
Jangan lupa like, ya..... 💕💕💕
-----------------‐-----------------‐---------‐---‐----‐-------‐----‐--------------
Ayash mulai membuka matanya. Kepalanya terasa berat dan sakit.
"Auw!" pekiknya ketika berusaha mengangkat tangan kirinya yang terluka.
"Pak!" Egi yang baru keluar dari toilet langsung berlari mendekati Ayash.
"Anda sudah sadar?"
"Ah, Egi. Kamu di sini. Saya dimana sekarang?"
"Di rumah sakit, Pak."
Ayash melihat ke sekeliling. Ruangan itu memang ruang perawatan rumah sakit. Ia mencari-cari Prita namun tak ada orang lain di sana selain Egi.
"Gi, mana Prita?"
"Saya tidak tahu, Pak. Tapi, Nona Prita yang menyuruh saya datang kemari untuk menjaga Bapak."
Ayash kembali mengingat kejadian semalam saat digelandang sekelompok orang dan dibawa ke sebuah rumah tengah hutan. Prita dibawa oleh Bayu sementara ia dipukuli anak buah Bayu sampai pingsan.
"Gi, tolong kamu minta rekaman CCTV rumah sakit."
"Sudah saya tanyakan, Pak. Tapi rekaman saat Bapak masuk ke rumah sakit, tidak ada. Sepertinya ada yang menghapusnya."
Ayash ingin sekali langsung berlari mencari lelaki yang bernama Bayu dan menghabisinya. Tapi, kondisinya yang terluka cukup parah, tidak memungkinkan hal tersebut.
"Pak, seorang staff rumah sakit yang semalam berjaga di IGD mengatakan kalau Bapak diantar oleh banyak orang. Salah satu dari orang yang mengantar Bapak memakai jaket bergambar Kalong Merah. Apa memang mereka yang membuat Bapak berada di sini?"
"Apa kamu mengenal Bayu Bagaskara?"
"Bayu Bagaskara?" Egi tampak berpikir dan mengingat-ingat. "Bukankah dia putra dari Samuel Bagaskara, yang pernah terlihat makan bersama dengan Nona Prita?"
"Iya. Dia yang membuatku seperti ini."
"Sebenarnya Bapak ada masalah apa dengan dia? Kenapa Bapak sampai dipukuli? Apa ini berhubungan dengan Nona Prita?"
Ayash menghela nafas, "Aku sendiri tidak tahu. Tadi malam, saat aku dan Prita sedang jalan-jalan di pantai, tiba-tiba ada sekelompok orang yang mengepung, kemudian membawa aku dan Prita ke sebuah mansion di tengah hutan."
__ADS_1
"Dulu saat Bapak menyuruh saya mencari tau tentang tujuan Bayu ada di kota ini, saya mendapatkan satu informasi, Pak."
"Katakan!"
"Dia seorang mafia, Pak."
"Apa!?" Ayash sangat terkejut dengan informasi yang Egi berikan.
"Bayu sekarang menjadi pemimpin organisasi bayangan milik ayahnya, Tiger King. Dan tujuannya di kota ini, untuk memperkuat Tiger King dengan merekrut Kalong Merah untuk bergabung."
"Berurusan dengan mereka adalah hal yang rumit, Pak. Sebaiknya setelah ini Bapak tidak lagi berurusan dengan mereka."
Ayash terdiam. Ia pernah mendengar tentang organisasi mafia yang menjalankan bisnis terlarang. Ia tidak menyangka kalau Bayu merupakan pimpinan Tiger King. Dan bagaimana bisa Prita punya hubungan dengan orang seperti itu?
"Saya akan mengabari keluarga Bapak tentang kondisi Bapak sekarang."
"Jangan! Tolong rahasiakan masalah ini dari keluargaku. Aku masih ingin mencari tahu apa yang sebenarnya mereka mau."
"Sepertinya mereka benar-benar mengincar Anda, Pak. Beberapa kali kejadian yang hampir menyelakai Bapak, semua karena ulah Kalong Merah. Tapi kita tidak pernah memiliki masalah bisnis dengan mereka. Jadi, kemungkinan ada pihak lain yang memakai jasa mereka untuk mencelakai Bapak."
Ayash berpikir sejenak, "Apa kamu mau mengatakan lagi kalau semua ini ulah kakakku?"
"Kamu tolong panggilkan staff yang semalam ada saat aku masuk ke rumah sakit ini. Aku ingin mendengar sendiri cerita darinya."
"Baik, Pak." Egi langsung pergi ke luar ruangan untuk melaksanakan tugas dari bosnya.
Ayash termenung. Ia masih memikirkan hubungan Prita dengan Bayu. Ia pernah melihat mereka makan bersama meskipun Prita mengatakan kalau lelaki itu hanya menjemput anak temannya. Tapi, artinya Prita pernah bertemu dengan lelaki itu sebelumnya.
Ayash mengedarkan pandangan ke sekeliling. Ia melihat sebuah ponsel tergeletak di atas meja. Ia meraihnya dengan tangan kanannya yang tidak begitu sakit untuk digerakkan. Ponsel itu retak dan rusak.
Ayash terbelalak ketika menyadari itu adalah ponsel Prita. Ia mencoba menyalakannya, namun tidak bisa menyala.
Ceklek!
Egi masuk ke kamar perawatan membawa seorang lelaki bersamanya.
"Ini orang yang saya ceritakan tadi, Pak."
"Kemarilah."
Kedua orang itu mendekat ke arah Ayash. Ayash menatap petugas rumah sakit yang dibawa oleh Egi dengan intens. Menurut pengamatannya, orang itu bisa dipercaya.
__ADS_1
"Apa kamu semalam melihat saya?"
"Iya, Pak."
"Bagaimana kondisi saat saya datang ke rumah sakit ini?"
"Semalam, ada dua mobil yang mengiring Bapak datang ke sini. Salah seorang di antara mereka memberitahu petugas jaga di IGD bahwa ada orang terluka akibat dikeroyok orang dan mereka menemukannya di jalan. Jadi, saya dan beberapa teman saya membawakan brankar untuk memindahkan Bapak dari dalam mobil ke ruang IGD. Kondisi Bapak saat itu pingsan, dengan banyak luka memar di bagian wajah, tangan, dan kaki. Saya agak sedikit curiga dengan cerita mereka karena melihat sopir mobil yang membawa Anda memakai jaket Kalong Merah. Saya sebagai warga Kota S tahu betul, kalau geng Kalong Merah adalah kelompok penjahat paling meresahkan di kota ini. Saya curiga justru mereka yang membuat Bapak terluka."
"Apa ada wanita yang ikut mengantar aku kesini?"
"Ah! Ada, Pak. Orang yang mengantar Bapak itu ada sekitar 8 orang, salah satunya seorang wanita. Yang mendampingi Bapak di IGD hanya seorang lelaki dan seorang perempuan. Sisanya menunggu di luar. Wanita itu terus menangis selama Bapak ditangani dokter jaga. Sampai Bapak dipindahkan ke ruang perawatan, wanita dan lelaki itu juga masih mengikuti."
"Tapi... saat mereka keluar dari ruang perawatan Bapak, lelaki itu menarik kasar tangan wanitannya. Saya yakin wanita itu dalam kondisi sangat tertekan karena si lelaki sepertinya orang yang kasar. Saya sempat mengikuti mereka sampai parkiran, wanita itu didorong masuk ke mobil dan mereka pergi meninggalkan Bapak."
Ayash mengepalkan kedua tangannya setelah mendengar cerita dari staff rumah sakit itu. Dia yakin, Prita saat ini masih bersama Bayu dan dia di bawah ancaman.
"Egi... "
"Iya, Pak?"
"Apa benar, dini hari Prita menghubungimu?"
"Benar, Pak. Nona Prita meminta saya cepat-cepat datang menemani Bapak di sini karen dia ada urusan. Ketika saya sampai di sini, Nona Prita juga sudah pergi."
Penjelasan dari Egi memberinya gambaran bahwa Prita ketahuan menghubungi asistennya itu, sehingga ponselnya dihancurkan Bayu.
"Maaf, Pak. Lelaki itu juga sudah melunasi biaya rumah sakit Bapak sampai dua minggu mendatang." sahut si sfaff rumah sakit.
"Apa dia menyebutkan identitasnya?" tanya Ayash.
"Tidak, Pak. Dia bilang hanya menolong saja, jadi tidak mau menyebutkan identitasnya."
Dalam hati, Ayash bertekad akan memecahkan teka-teki ini agar bisa secepatnya membebaskan Prita.
"Egi... kamu tolong atur pertemuan dengan Jimmy Marshall. Kita juga harus menanyakan tentang temannya itu."
"Baik, Pak."
"Kamu boleh kembali. Terima kasih bantuannya." ucap Ayash kepada staff tersebut.
"Iya, Pak. Sama-sama." staff tersebut kemudian pergi dari ruangan itu.
__ADS_1