
bunga pun bangun dan melihat Darwin yang masih tertidur dengan lelap bahkan Bunga bisa mencium aroma minuman dari pria itu.
"dasar kamu ini mas," kesal Bunga yang tak bisa melakukan apapun.
bunga pun menuju ke kamar mandi untuk bersiap ke kantor, dia juga memandikan baby Ale sebelum di jaga oleh Bu Nova.
"baby sudah tampan, sekarang kamu sudah siap makan, ayo sayang," kata Bunga.
"selamat pagi nyonya, biar saya yang bawa baby turun karena Bu Nova dan pak Jhon sudah datang," kata bu Ajeng.
"baiklah Bu, kalau mama tanya bilang aku sedang membangunkan bayi besar ku ya," kata bunga tersenyum paksa.
"baik nyonya," jawab bu Ajeng yang tau jika bunga sedang marah.
tak lama bunga kembali menutup pintu dan langsung mendorong Darwin hingga terjatuh.
dan karena itu Darwin langsung terbangun dari tidurnya, bahkan pria itu memegangi bokongnya karena sakit.
"ah maaf sayang kamu jatuh ya ..." kata bunga dengan suara lembut memohon.
"sayang kamu itu kenapa begitu kasar sih, aku masih mengantuk," kata Darwin yang ingin tidur lagi.
"apa! tidak ada tidur lagi, cepat mandi gih, ini sudah hampir setengah tujuh, lagi pula siapa yang menyuruhmu untuk minum-minum semalam, bikin kesel saja," kata bunga tak terima.
"iya iya maaf, habis semalam papa yang ngajakin minum," bela Darwin.
bunga pun hanya berdiri mengawasi, Darwin pun masuk ke kamar mandi,dia pun mandi di bawah tekanan istrinya.
bunga memilih setelan jas untuk di kenakan suaminya, kali ini dia memilih warna maroon.
karena Bunga juga sedang mengunakan rok span dan juga blazer berwarna maroon.
Darwin keluar dari kamar mandi dan langsung memeluk Bunga yang masih menyiapkan barang-barang miliknya.
"kenapa warna ini sayang?" tanya Darwin.
"aku sedang ingin mas mengenakan pakaian warna ini, apa keberatan?" tanya Bunga.
"tentu saja tidak, baiklah aku mengenakannya, dan kamu tunggu di bawah ya sayang," kata Darwin mencium bibir bunga.
"jangan memancingku mas, sudah aku turun dulu, jika tidak bahaya ini pasti," kata bunga lari dari walking closed.
Darwin pun mengenakan semua yang sudah di pilihkan oleh Bunga, dia pun turun sambil membawa dasi.
"sayang dasinya belum terpasang," kata Darwin.
bunga pun bangun dan memakaikan dasi untuk suaminya itu, tak lama Wilma dan Aldo datang
"owh kalian datang, mau sarapan juga sekalian," ajak Darwin.
"diamlah sayang, tangan mu memegang apa," kesal bunga menarik dasi Darwin dengan erat.
"sayang kamu membunuhku, ini terlalu ketat," protes Darwin.
'kalau begitu yang mu berhenti memegangnya, atau kau mau mati huh," marah Bunga menampik tangan suaminya dari dadanya.
bunga kesal dan Darwin hanya tertawa saja, mereka pun bergabung untuk sarapan.
"Bu Ajeng, dimana baby Ale?" tanya Bunga.
"mereka membawanya berjalan-jalan setelah selesai sarapan," jawab bu Ajeng.
"baiklah," jawab bunga.
mereka pun selesai dengan sarapan dan mau berangkat kerja, begitupun Wilma yang akan menyetir.
darwin juga sudah akan berangkat bersama Aldo, mereka pun berpisah menuju ke perusahaan masing-masing.
Darwin pun duduk di jok belakang sambil melihat suasana kota, "apa ada sesuatu bos?" tanya Aldo.
"tidak ada, aku hanya tak menyangka, jika beberapa tahun ini kami tenang, tapi tiba-tiba semua berakhir karena masalah yang menyebalkan," kata Darwin.
"mungkin karena semua wanita ingin punya suami seperti bos, makanya mereka mengejar anda bos," jawab Aldo.
"benarkah, dan entah apa yang akan terjadi karena bunga dan mama sedang melakukan sesuatu, tapi mereka menyembunyikan rencana mereka, ah membuatku penasaran hingga tak bisa berpikiran jelas," kesal Darwin.
"sampai bos," kata Aldo.
Darwin pun turun dan langsung berjalan bersama menuju ke ruangannya.
semua karyawan menyapanya dengan sangat hormat, Edo juga segera datang untuk laporkan semuanya.
sedang di kantor Bunga juga sedang sibuk, terlebih ada beberapa anak magang yang datang untuk bekerja magang.
tapi saat bunga membaca setiap CV dari para mahasiswa itu , ternyata salah satu dari kelima mahasiswa itu adalah ben.
bunga pun langsung menempatkan Ben di bagian humas, karena dia tak ingin berurusan dengan pria itu.
__ADS_1
bisa-bisa Darwin melarangnya untuk bekerja jika pria itu tau ada pria yang pernah menganggu dirinya.
"nyonya butuh sesuatu?" tanya Wilma.
"tidak perlu, minta Lulu ke perusahaan suamiku untuk mengantarkan desain baru, terserah mau mengajak anak magang atau tidak," kata bunga.
"baik nyonya," jawab Wilma.
Lulu pun membawa desain yang sudah di Persiapkan, tapi Lulu memilih mengantarnya sendiri.
Lulu sampai di perusahaan Gusman Grub, dua langsung menuju ke meja resepsionis.
"bisa bertemu dengan Presdir Darwin, saya dari perusahaan desain, saya sudah buat janji dengan beliau," kata Lulu.
"silahkan masuk nona," kata resepsionis
tapi kebetulan sekali Aldo turun dan melihat Lulu, "halo asisten Lulu, apa kamu ingin ke ruang Presdir, ayo naik bersama ku," tawar Aldo.
"baiklah, terima kasih," kata Lulu tersenyum pada Aldo.
ya pria itu begitu senang melihat senyum manis dari Lulu, dia seakan terhipnotis.
meski awalnya dia hanya ingin berkenalan saja, tapi Lulu ternyata gadis baik, dan dia juga begitu sopan.
keduanya saling berdekatan di lift, bahkan sesekali Aldo mencuri pandang pada Lulu.
begitu pun dengan Lulu, sejujurnya dia tak bisa menolak ketampanan dari seorang pria seperti Aldo.
sesampainya di ruangan Darwin, pria itu menerima desain yang di kirim oleh istrinya itu.
dan setiap desain yang di buat bunga memiliki kode, ini adalah desain untuk perhiasan yang akan di luncurkan tiga bulan lagi.
tapi sayangnya Darwin belum bisa menemukan giok yang bagus untuk membuat perhiasan itu.
apalagi desain ini menunjukkan kecantikan dari wanita jaman dulu, dan dalam mencari bahan baku tak bisa sembarangan.
terlebih beberapa adalah jebis perhiasan rambut yang begitu indah dari desain yang di serahkan.
"Apa dia mengatakan sebaiknya aku membeli bahan baku giok dari negara mana? aku benar-benar tak mengerti tentang giok yang sempurna untuk perhiasan ini," kata Darwin.
"maaf tuan boleh aku menelpon dulu untuk tau pertanyaan itu, tapi biasanya nyonya akan mengambil di judi batu Vietnam, dan akan mengirim Wilma untuk itu," jawab Lulu.
"oke, kita ke kantor mu sekarang," kata Darwin berdiri.
"eh ada apa ini tuan, kenapa anda mau apa sana," tanya Lulu ketakutan.
Lulu pun mengikuti Darwin, begitu pun Aldo yang bergegas bersama Darwin naik mobil ke perusahaan milik Bunga.
mobil itu sampai, Lulu pun mengikuti Darwin. dan mereka tak perlu lapor resepsionis karena Lulu bersama Darwin.
Mereka langsung naik ke lantai kantor bunga, dan langsung masuk tanpa mengetuk.
ternyata ada Wilma sedang menjelaskan sesuatu, "sayang aku ingin membawamu ke kamar dan membicarakan sesuatu?" kata darwin langsung memeluk istrinya itu
"kamu mau mati, Lulu kenapa kamu mengajaknya kemari, bukankah desain sudah di berikan," kesal bunga sambil mendorong Darwin yang langsung memeluknya erat-erat.
"aku tak mau bicara tentang pekerjaan, semuanya keluar, kalian ingin menyaksikan dua pemimpin perusahaan bercinta, huh!" kata Darwin pada ketiga orang itu.
"kami permisi," kata Aldo menarik kedua wanita itu keluar.
"kalian tak boleh masuk sebelum aku menyuruhnya," kata Darwin.
"baik bos," jawab Aldo yang langsung membaea dua wanita itu.
"kau mau mati Aldo, jangan menyentuhku," marah Wilma.
sedang Lulu sedang membuat hatinya tenang, pasalnya jantungnya berdetak dengan sangat cepat.
"Lulu kamu baik-baik saja?" tanya Aldo melihat wajah kuli memerah.
"hentikan menatapku, kamu membuatku malu, hentikan," kata Lulu mendorong wajah Aldo agar menjauh.
sedang Wilma baru kali ini melihat Lulu yang biasanya sangat kejam dan jahat, tapi malah malu saat Aldo di dekatnya.
"kamu jatuh cinta dengan pria ini, kenapa wajahmu memerah seperti tomat rebus," kata Wilma menggoda temannya itu.
"tutup mulutmu, aku benci kamu, aku tidak suka dia," kata Lulu mendorong Aldo menjauh.
tapi Aldo malah menarik gadis itu ke dekatnya, Lulu langsung memerah dan membuang wajah.
Wilma pun tertaw melihat tingkah dari Lulu, Wilma dan Aldo memilih menunggu di meja sekertaris.
tapi Lulu harus kembali ke tim pengamanan dan pengawas perusahaan jika tidak akan terjadi masalah besar.
sedang Darwin sedang memangku tubuh istrinya bunga sambil menjelajahi dan mengabsen satu persatu lekuk tubuh.
"sebenarnya kamu ini ingin apa, kenapa membuatku seperti ini saat jam kerja sih," kesal bunga.
__ADS_1
"aku ingin kamu memberitahuku tentang tambah batu giok yang bagus, karena perhiasan itu harus sempurna," kata darwin.
"baiklah, kirim Wilma dan Edo untuk ikut judi batu yang akan di lakukan lusa di Vietnam," kata bunga yang akhirnya takluk oleh Darwin.
sedang Darwin pun merasa bahagia pas istrinya yang tak bisa menolak setiap sentuhan yang di berikan.
karena acara di dalam begitu lama, Wilma, Lulu dan Aldo memilih menunggu sambil makan siang.
mereka juga membelikan dua orang di dalam itu dua bungkus gado-gado dan nasi Padang.
Aldo mengetuh pintu, "bos makan siangnya ya, nanti lanjutkan ya," kata Aldo sebelum pergi.
kini dia kembali duduk bersama dua wanita itu untuk menikmati waktu bersama.
ketiganya bahkan bertukar makanan, Aldo tak mengira jika makan bersama para wanita bisa seasik ini.
"lain kali ayo kita pergi bersama, nanti aku ajak Edo sekalian," kata Aldo.
"boleh juga tuh, aku juga suka berjalan-jalan di mall, atau taman bermain," kata Wilma
"taman bermain dong," jawab Aldo dan Lulu bersamaan.
"oke berangkat saja berdua jika suka," kata Wilma.
"boleh, jadi Minggu ini, kita jalan bareng jika tidak mau berdua biar aku ajak mama dan juga om Jhon dan juga baby Ale," usul Aldo.
"baiklah, boleh kalau begitu," jawab Lulu.
"baiklah aku minta nomor mu dan juga alamat mu untuk aku menjemputmu," kata Aldo.
Lulu pun memberikan semua informasi miliknya oada pria itu, Ben ingin masuk ke ruang Presdir.
"woi anak magang, mau apa kamu?" tanya Wilma ketus.
"mau memberikan coklat pada bu pimpinan," kata Ben tanoa malu.
" jangan berulah, di dalam beliau sedang sibuk, kamu pergi saja," kata Lulu.
"tapi aku tak melihat ibu pimpinan makan siang," kata ben tak menyerah.
"kau tak perlu khawatir nyonya tak akan kelaparan, karena bos tak mungkin melakukan hal itu, yang ad mereka akan lemas karen kekenyangan," kata Aldo.
"jadi lebih baik pergilah dari sini, dan urus saja pekerjaan mu di bagian mana kamu di tugaskan, dan lain kali jangan naik ke lantai ini tanpa di panggil atau di butuhkan," kaya Lulu ketus
" baik kak, saya belum tau, dan permisi," jawab Ben.
"dasar pria gig*l*, dia mau mencoba menggoda Nyonya agar memelihara dirinya, dia gila memang, kenapa harus memelihara begituan, orang tuan besar masih ganteng begitu," kata Wilma kesal
"apa kenapa perusahaan menerima orang seperti itu untuk magang?"
"aku juga tak tau, itu di tawarkan oleh fakultas jadi kami hanya menerima saja," jawab Wilma.
"oke-oke," jawab Aldo.
sedang yang di dalam ruangan sedang makan sambil bermesraan, dan bunga suka sekali berdekatan dengan suaminya itu.
"kamu kenapa manja begini?" tanya Darwin heran.
"entah pingin saja, kamu selalu sibuk, kalau di rumah aku kalah dengan baby Ale. terlebih kita harus berpura-pura," kata Bunga sedih
"tapi aku belum setuju dengan rencana mu dan mama, aku takut kamu benar-benar terjebak," kata Darwin.
"tidak mungkin sayang, yakinlah, dan aku juga tak sebodoh itu," kata Bunga yang ingin bangun dari samping Darwin.
"kamu mau kemana?" tanya Darwin.
"aku ingin bertanya pada Bu Nova tentang putra mu, apa dia tenang atau sangat nakal hari ini," jawab bunga.
"sudah pakai ponselku saja, aku juga ingin tau putra ku itu melakukan apa saja hari ini, bukankah dia selalu aktif saat liburan kita di rumah, dan selalu tak bisa diam," tambah Darwin.
"itu benar mas, ya begitulah anakmu itu," kata bunga tersenyum mengingat semuanya.
di rumah yang di sewakan oleh bunga itu, saat ini baby Ale sedang tidur di dada telanjang pak Jhon.
dan Bu Nova nampak begitu hangat, pasalnya pria yang terlihat begitu garang itu, Kini sudah menjadi kasur untuk bayi nakal itu.
Bu Nova mendapatkan pesan dan foto bunga dan Darwin yang merindukan putra mereka.
Bu Nova pun memfoto baby Ale dan pak Jhon yang tengah tidur di bawah pohon.
"mereka sedang menikmati waktu berdua, jadi tenang saja dia baik-baik saja," balas Bu Nova.
bunga pun merasa jika putranya itu aman, terlebih Nita juga sudah di tahan dengan semua orang-orang yang menjadi ancaman untuk putranya itu.
Darwin pun berpamitan untuk kembali ke perusahaan miliknya sendiri, tapi sebelum itu Darwin memeluk bunga dengan sangat erat seakan tak ingin berpisah
bunga memang sedang merahasiakan kehamilannya dari Darwin, pasalnya dia tak ingin di batasi geraknya oleh pria itu.
__ADS_1
dia ingin bebas kesana sini karena dia tak mau terkekang di rumah, karena dari awal dia adalah wanita karir.