ANTARA CEO DAN MAFIA

ANTARA CEO DAN MAFIA
Prita Menghilang


__ADS_3

Jangan lupa like, ya.... 💕💕💕


-------------------‐-‐------------------------------------------------------------


Ayash masih terbaring di ranjang perawatannya. Di sisinya sudah ada Egi, Brisia, dan Yoga. Ayash sengaja menyuruh Egi untuk menghubungi Brisia dan Yoga demi terus menjalankan Kafe selama Prita belum kembali.


Brisia dan Yoga adalah orang-orang yang membantu pendirian Kafe Saranghae. Ayash percaya mereka lebih paham untuk mengurus kafe agar tetap bisa berjalan meskipun pemiliknya sedang tidak ada.


"Egi sudah mengatakan alasanku memanggil kalian ke sini, kan?" tanya Ayash.


"Sudah, Pak. Tapi, sebenarnya ada apa, ya? Kenapa Bapak bisa seperti ini?" tanya Yoga Penasaran.


"Biasalah, Yoga. Masalah bisnis."


"Kita harus melaporkan ke polisi, Pak." Ucap Yoga dengan penuh semangat.


"Hahaha... masalah orang-orang kalangan atas tidak akan selesai dengan hukum. Tidak hanya perlu bukti, tapi juga uang dan koneksi untuk bisa menjebloskan mereka ke penjara."


"Terus, Mba Prita dimana? Kenapa kami dipanggil untuk menggantikannya di kafe?" kini Brisia giliran bertanya.


Ayash menghela nafas, "Sementara waktu Prita tidak bisa mengurusi kafenya karena dia ada urusan di luar negeri."


"Wah, keren juga Mba Prita sudah bisa main ke luar negeri. Kenapa Bapak tidak ikut?" celetuk Yoga.


"Saya juga sibuk dengan pekerjaan sendiri, Yoga."


"Hehehe.... "


"Saya harap kalian bisa bekerja sama ya, mengelola kafe. Kalau bisa kalian jadikan kafenya lebih terkenal dari sebelumnya." perintah Ayash.


"Siap, Pak. Kami akan berusaha." jawab Brisia.


"Sebenarnya sekarang kafenya juga terkenal lho, Pak. Banyak orang-orang yang membicarakan kalau pemilik kafenya cantik. Sayang, Mba Prita tidak ada. Padahal fans-nya banyak di kafe."


Mendengar celetukan Yoga, Ayash jadi teringat saat Prita di kafe memakai seragam pelayan. Banyak sekali lelaki yang menggodanya dan memintanya berfoto. Ayash kala itu juga cemburu. Pacarnya memang tampak sangat cantik dan imut.


Ceklek!


Pintu ruangan terbuka. Semua mata mengarah ke pintu. Ternyata Irgi yang datang.


"Masuk, Ir." pinta Ayash.


"Kalian pergilah dan lakukan tugas kalian." ucap Ayash kepada Brisia dan Yoga.


"Baik, Pak." Brisia dan Yoga menjawab kompak. Mereka kemudian pergi meninggalkan kamar perawatan Ayash.

__ADS_1


Sekarang giliran Irgi yang ada di sana. Ia menggeleng-gelengkan kepala karena bingung dengan situasi yang terjadi. Kemarin, mereka baru bersenang-senang di taman hiburan sampai malam. Hari ini, ia melihat Ayash dalam kondisi terluka parah.


Irgi duduk di sebelah Ayash, "Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa bisa begini? Bukankah kemarin kamu baik-baik saja?"


"Darimana kamu tahu aku ada di sini?"


"Orang kantormu. Tadi aku mampir ke sana. Katanya kamu sedang dirawat di rumah sakit. Aku kira karena penyakit maag. Kenapa malah seperti ini? Dan... Mana Prita?" Irgi tengak-tengok mencari Prita di ruangan itu namun tidak ada.


Ayash hanya terdiam. Ia bingung harus mengatakan apa kepada Irgi. Ia adalah orang pertama yang akan menghajarnya jika tahu ia tak bisa menjaga Prita.


"Irgi... cepat katakan! Jangan bilang terjadi sesuatu kepada Prita."


"Prita hilang, Ir." lirihnya.


Irgi menangkupkan kedua telapak tangan ke wajahnya, "Astaga... ada apa sebenarnya ini? Baru kemarin kita bersenang-senang. Bagaimana bisa terjadi."


"Setelah kamu pulang, aku duduk-duduk sebentar di pantai bersama Prita. Saat kita mau pulang, sekelompok orang tiba-tiba datang dan membawa Aku dan Prita ke suatu tempat. Aku dihajar sampai babak belur begini. Dan mereka masih menahan Prita di sana."


"Kamu itu bodoh atau bagaimana? Kenapa tidak hajar mereka sampai ******! Kamu kan jago taekwondo!" Irgi berkada dengan nada emosi.


"Mereka mengancam akan menembak Prita, Ir. Jumlah mereka puluhan."


"Siapa mereka?"


"Tiger King."


"Mana aku tahu... Aku juga baru tahu."


"Hah! Kalau kamu sedang tidak seperti mumi begini, sudah aku hajar habis-habisan kamu! Gila kamu! Prita jadi ikut terlibat gara-gara kamu."


"Maaf, Pak Irgi. Tapi sebelumnya Nona Prita juga sudah pernah bertemu dengan Bayu, ketua Tiger King. Saya rasa mereka sudah saling mengenal." Egi yang tidak tahan bosnya terus disalahkan akhirnya ikut angkat bicara.


Mata Irgi langsung melirik tajam ke arah Egi, "Maksudnya?"


"Kami pernah melihat Nona Prita makan siang bersama Bayu di Hotel Cassanova. Jadi, saya rasa mereka sudah kenal baik."


"Terus, kenapa dia malah menahan Prita?"


"Mungkin target awalnya adalah Pak Ayash. Karena seringkali mereka berusaha mencelakai Pak Ayash, namun selalu gagal. Kebetulan kemarin Nona Prita sedang bersama Pak Ayash, dan saya rasa Bayu tertarik dengan Nona Prita. Karena itu, ia melepaskan Pak Ayash dan tetap menahan Nona Prita."


"Ah, itu lebih gawat lagi. Bujang lapuk itu ambisinya tinggi."


"Bujang lapuk? Usianya baru 32 tahun, Pak. Bayu belum tua."


"Ya kalau dibandingkan dengan usia kami, dia sudah tua, Egi."

__ADS_1


"Hey, jangan membahas umur. Egi nanti tersinggung." sindir Ayash.


"Ah iya, kamu kan juga sudah tua ya, Egi. Sudah tua, jomblo lagi. Hahaha.... " ledek Irgi.


"Saya belum tua, Pak. Hanya kebetulan lahir duluan dan lebih punya banyak pengalaman."


"Ya, ya, ya... kamu memang orang cerdas. Kalau nggak cerdas, nggak mungkin jadi asistennya Ayash." Irgi mengacungkan jempolnya.


"Dimana letak rumah si Bayu itu, Yash? Aku akan mendatanginya."


"Kalau aku ingat, sudah aku kerahkan orang ke sana."


"Dasar payah!"


"Yang aku ingat, sepertinya di daerah hutan arah ke Kota M. Semalam sangat gelap, banyak persimpangan jalan yang tidak aku kenal."


"Baiklah, aku juga akan membantu mencari. Mudah-mudahan seminggu ini kita sudah bisa menemukannya. Karena aku juga ada banyak urusan di Singapura. Aku jadi pusing kalau begini."


"Terima kasih sudah mau membantu."


"Kamu juga fokus saja dengan kesembuhanmu. Apa kata dokter?"


"Katanya ini hanya cidera ringan, tidak sampai patah tulang. Tapi aku tidak boleh beraktivitas sekitar 1-2 minggu. Bisa aku minta tolong?"


"Katakan!"


"Temui Jimmy Marshall bersama Egi. Dia temannya Bayu. Mungkin dia tahu sesuatu tentang Bayu."


"Jimmy Marshall? Sepertinya aku tidak pernah mendengar namanya."


"Dia pemilik hotel Cassanova. Anaknya dulu murid Prita di TK. Namanya Leo. Jimmy pasti juga mengenal Prita."


"Baiklah. Egi, kapan pertemuannya? Apa sudah diatur?"


"Sudah, Pak. Pertemuannya besok di hotel beliau jam satu siang."


"Oke. Akan aku lakukan." Irgi melirik jamnya, "Ah, sepertinya aku harus pergi sekarang. Aku ada janji dengan Raeka."


"Nenek Lampir.... " cibir Ayash.


"Heh! Jangan menghina pacarku, ya!"


Ayash langsung terdiam.


"Ya sudah, aku pergi dulu. Kamu cepatlah sembuh dan cari pacarmu! Jangan sampai dia direbut om-om. Kasihan Prita."

__ADS_1


Irgi langsung pergi setelah membalas cibiran Ayash. Kini giliran Ayash yang kesal dengan kata-kata Irgi. Ia takut kehilangan Prita.


__ADS_2