
Darwin sudah menerima laporan dari anak buahnya, jika Tasya sudah sampai di tempat yang seharusnya di tuju.
Darwin tertawa senang, tapi dia akan terlambat ke sekolah hingga buru-buru turun.
"Darwin mau kemana?" tanya Adelia melihat putranya itu membawa tas.
"Mau sekolah ma," jawab Darwin.
"Ini Sabtu Darwin, sekolah mu libur, lebih baik sekarang lacak di mana Tasya dulu, sebelum membantu papa dengan yang lainnya," kata Joshua memijat kepalanya.
"Papa kenapa repot, orang Tante Tasya aja udah gak mau di cari, mending biarin dia hidup seperti keinginannya, biarkan dia menikmati waktunya, dan untuk masalah opa jahat itu, aku sudah menyelesaikannya," kata Darwin mengeluarkan iPad miliknya.
"Bener itu, mungkin Tasya ingin menjalani hidupnya dengan jalannya sendiri, lebih baik kalian fokus pada pekerjaan kalian," jawab mama Laura.
"Baiklah ma, aku akan menurut dan menarik semua anak buah ku kembali," jawab Joshua.
Dia pun langsung menghubungi Hans untuk kembali ke rumah, begitupun Novan juga datang untuk melakukan sesuatu.
Tapi di urungkan karena Darwin sudah memintanya kesebuah markas miliknya.
Butuh setengah jam untuk Hans sampai, mereka semua pun langsung memakan sandwich yang sudah di buatkan oleh Adelia.
Saat semua sedang makan, Viona datang dengan begitu senang dan tanpa sungkan, pasalnya dia ingin menagih janji dari papa Federico.
"Pagi semuanya, aku bawakan makanan," kata Viona datang.
"Tumben Vio kemari?" tanya Joshua.
"Ih.. kok kak Jojo gitu sih, kata om Federico aku di suruh minta ke kakak untuk minta tiket liburan, halo kak Hans, makin ganteng saja sih," kata Viona duduk di sebelah Hans.
"Mau?" tanya Hans menyodorkan sandwich pada Viona.
Viona pun langsung makan dari tangan Hans, itu membuatnya berbunga-bunga.
Darwin, mama Laura dan Adelia malah sewot di buatnya, mereka marah karena gadis itu begitu manja pada Hans.
"Kenapa ekspresi kalian begitu?" tanya Joshua.
"Aku tak suka tante-tante girang itu, cih ia tak pernah kesini, kesini cuma mau uang fan hadiah, dasar men-ji-jik-kan," kata Darwin.
"Hus... gak boleh bilang begitu Darwin, bagaimana pun dia tetap saudara kita," kata papa Federico.
"Aku mah gak mau punya Tante kayak begitu, lebih baik aku ke rumah opa buyut mau goreng burung kesayangannya, lumayan bisa buat ganjal perut," kata Darwin pergi.
__ADS_1
"Sepertinya dia benar-benar menurun dari mu Joshua, bermulut pedas," kata papa Federico.
Joshua pun tak perduli, dia sudah memesan penerbangan ke Jepang untuk Viona.
Dia tak ingin gadis itu terus merengek dan membuatnya pusing.
"Kak Jojo, bisakah kak Hans ikut aku berlibur, aku mohon ya, empat hari saja gak papa kok," izin Viona.
"Tanya dia saja, tapi perusahaan sedang begitu sibuk karena ada kebocoran dana," jawab Joshua.
"Aku bisa membantu loh, asal kak Jojo mengizinkan kak Hans pergi," mohon Viona.
"Baiklah, pergi saja, asal kalian kembali dengan utuh," jawab Joshua yang seperti mendapatkan angin segar.
Hans pun juga berpikiran demikian, dia akan membuat rencana untuk mencari informasi lebih lanjut.
Sedang Darwin dan Novan sudah menyadap semua alat komunikasi yang dimiliki Wiliam.
Sedang sekarang Tasya berada di sebuah desa yang begitu asri dengan pemandangan yang begitu bagus.
hamparan kebun teh terhampar luas, dan desa itu masih begitu indah dan belum terjamah budaya dari luar desa.
Tasya pun kini tinggal menyewa di sebuah rumah keluarga penduduk desa, dia akan menjadi guru di desa itu sesuai dengan yang di siapkan Darwin.
"Nyonya, aku pamit pergi untuk menjalankan tugas," pamit Hans.
"Jika kamu akan melalukan kesalahan, tolong ingat baik-baik, jika seseorang akan terluka saat kamu melakukannya," kata Adelia fokus yoga.
"Baik nyonya, aku mengerti, semoga ini akan berjalan baik sesuai rencana," kata Hans pergi.
"Aku yakin Hans bisa menjaga diri sayang, karena Hans memiliki keteguhan hati dan pikiran," kata mama Laura.
"Tapi dia tetap pria normal, bagaimana jika sepupu Joshua yang menyebalkan itu tiap hari menggodanya, pasti bisa runtuh juga keteguhannya mama," jawab Adelia.
"Tenanglah, dia susah minum obat yang mama berikan, jadi selama liburan mereka tak akan bisa melakukan cocok tanam oke," kata mama Laura tertawa.
Adelia tau maksud mama Laura, dan itu bukan sesuatu yang baru, karena mertuanya itu sedikit usil.
Darwin begitu syok saat mendengar hasil sadapan dari ponsel William, bahkan Novan langsung mematikan perekam itu.
"Sialan, dasar tua bangka menjijikkan, dia bisa-bisanya phone s*x," kata Novan kesal.
"Lihat saja, bahkan rekam digital miliknya asal bersenang-senang dengan beberapa model," kata Darwin.
__ADS_1
"Ah... aku ada ide, semoga itu bisa membuatnya mati segera, aku terlalu kesal, he-he-he," tawa Novan.
"Emm... aku tau maksudmu, biar aku kirim seseorang yang pas untuk itu, karena bukti kita sudah cukup," kata Darwin tersenyum devil.
"Aku suka gayamu," kata Novan ikut tertawa.
Mereka pun dengan iseng mengirimkan semua hasil penyelidikannya pada Joshua.
Tanpa curiga Joshua membuka file itu dan terkejut saat mendengar ******* dan kata-kata yang begitu vulgar.
"Ya masih siang kamu sudah nonton blue film, jangan gila Joshua!" bentak mama Laura.
"Bukan ma, ini bukti dan pasti kerjaan Darwin dan Novan," kata Joshua panik karena tak bisa mematikan suara menjijikkan itu.
Karena kesal Joshua pun membanting laptopnya, dan itu mengejutkan mama Laura dan Adelia.
"Kamu marah kenapa?" tanya mama Laura.
"Pusing, karena video men-ji-jik-kan itu," jawab Joshua.
Adelia tersenyum, pasalnya Joshua mesum tapi dia paling anti menonton film-film seperti itu.
Sedang Darwin dan Novan mengirimkan hadiah spesial untuk William.
Seorang wanita jadi-jadian yang begitu cantik dan sempurna, dan itu langsung mendapatkan perhatian dari William.
Mereka juga menyadap dan menyiapkan sebuah kamar yang penuh dengan kamera.
Mereka bisa membuat film yang bagus untuk mempermalukan pria itu nantinya.
Sedang di pesawat menuju ke Jepang, Viona merasa perutnya sangat sakit.
Kemudian dia pun ke toilet dan terkejut melihat darah menstruasi, dia kecewa karena dia tak mungkin bisa menggoda Hans nantinya.
Tapi setidaknya dia bisa menikmati liburan bersama di sana, dan dia akan memastikan jika Hans akan jatuh ke pelukannya.
Siang itu Joshua membuatkan makan siang untuk Adelia yang kelelahan setelah yoga.
Joshua membuatkan mie kuah dengan telur setengah matang, kemudian dia juga membuatkan jus delima.
Adelia pun di suapi dengan manja oleh Joshua, mereka selalu terlihat mesra.
Joshua hanya ingin memanjakan istrinya, meski dia tak banyak memiliki waktu luang untuk istrinya itu.
__ADS_1