Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Mendapatkan Restu


__ADS_3

"Apa Caca hamil anakku,?" suara tinggi Azka mengagetkan Zio dan Daniel yang berhasil menemukan nya dengan susah payah.


"Alhamdulillah," teriak Azka kembali.


Zio dan Daniel tidak bisa menyembunyikan senyum mereka melihat tingkah lucu Azka, meskipun Caca hamil dari hubungan mereka yang salah. namun Azka sangat bahagia paling tidak dia bisa memiliki Caca seutuhnya.


Daniel tidak menghiraukan tingkah Azka lagi, singkong rebus dan kopi hitam khas daerah Azka lebih menarik perhatiannya saat ini. Daniel terus makan sambil melakukan video call dengan Agnes, tempat Daniel dkk. berada diperbukitan yang penuh siganalnya. sehingga Daniel bisa memamerkan makanan dan minuman itu pada Agnes.


"Daniel, aku ngak nyangka ternyata ide gila mu itu berjalan sukses." terang Azka bangga.


"Jadi ini semua, sepenuhnya ide simesum ini?" tunjuk Zio.


"Betul Zio, dia selalu membagi ide-ide gila dan mesum dengan ku. meskipun dia selalu Gagal melakukan dan mempraktekkan nya sendiri pada Agnes." ucap Azka tanpa dia sadari Agnes yang sedang Vidio call dengan Daniel mendengar semua ucapannya tersebut.

__ADS_1


"Oooo jadi selama ini kamu selalu berniat buruk dan mesum padaku ya,!" bentak Agnes pada Daniel yang masih nyengir.


"Ya," jawab Daniel spontan, namun dia kembali meralat ucapannya. begitu menyadari keceplosan nya itu.


"Ternyata dipikiran mu selalu mesum, tidak pernah berubah. kapan sih kamu berusaha untuk mencintai ku dengan tulus?" gerutu Agnes.


"Sayang ku Agnes, aku benar-benar tulus mencintaimu. sehingga aku tidak pernah menyentuh wanita lain, hanya kamu seorang yang aku inginkan dan adikku juga akan beraksi jika melihat kamu bukan orang lain." bujuk Daniel. yang di sambut gelak tawa Zio dan Azka.


"Jadi Caca benaran hamil?" tanya Agnes yang sempat menguping pembicaraan Azka dan Zio barusan.


"Apa kamu sudah benar-benar siap lahir batin?" tanya Agnes ingin melihat kesungguhan dan keseriusan Daniel.


"Siap, aku sangat siap sekali untuk memakan mu sayang." ucap Daniel semangat.

__ADS_1


"Bukan siap itu saja Daniel." celetuk Azka sok ikut campur.


"Pokoknya aku siap lahir batin." ucap Daniel lagi.


"Kalau begitu kamu harus temui orang tuaku, datang dan lamarlah aku baik-baik." ucap Agnes.


"Tentu, tentu sayang" wajah Daniel terlihat sangat bahagia.


"Eh tunggu dulu, ngapain kalian duluan saja main lamar-lamaran. tujuan kalian kesini kan menyelesaikan masalah ku dan Caca." Azka tidak terima Jika sampai keduluan Daniel dan Agnes.


Sorenya, mereka memutuskan untuk menjemput Caca ketempat dia dirawat klinik perusahaan Zio. Azka sudah memantapkan hatinya untuk menikahi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, setelah mendapatkan dukungan dan restu penuh dari kedua orang tuanya.


Sepanjang perjalanan yang dilalui Azka dihabiskan dengan melakukan video call dengan Caca, begitu juga dengan Daniel. sehingga Zio terpaksa fokus nyetir sendiri. padahal semula Zio mengusulkan untuk membawa seorang sopir pribadi sehingga mereka bisa bebas bersantai.

__ADS_1


Tapi Daniel dengan tegas menolak, karena dia bersedia bergantian, dan lebih nyaman tanpa adanya orang lain diantar mereka.


Zio melonggos kesal melihat tawa dan cekikikan kedua sahabatnya, dia pun menepikan mobil. dan menyuruh paksa Daniel untuk menggantikan nya. namun Daniel langsung menunjuk Azka. sementara Azka langsung mengalihkan tunjuk nya oada bayangan putih yang terlihat disamping kaca mobil mewah Daniel tersebut.


__ADS_2