
Jeni menghempaskan tubuhnya, tangis gadis itu pecah mengisi setiap sudut ruangan kamarnya, meskipun dihadapan para teman-temannya Jeni akan tertawa ceria. namun jauh dilubuk hatinya Jeni sangat iri.
"Kalian tertawa dan bahagia diatas penderitaanku selama Ini." teriak Jeni mengepalkan tangannya emosi.
Perasaan cemburu dan dengki Jeni sudah tidak bisa dia kendalikan, pikiran Jeni jauh menerawang kemasa-masa indah persahabatan mereka bertiga, Caca , Agnes dan dirinya. namun kekompakan dan kesetiaan kawanan mereka berubah semenjak Caca dan Azka pacaran, sedangkan Agnes juga mulai dekat dan akrab sama Daniel. dan mulai mengabaikan dirinya yang jomblo. namun Jeni sukses menyembunyikan kebusukan hatinya dihadapan teman-temannya.
Pernah Jeni jatuh Cinta saat melihat Zio, namun Zio lebih tertarik dan memilih Clarisa. membuat beban mental Jeni bertambah parah dan frustasi begitu mengetahui semua teman-teman hidup bahagia, sementara Jeni sekarang hamil anak hasil pemerkosaan yang dilakukan oleh kakak sepupunya sendiri.
Jeni juga tidak pernah menikmati indahnya Cinta dan dicintai semenjak remaja. membuat dia menaruh dendam terhadap para sahabat nya terutama pasangan Zio dan Clarisa yang tengah berbahagia menyambut kehadiran anak kembar mereka.
Jeni mengatur siasat, untuk menghancurkan kebahagiaan pasangan Clarisa dan Zio dan selalu memantau perkembangan kandungan Clarisa.
Sembilan bulan berlalu, kehamilan Clarisa sudah semangkin membesar dia kewalahan membawa perutnya, yang hamil anak kembar dua. Zio kwatir meninggalkan Clarisa dirumah meskipun banyak pelayan yang menjaga nya.
Zio berangkat kerja dan siangnya kembali pulang begitu seterusnya demi menjaga istri tercinta. takut Clarisa tiba-tiba kesakitan dan melahirkan, menurut pemikiran Zio. padahal maminya Anyelir hampir tiap hari mengunjungi rumah kediaman mereka.
Jeni dibantu oleh kakak sepupunya Edo merencanakan tempat melahirkan yang sama dengan Clarisa dan mengambil kamar berdekatan dan bersebelahan dengan kamar Clarisa.
__ADS_1
"Sayang perut ku tersa mulas sekali dan sudah beberapa kali aku selalu buang air kecil" rengek Clarisa yang lebih mengunakan pempers ukuran dewasa karena sudah tidak kuat lagi bolak balik kamar mandi.
"Clarisa sebaiknya kita periksa kerumah sakit saja, aku khawatir sekali melihat mu seperti ini" bujuk Zio
Clarisa mengangguk dan menurut saja kemauan suaminya, setelah pelayan mempersiapkan segala sesuatunya. Clarisa bersama Zio pergi menuju Rumah Sakit terbesar di kotanya.
Begitu juga dengan Edo dan Jeni yang membawa dan memilih tempat yang sama untuk melahirkan anak yang sama-sama tidak mereka inginkan kehadirannya, yang hanya menambah aib dalam keluarga mereka.
Karena kondisi kehamilan Clarisa yang kembar, dan posisi bayi yang satu nya lagi tidak memungkinkan untuk melahirkan normal seperti keinginan terbesar Clarisa. Zio pun menyetujui pendapat dokter untuk melahirkan cecar, namun terlebih dahulu dia meminta persetujuan Clarisa dan keluarga besarnya yang juga sudah berkumpul menunggu diluar ruangan Clarisa dirawat.
"Sayang kata dokter posisi bayi kita tidak memungkinkan kamu melahirkan normal, bagaimana apa kamu bersedia untuk cecar ?" bujuk Zio
Clarisa melahirkan sepasang anak perempuan dan anak laki-laki, senyum kebahagiaan tidak pernah luput dari bibir. Sementara dikamar nya Jeni melahirkan anak perempuan.
Dengan kekuasaan uang dan kelicikan nya Jeni berhasil membayar seorang perawat wanita untuk menukar bayi mereka dengan salah satu bayi perempuan Clarisa dan Zio . dan usaha Jeni itu berjalan sukses.
Agar tidak ada kecurigaan Edo pun langsun memindahkan Jeni ke rumahnya sakit lain dan membawa serta bagi mungil itu.
__ADS_1
Pagi nya Clarisa dan Zio menimbang bayi mereka masing-masing dengan persaan bahagia tanpa ada kecurigaan sedikit pun. begitu juga kedua keluarga besar mereka tidak ada yang menaruh kecurigaan mungkin mereka terlalu berbahagia dengan kehadiran penerus baru keluarganya.
"Sayang setelah selesai nyusuin boy, giliran siadek lagi ya Kasian bibir mungilnya di monyongin terus" ucap Zio yang sangat suka menciumi bibir mungil anaknya yang menurutnya sangat imut dan lucu mirip bibir Clarisa.
"Bawa sini dedenya, kayaknya si boy udah kenyang" Clarisa pun meletakkan anak laki-lakinya perlahan karena sudah mulai tertidur. dan mengambil alih anak perempuan yang akan disusuinya
Tiba-tiba anak itu menangis kencang seolah-olah menolak meminum susu Clarisa.
"Duh Sayang....cup...cup Bunda" Clarisa berusaha menenangkan.
"Sayang mungkin si adek ngambek melihat kakaknya kelamaan nyusu" ucap Cantika mamanya Clarisa.
"Bagaimana ini mbak Anyelir, tangisnya cucu kita tidak mau berhenti" Cantika mulai panik.
Setelah agak mulai tenang dalam gendongan Anyelir, bayi mungil itu terpaksa meminum susu formula bayi. meskipun tidak baik tapi mereka tidak mempunyai pilihan lain lagi. tiba-tiba Anyer menghentikan memberikan fot berisi susu atas permintaan Zio.
"Clarisa sayang, coba kamu ulangi lagi sapa tau Dede sudah mau nyusu lagi" ucap Zio berharap anak perempuan nya mendapatkan ASI eksklusif dari sang ibu.
__ADS_1
Namun hasilnya tetap sama, bayi perempuan itu kembali menangis. Akirnya diputuskan untuk memberikan susu formula bayi lagi. karena melihat bayi kecil itu sudah kehausan. dan saat diberikan susu formula bayi itu langsung meminum nya dan mulai tertidur pulas