Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Kesibukan Gilang


__ADS_3

Setelah menutup panggilan telepon dengan putri sulungnya, Cantika berjalan menuju suaminya yang tengah sibuk berkutik dengan pekerjaan nya yang tiada usai.


Semenjak Cantika hamil besar, Gilang tidak mau meninggalkan istrinya. meskipun banyak pelayan dan kedua orang tuanya. namun Gilang sangat over protektif dan perhatian, sehingga urusan pekerjaan pun dibawa kerumah.


"Masih sibuk ya pa ?"


"Mmmhh...." jawab Gilang singkat sambil memeriksa laporan yang barusaja diantarkan oleh Dion asisten pribadi nya.


Cantika mengelus perutnya perlahan, tersungging senyuman di bibirnya, teringat hasil pemeriksaan tadi siang, dokter mengatakan jika jenis kelamin anak keduanya laki-laki. sesuai harapan dan keinginan Gilang. karena dia berharap sekali untuk mendapatkan jagoan penerus perusahaan nya kelak.


Gilang melirik Cantika yang terlihat senang, membuat penat dan beban di kepala Gilang ikut hilang. tangan Gilang ikut meraba dan mengelus perut cantik itu. tidak puas dengan itu, Gilang turun dari duduknya dan mendekatkan wajahnya untuk mencium perut istrinya sambil berbisik...


"Sehat terus ya diperut Mama nak.....,, dan jangan buat Mama susah. karena sebentar lagi jagoan papa ini akan terlahir ke dunia. dan bisa main sama Mama dan papa serta kakakmu Clarisa yang manja itu" bisik Gilang


"Tentu dong papa.... makanya papa jangan terlalu sibuk, dan temani Mama" jawab Cantika seolah-olah dia yang menjawab pertanyaan Gilang untuk bayi yang dikandungnya itu.


"Itu kan maunya Mama saja yang ingin terus bermanja-manja sama papa" ledek Gilang


Cantika cemberut, karena merasa ketahuan dan diledek Gilang. karena semenjak kehamilan Cantika memang manja dan sangat bergairah. bahkan kadang dia tidak malu-malu lagi minta duluan bercinta.


Gilang menarik tubuh Cantika kedalam pelukannya, dengan tangan yang mulai aktif meraba dan mengelus-elus area fafori. yang membuat Cantika langsung mendesah antara menikmati dan rasa geli.

__ADS_1


"Papa.....geli tahu"


Gilang tersenyum dia memang sengaja membuat istri nya itu merasa geli dengan meniup pelan tengkung nya, kadang juga memainkan daun telinga Cantika dengan menggigit pelan.


"Gimana kalau kita main di sofa saja" bisik Gilang saat melihat Cantika yang sudah terbakar gairah


"Dikamar saja pa...!!


"Sofa aja ya ma, sudah ngak tahan ni" Gilang sudah mengeluarkan adiknya yang berdiri tegak.


Melihat itu Cantika akhirnya mengangguk pelan


Gilang mengambil remote yang terletak tidak jauh dari sofa, dan menekan tombol kunci otomatis.


Gilang merebahkan tubuh Cantika pelan kesadaran sofa, dan sekali hentakan benda pusaka nya menancap sempurna, dan menggoyangkan dengan tidak terlalu kasar. mengingat istrinya yang tengah hamil besar. Gilang sebisa mungkin mencari dan menggunakan metode yang aman.


Di kantor Dion yang lebih banyak bekerja dan mengambil alih bersama sekretaris karyawan laki-laki. karena Gilang tidak ingin kejadian masa lalu bersama lestari terulang kembali. dan membatalkan niatnya untuk memperkerjakan Nara yang merupakan sepupunya Dion.


Dengan rasa kecewa Nara pergi jauh keluar negeri, dan menetap tinggal dengan keluarga Dion. semenjak kasusnya diperusahaan Rama dulu. Nara kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan yang baru lagi. karena nama nya telah tercoreng atau di blacklist oleh perusahaan-perusahaan besar.


Diasrama Clarisa kembali ingin menghubungi Mama dan papanya, dia ingin memberi tahukan jika dia sudah mempersiapkan mama yang cocok untuk calon adiknya. namun sudah beberapa kali panggilan nya selalu tidak diangkat.

__ADS_1


"Duh....Mama kenapa ya kok panggilan ku dicuekin terus. aku takut Mama kenapa-kenapa" bathin Cantika dan menghubungi sang Oma untuk melihat keadaan Mama


"Hallo Oma...."


"Iya sayang Oma, ada apa barusan kita udah Vidio call sayang....!


"Oma tolong lihat Mama kekamar ya dari tadi panggilan Clarisa selalu diabaikan nya. Clarisa takut terjadi sesuatu pada Mama karena kehamilan yang sedah membesar"


"Okey sayang Oma tunggu sebentar ya, Oma coba lihat dulu"


Mama Gilang berjalan menuju kamar anak menantu nya itu, dan mengetok nya namun tidak ada jawaban.


"Ceklek..... pintu terbuka


"Kosong" Cantika pasti keruangan kerja Gilang, berjalan menuju kesana


Namun langkah Mama Gilang terhenti di depan pintu ruangan kerja itu, ketika mendengar bunyi yang khas serta desahan anak menantu nya.


"Ternyata mereka bikin dedek lagi"


Mama Gilang Membatalkan niatnya untuk memanggil Cantika dan kembali menuju kamar tidur nya, menemui papa Husein yang tengah bersantai di kursi goyang nya.

__ADS_1


__ADS_2