ANTARA CEO DAN MAFIA

ANTARA CEO DAN MAFIA
Baju Tidur


__ADS_3

Malam semakin larut. Setelah seharian berkutat dengan pekerjaan yang melelahkan, akhirnya Bayu bisa pulang ke mansion. Bayu memarkirkan mobil Ferarri Spider hitam miliknya. Raut wajahnya tampak bahagia. Padahal, biasanya ia sangat malas pulang ke mansion.


Hari ini ada alasan yang membuatnya bersemangat untuk cepat pulang. Pekerjaan kantor yang biasanya mengharuskan lembur sampai 3 hari bisa ia selesaikan dalam sehari. Bisa pulang jam 9 malam baginya seperti mendapat jacpot.


Alasan itu adalah Prita. Dia wanita yang sepanjang hari ia pikirkan, memotivasinya untuk segera menyelesaikan pekerjaan supaya bisa segera bertemu.


Bayu memasuki mansion megahnya. Bi Ratna datang menyambutnya.


"Selamat datang, Tuan."


Bayu melepaskan jas yang ia kenakan dan diberikan kepada Bi Ratna. Dasi yang sedari tadi melingkar di lehernya ia lepas, kemudian ia berikan juga kepada Bi Ratna.


"Dimana Prita?" sedari tadi hal yang ingin ia tahu adalah Prita.


"Nona ada di kamar, Tuan. Setelah makan malam Nona langsung kembali ke kamar."


"Apa yang dilakukannya seharian ini?" meskipun bisa mengecek lewat CCTV, namun ia tetap menanyakan kepada pelayannya.


"Nona hanya berkeliling mansion, Tuan. Tidak ada hal lain yang Nona lakukan."


"Hm."


"Apa Tuan mau saya siapkan makan malam?"


"Tidak perlu. Saya sudah makan di luar. Bi Ratna silakan kembali saja dan istirahat."


"Baik, Tuan."


Bi Ratna undur diri. Ia meninggalkan rumah utama menuju paviliun belakang, tempat tinggal para pelayan.


Bayu melanjutkan langkah menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, ia tak mendapati Prita ada di sana. Kamar itu kosong. Seketika rasa panik menyelimuti dirinya.


"Prita... Prita... Prita!" panggilnya. Namun tak ada jawaban.

__ADS_1


Bayu berjalan cepat menuju ruang baca. Disana tak ada Prita. Ia beralih ke balkon, disana juga tak ada.


"Apa dia di kamar mandi?" gumamnya.


Bayu beralih ke arah kamar mandi yang terhubung lewat walk in closet.


Srek!


Prita muncul dari dalam kamar mandi. Bayu menghela nafas lega. Ia langsung berlari memeluk tubuh wanita yang sangat dicintainya itu.


"Ah!" pekik Prita yang kaget karena tiba-tiba Bayu datang dan memeluknya. "Kkamu... sudah pulang?" Prita memang berharap lelaki itu tidak pulang. Kalau perlu, Bayu tidak perlu pulang selama mungkin agar ia bisa merencanakan untuk kabur dari sana.


"Ya, aku sudah pulang, Sayang... " katanya yang masih dalam posisi memeluk. Segala kekhawatirannya hilang setelah merengkuh tubuh nyaman itu.


Bayu melonggarkan pelukannya, menatap kedua mata indah Prita. Pandangannya beralih pada bibir mungil nan merona itu. Tanpa aba-aba, dilumatnya bibir itu dengan lembut.


Tubuh Prita menegang karena terkejut. Tangannya mengepal. Lagi-lagi Bayu menciumnya tanpa ijin.


"Tunggu aku di tempat tidur. Aku mau mandi dulu." ucap Bayu setelah menyudahi ciumannya.


Prita tercengang, masalah pakaian tidur saja perlu diatur oleh Bayu. Mengingat bentuk pakaian tidur yang seperti saringan tahu, mana mungkin ia mau memakainya.


"Pakai ini." Bayu meraih satu set lingerie hitam dan diberikan kepada Prita.


"Aku tidak biasa memakai yang seperti ini."


"Kalau begitu, biasakan mulai dari sekarang."


"Aku tidak mau!" Prita melemparkan lingerie ke arah Bayu dengan kasar.


Bayu mendapat perlakuan seperti itu langsung naik pitam. "Pakai ini sekarang atau aku akan menyuruhmu memakai pakaian seperti ini sepanjang hari!" Bayu kembali memberikan lingerie itu kepada Prita dengan tatapan mata yang intimidatif. "Setelah aku selesai mandi, kamu harus sudah memakainya." ancamnya lagi.


Bayu langsung bergegas masuk ke kamar mandi. Prita masih gemetar akibat kemarahan Bayu. Ia akhirnya menurut. Dilepaskannya seluruh pakaian yang ia kenakan, kemudian menggantinya dengan lingerie hitam yang bayu berikan.

__ADS_1


Prita melihat tampilan dirinya di cermin. Lingerie itu sangat menerawang. Seluruh lekuk tubuhnya tercetak jelas disana. Ia merasa sudah seperti seorang jalang yang hendak melayani tamunya.


Dari ruangan walk in closet, ia beralih ke kamar. Ia merebahkan tubuhnya di ranjang. Ditariknya selimut untuk menutupi tubuhnya seraya memejamkan mata. Ia berharap tidak akan ada hal yang terjadi.


Sementara Bayu baru keluar dari kamar mandi setelah selesai membersihkan diri dalam keadaan telanjang. Tetes-tetes air masih tersisa di tubuhnya yang atletis menimbulkan kesan seksi.


Bayu mengambil celana dalam warna hitam dari dalam laci dan mengenakannya. Setelah itu ia berjalan menuju kamar. Ia memang selalu tidur hanya mengenakan celana dalam.


Sesampainya di kamar, dilihatnya Prita sudah berbaring di ranjang dengan nyaman. Tubuhnya tertutup selimut. Bayu agaknya sedikit kecewa karena wanitanya sudah tidur.


Perlahan ia duduk di tepi ranjang memandangi Prita yang tampak tenang tertidur. Wajah itu begitu manis dan imut seperti anak-anak. Sungguh berbeda dengan seleranya yang biasanya menyukai wanita dewasa dan seksi.


Bayu memang bukan lelaki baik-baik. Hampir setiap malam pekerjaannya keluar masuk tempat hiburan. Hobinya mabuk-mabukan dan tidur dengan wanita malam.


Tidak sembarang wanita yang mau ia ajak tidur. Kriteria wanita itu setidaknya harus cantik dan berbadan seksi.


Kalau ia merasa butuh teman tidur, ada Beni yang akan dengan senang hati membawakan wanita yang ia inginkan. Beni sangat paham seleradan keinginannya.


Tapi, semenjak bertemu Prita, hasratnya terhadap wanita lain semakin memudar. Ia menjadi terobsesi terhadap wanita yang pernah menolongnya itu. Sosok ramah, lemah lembut, dan perhatian seperti Prita mampu memberikan kehangatan hatinya yang selama ini membeku.


Entah karena tidak pernah dibesarkan dengan kasih sayang seorang ibu, atau karena ia selalu mendapat didikan keras dari ayahnya, sosok Prita seperti sesuatu yang selama ini diidam-idamkannya. Ia tak mau melepaskan wanita itu. Prita adalah wanita yang sempurna untuknya.


"Kenapa cepat sekali tertidur." guman Bayu seraya menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah Prita.


Ia menyingkapkan selimut yang menutupi tubuh Prita. Bayu menelan ludah. Tubuh Prita tampak indah dalam balutan lingerie yang ia berikan. Hasratnya meningkat melihat kemulusan paha yang tidak tertutup apapun.


Bayu ingin sekali menikmati tubuh indah yang ada di hadapannya. Namun ia tak tega untuk mengganggu tidur sang putri pujaan. Akhirnya, ia menutupkan kembali selimut itu.


Bayu berbaring di belakang Prita. Tanggannya melingkar posesif di pinggang Prita. Wanita itu ia peluk dengan erat bagaikan guling. Meskipun sangat kasar dan pengatur, Bayu sungguh-sungguh memiliki cinta yang besar untuk wanita itu.


"Selamat tidur, Sayang." ucapnya seraya ikut memejamkan mata dan tidur.


Prita mulai membuka matanya setelah mendengar bunyi hembusan nafas teratur Bayu. Itu artinya, Bayu sudah terlelap tidur. Prita bernafas lega. Bayu tidak melakukan hal berlebihan terhadapnya. Ia sangat takut jika Bayu mengajaknya untuk melakukan hal yang kelewat batas.

__ADS_1


Prita merasakan pantatnya menekan benda yang mengeras. Posisi tidurnya benar-benar tidak nyaman. Bayu tidur hampir telanjang, hanya menggunakan celana dalam. Tubuhnya sebenarnya sangat seksi dan atletis. Namun bagi Prita, tubuh itu sangat menyeramkan.


__ADS_2