Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
Bukan Keluarga Biasa


__ADS_3

Hafsah langsung menatap tajam Joshua, sedang Adjie terkejut melihat pengusaha terkaya dan tersukses di Eropa itu mengenal Joshua.


"Maafkan aku papi, kamu sendiri tau bagaimana keinginan Adelia yang tak bisa di tolak, dan lagi aku sedang ada tamu penting, jadi bisakah papi ke tempat Darwin saja, aku mohon," kata Joshua menangkupkan tangannya.


"Kamu mengusirku, sepenting apa tamu itu?" tanya Hafsah memukul kepala Joshua cukup keras, hingga Joshua kesakitan.


"Hallo tuan Leonardo Hafsah Amadea, perkenalkan saya Adjie Guntoro," kata Adjie mengulurkan tangannya.


Hafsah hanya melihat pria itu tanpa menjabat tangan itu, "baiklah aku pergi, lebih baik menemui pria tersayang ku itu," kata Hafsah pergi begitu saja.


"Papi jangan pergi, nanti Adelia akan membawakan makan siang," kata Joshua.


"Terserah," jawab Hafsah pergi bersama dua asistennya.


Adjie pun merasa aneh, dia tau jika Hafsah tak bisa di dekati dengan mudah, tapi Joshua bahkan memanggil pria itu papi.


"Maaf ada kesalahan kecil, dia sudah seperti ayah saya sendiri," kata Joshua mempersilahkan Adjie dan Selly untuk duduk lagi.


"Tapi bagaimana kalian bisa saling mengenal bahkan dekat," tanya Adjie penasaran.


"Papa dari tuan Hafsah bersahabat dengan kakek saya, jadi secara tidak langsung kami kenal," jawab Joshua.


Adjie pun merasa jika perusahaan Joshua ini bisa menyainginya, dan dia tak bisa melepaskan keluarga Amadea begitu saja.


"Baiklah, karena istriku menyukai hotel ini,aku akan menaruh modal besar, dan besok kamu bisa mengirimkan perjanjiannya ke kantor," kata Adjie.


"Baiklah, besok aku akan meminta seseorang melakukannya," jawab Joshua.


"Baiklah, aku pamit dulu karena masih ada Janji penting, ayo sayang," ajak Adjie pada Selly.


Sebelum pergi Selly melihat Joshua dengan tatapan mata yang menggoda, sedang Joshua merasa merinding.


Dia membenci Adjie bukan karena merebut Selly, melainkan dia telah merebut beberapa desain milik Joshua yang di curi oleh Selly.


Dan lagi Selly pernah membuatnya hampir melakukan kesalahan, dengan memberikan Joshua minuman yang sudah di beri obat.


Tapi beruntung Joshua memiliki asisten seperti Hans dan Novan, yang singap dalam menangani semuanya.


"Sialan, kau pikir aku mau melakukan itu, dasar tak tau diri, aku buat kau hancur," maki Joshua saat Adjie dan Selly keluar dari ruangan itu.


sedang Darwin dan Hafsah yang mengawasi tertawa mendengar umpatan dari Joshua.


Tapi saat di lobi, Adjie melihat sosok wanita cantik dengan baju santai, bahkan wajah natural dan senyum manis terkembang indah di bibir itu.


Selly pun kesal karena suaminya itu memang mata keranjang dan Playboy.

__ADS_1


Apalagi dia sering ketahuan memiliki banyak wanita di belakangnya, tapi Selly tak bisa meninggalkan pria itu karena harta dan kekayaan.


Tapi dia sudah melihat Joshua yang kini juga memiliki hal yang sama, dan mungkin istri Joshua tak mungkin secantik Selly.


Adelia pun naik lift khusus petinggi perusahaan, dan langsung menuju ke ruangan Joshua.


Ternyata semua sudah berkumpul disana, dan Darwin mendapat pesan dari Devi.


"Buat mereka menunggu, aku sedang makan siang bersama keluargaku," perintah Darwin.


Darwin pun mematikan ponselnya, dan Hans membuka pintu ruangan terlihat Adelia datang sambil membawa tas berisi makan siang.


"Pantas kalian meminta ku membeli makanan cukup banyak," kata Adelia yang langsung di sambut Joshua.


Joshua langsung memeluk istrinya itu, "sayang sakit," kata Joshua pura-pura.


"Sakit kenapa sayang, yang mana yang sakit," kata Adelia pada Joshua.


"Kepala ku tadi di pukul oleh papi Hafsah cukup keras," adu Joshua dengan manja.


"Aduh kasihan, sini aku tiup biar gak sakit lagi," kata Adelia yang di angguki Joshua.


"Mau muntah aku melihat mu Joshua," kesal Hafsah.


"Papi kok gitu sih," bela Adelia.


"Sudah opa Hafsah, kita kalah kalau ada mama untuk membela papa, jadi sekarang lebih baik makan, aku sudah lapar," kata Darwin semangat.


Adelia pun meminta Hans dan Novan bergabung, karena Adelia membeli begitu banyak makanan.


"Oh ya sayang, aku tak pernah melihatmu mual atau muntah," tanya Joshua.


"Hey... kami sedang makan, kenapa menanyakan hal seperti itu?" kata Hafsah sedikit marah.


"Ya aku penasaran aja papi," jawab Joshua.


"Tapi tidak saat kami maksn juga, lagi pula istrimu itu kalau hamil pasti kebo kok,dulu juga gitu," kata Hafsah


"Tapi-" kata Joshua terhenti saat putranya menutup mulut Joshua dengan tangannya.


"Makan dulu pa, nanti di lanjutkan," kata Darwin menarik tangannya setelah itu.


Joshua menatap marah kearah Darwin, tapi semua tertawa melihat hal itu.


Setelah itu Hafsah dan Adelia pulang, karena Hafsah memang pulang sendiri ke Indonesia.

__ADS_1


Karena mama Vena harus menemani Salsha belajar di Austria, keduanya pun sampai di rumah mewah itu.


Tuan Georgio sedang merawat tanaman bonsai miliknya, sedang nyonya Arsya sedang merawat kebun mawar.


Kedua orang itu begitu menikmati waktu luangnya, Adelia pun turun dan langsung menyapa keduanya.


Hafsah juga meluk sang mama, sedang Adelia sudah sibuk menganggu tuan Georgio.


"Sayang, hentikan pekerjaan mu itu, ayo masuk dulu," kata nyonya Arsya pada tuan Georgio.


"Baiklah, ayo Adelia kita masuk, tadi pagi opa beli ikan dori, dan enak jika di goreng tepung, kamu mau membuatkan?" tanya tuan Georgio.


"Tentu, tapi Adelia boleh minta ya, soalnya opa suka pelit," jawab Adelia memanyunkan bibirnya.


"Tentu, cucu kesayangan ku, kamu boleh minta karena opa membeli banyak," kata tuan Georgio tertawa.


Adelia pun ikut tertawa, Adelia langsung menuju dapur, sedang Hafsah duduk bersama kedua orang tuanya.


Adelia pun dengan cekatan mengolah ikan dori fillet itu, setelah masuk kedalam airfyer.


Adelia juga membuatkan jus untuk ketiganya, pak Kim membawa jus itu pada ketiga majikannya itu.


"Pak Kim Adelia sedang apa di dapur?" tanya nyonya Arsya.


"Nyonya muda sedang makan kiwi sambil menunggu ikan dori tuan besar matang," jawab pak Kim.


"Minta padanya untuk membuat sausnya sekalian, karena aku sudah merindukan masakannya," kata tuan Georgio.


"Ya Tuhan, dia sedang hamil, dan kamu memintanya memasak, dasar.." kata nyonya Arsya.


"Biarkan saja, lagi pula dia tak keberatan, wah itu sudah matang," kata tuan Georgio tak sabar melihat pak Kim membantu Adelia.


Mereka pun menikmati cemilan itu, Adelia duduk bersama sang opa, dan terlihat begitu manja.


"Opa, bisakah mengajakku pergi naik motor, aku tiba-tiba menginginkannya, dan mungkin opa akan terlihat gagah sekali," kata Adelia antusias.


"Tentu, tapi biarkan opa makan dulu baru nanti aku mengajakmu jalan-jalan," jawab tuan Georgio.


"Siap opa, dan kita naik motor Harley Davidson milik opa ya," kata Adelia makin antusias.


"Tentu sayang, kebetulan si hitam memang waktunya untuk di ajak keliling," kata tuan Georgio.


"Wah terima kasih opa," adeloa langsung memeluk tuan Georgio.


"sepertinya anakmu akan mirip opa buyut nya Adelia, karena kamu selalu manja pada papa," kata Hafsah.

__ADS_1


"Tak masalah kok, karena opa orang byang luar biasa hebat," jawab Adelia memeluk tuan Georgio.



__ADS_2