ANTARA CEO DAN MAFIA

ANTARA CEO DAN MAFIA
Jalan-Jalan


__ADS_3

Prita memandangi suasana Kota J dari balik kaca jendela apartemen milik Bayu. Suasana apartemen besar itu sangat sunyi. Hanya ada dirinya di sana. Berbeda dengan mansion yang ia tempati sebelumnya yang terdapat banyak pelayan. Di sini ia harus melayani dirinya sendiri.


Meskipun ia hanya sendiri, namun tentu saja ia tak bisa kabur kemanapun. Anak buah Bayu menkaga tepat di depan pintu apartemennya. Belum lagi, setiap sudut ruangan terdapat CCTV yang akan mengawasinya 24 jam.


Prita hanya bisa menghela nafas. Kehidupannya sungguh tak jauh berbeda dengan penjara. Tak ada kebebasan sedikitpun. Yang ada hanya pemaksaan dan pengekangan.


Bayu mau memberikan semua yang ia minta kecuali meminta untuk dilepaskan. Bayu sering memberinya perhiasan mahal. Ada belasan kotak yang tertata rapi di lemarinya. Semua itu tak ada arti baginya. Ia hanya ingin terlepas dari manusia bernama Bayu itu.


Klek!


Prita dikejutkan dengan suara pintu terbuka. Bayu datang masih dengan setelan baju kerja yang ia kenakan pagi tadi.


Bayu tersenyum. Segera ia mendekati Prita yang masih bersandar pada jendela kaca.


Cup


Bayu mendaratkan kecupan di kening Prita. Ia memeluk tubuh wanita yang seharian ini membuatnya merasa segera ingin pulang.


"Kamu sudah pulang?" tanya Prita penasaran. Ini masih siang. Biasanya Bayu selalu pulang malam atau dini hari.


"Ya, aku merindukanmu. Jadi, aku pulang cepat." Bayu mempererat pelukannya.


'Uh... jangan lagi!' batin Prita. Ia masih merasakan sakitnya perlakuan Bayu kemarin yang membuatnya sampai tertidur kelelahan sampai tak tahu kalau ia sudah dipindahkan ke Kota J. Ia rasa mungkin tak akan sanggup jika Bayu meminta hal itu lagi padanya.


Bayu melepas pelukannya. Ia mendongakkan dagu Prita agar menatapnya, "Kamu mau jalan-jalan?" tanyanya dengan senyuman.


Prita membelalakkan mata, tak percaya dengan apa yang ia dengar. Jalan-jalan? Selama ini bahkan Bayu hanya ingin mengurungnya di rumah agar dia tak kabur.


"Kamu mau nonton film? Belanja? Melihat festifal? Atau ke kebun binatang? Aku bisa menemanimu hari ini."


Prita melirikkan matanya ke kanan dan ke kiri. Ia masih ragu dengan apa yang baru saja di dengarnya.


Bayu mengernyitkan keningnya. Ia heran, wanita itu tak langsung merespon pertanyaannya. Padahal, hari ini ia sengaja meluangkan waktu untuk mengajak wanitanya jalan-jalan. Hampir sebulan ia hanya mengurungnya di rumah.

__ADS_1


Bayu mendekatkan wajahnya ke telinga Prita, "Apa kamu mau menghabiskan waktu di kamar saja bersamaku?" godanya.


Prita langsung mundur beberapa langkah menjauhi Bayu. Dia menggelengkan kepala.


Bayu menyeringai, "Aku kira kamu mau mengulang lagi yang kemarin. Aku tidak akan menolak."


Bayu kembali mendekati Prita. Ia memegang kedua lengan wanita itu, namun ia mendapat sedikit penolakan.


"Jangan, aku mohon. Ini masih sakit." Prita menahan Bayu. Ia berbicara jujur sambil menundukkan kepalanya.


Bayu menghentikan aksinya. Ia seketika membatu mendengar kejujuran Prita. Kali ini ia jadi merasa bersalah.


Bayu memeluk Prita dengan lembut, "Maafkan aku. Aku tidak akan kasar lagi padamu asal kamu mau menurut padaku." diusapnya rambut Prita yang tergerai.


"Bersiap-siaplah. Aku akan ganti baju dan mengajakmu jalan-jalan."


Bayu beranjak meninggalkan Prita setelah mengecup kening dan mengusap rambutnya. Ia segera masuk kamar untuk mengganti pakaian kerjanya denngan pakaian yang lebih santai.


Sementara, Prita masih diam di tempatnya. Ia tak perlu berganti baju karena pakaiannya sudah cukup rapi untuk sekedar jalan-jalan.


Prita dan Bayu kini tengah berada di salah satu gerai toko pakaian sebuah mall. Prita hanya bisa celingukan tak tahu apa yang harus ia pilih. Bisa melihat lagi dunia luar membuatnya berguman, betapa menyenangkannya dunia luar. Orang-orang berlalu lalang begitu bebasnya melakukan apa yang mereka inginkan.


"Kenapa diam? Kamu boleh memilih apapun yang kamu suka di sini."


Ucapan Bayu di telinga membuatnya sedikit kaget karen geli.


Pandangan mata Prita mengarah pada Bayu. Seakan meragukan ucapan lelaki itu.


"Kenapa menatapku seperti itu?" Bayu mengerutkan dahinya.


"Bukankah aku tidak pernah punya pilihan? Semua pakaian di lemari juga kamu yang membelikannya."


Bayu terkekeh mendengar penuturan wanitanya, "Maafkan aku. Kali ini kamu boleh memilih apapun sesuai keinginanmu." Bayu mengelus puncak kepala Prita.

__ADS_1


"Jangan menyesal dengan ucapanmu." tegas Prita.


Bayu kembali terkekeh. Ia menggerakkan tangannya seperti memberi isyarat mempersilakan Prita mengambil semua barang yang disukainya.


Dengan senang hati Prita berjalan menuju deretan pakaian yang selama ini sangat dirindukannya. Seorang pelayan mengikutinya dan sesekali memberikan saran pakaian yang cocok untuknya. Namun Prita tak begitu mendengarkan.


Sementara Bayu mengikuti dari jarak beberapa meter di belakang sambil melipat tangannya. Terkadang ia tertawa kecil melihat pelayan yang diabaikan Prita. Kasihan. Sementara wanitanya sibuk mencari pakaian yang ia sukai dengan sangat bersemangat. wanita itu seperti baru keluar dari gua.


Pakaian yang dipilih Prita rata-rata kaos, sweater, kemeja, dan jumpsuit. Sementara bawahannya celana jeans, kulot, dan palazzo. Pakaian yang selama bersama Bayu tak pernah lagi ia kenakan. Bayu hanya mengijinkannya memakai dress atau lingelie yang seperti kekurangan bahan bahkan lebih cocok untuk saringan tahu.


Setelah puas memilih segala pakaian yang diinginkan, Prita berhenti. Saat menoleh ke belakang, ia terkejut. Ternyata pakaian yang dipilihnya sudah sangat banyak hingga pelayan yang mengikutinya kewalahan membawakan pakaian pilihannya.


"Apa Anda masih ingin menambahkan belajaannya?" kata pelayan itu ramah.


Prita meringis, "Ah, tidak. Sudah cukup. Itu saja."


"Baik, saya akan bawakan pesanan Anda ke kasir, ya."


"Iya."


Pelayan itu berjalan meninggalkan Prita menuju kasir. Sementara Prita melirik ke arah Bayu yang sedang menahan tawa tak jauh darinya.


"Seharusnya aku beli saja semua isi toko ini untukmu." guman Bayu.


"Apa aku tampak primitif?" Prita merasa tingkahnya ditertawakan.


Bayu berjalan mendekat seraya memeluk pinggang Prita posesif, "Tidak, sayang. Kamu imut dan lucu. Kamu membuatku terhibur." katanya sembari mengecup pipi Prita.


Bayu membawa Prita berjalan menuju kasir. Diserahkannya sebuah kartu untuk membayar semua barang yang Prita ambil.


Bayu menelepon anak buahnya untuk membawa semua belanjaannya. Sementara, dia melanjutkan jalan-jalan berkeliling mall bersama Prita.


Hari itu Bayu begitu memanjakan Prita. Setiap toko ia ajak wanita itu masuk untuk memilih barang yang ia suka. Jika tidak ada barang yang Prita pilih, maka Bayu yang memilihkan beberapa untuknya.

__ADS_1


Seperti saat ini, mereka berada di toko tas. Prita merasa tak membutuhkannya. Tapi, Bayu memaksanya untuk tetap memilih. Karena Prita hanya diam, Bayu memilihkan beberapa tas yang sekiranya cocok untul wanitanya.


Prita hanya bisa menghela nafas. Entah sudah berapa banyak uang yang sudah Bayu habiskan untuknya. Mungkin sudah mencapai ratusan juta atau bahkan lebih.


__ADS_2