Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
S2_kau tak punya kesempatan.


__ADS_3

Bunga dan Darwin keluar dengan bersamaan, bahkan keduanya terlihat begitu bahagia saat ini.


sedang Dylan cemberut di samping Joshua, kedua pria itu sedang asik menyiapkan semua bahan untuk barbeque.


sedang di samping rumah, David sedang membuat api bersama Sabrina.


pria itu terus menggoda Sabrina tanpa henti, bahkan sampai membuat Sabrina kesal.


dan saat itulah jiwa kegombalan David keluar, dia menarik Sabrina hingga merapat ke pelukannya.


"mau apa kamu kak?" tanya Sabrina ketakutan.


"aku ingin memakan mu, ku tau jika aku memang kasar dan paling tak bisa menunjukkan rasa cintaku, tapi aku mohon buka mata mu atas semua perhatian terkecil yang aku berikan," bisik David.


"tapi aku Lelah jika harus terus menangis," jawab Sabrina.


"kalau begitu tersenyumlah, jangan teteskan air mata berharga mu itu, dan asal kau tau aku akan pergi untuk ke Austria entah sampai kapan, jika kamu siap menunggu ku, aku akan meminang mu saat kita bertemu lagi nanti?" kata David.


"tapi kapan?" tanya Sabrina.


"tunggu sampai aku bisa meyakinkan ayah dan juga kakak mu," jawab David yakin.


keduanya pun langsung melepaskan diri setelah bunga dan Darwin muncul.


"lanjutkan saja ..."


tak terduga, jika Sabrina harus melalui segalanya demi cintanya pada pria itu.


tapi yang di katakan David benar, Samuel dan ayahnya juga tak semudah itu kan merestui ini.


malam itu semua orang pun berkumpul bersama-sama, bahkan Bu nova yang baru sembuh datang di temani dua pemuda tampan.


Devan dan Davin, Devan begitu dekat dengan David sedang Davin dekat dengan Dylan.


mereka terus bercanda bersama, bahkan Bunga terus menyuapi Darwin.


setelah itu mereka pun menonton video lama, saat ulang tahun pernikahan dan juga ulang tahun si kembar.


saat itu David dan Mei datang dan sedang hamil si kembar tiga, suasana pesta begitu bahagia.


tapi Darwin kecil terus mencari seseorang yang sedang duduk di pojokan taman.


"kalian tahu, aku waktu itu meminta kameraman khusus untuk mengikuti Darwin, dan kini kita menemukan rekaman terbaik," kata papa Federico.


ternyata itu adalah adegan dimana Darwin, Samuel berebut untuk bisa bermain dengan Bunga.


"lihat siapa itu yang menantang bocah yang enam tahun lebih kecil darinya demi seorang wanita," kata papa Federico mengejek cucunya itu.


"tapi dia tumbuh sebagai pria besar, bahkan tubuhnya sekarang sama dengan ku," protes Darwin.


"iya kak, iya ..." kata David yang sudah dapat lemparan bantal.


"kau selalu ketakutan Darwin, padahal kau lihat, bagaimana pun Bunga akan tetap memilih mu, tapi kau selalu melepaskan tangannya dan mengikuti Sasha hanya karena Vina dan Hafsah, dan di situlah bocah yang lebih muda itu bisa dekat dengan Bunga," kata mama Laura.


"itulah kenapa aku sempat berpikir untuk menjauh, karena di mata mas Darwin hanya ada Sasha," lirih Bunga.


"itu tak benar, karena yang sebenarnya aku hanya mengikuti perintah Oma, yang mengatakan aku tak boleh melukai Sasha," jawab Darwin.

__ADS_1


"yasudah itu masa lalu, tapi lihatlah bagaimana David yang terus melihat mama si kembar tiga," kata mama Laura.


di video itu, David kecil terus mengikuti Mei kemana pun wanita itu pergi.


dan saat mei duduk beristirahat, bocah dua tahun itu menghampiri Mei dan menyentuh perut Mei dengan wajah lucunya.


"da ...." celoteh bocah kecil itu.


"di dalam sini ada adeknya sayang, kamu sedang menyapa mereka," kata Mei yang di angguki David.


David Graham datang dan memberikan minuman pada istrinya, "bocah kecil kamu sedang apa Hem ... mencoba menggoda istriku dengan pipi bulat mu itu?" kata David mengendong bocah itu.


"David!" panggil mama Laura.


"tunggu mama,kamu memanggilku atau cucu mu ini, tolong di perjelas," protes David Graham.


"tentu cucu ku, buat apa aku mencari pria tua seperti mu," jawab mama Laura tertawa.


Mei pun memeluk wanita itu yang baru datang, sedang David Graham dan David kecil cemberut.


"lihatlah mereka begitu lucu, dan seandainya kalian jadi mertua dan menantu mungkin akan membuat satu rumah kebingungan bukan," kata mama Laura tertawa.


"tapi sayangnya, dokter mengatakan jika dua bayi yang di kandung istriku adalah laki-laki, jadi David kecil ini harus jadi kakak yang baik untuk mereka," pesan David Graham.


semua melihat kearah Sabrina yang menangis saat itu, Oma seakan mengerti apa yang akan terjadi.


setelah itu, semua orang pamit pulang, Sabrina juga di bawa pulang oleh kedua saudaranya.


sedang Darwin dan David tak pulang karena ada masalah mendadak yang harus di selesaikan.


sedang Bunga akan menginap bersama Bu Nova, di rumah lama Gusman.


sedang di sisi lain dua pria itu sudah memasuki sebuah diskotik di kota itu, dan langsung menemui Virgoun.


"bagaimana pengamatan mu?"


"lihat saja sendiri, ku kira dia tidak seperti gadis luar negeri yang bebas, tapi ini malah lebih buruk," kata Virgoun.


mereka pun tertawa pasalnya wanita itu begitu liar, bahkan tak sungkan untuk menari sambil memeluk pria.


bahkan ayahnya saja baru mati beberapa hari, tapi ada pemandangan yang lebih mengejutkan lagi.


yaitu tentang bagaimana ibu wanita itu juga tak kalah dari putrinya, "brengsek, ternyata hanya keluarga sampah, dan kasihan pria seperti viktor terjebak dengan keluarga ini," kata Virgoun.


"tolong awasi Dylan, karena pria itu dekat dengannya, kau tau aku khawatir Dylan akan terpengaruh, terlebih pria itu begitu mudah terbawa arus," kata Darwin.


"siap bos, tapi kau juga bisa mengawasinya sendiri bukan, bahkan kau lebih hebat dari ku," jawab pria itu.


Darwin tertawa bersama temannya itu, mereka pun memutuskan untuk minum bersama.


tak hanya itu Darwin juga sambil menyiapkan pesta besok malam untuk Bunga.


dia akan menikahi gadis itu sesuai dengan ucapannya, dan itu tak akan dia tunda lagi.


waktu pun sudah makin malam, ketiganya memutuskan untuk pulang, tapi tanpa di duga Viktoria menarik Darwin dan mulai menggoda pria itu.


dan sekali sentak, wanita itu terjatuh dan gaunnya robek, sedang David langsung menarik Darwin keluar.

__ADS_1


"dasar pria brengsek," kata Victoria yang merasakan beberapa tangan nakal menyentuh tubuhnya.


"dasar wanita menjijikkan," kata Darwin saat di luar diskotik.


malam itu dia memutuskan untuk pulang ke rumah dan tidur di kamar David karena dia tak tau kamarnya sudah bersih atau masih berantakan.


karena beberapa hari lalu dia mengacak-acak kamarnya sendiri karena marah.


darwin pun benar-benar nyaman dengan kamar David yang begitu bersih dan nyaman.


sedang di tempat lain Viktoria sudah jadi pemuas untuk lelaki yang ingin menikmati wanita itu.


toh wanita itu tak sadar juga, bahkan entah sudah ada berapa pria, begitupun dengan ibunya yang juga sudah tak tau keberadaannya.


sedang Viktor memilih pulang dengan pesawat yang dia pinjam dari kelurga Gusman.


Dylan tak lupa mengantar kepulangan temannya itu yang pergi mendadak, dia harus melanjutkan perusahaan sang papa.


keesokan harinya, Darwin sudah siap dengan seluruh setelan mahal miliknya.


bahkan pria itu sudah memegang semua bukti kejahatan yang akan di gunakan untuk menekan semua orang agar mau tunduk padanya.


Aldo datang untuk menjemput pria itu, mereka pun segera pergi ke perusahaan Gusman.


sesampainya di sana semua karyawan belum tau jika Darwin akan menjadi Presdir baru perusahaan itu.


Darwin langsung menuju ke aula gedung, tak lama semua orang kocar-kacir menuju ke ruangan yang sama saat Edo memberikan pesan berantai.


mereka tak mengira ada pergantian Presdir yang mendadak, bahkan para pemegang saham pun di buat kaget, pasalnya jika itu benar, maka posisi dari Darwin tak bisa tergoyahkan.


terlebih hampir separuh lebih saham perusahaan sekarang milik Darwin, dan hanya sedikit orang yang punya bagian saham.


"selamat datang semuanya, perkenalkan aku Darwin, putra pertama Joshua Alejandra Guzman, dan sekarang aku presdir baru kalian, dan tanpa bicara lama-lama ada dua peraturan yang wajib Kalian ikuti, jika tidak silahkan pergi tapi itu akan menjadi kerugian besar untuk kalian, pertama penghianat berarti siap mati, kedua aku adalah peraturan yang harus kalian ikuti, mengerti jika tidak bisa kalian bisa keluar, aku beri waktu dua jam untuk memikirkannya," kata Darwin yang kemudian pergi begitu saja.


Edo menampilkan semua peraturan dan hukuman, dan semua nilai yang di tanamkan oleh Darwin pada perusahaan miliknya kini di terapkan ke perusahaan itu.


bahkan usia produktif pun di tentukan, dan itu akan sangat berpengaruh pada perusahaan.


semua akan di awasi oleh tim IT perusahaan yang kini di pegang oleh Edo.


dia juga adalah orang kepercayaan dari Darwin, dan dia di juluki sebagai tangan penghancur karena bisa menghabisi perusahaan atau apapun dengan satu tombol.


dia dan Darwin memiliki kemampuan yang hampir serupa, dan itulah yang menjadikan Darwin mempercayai pria itu menjadi tangan kirinya dan Aldo tangan kanannya.


setelah itu, semua karyawan harus mengisi formulir ulang dengan data kartu identitas milik mereka.


dan itu akan memudahkan Edo untuk mengetahui kejahatan atau kecurangan apa yang pernah di lakukan, bahkan Darwin juga membantu untuk menyeleksi setiap karyawan.


dan dari itu semua ada sekitar dua puluh orang yang terjerat kasus ringan hingga berat.


"bereskan mereka, dan untuk tiga pria tua Bangka itu, buat mereka menjual saham yang di punya, bagaimana pun caranya, karena aku tak mau ada tikus yang ada di perusahaan ku ini," kata Darwin.


"baik bos," jawab Aldo.


"bos, semuanya sudah selesai, dan aku juga memperkuat pertahanan perusahaan ini dari penyusupan melalui server," kata Edo.


"bagus Edo, aku tak menyangka jika kerjamu sangat baik seperti ini, bahkan kau bisa melawan hacker milik Samuel," kata Darwin memuji pria itu.

__ADS_1


"tapi sayangnya, aku bukan tandingannya, karena hacker itu bukan pria sembarangan bos, tapi aku juga sudah memintanya agar tenang dan tak menganggu kita," kata Edo yang di angguki oleh Darwin yang sudah sangat percaya.


Edo juga tak bisa menghianati Darwin, karena kepalanya adalah janji dan jaminan terbesar.


__ADS_2