Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
pesta pernikahan.


__ADS_3

Darwin masih melacak wanita yang pernah di temui oleh Felix di Bali, Darwin meretas semua camera yang ada.


Setelah lima belas menit akhirnya Darwin menemukan sesuatu, "Yey... aku dapat," kata Darwin senang.


Felix buru-buru menghampiri bocah itu dan melihatnya, Darwin pun langsung tertawa melihat ekspresi dari Felix.


"Ya yang benar saja, apa dia gadis itu?" kata Felix tak terima.


"Iya opa Felix, baca sendiri paspor dan juga fotonya, benarkan, dan ini adalah gadis yang akan opa nikahi besok," jawab Darwin.


"Apa benar? tapi dulu dia cantik dan modis, dan lagi dia seperti warga lokal di sana, bukan gadis culun seperti ini," tunjuk Felix.


"Dari penyelidikan ku ini, seperti nya itu sebelum dia di bawa ibunya ke Austria karena menikah lagi, sekarang dia di jual pada keluarga Gusman agar bisa membantu keuangan mereka," kata Darwin.


"Hei bocah, apa maksudmu di jual?" tanya Felix marah.


"Opa tak tau, jika opa buyut memberikan investasi satu juta dollar Amerika untuk perusahaan itu, belum lagi kerjasama dua perusahaan, apa opa tak tau," kata Darwin.


"Jack," kata Felix menoleh pada asistennya.


"Itu benar tuan, semua yang di katakan tuan muda kecil," jawab Jack.


"Beh... mantep," jawab Darwin memberikan jempol.


"Tak akan kubiarkan wanita ku terluka, sepertinya setelah menikah aku harus kembali ke kantor untuk mengurus semuanya," kata Felix yakin.


"Baiklah, kalau begitu sekarang tepati janjimu om," kata Darwin menagih janji.


"Apa yang kau minta?" tanya Felix.


"Aku akan memintamu menjadi penyumbang tetap di sebuah panti asuhan, dan jadikan seorang gadis sebagai anak asuh mu," kata Darwin menunjukkan sebuah foto.


"Gadis yang cantik, siapa namanya?" tanya Felix.


"Bunga, aku ingin dia mendapatkan pendidikan yang layak, agar suatu saat dia bisa berdiri di sampingku," kata Darwin.


"Hei bocah, kenapa masih kecil pikiran mu sudah kejauhan, sekarang belajar jadi orang sukses dulu dan menikmati hidupmu," kata Felix.


"Itu pasti, ingat janji mu opa," kata Darwin pergi.


"Baiklah, aku janji dan Jack akan mengurus semuanya," kata Felix melihat Darwin yang pergi dari kamarnya.

__ADS_1


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Keesokan harinya, semua sudah berkumpul di sebuah ballroom mewah untuk menyaksikan pernikahan antara Felix dan gadis yang di jodohkan oleh orang tuanya.


Darwin pamit ingin menemui sang Opa, tapi Darwin malah masuk ke ruang rias pengantin wanita.


Darwin melihat wajah gadis itu dan tersenyum, "Apa Tante gadis di foto ini? benarkah?" tanya Darwin menunjukkan foto di iPad miliknya.


"Iya ganteng, itu saat Tante baru pulang sekolah," jawab wanita itu.


"Kalau begitu Tante tak perlu takut, aku berani berjanji padamu, jika pria yang akan kamu nikahi adalah pria baik," kata Darwin mengenggam tangan gadis itu.


"Terima kasih," jawab gadis itu.


Terdengar suara pintu terbuka, Darwin bersembunyi di belakang tubuh calon pengantin wanita itu.


Seorang wanita dengan angkuh masuk ke ruangan itu, "Ayu, ingat baik-baik, jangan berani membuat masalah hari ini, atau kamu tau apa yang bisa di lakukan oleh ayahku pada ibumu," ancamnya.


"Aku mengerti, ini pun aku lakukan demi ibuku," jawab Ayu lirih.


"Gadis pintar, sebentar lagi Daddy akan masuk, ingat jangan berani mengatakan apapun," ancamnya lagi.


Darwin mengintip kemudian tersenyum jahil, dia punya Hans saat ini yang bisa di buat untuk menjahili wanita seperti itu.


Darwin berdiri di samping Felix, kini mereka mengucapkan janji suci di depan semua orang.


Setelah itu mereka bertukar cincin saat membuka penutup kepala itu Felix terperangah melihat jika itu benar-benar gadis yang dicarinya.


Keduanya pun berciuman, sedang Darwin memberi jempol pada Hans yang sudah tau rencana Darwin.


Hans pasrah mengikuti permainan dari anak bosnya itu, karena Novan tak ada di sini.


"Jika tau begini, aku akan mengajak Novan juga..." gumam Hans.


Benar saja gadis yang memarahi Ayu tadi mendekati Hans, yang terlihat tampan dengan barang branded yang menempel pada tubuhnya.


"Hallo perkenalkan nama ku Stela,dan kamu?" tanya Stela mengulurkan tangannya.


"Namaku Hans," Jawab Hans dingin.


Acara berlanjut dengan pesta dansa, Ayu kini sedang berdansa dengan Felix yang memeluk tubuhnya erat.

__ADS_1


Felix terus mengajaknya berbincang mengenang sesuatu, dan Ayu makin terlihat nyaman dengan pria yang sudah menjadi suaminya itu.


Sedang Darwin tertawa senang melihat Hans yang terus di Pepet oleh saudara tiri dari Ayu, pasalnya hadis itu menyukai uang.


"Baru kali ini Hans tak berdaya menghadapi seseorang, dan itu karena ulah putra kita," bisik Joshua pada Adelia.


"Ya itu sifat usil menurun darimu, dan biasanya korbannya adalah Novan, sekarang pria itu tak ada maka Hans pun tak bisa menolak," jawab Adelia tersenyum.


"Ya kamu benar, aku bahkan tak sadar jika Novan sekarang adalah asisten terbaik putra mu," jawab Joshua.


Akhirnya pesta pun usai, mereka mengantar pengantin baru berangkat bulan madu.


Saat pulang mobil keluarga Amadea dan Gusman, berhenti di sebuah gereja kecil di kota itu.


Mereka semua pun turun, mama Vena dan Hafsah binggung melihatnya, "ini ada apa?" tanya Hafsah.


"Ada yang harus menikah lagi, dan kami yang menyiapkan meski sederhana," jawab Adelia.


Darwin datang membawa kerudung penutup kepala untuk pengantin, Adelia memasangkan di kepala sang mama.


Tuan Georgio berdiri untuk mengantarkan mama Vena pada Hafsah.


Sedang Joshua dan Darwin menjadi pendamping pengantin pria, acara pun di hadiri keluarga inti saja.


Keduanya pun sudah berada di altar dan akan mulai mengucapkan janji suci pengikat mereka selamanya.


Setelah itu Darwin maju untuk memberikan cincin pada kedua pasangan itu.


"Yey... semua berjalan lancar, dan opa buyut jangan lupa iPad terbaru yang sudah di janjikan," kata Darwin.


"Baiklah, besok opa buyut akan mengajakmu membelinya, sekalian kita jalan-jalan biarkan opa baru mu itu mengurus perusahaan," kata tuan Georgio.


"Hei kamu begitu tega, mereka pengantin baru biarkan istirahat, dan biarkan cucu-cucu mu yang mengawasi perusahaan mu," kata tuan Frenky.


"Terserah saja, lagi pula aku akan mencari kepala baru untuk menduduki kursi CEO, karena aku akan menetap di Indonesia bersama cicit ku ini," kata tuan Georgio.


"Iya benar, aku ingin semakin dekat dengan cucu dan cicit ku ini," tambah nyonya Arsya.


"Ya terserah klian saja, oh ya Sekarang kita akan makan bersama di rumah keluarga Amadea bukan?" kata tuan Frenky.


"Iya opa, kita akan pesta barbeque, sambil membahas tentang pesta ulang tahun pernikahan opa Georgio dan Oma Arsya lusa," kata Adelia.

__ADS_1


"Mantab memang," jawab papa Federico.



__ADS_2