
Malam ini Tio tengah asyik bercengkrama dengan beberapa wanita seksi berbikini di kolam renang. Ia tiduran santai di atas pelampung karet berbentuk donat. Sementara wanita-wanita seksi itu mengerumuninya sembari menawarkan makanan dan minuman.
Tio merasa menjadi raja yang sedang dilayani para dayang. Sesekali ia tertawa bangga dengan nasibnya yang selalu berdekatan dengan wanita cantik.
Sementara, Angga sang pemilik pesta masih sibuk berbincang dengan teman-teman bisnisnya di tepi kolam. Ia ditemani Jaka. Bahasan mereka tak jauh dari bisnis dan wanita.
Mereka menikmati minuman dan makanan yang telah disediakan. Ditemani dengan dentuman musik semangat dari sang DJ. Malam itu menjadi pesta mengasyikan kalangan muda yang jenuh dengan pekerjaannya.
Pesta itu tak dihadiri banyak orang. Hanya sekitar 50-an orang. Tentunya hanya kenalan Angga dari kalangan bisnis dan teman nongkrong yang masih tergolong muda.
Kebanyakan yang datang malam ini masih lajang. Hanya beberapa yang sudah berkeluarga. Biasanya, acara seperti ini juga sebagai ajang mencari jodoh sesama pengusaha muda.
Musik terus mengalun. Mereka sibuk berkelompok melakukan hal atau berbincang yang mereka sukai. Ada yang memilih bersantai di atas kolam seperti Tio. Adapula yang hanya duduk-duduk saja di tepi kolam.
Banyak wanita yang berlalu lalang hanya mengenakan bikini. Pemandangan itu tentunya menyenangkan bagi para lelaki muda. Sesekali mereka butuh cuci mata.
"Woi, Angga! Gabung sini. Pool Party kok di atas terus." teriak Tio yang sedang tertawa riang dikelilingi wanita.
Angga memutar bola matanya, "Sebentar, nanti aku menyusul."
"Udah, sana. Nyemplung aja." pinta Bobi, teman bicaranya sejak tadi.
"Ayo dong, kamu ikut juga." Ajak Angga.
"Nggak, ah! Aku ingin di sini saja." tolak Bobi.
"Halah, lama!" tiba-tiba Jaka menarik kuat tangan Bobi dan...
Byur...
Bobi terjatuh ke dalam kolam. Sontak Angga, Jaka, dan orang-orang yang melihat saling tertawa.
Angga dan Jaka segera menyusul menceburkan diri ke dalam kolam.
"Ah, sialan kamu, Jaka!" kesal Bobi.
"Nikmati saja pool party ini, Bob." ucap Jaka enteng.
Beberapa wanita langsung mendekati mereka, berbaur menjadi satu dan bercengkrama bersama.
Wanita-wanita cantik yang ada di pesta itu bukanlah wanita sembarangan. Mereka anak dari para pengusaha kaya. Ada pula yang memang yang sudah menjadi pengusaha atau model.
__ADS_1
Mereka bisa cepat akrab karena di kalangan itu sering diadakan pesta serupa.
"Weh weh weh... bro!" seru Tio tiba-tiba. Angga dan Jaka langsung menoleh ke arah Tio dengan tatapan heran.
"Bro, lihat tuh di sana! Ada Bayu, Bro!" Serunya sembari menunjukkan jari ke arah yang dimaksud.
Pandangan Angga dan Jaka mengikuti arah telunjuk Tio. Mereka langsung melongo melihat kedatangan Bayu yang ditemani seorang wanita cantik di sebelahnya.
Baru sekali lihat, mereka langsung terpesona denfan sosok wanita yang Bayu bawa. Wanita yang menurut Bayu dibawa dari Kota S ke Kota J ini.
Wanita itu mengenakan dress simpel selutut berwarna hitam. Namun aura kecantikannya tetap memancar.
"Gila, ya. Cewek yang Bayu bawa manis banget. Pantas dia betah di rumah. Aku juga mau dengan yang imut-imut seperti itu." celetuk Tio yang tiba-tiba sudah berada di belakang Angga dan Jaka.
"Jangan sembarangan kamu, Yo. Bisa dipenggal Bayu nanti." ujar Jaka.
"Iya, iya. Aku kan hanya jujur. Aku juga mau tipe wanita yang seperti itu."
"Biasanya Bayu suka dengan wanita yang seksi. Baru kali ini aku lihat dia membawa wanita tipe-tipe penurut seperti itu. Sama sekali tidak liar." ucap Angga.
"Weh, bahasanya Pak Angga keren juga." kekeh Tio.
"Apa mungkin itu keponakan atau sepupu Bayu, ya? Dari wajahnya seperti masih SMA begitu." Jaka mencoba menganalisa.
"Bayu jadi pedofil sekarang. Masa suka sama anak SMA." Tio menggeleng-geleng kepala.
"Halah, kalau kamu dikasih juga bakalan mau." ejek Jaka.
"Iya juga, sih. Mungkin sesekali aku harus mencoba berkencan dengan anak SMA. Sepertinya menyenangkan."
Mereka bertiga terus bergosip tentang pasangan yang baru datang ke pesta itu. Beberapa saat kemudian, pandangan mata Bayu menemukan sosok ketiga temannya. Segera ia menuntun Prita berjalan menghampiri ketiganya yang masih asik berendam di dalam kolam.
"Hai, Bro. Akhirnya datang juga." sapa Tio seraya melemparkan pandangan ke arah Prita.
Prita yang merasa menjadi pusat perhatian langsung mengalihkan pandangan ke arah lain. Berada di tempat asing dan melihat orang-orang yang sama sekali belum pernah dikenal membuatnya merasa sangat tidak nyaman.
"Siapa yang kamu bawa, Bay?" Tanya Angga.
"Ah, ini Prita, pacarku."
Prita melemparkan senyuman setelah dikenalkan Bayu.
__ADS_1
"Gabung sama kita di sini, Bay." Ajak Angga.
"Malam iki aku mau duduk-duduk saja, tidak mau basah-basahan."
"Baiklah, Kamu duduk saja di sebelah sana. Nanti kami segera menyusul. Aku juga ingin berkenalan dengan wanita manis di sebelahmu."
Bayu hanya berdecih mendengar ucapan Angga. Ia lantas mengajak Prita ke tempat yang telah disiapkan Angga.
Prita duduk bersebelahan dengan Bayu. Pandangan matanya terus pergulir, memperhatikan lalu lalang wanita berbikini dan lelaki yang bertelanjang dada begitu santai berinteraksi di sana tanpa risih.
"Kamu sedang memperhatikan lelaki lain, ya?" telisik Bayu. Entah mengapa ia sedikit marah Prita melihat-lihat tubuh lelaki lain.
Prita dengan cepat menggelengkan kepala. Ia menunduk.
Bayu mengangkat dagu Prita, mengarahkan pandangannya untuk menatap dirinya.
"Hanya aku yang harus kamu pandang dan kamu kagumi, sayang. Jangan ada laki-laki lain di mata dan di hatimu." ucapnya dengan nada tegas.
Sejurus kemudian, Bayu langsung mencium bibir Prita dengan lembut. Prita sedikit memekik kaget karena Bayu berani melakukannya di tempat umum. Namun ia hanya bisa pasrah menerima perlakuan lelaki itu.
"Haduh, mesra-mesraan di tempat umum. Masuk kamar sana!" ucapan Tio mengusik aktivitas mereka.
Prita reflek mendorong Bayu menjauh darinya. Bayu geram dengan kedatangan mereka tiba-tiba di tengah kemesraan.
Angga, Tio, dan Jaka duduk di sebelah mereka dengan sudah mengenakan bathrobe.
Prita menunduk karena masih malu terpergok sedang bercumbu.
"Prita, tidak usah malu di sini, ya. Kami teman baik Bayu." ucap Jaka.
Prita tersenyum dan mengangguk.
"Ngomong-ngomong, Prita sekolah dimana sekarang? Adikku ada yang masih SMA. Siapa tahu kalian satu sekolah."
Prita mengerutkan dahi mendengar pertanyaan Angga. Ia melirik ke arah Bayu.
"SMA? Kamu pikir aku pedofil. Sialan!"
"Ah, aku kira Prita seumuran adikku. Soalnya dari wajahnya masih terlihat sangat muda."
"Mungkin Muka Bayu yang sudah seperti bapak-bapak." celetuk Tio.
__ADS_1
Tio memang orang yang sangat ceplas ceplos, mampu menghidupkan suasana.
"Sialan!" umpat Bayu seraya meneguk segelas wine yang memang sudah disediakan di sana.