ANTARA CEO DAN MAFIA

ANTARA CEO DAN MAFIA
Tentang Irgi dan Raeka


__ADS_3

Irgi dan Raeka duduk di bangku taman dekat pintu masuk Taman Hiburan Kota S. Raeka memeluk lengan Irgi dan menyandarkan kepala di bahunya. Beberapa hari ini hatinya berbunga-bunga. Sejak kembali menjalin hubungan dengan Irgi, gairah hidupnya seakan kembali.


Mereka mulai pacaran sejak kelas satu SMA. Tapi, hubungan mereka hanya bertahan satu tahun karena Raeka sering marah-marah jika Irgi pergi dengan teman-temannya, terutama Prita. Ia sangat cemburu dengan Prita.


Meskipun mereka berpacaran, namun Irgi lebih mementingkan Prita. Irgi sering meninggalkannya tiba-tiba ketika Prita menghubunginya. Karena dorongan rasa kesal dan cemburu, Raeka pernah mem-bully Prita habis-habisan. Dia pernah mengurung Prita dalam toilet, menyiramnya dengan air kotor, melempari telur busuk, dan terparah ia memukuli Prita hingga terluka. Hal itu membuat Irgi benar-benar marah dan langsung meminta putus.


Sejak putus dari Irgi, Raeka tidak pernah berpacaran dengan siapapun. Dia selalu mengharapkan Irgi bisa kembali padanya. Dan saat ini, keinginannya itu sudah terwujud.


Sama seperti yang Raeka rasakan, Irgi juga tidak pernah berpacaran dengan siapapun setelah putus dari Raeka. Dia tahu, Raeka sebenarnya gadis yang manis dan baik hati. Hanya saja, rasa cemburu membuatnya tega berbuat jahat kepada Prita. Dan Irgi tidak bisa menerima hal tersebut.


Alasan Irgi begitu peduli kepada Prita, karena baginya Prita sudah seperti keluarga sendiri. Saat SMP, Irgi merupakan murid pindahan di Kota S. Dulu penampilannya sangat culun, pendiam, dan kutu buku. Eksistensinya tidak diperhitungkan di sekolah. Ia selalu sendiri. Hingga suatu saat, ia bertemu Prita di atap sekolah.


Prita orang pertama yang mengajaknya berbicara di sekolah barunya. Prita dulu merupakan gadis yang cantik, ramah, dan banyak teman. Namun ia mengaku kesulitan bergaul dengan terlalu banyak orang. Karena itu, terkadang ia pergi ke atap sekolah untuk menyendiri.


Dari sanalah mereka menjadi sering bertemu dan berteman akrab. Prita sedikit demi sedikit mengajarinya merubah penampilan. Katanya, penampilan itu penting walaupun bukan yang terpenting. Merubah penampilan bukan berarti merubah jati diri. Penampilan berguna karena hidup ini berhubungan dengan banyak orang. Dengan penampilan yang baik, akan memberikan orang lain kesan yang baik pula. Tentunya penampilan yang baik diimbangi dengan atitude yang baik pula.


Tanpa Prita, mungkin tidak akan pernah ada Irgi yang sekarang. Irgi yang lebih percaya diri, pandai bergaul, memiliki banyak teman, bahkan jadi idola banyak orang.


Saat SMA, Irgi lebih populer daripada Prita. Temannya lebih banyak daripada Prita. Prita hanya bisa dekat dengannya dan ketiga sahabatnya yang lain, yaitu Ayash, Vino dan Andin. Prita lebih pendiam.


Prita sering merengek ketika ada yang mengganggunya, terutama anak cowok. Dari keempat sahabatnya, Prita memang lebih terbuka kepada Irgi. Sehingga hubungan mereka terlihat dekat.


Masalah muncul ketika Irgi berpacaran dengan Raeka. Raeka selalu protes jika dia pergi dengan sahabatnya, apalagi Prita. Dia minta Irgi menjauhi Prita. Namun Irgi tidak mau. Ia menjelaskan kalau hubungan mereka hanya sebatas teman. Tentu saja Raeka tidak percaya.


Akhirnya, Irgi memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Raeka. Menurutnya, sifat Raeka membuatnya pusing. Apalagi kelakuannya selalu membuat Prita kesulitan. Jadi, meskipun ia sangat menyukai Raeka, ia tetap memutuskannya.


"Ir... kok mereka lama, ya... " keluh Raeka setelah melirik jamnya sudah telat satu jam dari waktu janjian.

__ADS_1


"Kita tunggu saja. Mereka pasti datang." jawab Irgi enteng.


"Kita tinggal masuk saja dulu... sia-sia kita menghabiskan waktu di sini."


"Tapi tiketnya aku yang pegang." Irgi menunjukkan 4 lembar tiket yang sudah dibelinya.


"Ya biarkan mereka beli sendiri, lah. Ayash kan tidak miskin sampai tidak mampu membeli tiket."


"Ya memang tidak miskin. Tapi kan aku yang mengajak mereka. Masa mereka bayar sendiri."


"Lagian... kenapa harus mengajak mereka, sih? Aku kan mau menghabiskan waktu berdua saja denganmu." Raeka mulai mengeluarkan jurus manjanya.


"Aku ingin membuatmu lebih mengenal sahabat-sahabatku. Jangan sampai kita putus lagi seperti dulu."


"Iya, iya... aku minta maaf. Aku tidak akan cemburu lagi kepada Prita."


"Jangan minta maaf padaku. Kamu harus minta maaf sendiri kepada Prita." tegas Irgi.


Pernah merasa sekali kehilangan Irgi, ia tak ingin hal itu terulang lagi. Mungkin rasanya lebih baik mati jika Irgi meninggalkannya lagi. Bertahun-tahun ia mencoba memperbaiki hubungan dengan Irgi, hingga akhirnya mereka bisa bersama lagi. Irgi masih seperti yang dulu. Selalu bersikap lembut kepadanya dan menerima sikap manjanya.


"Kalian sudah lama menunggu?" sayup-sayup terdengar suara Ayash yang baru datang kesana.


Ayash dan Prita berjalan beriringan. Tangan mereka bergandengan. Penampilan keduanya terlihat casual. Ayash mengenakan kaos abu-abu lengan pendek dipadukan dengan celana jeans hitam. Sedangkan Prita mengenakan sweater hitam lengan panjang dan celana jeans navy.



Penampilan Prita memang selalu terkesan sederhana. Berbeda dengan Raeka yang selalu memilih style girly dalam setiap penampilan. Kali ini Raeka memakai memakai dress offshoulder selutut warna biru bermotif. Rambutnya dikepang lepas menampilkan kesan imut. Irgi hanya memakai kaos hitam lengan pendek dan celana jeans hitam.

__ADS_1




Raeka bangkit dari duduknya, "Sampai jamuran kita menunggu kalian. Kenapa telat, sih?" keluh Raeka.


"Maaf, ya. Tadi ada sedikit urusan yang tidak bisa ditunda." jawab Prita sembari menyunggingkan senyuman.


"Ya sudah, nggak apa-apa. Ayo kita masuk sekarang. Tiketnya sudah aku belikan." ujar Irgi seraya memeluk pinggang Raeka.


Mereka berempat berjalan beriringan secara berpasangan menuju pintu masuk. Irgi meraih tangan Prita yang berjalan di sebelahnya kemudian menggandengnya. Ayash yang kemudian melihat kejadian itu langsung menepis tangan Irgi. Ia bertukar posisi dengan Prita sehingga ia bersebelahan dengan Irgi.


"Kalau mau menggandeng tangan, ayo gandeng tanganku!" kata Ayash menyindir.


"Hahaha... kamu memang selalu menyebalkan!"


Raeka yang tidak tahu apa yang terjadi hanya mengerutkan dahinga. Sementara Prita ikut tertawa kecil dengan tingkah Ayash.


"Kamu yang menyebalkan. Aku lebih tenang kalau kamu tidak ada. Keberadaanmu meresahkan. Balik sana ke Singapura!"


"Wah, berani-beraninya mengusirku. Aku malah semakin tidak sabar kembali ke tanah air lagi. Menyenangkan bisa bersama kalian."


Irgi menyerahkan tiket ketika sampai di depan pintu masuk. Akhirnya mereka memasuki Taman Hiburan Kota S.


Prita terkesima melihat berbagai macam wahana yang ada di hadapannya. Entah kapan terakhir kali ia bermain ke tempat itu. Rasanya takjub seperti baru pertama kali datang.


"Kita makan dulu saja, ya. Butuh asupan tenaga kalau mau main semua wahana." usul Irgi.

__ADS_1


"Oke." jawab Ayash datar.


Mereka melanjutkan berjalan menuju restoran. Prita sedikit kecewa karena sebenarnya ia ingin segera mencoba semua wahana di sana. Tapi akhirnya dia mengikuti yang lain.


__ADS_2