Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
kau harus belajar


__ADS_3

Bunga sudah menuju ke perusahaan miliknya, dan ternyata sudah banyak buket bunga tertata rapi di ruang itu.


"panggil Lulu, siapa yang mengirimkan ini?"


"baik Nyonya," jawab Wilma.


Lulu datang dengan kue di tangannya, dan saat melihat Bu nova dan juga baby Ale, dia tau siapa yang melakukan ini.


"dia meminta ibu melakukan ini?" tanya Bunga.


"tentu, dia tak ingin di hari bahagia mu ini, kamu sedih karena semua masalah yang menimpa dirimu dan dirinya," jawab wanita itu.


"dia selalu saja, ayo kita potong kuenya," kata bunga tersenyum senang.


pasalnya keluarga Graham tak melupakan ulang tahunnya, bahkan secara khusus Samuel mengirimkan bunga kesukaannya.


setelah potong kue, bu nova pun pamit karena tak ingin menganggu Bunga.


sedang Sabrina memberitahu Dylan jika hari ini adalah ulang tahun Bunga, karena Darwin selalu melupakan hal itu.


tapi di ponsel Darwin menampilkan alarm peringatan sebuah agenda penting, pria itu pun membukanya.


Darwin kaget saat melihat hari ini ulang tahun Bunga. bahkan sebagai suami saja dia tak berguna karena tak ingat hari penting istrinya.


Darwin pun memilih menelpon sang Oma, mama Laura pun kaget melihat telpon dari cucunya itu.


"iya Darwin, ada apa?"


"halo Oma, aku lupa jika sekarang adalah hari ulang tahun dari Bunga, dan apa yang harus aku berikan untuk wanita itu?"


"kau pikir sendiri saja, kamu ini suami apa hingga melupakan hari penting, lagipula bukankah kamu tau kesukaannya, dan mungkin ada impian Bunga yang belum terwujud lebih baik wujudkan saja," kata mama Laura kesal.


"Oma tidak membantu sama sekali," jawab Darwin.


"kamu itu suaminya, ya coba ingat-ingat, toh ingatan mu sudah pulih," kesal wanita itu.


"iya Oma iya...."


Darwin pun menutup telepon dan langsung bergegas pergi, dia meminta Aldo menyiapkan sebuah pesawat milik keluarganya.


sedang Darwin menuju ke perusahaan Bunga, dia pun langsung masuk dan menghajar semua pengawal dan security di tempat itu yang berani menghalangi dirinya.


bahkan dia pun langsung masuk ke ruang rapat yang sedang berjalan, Darwin pun langsung mengendong Bunga seperti karung beras.


"apa ini Darwin, lepaskan!!!" teriak bunga.


"diam atau aku akan membungkam mulut mu dengan bibirku," kesal Darwin.


saat kedua asisten bunga ingin bertindak, Darwin mengacungkan pistol ke aeah semuanya.


dia pun mengajak bunga pergi menuju ke bandara, pesawat pun sudah siap lepas landas.


mereka langsung naik dan tak mengizinkan siapapun untuk ikut, pesawat itu menuju ke suatu negara.


mereka menuju Thailand demi menemui seseorang yang tengah berlibur di sana.


pria itu menunggu kedatangan pesawat itu, sesampainya di sana mereka pun sudah di sambut oleh Samuel.


"hallo bro... ada apa ini kamu sampai menghubungi ku seperti tadi?" kaget itu.


"aku ingin kembali menjadi Darwin kecil, aku harus membangkitkan jiwa bengis ku, dan sepertinya hanya kamu yang bisa melakukan itu," kata Darwin.


"ya sepertinya karena hipnoterapi yang di lakukan padaku dulu, dan itu seakan menguncinya di sudut terdalam diriku," jawab Darwin.


"oke aku mengerti, dan kenapa kamu ikut juga bunga?" tanya Samuel.


"pria gila ini yang menculik diriku dari ruang rapat, bahkan kedua asisten ku tak bisa melakukan apapun," jawab bunga marah.


"maafkan aku sayang, bukan aku tak mau bicara, tapi kamu pasti menolak, apalagi setelah kejadian tadi siang," terang Darwin.


"itu tau, dasar kalian ini, sudah cepat pergi latihan," usir Bunga.


"Mike, temani Bunga jalan-jalan, oh ya nanti setelah puas, ajak dia menyaksikan pertunjukkan yang menarik," perintah Samuel.


Samuel sedang melakukan pemeriksaan untuk melawan para juara tarung bebas.


Mike mengajak dia berkeliling di Bangkok sebelum nanti malam akan pertarungan bawah.


Darwin sedang bermeditasi dan menghidupkan kembali rasa ingin membunuh dan melindungi miliknya.


semakin bermeditasi semakin Darwin merasa bosan, sedang Samuel melihat Darwin yang mulai tak nyaman.


"kamu kenapa? tidak nyaman begitu?"


"sebenarnya aku tidak bisa bermeditasi seperti ini, kau tau itukan, aku bukan pria yang bisa diam seperti ini, he-he-he," tawa Darwin.

__ADS_1


"dasar, kalau begitu lebih baik mulai dengan melatih tubuh mu, dengan berlawan tanding dengan anak buahku," kata Samuel yang menuju ke area taman.


Darwin di buat kaget melihat para pengawal dari Darwin yang begitu bertubuh besar.


"baiklah jatuhkan mereka bertiga," kata samuel.


"baiklah," jawab Darwin.


Darwin pun melihat ketiga pria itu, Darwin memang bisa berantem tapi tidak seperti dulu.


Darwin menjatuhkan dua pria besar yang lebih dari tubuhnya itu, tapi di tak di hingga berhasil di banting oleh pria yang satu lagi.


terlihat marah, Samuel bisa melihat tatapan kejam dari pria itu dan langsung menonjok dan membuat pria itu kesakitan.


bahkan Darwin terlihat begitu marah, Samuel pun mengerti jika Darwin bukan melupakan dirinya.


hanya saja dia butuh sesuatu untuk membangunkan alasan dirinya untuk menjadi kejam, dan Samuel tau apa itu.


"sudah kan, ayo sekarang kita pergi kita makan dulu, kamu pasti lapar kan, ayo aku akan membuatkan mu sesuatu, dan menceritakan sebuah kisah," ajak Samuel.


mereka berdua pun duduk di sofa dan dua orang wanita cantik menyuguhkan makanan yang sudah di minta Samuel.


"wah tak ku kira putra dari om David Graham, begitu menyukai wanita dengan kostum seperti itu," kata Darwin.


"kau mau mati huh, kau itu memujiku atau mengejekku, mereka berdua adalah pria yang berganti gender, kamu mau mencobanya," tawar Samuel.


"kau gila, aku masih doyan perempuan, sudah apa yang ingin kamu ceritakan?" tanya Darwin .


"seorang pria yang begitu dingin dan juga tak tersentuh oleh wanita, suatu malam tanpa sadar dia menghancurkan sebuah kehidupan, tapi beruntung pria itu berhasil menemukan wanita yang sudah di carinya bahkan dari hubungan itu lahir seorang putra dengan kemampuan genius," kata samuel


"hei ... itu kisah hidup orang tua ku," kesal Darwin.


"lalu kenapa kamu tak bisa seperti om Joshua, David saja bisa, sedang kamu begitu bodoh, padahal dulu waktu kecil kamu begitu kejam, bahkan padaku yang ingin dekat dengan bunga saja terus kau musuhi," kesal Samuel.


"terus apa maksud mu?" tanya Darwin.


"sekarang aku beri pilihan, jika nanti malam kamu tak bisa menang, aku akan membawa bunga pergi bersama Ale, dan kamu silahkan berhubungan dengan wanita manapun yang kau suka, karena bunga tak pantas untuk pria lemah," bisik Samuel.


Darwin pun menatap pria di depannya itu, saat Darwin ingin mencekiknya, Samuel terlebih dahulu memutar tangan darwin dan menguncinya.


"sekali putar tangan mu patah dan kau cacat, kau ingat jika kau bukan tandingan ku, paham," kata pria itu mendorong Samuel.


Darwin pun di tinggalkan begitu saja, Samuel pun menyeringai setidaknya dia sudah melukai harga diri dari Darwin.


pria itu pun bangkit dan terus terngiang ucapan dari Samuel, "kau lihat saja, aku akan membalas mu!" teriak Darwin marah.


Bunga pun memberi salam, sebelum pergi biksu itu memberikan dua buah tali jodoh.


bunga pun berterimakasih dan kemudian menyimpannya, sedang Mike menunjukkan beberapa tempat membeli oleh-oleh.


"kau gila, aku disini bukan untuk beli oleh-oleh, lagi pula aku tak menyukai semua kristal seperti ini,"


"bukan itu, aku hanya ingin menunjukkan kepada Anda, siapa tau ini bisa menjadi sebuah ide dalam memikirkan desain selanjutnya," kata Mike.


"dasar, kamu mengajakku kesini dengan tujuan akhirnya ke pekerjaan lagi, dasar anak buah dan bos sama-sama menyebalkan," kata Bunga.


"ayolah jangan marah, kita beli eskrim saja yuk," ajak Mike.


Bunga pun mengangguk, mereka pun menikmati setiap jajanan kaki limadi negara itu.


tak terasa waktu mulai gelap, Mike sudah mendapatkan pesan dari Darwin untuk mengajak bunga ke tempat pertandingan.


Bunga pun tak mengira jika ada pemeriksaan yang begitu ketat, bahkan tak sembarang orang bisa masuk.


Mike langsung mengajak bunga masuk menemui Darwin dan Samuel, terlihat Darwin sedang duduk sambil melihat arena.


bunga menghampiri pria itu, "kamu tak perlu melakukan ini, kita bisa hidup normal kok," kata bunga membujuk pria itu.


"tidak, aku mau jadi pria yang bisa melindungi mu dan baby Ale, bukan pria pengecut seperti ini," jawab Darwin


Bunga pun tak mengira jika membujuk suaminya itu begitu sulit.


"tapi jika kamu mati, aku jadi janda dan baby Ale jadi yatim, tolong pikirkan itu ..."


"kalau begitu doakan aku selamat, dan bisa kembali berkumpul dengan kalian,"


"baiklah, semoga kamu juara," bisik bunga.


wanita itu juga mengikatkan tali jodoh yang tadi diberikan oleh seorang biksu di tangan Darwin.


"apa ini?"


"tali jodoh, dan aku berharap kita segera bisa kembali bersama setelah ini," kata Bunga yang kemudian pergi.


Darwin pun masuk bersama dengan Samuel, tak lama telihat seorang pria dengan badan besar, sebesar the rock berdiri di depannya.

__ADS_1


Darwin tak gentar, "ayo Darwin!!!" teriak Bunga.


pertarungan bebas pun di mulai, Darwin sedikit kuwalahan, terlebih pria itu juga cukup cepat.


Darwin bahkan tekena tonjok, beberapa kali, Bunga pun sedih melihat itu.


"kau pria lemah Darwin!" bentak Samuel.


Darwin pun juga berhasil sesekali membuat lawannya babak belur.


tapi tak terduga karena lenggah Darwin dibanting dengan cukup keras.


Darwin pun tak sadarkan diri dan kupingnya berdengung dengan keras.


Samuel pun kaget melihat Darwin yang baru sembuh mengalami hal itu.


Bunga langsung berlari dan ingin meraih suaminya yang bahkan kini tak bergerak sedikit pun.


"Darwin bangun, sayang bangun!" teriak Bunga di pelukan Samuel.


"tidak, Darwin bangun aku mohon, kamu janji jika tak akan meninggalkan diriku, Darwin!" teriak Bunga yang sudah hancur melihat suaminya itu.


"pria bodoh, kau mati aku akan menikmati tubuh indah istrimu itu, kelihatannya dia begitu menggoda," kata lawan tarung Darwin.


Darwin pun mendengar suara pria itu langsung membuka matanya, tidak boleh siapapun menyentuh Bunga miliknya.


dan jika ada yang berani berpikir kotor, berarti dia harus menyingkirkan orang itu.


"sayang kemarilah, karena pria mu itu lemah lebih baik menikmati hidup denganku," kata pria itu.


pada bunga.


Darwin langsung berdiri dengan tegap, dan langsung melompat dan memukul kepala pria itu dengan tangan kosong.


bahkan Darwin langsung membanting pria itu dan langsung mematahkan lehernya.


"tak ada yang boleh ingin menyentuh wanita ku, atau ini balasan yang pantas, karena aku bukan pria yang lemah," kata Darwin yang bahkan dengan santai turun dari ring.


semua penonton terdiam, Monster yang selalu menang dalam pertarungan ini, mati hanya dalam dua serangan dari pria yang bahkan lebih kecil darinya.


Samuel pun melepaskan Bunga yang langsung berlari menghampiri suaminya itu.


Darwin pun menatap tajam kearah Samuel, Bunga pun memeluk Darwin dengan sangat erat.


"kamu menakuti ku, aku bisa gila jika terjadi sesuatu padamu," kata bunga.


"tidak akan, karena aku akan tetap berdiri di kaki ku untuk mu dan putra kita," suara Darwin terdengar dingin.


"semua selesai, selamat datang lagi Darwin, sepertinya musuh lamaku kembali dan semoga kita bisa bersaing dengan wibawa dalam kemajuan perusahaan," kata Samuel mengulurkan tangannya.


"tentu, dan aku harus pulang karena harus menyelesaikan sesuatu," kata Darwin dingin dan langsung mengajak Bunga pergi.


Bunga pun merasakan pria yang dulu selalu protektif dan posesif padanya kembali, bukan Darwin yang lemah dan mudah di atur orang lain.


Bunga pun membantu dokter yang khusus di panggil oleh Samuel untuk mengobati pria itu.


"maafkan aku yang selama ini begitu lemah, apalagi aku juga terus melukaimu," kata Darwin mengusap pipi bunga.


"tidak semua mungkin bukan sepenuhnya salahmu, karena aku baru tau jika kamu mengalami hipnoterapi dan pencucian otak," kata Bunga.


"ya seharusnya aku sadar dari awal, tapi aku beruntung tak sepenuhnya melupakan dirimu, meski aku sudah melupakan sebagian besar diriku,"


bunga pun mengangguk, pesawat yang membawa mereka pun mendarat pada pukul tiga dini hari.


Darwin pun langsung mengendong bunga yang masih terlelap tidur, Darwin juga melihat asisten Aldo.


asistennya itu melihat aura mematikan dari Darwin, bahkan tatapan mata juga sudah sangat berubah.


"kita ke perusahaan Gusman, dan siapkan semua yang aku minta tadi, kamu mengerti," kata Darwin saat akan masuk mobil.


"baik tuan, saya sudah menyiapkan semuanya," jawab asisten Aldo.


mereka pun pergi ke perusahaan milik keluarga itu, sesampainya di perusahaan.


Darwin menidurkan bunga di ruang pribadinya dan sebelum pergi dia mencium kening istrinya itu.


"tunggu sebentar sayang, aku akan segera kembali," bisik pria itu.


dia pun langsung turun ke bagian tim pengawas dan perisai perusahaan, saat sampai Darwin langsung menampar edo.


"kau mencoba menghianati ku, ku jamin kau mati meski kau putra dari om Novan dan aunty Lena, aku tak peduli karena bagiku penghianat hanya punya satu hukuman yaitu mati," kata Darwin menginggatkan semua pegawai.


"maaf bos..."


Edo tak mengira Darwin berubah, padahal kemarin dia masih Darwin yang lama di kenalnya.

__ADS_1


Darwin pun mengambil alih kursi pimpinan IT, kemudian langsung memperkuat perlindungan terhadap semua data perusahaannya.


setelah itu dia melihat ke arah Edo dan asisten Aldo, "jika sekali lagi kalian menyembunyikan sesuatu dariku. ku pastikan leher kalian akan terpisah dari tubuh mu, dan itu bukan isapan jempol belaka," ancam Darwin.


__ADS_2