Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Kedua orang tua Mentari


__ADS_3

Selama menempuh perjalanan jauh, Farrel terus memantau perusahaan nya. termasuk memutar Vidio yang dikirimkan manajer perusahaan, yang berisi pertengkaran Mentari dan Giska.


Farrel mengulum senyum, dia benar-benar kagum melihat perubahan sikap Mentari sekarang, sangat jauh berbeda dengan Mentari yang dulu.


"Tolong kalian awasi Giska, dan juga Dirga. aku tidak ingin dia berbuat macam-macam terhadap Kejora, jika kalian lengah. bersiaplah kehilangan pekerjaan kalian itu." bentak Farrel.


"Baik Bos."


"Tapi ingat, bermain baguslah. jangan buat Kejora curiga dengan sikap kalian." Farrel fptidak ingin semuanya terbongkar terlalu cepat.


Mobil yang mereka kendarai berhenti disebuah rumah yang terlihat sederhana dan dan nyaman. nampak kedua adik Mentari sedang bermain. Farrel turun dari mobil dan mendekati dua anak yang terlihat masih SMP itu.


"Hallo Arumi, dan kamu pasti Kiki kan.?" sapa Farrel ramah


"Om kok mengenali nama Kami berdua, emangnya Om siapa.?" tanya mereka serempak, menatap Farrel dan kedua ajudannya secara bergantian.


"Namaku Farrel, dan ini kak Dita sama om Frans." Farrel memperkenalkan diri mereka.


"Tapi kami berdua tidak mengenali kalian.!" kiki menarik tangan Arumi untuk masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"Eh tunggu dulu, kami ini teman kakakku Mentari." ucap Farrel.


Keduanya langsung berhenti, dan berbalik menghadap Farrel.


"Teman kak Mentari, " Kedua anak itu nampak antusias. dan berlari kedalam memangil kedua orang tuanya.


"Mama, papa....teman kak Mentari datang.!" teriaknya.


Wanita paruh baya dan seorang laki-laki, yang merupakan suaminya. berjalan keluar. mereka menatap Farrel dan ajudannya.


Farrel maju dan menyalami keduanya hormat, diikuti Frans dan Dita.


"Benar Om."


"Kalau begitu silahkan masuk nak,"


Mereka duduk diruangan tamu yang tersa begitu adem, karena terdapat beberapa buah pohon buah-buahan disekitar rumah Mentari itu. Farrel mengedarkan pandangannya. pada foto-foto lucu Mentari dikala masih anak-anak, dan juga saat beranjak remaja.


"Sayang kamu benar-benar cantik." gumam Farrel menatap foto itu.

__ADS_1


"Silahkan diminum nak" Mama Mentari menyuguhi mereka makanan kecil dan minuman segar.


Sementara kedua adik Mentari, sibuk membuka banyak buah tangan yang sengaja dibawakan Farrel.


"Apa kalian mengetahui keberadaan Putri kami, karena kami sudah hampir putus asa mencari nya." ucap Mama


"Mentari menghilang karena kesalahan ku Om, kami berpacaran selama diasrama dan melakukan hubungan terlarang. hingga Mentari hamil dan kabur." Farrel memberanikan dirinya mengungkapkan semuanya. dan telah siap dengan segala resikonya.


"Apa??? jadi kamu laki-laki brengsek dan tidak bertanggung Jawab, yang telah menghamili putriku." papa Mentari berdiri, Farrel dengan sigap bersimpuh memohon maaf dan menangis menyesali perbuatannya.


"Berdiri kamu" bentak papa dan menarik keras Krah baju Farrel. hantaman kersa dan pukulan melayang sempurna ditubuh Farrel, tanpa perlawanan. kedua ajudannya seakan ikut tutup mata dan telinga melih Bos mpbesar mereka dihajar tanpa ampun.


"Kata maafmu sudah terlambat, apa kamu mampu mengembalikan Putri kami sekarang." Mama Mentari hanya menangis, meratapi nasip Putri sulung mereka.


"Bisa Om, aku berjanji akan membawa Mentari kembali pada kalian dia tidak bersalah, semua ini kesalahan ku."


Farrel pun menceritakan tentang keberadaan Mentari, dan putri kecil mereka Bunga, kemerahan mereka mereda saat melihat foto Bunga.


"Mas ini cucu kita." ucap Mama terharu

__ADS_1


"Baiklah aku akan merestui kalian, dan pegang janji mu. untuk membawa kembali Putri kami."


__ADS_2