ANTARA CEO DAN MAFIA

ANTARA CEO DAN MAFIA
Tugas Baru dan Imbalan


__ADS_3

"Kudengar kamu tertembak?"


Tuan Samuel menyandarkan punggungnya pada kursi kerja. Tangan kanannya mengamit sebuah cerutu yang masih mengepulkan asal. Sesekali ia menyesap pangkal cerutu.


Bayu yang duduk di hadapannya memasang muka permusuhan. Sebenarnya ia malas menemui ayahnya. Kalau sudah dipanggil, artinya ada pekerjaan baru yang harus ia lakukan.


"Apalagi kali ini?" Bayu tak mau basa basi.


"Kenapa sepertinya kamu tidak suka bertemu dengan ayahmu sendiri? Walau bagaimanapun juga, aku tetap seorang ayah yang mengkhawatirkan anaknya."


Bayu berdecih. Ia merasa ucapan ayahnya hanya omong kosong. Kalau memang mengkhawatirkan anaknya, tidak mungkin ia mengirim anaknya sendiri setiap kali harus membereskan pekerjaan berbahaya.


"Bagaimana dengan lukanya?"


"Ini hanya luka kecil. Tidak terasa sakit sama sekali."


Lebih sakit ditinggal Prita daripada luka tembakan itu. Ayahnya juga turut ia persalahkan dengan perginya Prita. Jika ia tak harus pergi ke Kota P, ia tak perlu meninggalkan Prita.


"Tetap saja kamu harus rutin mengunjungi dokter. Pekerjaan kita masih banyak. Jangan sampai kondisimu menghambat bisnis kita."


Lagi-lagi hanya urusan bisnis tujuan dia memanggilnya. Terkadang, Bayu merasa dirinya hanyalah robot yang ayahnya ciptakan untuk menangani bisnis-bisnisnya. Kapan ayahnya menganggapnya sebagai seorang anak? Rasanya tidan pernah.


"Kalau khawatir dengan kondisiku, kenapa tidak ayah sendiri yang menangani bisnis ayah?"


Akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari mulut Bayu.


Samuel tersenyum, "Sudah kubilang, kamu adalah penerusku. Siapa lagi yang akan mengurus bisnis-bisnisku kalau bukan kamu?"


"Bagaskara Corp sudah cukup besar tanpa bisnis sampingan ayah. Kenapa tidak berhenti saja dan fokus pada perusahaan ini?"


Anak cabang perusahaan Bagaskara Corp sudah tersebar di beberapa kota di negeri ini. Bidang usaha yang dikembangkan juga bukan hanya seputar tambang batu bara, tetapi sudah merambah ke bisnis properti, ekspor-impor, industri manufaktur. Sementara, Tiger King adalah usaha lain yang tercatat resmi sebagai perusahaan penyedia jasa keamanan. Meskipun sebenarnya, di belakang nama itu ada banyak jasa ilegal lain yang ditangani. Pusat perkembangan bisnis mereka ada di Kota J. Bisa dikatakan, Bagaskara Corp adalah salah satu raksasa bisnis di Kota J.


Samuel kembali menghisap cerutunya, "Akar dari Bagaskara Corp adalah Tiger King. Bagaimana bisa kamu berpikir untuk menghentikan Tiger King? Itu sama saja dengan menghancurkan Bagaskara Corp. Kamu pikir bisnis bisa berjalan hanya dengan uang? Kita juga butuh kekuasaan dan kekuatan. Itu hanya bisa kita dapatkan dari Tiger King. Menurutmu, kenapa Bagaskara Corp mudah sekali menjalankan bisnis? Mudah mendapatkan investor atau tender baru? Itu karena mereka semua takut dengan eksistensi Tiger King. Kalangan pejabat, politikus, dan pengusaha yang menyokong Bagaskara Corp adalah mereka yang tunduk di bawah Tiger King."


"Apa tugasku kali ini?"

__ADS_1


"Kawal transaksi penyelundupan senjata ke Pulau P."


Bayu ingin terkekeh mendengar perintah ayahnya, "Hah! Maksud ayah, kita akan menjadi penyokong persenjataan untuk gerakan separatis di sana? Yang benar saja."


"Kenapa memangnya?"


"Sebejat-bejatnya pekerjaan Tiger King, bagaimana bisa mendukung gerakan separatis? Ayah ingin menghancurkan negara ini?"


"Sejak kapan kita peduli dengan negara ini? Kita hanya menjalankan bisnis, tugas kita hanya menyalurkan persenjataan. Terserah mereka mau melakukan apa dengan senjata-senjata itu bukan urusan kita."


Bayu hanya menggeleng-gelengkan kepala. Ayahnya benar-benar hanya memikirkan dirinya sendiri.


"Oke. Akan aku lakukan. Tapi, aku mau minta imbalan."


Samuel mengerutkan dahinya. Tidak biasanya Bayu meminta sesuatu.


"Bantu aku mendapatkan wanita yang aku inginkan."


"Hah? Wanita? Hahaha.... " Samuel menertawakan permintaan anaknya. "Siapa wanita yang tidak mau denganmu? Beri dia uang yang banyak seperti yang biasa kamu lakukan."


Raut wajah Samuel berubah masam. Ia menurunkan cerutunya dan meletakkannya di atas meja.


"Aku ingin ayah mengijinkanku memiliki seorang istri."


"Bayu, aku sudah mengingatkanmu untuk tidak terlalu serius dengan wanita. Siapa wanita itu? Aku akan membunuhnya agar pikiranmu tidak kacau."


"Kalau ayah berani membunuhnya, aku tidak akan segan-segan membunuhmu." tatapan mata Bayu tajam, menyiratkan kesungguhannya.


"Lihatlah, betapa wanita itu hanya mengacaukan pikiran lelaki. Seorang anak bahkan mencam akan membunuh ayahnya hanya karena seorang wanita?"


"Sudah aku katakan, kamu boleh bersenang-senang dengan wanita manapun. Tapi, jangan sampai jatuh cinta pada mereka. Wanita hanya akan membuatmu lemah. Sementara, kehidupan kita dipenuhi musuh. Tak ada untungnya bagi orang-orang seperti kita memiliki pasangan. Wanita sangat lemah dan mudah terbunuh. Ketika mereka terbunuh oleh musuh, kita juga bisa lemah."


"Apa ayah sedang membicarakan diri sendiri yang gagal menjaga ibu?"


Brak!

__ADS_1


Samuel menggebrak meja dengan sangat kuat. Ia berdiri seraya mengusap kasar wajahnya. Anaknya itu benar-benar kurang ajar, mengingatkan kejadian yang sangat ingin ia lupakan. Ia kembali teringat momen-momen terakhir ketika istrinya ditembak oleh rival usahanya. Wanita itu hanya tersenyum sambil berkata 'jaga anak kita' sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


"Jika kamu menginginkan anak, kamu bisa membayar wanita untuk melahirkan anakmu. Kamu tidak harus menikah dan memiliki istri."


"Tapi aku sangat menginginkan wanita itu."


"Kamu hanya akan membahayakan wanita itu jika hidup bersamamu. Dia bisa saja bernasib sama seperti ibumu."


"Jangan samakan aku dengan ayah. Aku bisa menjaga wanitaku dengan caraku."


"Aku tetap tidak akan menyetujuinya."


"Kalau begitu, aku tidak akan melaksanakan tugasmu. Dan mungkin, aku akan menjadi musuhmu."


"Cih! Berani sekali kamu melawan ayahmu."


"Aku tahu ayah masih membutuhkanku untuk pekerjaan ini. Dan aku hanya meminta itu sebagai imbalanku."


"Terserah padamu. Aku sudah memperingatkanmu. Jangan menyesal jika terjadi hal buruk pada wanita yang kamu inginkan itu."


"Aku tidak akan menyesal."


"Baiklah, lakukan sesukamu. Aku hanya mau tahu urusan kali ini berjalan lancar. Aku akan menepati perkataanku. Aku tidak akan mengganggu wanita yang nantinya akan kamu pilih. Persiapkan dirimu dengan baik untuk melaksanakan tugas ini."


"Kamu boleh pergi."


Bayu langsung bangkit meninggalkan ruangan kerja ayahnya.


Pekerjaan kali ini sangat berat dan beresiko. Ia akan berhubungan dengan gerakan separatis. Tidak menjamin transaksi mereka akan berjalan lancar. Bisa jadi ia dihabisi juga oleh mereka.


Bayu tak peduli. Asalkan keberhasilan itu bisa membuat Prita kembali ke sisinya, ia akan melakukan sebahaya apapun resiko pekerjaannya. Asalkan ayahnya tak akan mengusik wanitanya.


Saat itu ia tidak mengenalkan Prita karena pasti Prita akan menjadi sasaran ayahnya. Ayahnya tak akan segan-segan membunuh wanita yang sekiranya bisa menjadi kelemahan bagi anaknya.


Tapi, ayahnya tipe orang yang menepati ucapannya. Asalkan ia bisa menyelesaikan transaksi ini dengan baik, ayahnya pasti akan membiarkannya bersama dengan Prita.

__ADS_1


__ADS_2