ANTARA CEO DAN MAFIA

ANTARA CEO DAN MAFIA
Ternyata ini yang Pertama


__ADS_3

Jangan lupa like, ya... 💕💕💕


----------------------------------------------------------------------------------


Bayu tengah menghisap sebatang rokok sambil bersandar pada kepala ranjang. Perasaannya sedang senang. Baru saja ia menikmati pengalaman bercinta dengan seorang perawan.


Ya, ternyata Prita masih perawan. Ia kira Prita sudah sering melakukan hubungan dengan pacarnya karena mereka bahkan sudah tinggal persama.


Perasaannya lega, seperti telah memenangkan sebuah piala. Ia merasa istimewa karena menjadi yang pertama merasakan kenikmatan tubuh Prita.


Sensasi yang ia rasakan benar-benar berbeda. Jalang yang sering ia ajak tidur semuanya tidak ada yang perawan. Bahkan, beberapa kali ia menjalin hubungan singkat dengan wanita, semuanya tidak ada yang perawan. Ia mengira Prita sama saja dengan mereka. Namun ternyata Prita masih menjaga kesuciannya. Dan dia yang telah merenggut kesuciannya itu.


Bayu sedikit menyesal sudah memberikan pengalaman pertama yang menyakitkan bagi Prita. Seandainya ia tahu wanitanya masih suci, mungkin ia akan melakukannya lebih lembut. Tapi karena ia sudah dipenuhi gairah dan kemarahan, penyatuan yang ia lakukan sedikit kasar. Prita sampai menjerit-jerit kesakitan karena ulahnya.


Sebenarnya saat ini juniornya sudah kembali menegang. Namun ia tak tega untuk memaksa Prita melakukannya lagi. Ia akan memberi waktu istirahat untuk Prita.


Sementara Prita masih meringkuk di sebelah Bayu. Ia memiringkan tubuhnya membelakangi Bayu. Selimut ia selubungkan rapat menutupi tubuhnya yang masih telanjang.


Prita menangis sesenggukan di balik selimut. Seluruh tubuhnya terasa sakit terutama di area kewanitaannya. Ini adalah pengalaman pertamanya. Dan pengalaman pertamanya ini menjadi hal yang paling menyakitkan.


Harapannya serasa hancur, dunianya kini gelap gulita. Seperti tak ada lagi masa depan untuk dirinya. Tubuhnya kotor, sangat kotor.


Sekilas ia teringat tentang Ayash. Tangisannya semakin keras dan sesenggukkan. Ada rasa bersalah yang muncul di hatinya. Ia merasa sudah tidak pantas lagi bagi Ayash. Ia telah dinodai oleh lelaki yang bahkan tidak ia cintai.


Kini ia sangat putus asa. Ia ingin mati agar bisa bertemu dengan kedua orangtuanya. Ia ingin mengeluh dan mencurahkan isi hati bahwa kehidupannya sangat menyakitkan. Selepas kepergian kedua orangtuanya, hidupnya terus ditimpa masalah hingga rasanya ia tak bisa bernafas.


"Ayash... tolong aku." lirihnya sambil terisak.


Prita merasakan rambutnya diusap seseorang. Reflek tangannya mengeratkan selimut untuk menutupi dirinya. Tubuhnya menegang dan bergetar. Ia takut Bayu akan melakukannya lagi.

__ADS_1


Rasa sakitnya masih ia ingat. Bukan hanya sakit fisik, tapi psikisnya juga tersakiti. Bayu sangat kasar memaksanya melakukan penyatuan. Bahkan rintihan dan permohonannya sama sekali tidak didengarkan. Bayu tidak peduli meskipun ia kesakitan. Yang Bayu pedulikan hanya dirinya sendiri.


Satu batang rokok yang tengah dihisap Bayu hampir habis. Entah mengapa menghisap rokok setelah bercinta rasanya sangat nikmat. Diliriknya Prita yang terbaring di sebelahnya memunggungi. Tubuh yang ada di balik selimut itu tampak bergetar karena isakan tangis.


Dalam lubuk hatinya yang paling dalam, sebenarnya ia tidak tega melihat wanita yang dicintainya sedih. Tapi, jika tidak dengan paksaan, Prita tak akan pernah menjadi miliknya.


Ia membayangkan seandainya Prita bisa mencintainya secara tulus seperti perasaannya, pasti hubungan mereka akan sangat manis. Ia berharap saat itu akan tiba. Jika Prita sudah terbiasa dengannya, lama kelamaan pasti akan tumbuh rasa cinta.


Bayu mematikan rokok yang dihisapnya. Perhatiannya teralih pada Prita. Ia bergerak mendekat dan merebahkan diri tetap di belakang punggung Prita.


"Sayang... kamu belum tidur?" ucap Bayu dengan lembut sembari membelai rambut Prita.


Tubuh Prita masih gemetar, "Jangan... aku mohon.... " pintanya dengan nada memelas.


Bayu tahu, wanitanya masih takut kepadanya. Tapi tentu ia tak akan menyerah. Ia akan terus berusaha membuat Prita menerima dirinya bagaimanapun caranya.


Bayu memeluk tubuh Prita dari belakang, membuat Prita semakin ketakutan dibanding merasa terlindungi.


Perkataan Bayu membuat hati Prita sedikit tenang. Tapi ia tetap memasang kewaspadaan.


"Maafkan aku. Tadi aku melakukannya sedikit kasar. Apa masih sakit?"


Pertanyaan itu justru membuat isakan Prita semakin keras. Bayu seperti menggarami luka yang baru ia buat sendiri.


"Aku tidak bisa menahan diriku. Aku pikir, kamu sudah biasa melakukannya dengan mantan pacarmu."


"Dia tidak sebejat dirimu, brengsek!" umpat Prita meluapkan amarahnya. Kedua tangannya mengepal. Ia sangat ingin membunuh lelaki yang sudah melecehkannya itu.


"Ah, perasaanku sedang bahagia. Meskipun kamu mengumpatiku, aku tidak akan marah kali ini."

__ADS_1


Bayu mengeratkan pelukannya, "Aku sangat senang sekali bisa menjadi yang pertama untukmu. Artinya, kamu tidak secinta itu kepada mantan pacarmu. Terima kasih sudah menjaga kesucianmu selama ini." bisiknya.


"Dasar brengsek! Kenapa kamu melakukan ini padaku? Apa salahku? Huhu... huhu.... "


"Stt... ini bukan salah siapa-siapa, Sayang. Ini namanya cinta."


"Aku tidak mencintaimu. Lepaskan aku. Huhu... huhu.... "


"Sekarang mungkin kamu belum mencintaiku. Tapi lambat laun, kamu pasti akan menerimaku. Aku sangat mencintaimu... sangat mencintaimu. Aku bisa memberikan apapun yang kamu inginkan."


"Ku tidak menginginkan apapun darimu. Lepaskan aku. Aku ingin pergi dari sini."


"Aku tidak bisa melepaskanmu. Kamu milikku, hanya milikku. Selamanya kamu hanya milikku."


"Aku tidak mau... kumohon... lepaskan aku... " Prita terus memohon. Suaranya terdengar parau karena terlalu banyak menangis.


"Stt... Cukup! Jangan bicara lagi. Jangan membuat suasana hatiku buruk. Aku bisa melakukan hal itu lagi kepadamu. Tidurlah, ini hampir tengah malam. Kamu butuh istirahat. Jika kamu tidak mau menurut juga, aku benat-benar akan melakukan itu lagi berkali-kali sampai kamu kelelahan."


Bayu mengecup puncak kepala Prita. Ia mempererat pelukannya. Prita terdiam. Ia takut Bayu benar-benar melakukan apa yang ia katakan. Ia mulai memejamkan mata, mensugesti dirinya untuk tidur.


Pikirannya melayang kembali pada nasibnya yang sebatangkara. Ayah ibunya telah tiada, pamannya tidak mungkin ia mintai pertolongan. Jangankan menolong, yang ada malah dia ditelantarkan setelah semua harta ayahnya ia kuasai.


Meminta tolong pada Ayash? Apa dia masih pantas mengharapkan Ayash? Apa Ayash bisa menerima kondisinya apa adanya? Ayash adalah salah satu orang yang membuatnya merasa masih memiliki keluarga. Ayash orang yang membuatnya terus semangat menjalani pahitnya hidup sebagai anak yatim piatu. Jika bukan kepada Ayash, pada siapa lagi ia harus bersandar?


Irgi? Irgi juga seperti keluarganya. Tapi, saat SMA dia sudah banyak merepotkan Irgi. Bahkan karena dirinya, Irgi sampai putus dengan pacarnya. Bagaimana jika Prita kembali bergantung pada Irgi? Apa Raeka bisa memakluminya?


Bu Retno? Bu Retno memang baik hati, sudah seperti ibunya sendiri. Tapi, terakhir kali hubungannya tidak baik karena Mario. Bu Retno pasti akan menertawakannya karena setelah ia mengatakan hendak diperkosa putranya, ternyata ia malah diperkosa lelaki lain.


Raya? Raya memang teman baiknya. Namun, kehidupannya juga sudah susah. Apa tega ia menambah beban hidupnya?

__ADS_1


Prita terus memikirkan orang-orang baik di sekelilingnya. Sekiranya ia bisa keluar dari rumah itu, kepada siapa dia akan bergantung? Beban pikirannya sangat berat. Lambat laun, akhirnya ia tertidur.


__ADS_2