sayang jika kamu lahir nanti, jangan meniru sifat ayah mu ya, dia itu pria dingin," gumam Tasya.


"Kenapa nak, kamu merindukan suamimu, pasti sekarang dia juga sedang melihat kalian dari atas sana," kata Bu Hana.


"Iya Bu, tapi aku harap dia sudah bahagia dengan hidupnya yang baru," jawab Tasya.


"Sekarang kamu tidur ya, besok harus mengajar bukan," kata Bu Hana begitu lembut sambil mengusap rambut Tasya.


"Iya Bu, saya permisi," kata Tasya pamit.



aku kasih bonus foto papa Joshua yang sedang menggoda istrinya ya...

__ADS_1


🤧🤧🤧



__ADS_2