ANTARA CEO DAN MAFIA

ANTARA CEO DAN MAFIA
Rumah Baru


__ADS_3

Jangan lupa like ya 💕💕💕


----------------------------------------------------------------------------------


Mobil kembali sampai di mansion. Bayu melirik ke sebelahnya, ternyata Prita sudah terlelap tidur. Ia memapah Prita ala bridal style dan membawanya memasuki mansion.


Perlahan ia merebahkan tubuh Prita di atas ranjangnya agar tidak terbangun. Dipandanginya wajah lugu itu dengan intens. Dia benar-benar merasa lega bisa membuat wanita itu kini ada di dekatnya, meskipun caranya salah.


Prita wanita yang membuatnya jatuh cinta sejak pertemuan pertama. Segala cara ia lakukan untuk menarik perhatian wanita itu agar jatuh cinta padanya. Tapi, ternyata segala usahanya hanya sia-sia karena wanitanya mencintai lelaki lain.


Jika mengingat Ayash, ingin sekali ia menyingkirkannya. Ia tidak ingin apa yang ia inginkan tidak bisa ia miliki. Selama ini, apa yang dia mau selalu bisa ia dapatkan.


Bayu bertekad akan membuat Prita jatuh cinta kepadanya meski diawali dengan sesuatu yang tidak menyenangkan. Ia tak akan pernah melepaskannya. Suka atau tidak suka, akan ia pertahankan Prita tetap berada di sisinya.


Bayu meraih ponsel dari atas nakas, kemudian menghubungi tangan kanannya, Beni.


"Halo, Ben... "


"Iya, bos?"


"Aku ada tugas untukmu. Carikan pakaian untuk Prita."


"Hah? Maksudnya bagaimana?"


"Kamu tahu Prita, kan?"


"Ah, iya, Bos. Wanita yang sedang Anda incar, kan?"


"Mulai sekarang Prita akan tinggal bersamaku. Siapkan seluruh perlengkapan yang ia butuhkan. Carikan baju, make up, skincare, dan apapun juga yang wanita perlukan. Kalau kamu bingung, minta bantuan Elizabeth. Pokoknya besok pagi semuanya sudah ada di sini. Aku mengandalkanmu, Ben."


"Tapi.... "


tit


Belum sempat Beni menyelesaikan kalimatnya, Bayu sudah mematikan ponselnya. Ia menoleh ke arah Prita sedang tertidur dengan damai seperti seorang putri. Ia tersenyum.


Bayu melepaskan pakaiannya seperti kebiasaannya sebelum tidur dan membuangnya sembarang. Ia hanya mengenakan celana boxernya. Ia merebahkan diri di samping Prita, kemudian menaikkan selimut untuk menutupi tubuh mereka. Ia tidur sambil memeluk Prita.


*****


Pagi-pagi sekali terjadi keriuhan di mansion milik Ayash. Beni dan beberapa pelayan sibuk mengeluarkan barang-barang yang dini hari diminta oleh bosnya. Banyak sekali kardus yang mereka keluarkan dari mobil. Beni seperti baru saja memborong satu toko dan memindahkan barangnya ke mansion.


Para pelayan itu berbaris membawa barang-barang yang Beni tunjuk. Mereka dipandu menaiki tangga menuju kamar Bayu.

__ADS_1


Ceklek!


Beni membuka pintu kamar yang tidak terkunci. Dilihatnya sang bos sedang tidur nyenya memeluk seorang wanita yang ia pastikan adalah Prita. Ia tidak begitu kaget melihat bosnya tidur dengan wanita. Ia hanya heran, baru kali ini bosnya membawa pulang wanitanya. Apalagi menyuruhnya untuk menyiapkan perlengkapan sehari-hari wanita itu.


Bayu menyuruh para pelayan untuk menaruh barang yang mereka bawa di tempatnya. Baju diletakkan di lemari, alat mandi di kamar mandi, make up dan skincare di meja rias, serta pelengkap seperti sepatu, tas, dan aksesoris di lemari kaca.


Suara berisik dari aktivitas mereka tanpa sengaja mengusik tidur Prita. Ia mengerjapkan matanya sembari mengumpulkan kesadaran. Dadanya tarasa sesak seperti ada yang mengganjal.


Prita tersentak kaget melihat tangan Bayu melingkar di tubuhnya. Perlahan, ia menyingkirkan tangan itu.


"Ah!" pekiknya ketika melihat di depannya ternyata sedang ada banyak orang di kamar itu.


Beni dan para pelayan melongo memandangi Prita yang terbangun. Prita merasa seperti orang yang sedang tertangkap basah selingkuh. Ia ditonton banyak orang.


"Silakan dilanjutkan saja tidurnya, Nona Prita. Maaf, kami sedikit mengganggu. Tolong abaikan keberadaan kami." ucap Beni dengan sangat sopan.


Beni dan para pelayan kembali mengerjakan tugas mereka tanpa memperdulikan Prita yang masih belum sepenuhnya menyadari situasinya.


"Eummm... " Bayu melengkuh, tangannya kembali memeluk tubuh disampingnya.


Prita kembali menyingkirkan tangan itu, namun Bayu menahannya. Ia malah semakin mengeratkan pelukannya hingga tubuh mereka benar-benar menempel.


"Lepas... " pinta Prita sembari mendorong tubuh Prita.


Prita langsung terdiam. Ia merasakan sesuatu yang menekan pahanya. Sementara Bayu masih memejamkan mata dan memeluk seenaknya.


Pandangan Prita mengedar, menatap para pelayan yang sedang menaruh barang-barang di kamar itu. Wajahnya langsung memerah malu.


"Tolong lepaskan dulu." katanya dengan nada berbisik.


"Eumm... tidak mau."


"Ada banyak orang di sini."


"Biarkan saja. Nanti kalau sudah selesai mereka akan pergi."


"Ini memalukan."


"Untuk apa malu? Mulai sekarang kamu akan tinggal di sini bersamaku. Mereka semua akan melayanimu."


Prita akhirnya mengalah. Ia hanya diam menerima perlakuan Bayu. Hingga akhirnya terdengar derap langkah para pelayan yang meninggalkan kamar. Suasana kembali sunyi.


Prita kembali mendorong tubuh Bayu. Namun Bayu justru mengalihkan tubuhnya ke atasnya. Pandangan mereka bertemu.

__ADS_1


"Sudah aku bilang, jangan banyak bergerak. Kamu membangunkan yang di bawah."


"A... Aku... butuh ke kamar mandi." Prita menjawab dengan tergagap.


Berada di bawah lelaki yang hampir telanjang itu membuatnya sangat tidak nyaman.


"Kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu." Bayu menyeringai.


Bayu mendekatkan wajahnya. Prita reflek memejamkan matanya karena takut. Bayu hanya tersenyum melihat tingkah wanitanya.


Cup!


Ia mendaratkan ciuman singkat ke bibir Prita. Ia menyibakkan selimut dan beranjak dari atas Prita.


"Mandilah! Kamu bisa memakai pakaian yang ada di lemari." ucap Bayu.


Prita langsung membuka matanya. Ia segera turun dari ranjang dengan menundukkan pandangan karena malu melihat Bayu yang bertelanjang dada.


Prita melewati ruangan walk in closet yang sejalur dengan kamar mandi. Ia melihat banyak barang-barang yang tertata di sana. Ada pula perlengkapan pakaian wanita yang baru saja ditata oleh para pelayan.


Prita meraih satu handuk dan membawanya masuk kamar mandi. Ia menanggalkan seluruh pakaiannya dan mengguyur tubuhnya di bawah shower. Air matanya turut meleleh bersama dengan tetesan air yang membasahi tubuhnya.


Ia kembali memikirkan Ayash. Walaupun berusaha untuk tegar, tapi air matanya tetap keluar.


Selesai membersihkan diri, Prita melilitkan handuk dan mencari pakaian yang ia kenakan di wardrobe. Prita mengernyitkan dahinya melihat pakaian yang ada di lemari itu. Hanya ada dress dan lingerie super seksi di dalamnya. Itu seperti pakaian wanita penghibur.


Srek!


Prita terlonjak mendengar suara pintu terbuka.


"Ahh!" teriaknya seraya membalikkan tubuh setelah melihat Bayu yang masih dengan celana boxernya berdiri di ambang pintu.


Bayu mendekat, kemudian mendekapnya. Jantung Prita berdebar kencang apalagi kulit mereka bersentuhan tanpa penghalang.


"Kenapa belum memakai baju?"


"Sepertinya baju-baju ini terlalu seksi untukku. Aku tidak suka."


Bayu melihat isi pakaian itu. Ia tersenyum karena pilihan Beni ternyata sesuai dengan seleranya.


"Kalau kamu ingin menyenangkanku, mulai sekarang kamu harus terbiasa memakai pakaian-pakaian seperti ini." bisiknya.


Bayu melepaskan pelukannya, "Segeralah berpakaian. Aku mandi dulu. Setelah itu, kita sarapan bersama." lanjutnya seraya masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Prita masih mematung di sana. Tangannya mengepal. Ia menguatkan dirinya agar tidak lagi menangis.


__ADS_2